gimana mau move on kalau blokirannya dibuka

Gimana Mau Move On kalau FB blokirrannya ke buka

            Sore hari di hari selasa sungguh sangat mempesona, bahagia terpancar dari wajah Aida karena telah selesai memake up Farah tetangga dekat rumahnya, sebagai latihan memperluwes tangannya dengan kuas dan produk make up.Aida menumpang wifi zona di rumah Farah. Sambil mengunggah foto dan video ke youtube channelnya. Adik Farah dengan iseng menanyakan perihal akun facebook.

Farah:” mbak boleh gak aku lihat dipengaturan akunnya?”

Aida:” boleh sih dek…tapi buat apa ya dek?” tanya Aida dengan penuh penasaran

Farah:” ya buang membandingkan akunnya mbak sama akun FB ku…eitz sebentar aku lihat di daftar pemblokiran ya?”

Aida:” iya dek gak apa…”

Farah:”aduh mbak kok banyak banget orang yang diblokir nih mbak”

Aida:” iya dek…itu hater semua dek…males aja mbak…”

Farah:” lah yang paling atas ini kok kayak teman dekat mbak yang sukses di luar negeri ini ya?”

Aida:” iya dek…tapi boleh gak ya dibuka blokirannya…?”

Farah:”boleh lah mbak…”

Aida:” tapi gimana dek…apa ketahuan sama si Indra itu dek?, kalau mbak buka blokirannya?”

Farah:” ya kagak lah mbak…”

Aida:”oke dah mbak buka ya…blokirannya”

Lalu Aida membuka pemblokiran FB Indra…dengan penuh deg deg-an dihatinya sambil membaca bismillahirrohmanirohim jari Aida mengeklik nama Indra di Fb…duh masya Allah…jadi tambah rindu sama Indra…yah…hati Aida tambah tak karuan saat melihat foto Indra dan pacar bulenya…tapi Aida bisa apa..hanya diam dan berdoa di hatinya agar Aida segera digant dengan lelaki yang jauh lebih baik dibandingkan Indra. Dan bersyukurnya lagi saat Aida mulai memainkan jari di layar sentuh ponselnya…kemudian muncul postingan Indra yang bulan februari 2018 disana masih terpajang foto Aida dan Indra saat keduanya berselfie di rumah orang tua Aida.  Sebelumnya…di beranda FB Aida muncul postingan kakak Indra yang bernama Indri…mbak Indri itu mengunggah foto ulang tahun mama Indra  dan Papanya serta Indra berfoto bersama dengan tumpeng di depannya.masih banyak postingan mama Indra tentang kebersamaan beliau dengan keluarga besarnya. Ada postingan yang sangat membuat Aida kecewa, postingan itu berisi tentang pernyataannya bahwa mama Indra mulai menghafal vocab persiapan calon besan dan calon menantunya datang. Duh…sungguh pecah dan hancur hati Aida…tapi Aida berusaha sabar dan tegar.padahal dulu saat nelfon Aida beliau menga minkan kedekatan Aida dan Indra…tapi sudahlah Aida hanya bisa pasrah kepada Allah.Kemudian Aida kembali mengeklik nama Indra di postingan mama Indra lalu Aida sengaja mempercepat gerak tangannya di layar sentuh ponselnya agar tidak terlalu lama melihat foto Indra dengan pacar bulenya. Kemudian Aida berhenti di postingan Indra yang sedang ada di tanah suci Makkah. Aida sangat bahagia melihat postingan Indra dengan foto kebersamaannya antara Papa Indra, Indra dan Mama Indra dengan latar pemandangannya Ka’bah dan sekumpulan orang yang sedang beribadah. Mereka bertiga tambak adem…dengan pakaian suci Ikhrom. Foto itu langsung Aida simpan digaleri ponselnya. Aida sangat menginginkan foto mereka bertiga dengan pakaian ikhrom dan latar belakang ka’bah yang sebelumnya foto itu diminta Aida kepada Indra melalui WA namun Indra tidak merespon untuk mengirimkan foto yang Aida minta.

Karena asyik berselancar di dunia FB, adik Farah menegur Aida.

Farah:” mbak…serius banget sih mbak? Lhat FB siapa sih?”

Aida:” gak kok dek…lihat kabar berita aja kok”

Farah:”kabar berita sang milyuner teman dekat mbak ya…hehehe”

Aida:” apa-an sih adek…enggak lah” kata Aida dengan pipi yang merah padam

Farah:”enggak salah maksudnya ya..khan…?”kata nya dengan nada menggoda Aida

Aida:” iya sih dek…mbak kangen aja dek…tapi mbak gak ngelike biar kagak ketahuan kalau mbak udah buka blokirannya”

Farah:” iya mbak…kalau sampek mbak like…muncul di pemberitahuannya dia…ketahuan deh kalau mbak udah buka blokiran FB dia”

Aida:” iya itu dek jangan sampek deh”

Kemudian Aida melihat jam di ponselnya yang sudah menandakan waktu maghrib akan tiba, Aidapun berpamitan kepada adik Farah dan ibunya. Kemudian Aida bergegas pulang ke rumah untuk mengambil air wudhu dan memakai mukenah. Kemudian Aida bergegas menuju musholla.Aida ikut berjama’ah di musholla dengan perasaan yang tidak menentu, tapi Aida berusaha melaksanakan sholat dengan khusyu’. Seusai salam Aida melakukan wirid an, lalu dilanjut doa.Dalam doa Aida memohon

Ya Allah…ampuni dosaku dan dosa kedua orang tuaku…sayangilah keduanya sebagaimana keduanya menyayangi hamba waktu kecil, panjangkan umur hamba dan kedua orang tuaku, sehatkan jasmani dan rohani kami,kuatkan iman islam kami, lancarkan rejeki kami, rejekiku permudah usaha rias mantenku semoga segera jaya dan banyak limpahkan rejeki hamba agar bisa memberangkatkan emmak bapak hamba beserta hamba ke Mekah Madinah baik dalam perjalanan Haji maupun Umroh, Selamatkan kami di dunia dan akhirat angkatlah derajadku dunia dan akhirat, datangkan lah jodoh yang jauh lebih baik dari Indra baik itu keimanannya, kepandaiannya, derajadnya dan kekayanaanya di dunia dan akhirat. Karena dia telah menyakiti hamba dengan janji manisnya lalu dia pergi dengan wanita lain porahnya lagi dia putar cerita seakan aku yang salah aku yang bermimpi terlalu tinggi, semoga Engkau segera datangkan Imam terbaikku secepatnya sebagai berkah cinta Ramadhan tahun ini aaminn ya Robb”

             Usai berdoa Aida pulang ke rumah, diperjalanan pulang kebetulan tidak ada orang lain lewat, sunyi sepi mendukung suasana hati Aida yang sedang galau. Aida masih teringat akan Indra. Sambil beruraiair mata dengan spontanitas Aida mengulang doa tapi lepih spesifik

“ Ya Allah…ganti ya Allah…yang jauh lebbih baik daripada Indra…jahat sekali kamu Indra tega sekali kmu Indra…semoga aku jauh lebih bahagia…jauh lebih tinggi derajadku di dunia dan akhirat amin”

Keesokan hari Aida kembali ke rumah Farah untu wifi an. Lalu dengan spontanitas Aida membuat status WA dengan foto indra di mekkah dengan kedua orang tuanya lalu Aida mebuat caption…”semoga segera ketulan ke Baitullah secepatnya aaminn” sembari itu Aida megechat bu imamah guru spiritualnya.

Aida:”semoga bu imamah dan pak kyai sekeluarga selamat sampai karawang dengan selamat ndak naik mobil bu sampai karawang kah?”

Bu Ima:” Amin ya Rob makasih Aida salam sama keluarga tadi gak smpat turun salaman”

Aida:”insya Allah segera disampaikan bu…ndak masalah bu”

Bu Ima:” gak pakek mobil …naik kereta …mobil dipakek Afa dia kerja nge grab sambil kuliah

Aida:” oh iya bun…sambung doa dan salam ke pak kyai …Aida pernah cerita ke pak kyai masalah kedekatan Aida dengan teman SMA Aida yang sukses di Luar negeridia ninggalin saya bu dengan cewek bulenya…semoga diganti sama yang jauh lebih baik aamiin…Aida sudah curhat ke Pak kyai waktu pak kyai mangkas tanaman hias di halaman rumah nya bun…”

Bu Ima:” oh iya…selalu yakin dan optimis pasti ada hikmah dan Allah gantikan yang lebih baik dari sebelumnya, oh iya anak mana ini nduk?” sambil mengomentari gambar yang Aida kirim

Aida:” iya pasti itu bu?”

Bu Ima:”ehmmmm…sempat dekat berapa lama? Sekarang dia apa masih di Luar Negeri atau sudah di Indo…anak mana dia sih?”

Aida:” anak sebaung bu…dekatnya dah lama bu mulai SMA nyatain cinta tapi Aida kan gak boleh pacaran …dia berjanji akan lamar Aida kalau udah sukses kelak…januari kemaren dia datang kerumah padahal dia itu sudah lose kontak dengan saya, jemput saya di sekolah dan ngajak jalan sambil ngasih sekuntum mawar merah  yang pada sejatinya gak akan ada artinya dibanding sepaket mahar pernikahan…dia itu dinas di Sydney, pinter Bahasa Inggris dari SMA dan suka resech dia bu…bahkan penelitian dia dibeli oleh pemerintah Australia 13 M dan dia sudah dikontrak kerja oleh UNICEF. Alhamdulillah saya ndak iri saya malah seneng teman dekat saya yang diselingi rasa cinta itu sukses…karena bagi saya rejeki dan anugrah Allah pasti tepat sasaran betulkan bu?”

Bu Ima: “ iya pastilah, tinggal kita tetap ikhtiar sabar dan tawakkal serta harus Husnudzon kepada Allah”

Aida:” iya bu…pasti itu bu…karena Allah bergantung pada prasangka hamba Nya”, bahkan teman Aida bilang kok gak nikah sama Indra kan namanya bu…ya saya bilang orang Indra gak ada komitmen, dia sudah ilang kontak saat nikah pun hilang kontak baru setelah bercerai sayanya dia muncul lagi di FB, kemudian putus kontak dan langsung kerumah kemaren…duh kalau dicritain pasti jadi senovel jika ada yang nerbitkan akan saya kasih satu buat bu  imamah biar bisa di baca hehehe maaf ya bu saya ganggu perjalanan  bu Imamah dan makasih sudah mau baca cerita saya yang panjang kali lebar kali tinggi ini…volume apa yah…hehehhe”

Bu Ima:” gak apa…sambil ngisi waktu hingga sampai pada kota tujuan. Biarlah hilang satu tumbuh seribu..hehehehe”

Aida:” wah…bu Ima bisa berperibahasa juga yah ternyata”

Bu Ima:” iya kan sekolah…”

Aida:” oh iya bu ini mau maghrib salam ke pak Kyai..dan makasih ya bu…assalamualaikum…”

Bu Ima:” walaikumsalam…oke nanti disampaikan”

Aida bergegas pamit pulang dari rumah Aidk Farah dan segera sholat maghrib. Kemudian lanjut sholat isya’. Seusai sholat isya’ selang 2 jam, Aida bersiap tidur dalam tidurnya Aida bermimpi Indra. Di dalam miIndra minta tolong untuk menginjakkan badannya kepada Aida karena dia capek dan pegal sambil menujukkan penyakit kulit yang merah semacam alergi jika dipencet keluar sesuatu dari dalamnya. Aida menginjak badan dan Indra tengkurap. Aida saat itu menggendong bayi lucu. Entah itu bayi siapa. Tapi kata Indra di mimpi Aida:” nanti Aida…kalau kita punya bayi pasti bakal lucu kayak itu” kemudian Aida terbangun dan bersiap sholat subuh.

 

 

 

Bunga Mawar merah dari Indra jadi kenagan Terindah bagi Aida

            Kumandang Adzan subuh…terdengar di alam setengah sadar dan tak sadar Aida. Ibu Aida datang membangunkan Aida dari tidurnya agar segera terbebas dari mimpinya.

Emmak:” Aida…gak mau berjamaah ke musholla nduk..bangun nduk”

Aida:” gak bakalan nuntuti pasti udah kelar mak mushollah wanita sholat subuhnya…adzannya kan udah kelar”sambil membenahi selimut tgapi udah sadar dari tidurnya

Emmak:” oh ya udah kalau gitu”

Emmakpun segera sholat di kamar. Llalu Aida bangun dan bergegas ke kamar mandi untuk gosok gigi dan berwudhu. Tapi dalam persiapan sholat subuh itu Aida masih teringang-ngiang akan  kedatangan Indra dalam mimpinya. Aida bertanya-tanya dalam hatinya…apakah arti mimpi itu. Indra memang sering datang dalam mimpi Aida. Tap;i Aida biasa mennggapi. Tapi mimpi yang semalam itu sungguh nyatra dan sungguh membuat Aida bertanya-tanya dan kepikiran akan kabar Aida. Tapi sudahlah, Aida segera sholat subu, usai salam Aida berniat membaca wirid. Lalu emmak menutup pintu kamar Aida sambil berkata

Emmak:” tak tutup  pintunya nduk…ada tikus masuk”

Aida:” oh iya mak” sambil melanjutkan membaca wirid

Tak lama kemudian, ada tikus yang hamoi di depan sajadah Aida. Dengan spontan Aida bangun dan berteriak

Aida:” mak…ternyata ada disini tikusnya…Auggh…..Augh…” teriak Aida dengan kencang sambil lari keluar kamar menuju teras

Im:” ada apa mbak” kata sepupu Aida dari balik pintu rumahnya sambil panik

Aida:” ada tikus”

Im:” kirain ada yang tengkar” sambil balik masuk kerumahnya

Bibik:’ ada apa subuh-subuh udah heboh?”

Aida:” ada tikus masuk kamarku bik”

Emmak:” iya tunggu bapaknya yang bantu mak keluarkan tikus

Aida:” bapak tuh datang…pak ada tikus”

Bapak:” ya…tinggal usir” kata bapak dengan santai sepulang dari musholla

Bapak menuju kamar Aida dan emmak menunggu dikamar sambil mengusir tikus. Anehnya tikusnya hilang bak di telan bumi. Sambil beres-beres emak bapak berkata

Emmak:” ada hikmah nya kamu tikus biar kami bisa beres-beres kamar Aida…makanya Aida…kolon tempat tidur jangan dikasih barang”

Bapak:” iya ini rame banget apa aja nih barangnya…ayuk Aida bantu nih”

Aida:” iya pak…sabar…itu kan perlangkapan rias…kan ada kerdusnya pak…”

Emmak:” maklum kan Aida gak punya lemari sendiri”

Aida:” iya mak”

Emmak:” sudah taruk di atas apa di dalem lemari barang perlemngkapan rias mu nih”

Aida:” oke mak”

Aida dan emmak dibantu bapak membereskan isi kamar Aida yang kocar kacir mengejar dan mencari tikus. Aida tak sengaja membuka lemari di ruang tengah rak atas. Diasana Aida menemukan sekuntum mawar merah pemberian Indra yang emak simpan, lalu Aida bertanya kepad Emmak

Aida:” lah mak…kok masih ada mawar dari Indra mak”

Emmak:” udah taroh aja biarin disitu biar jadi pemanggil jodohmu…yah meski bukan Indra kan Indro tah…”

Aida:” Indro itu nama kakk Inra”

Emmak:” ya gak apa apa kan?”

Aida:” apa an sih,…hehhehe mas iNdro punya anak istri mak”

Emmak:” ya maksudnya Indra yang lain yang lebih baik…ya biar jadi kenangan …ini mawar dikasih Indra saat diajak jalan ke mini market”

Aida::” iya bener juga ya mak”

Emmak:” ya iyalah…udah mak kedapur nanti pel ya sapu dullu”

Aida:” oke mak”

Smabil beres-beres. Aida menyanyikan lagu dengan teringiang-ngiang akan kenagan dari SMA sampai ketemu Indra di januari kemaren.

“Bila yang tertulis untukku adalah yang terbaik untukku kan ku jadikan kau kennagn yang terindah dalam hidupku,…namun takkan mudah bagiku meninggalkan jejakmu..syang tlah terukir abadi sebagai kenangan yang terindah…”

Iklan
By aimarusciencemania

kisi-kisi soal IPA KELAS VIII

 Kisi-kisi Ulangan Akhir semester Genap

IPA KELAS 8

Standart Kompetensi Kompetensi Dasar Indikator soal
5.Memahami peranan usaha, gaya, dan energi dalam kehidupan sehari-hari

 

 

5.1 Mengidentifikasi jenis-jenis gaya, penjumlahan gaya dan pengaruhnya pada suatu benda yang dikenai gaya

 

5.2 Menerapkan hukum Newton untuk menjelaskan berbagai peristiwa dalam kehidupan sehari-hari

5.3 Menjelaskan hubungan bentuk energi dan perubahannya, prinsip “usaha dan energi” serta penerapannya dalam kehidupan sehari-hari

5.4 Melakukan percobaan tentang pesawat sederhana dan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari

5.5 Menyelidiki tekanan pada benda padat, cair, dan gas serta penerapannya dalam kehidupan sehari-hari

Mendefinisikan pengertian gaya sentuh

 

 

 

Mengidentifikasi contoh gaya tak sentuh

 

 

 

 

Menentukan alat ukur besarnya gaya

 

 

 

Mendefinisikan pengertian resultan gaya

 

 

 

 

Menganalisis  total gaya yang bekerja pada suatu benda

 

 

 

 

 

 

Mengindentifikasi bunyi hukum Newton I

 

 

 

 

Mengidentifikasi bunyi hukum Newton III

 

 

 

 

 

 

Menganalisis pengertian bunyi hukum Newton II

 

 

 

 

 

 

Menganalisis gaya yang bekerja  dengan massa dan percepatan yang diketahui

 

 

 

 

 

Mengelompokkan contoh energi panas

 

 

 

 

 

Mengelompokkan contoh energi potensial

 

 

 

 

Mengidentifikasi bunyi hukum kekekalan energi

 

 

 

 

 

 

Menganalisis energi mekanik yang dimiliki suatu benda

 

 

 

 

 

Menganalisis energi potensial sebuah benda

 

 

 

 

Menganalisis usaha yang dilakukan sebuah benda

 

 

 

 

Mengidentifikasi contoh tuas jenis I

 

 

 

 

Mengidentifikasi contoh tuas jenis II

 

 

 

 

 

 

Mengidentifikasi contoh tuas jenis III

 

 

 

Mengidentifikasi 3 bagian sistem kerja tuas

 

 

 

 

Mengidentifikasi macam-macam  katrol

1.      Pada waktu kamu naik sepeda, kakimu mengayun pdal sepeda sehingga sepeda berjalan, artinya kakimu bersentuhan dengan pedal sepeda. Hal ini menandakan gaya…

a.       Mekanik         c. sentuh

b.      Gesek             d. Tak sentuh

2.      Gaya gravitasi bumi dapat bekerja pada sebuah benda tanpa bersentuhan. Hal ini merupakan contoh gaya…….

a.       Mekanik         c. sentuh

b.      Gesek             d. Tak sentuh

3.      Untuk mengukur besarnya gaya yang bekerja pada benda maka perlu digunakan alat yang disebut…

a.      Dinamometer

b.      Tensimeter

c.       Higrometer

d.      Auksanometer

4.      Penggabungan dua gaya atau lebih gaya menjadi satu gaya disebut….gaya

a.       Faktor

b.      Sumber

c.       Resultan

d.      Arah

5.      Diketahui dua buah gaya masing-masing 25 N ke arah kanan dan 10 N ke arah kiri maka tentukan resultan gaya yang bekerja…

a.       10 N

b.      12 N

c.       15 N

d.      30 N

6.      Setiap benda cenderung mempertahankan keadaannya, yaitu tetap diam atau bergerak dengan kecepatan konstan. Hal ini merupakan bunyi hukum…

a.      Newton I

b.      Newton II

c.       Newton III

d.      Newton IV

7.      Jika benda pertama mengerjakan gaya terhadap benda kedua, maka benda kedua akan mengerjakan gaya terhadap benda pertama yang besarnya sama, tetapi arahnya berlawanan. Hal ini merupakan bunyi hukum…

a.       Newton I

b.      Newton II

c.       Newton III

d.      Newton IV

8.      Hukum Newton II menyatakan bahwa gaya sama dengan massa di kalikan dengan….

a.       Kecepatan

b.      Berat

c.       Percepatan

d.      Berat

e.       Inersia

9.      Diketahui sbuah benda memiliki massa 9 kg dengan percepatan 4 m/s2 maka tentukan gaya yang bekerja pada benda tersebut…

a.       18 N

b.      27 N

c.       35 N

d.      36 N

10.  Kompor merupakan contoh nergi panas, manakah dari benda berikut yang tergolong energi panas?

a.       Radio

b.      Televisi

c.       Aki

d.      Setrika

11.  Energi yangdimiliki oleh benda karena kedudukannya adalah energi potensial, manakah yang tergolong contoh energi potensial?

a.       Mobil melaju

b.      Bel berbunyi

c.       Setrika

d.      Air terjun

12.  Energi tidak dapat diciptakan dan tidak dapat dimusnahkan tetai hanya dapat diubah kebentuk lain. Hal ini merupakan bunyi Hukum…

a.       Mutlak Energi

b.      Kekekalan Energi

c.       Konversi Energi

d.      Perubahan Energi

13.  Sebuah benda memiliki energi kinetik 10 J dan memiliki energi kinetik 12 J berapa energi mekanik benda tersebut?

a.       20 J

b.      21 J

c.       22 J

d.      23 J

14.  Sebuah kelapa memiliki massa 3 kg dengan ketinggian 5 m dan g= 10 m/s2 maka tentukan energi potensial…

a.       90 J

b.      100 J

c.       105 J

d.      150 J

15.  Diketahui gaya sebesar 5 N menyebabkan benda berpindah sejauh 10 m berapa usahanya?

a.       10 N

b.      20 N

c.       30 N

d.      50 N

16.  Gunting merupakan  tuas jenis I, selain itu….

a.       Sekop

b.      Jepitan

c.       Pemotong kertas

d.      Tang

17.  Tuas jenis kedua berada diantara titik tumpu dan kuasa contohnya gerobak dorong dan….

a.       Gunting

b.      Tang

c.       Linggis

d.      Pembuka kaleng

18.  Sekop merupakan contoh tuas jenis III, selain itu…

a.       Pemotong kertas

b.      Pemecah biji

c.       Gunting

d.      Jepitan

19.  Pada sistem kerja tuas terdiri 3 bagian yaitu: beban, titik tumpu dan….

a.      Kuasa

b.      Lengan

c.       Berat

d.      Mekanis

20.  Katrol terdiri atas katrol tetap, katrol bergerak, katrol kombinasi dan…

a.       Tuas

b.      Gir

c.       Roda

d.      linggris

 

6.  Memahami konsep dan penerapan getaran, gelombang dan optika dalam produk teknologi sehari-hari

 

6.1 Mendeskripsikan konsep getaran dan gelombang serta parameter-parameternya

6.2 Mendeskripsikan konsep bunyi dalam kehidupan sehari-hari

6.3 Menyelidiki sifat-sifat cahaya dan hubungannya dengan berbagai bentuk cermin dan lensa

6.4 Mendeskripsikan alat-alat optik dan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari

Mengidentifikasi bunyi hukum pascal

 

 

 

 

 

Menentukan faktor yang memperngaruhi tekanan hidrostatis

 

 

 

Mengidentifikasi bunyi hukum Archimedes

 

 

 

 

 

 

 

Menentukan keadaan benda didalam zat cair

 

 

 

 

 

Mengelompokkan alat yang memiliki prinsip kerja dengan hukum Pascal

 

 

 

Mendefinisikan pengertian getaran

 

 

 

 

Menentukan frekunsi dari banyak getaran dalam waktu tertentu

 

 

 

 

Mendefinisikan pengertian gelombang mekanik

 

 

 

 

Mengelompokkan contoh gelombang elektromagnetik

 

 

 

 

 

 

Menganalisis cepat rambat gelombang

 

 

 

 

Mengidentifikasi macam-macam bunyi berdasarkan frekuensinya

 

 

 

Mengidentifikasi pengertian gema

 

 

 

 

 

Mendefinisikan pengertian resonansi

 

 

 

 

Menggolongkan hewan yang dapat mendengar bunyi infrasonik

 

 

 

Menggolongkan hewan yang dapat mendengar bunyi ultrasonik

 

 

 

 

 

Menyebutkan dan menjelakan 4 bentuk energi

Menghitung frekuensi dari suatu periode

Menjelaskan dan menyebutkan jenis gelombang

Menghitung jarak bayangan dari cermin datar

Menyebutkan dan menjelaskan kelainan mata

 

 

 

21.  tekanan yang diberikan pada zat cair di dalam ruang tertutup akan diteruskan ke segala arah dan sama besar. Hal ini berupakan bunyi hukum…

a.       Newton

b.      Mendel

c.       Pascal

d.      Kirchoff

22.  Tekanan hidrostatis bergantung pada kedalaman atau ketinggian, massa jenis zat cair dan….

a.       Massa

b.      Berat

c.       Gravitasi bumi

d.      Percepatan

23.  Suatu benda yang dicelupkan sebagian atau seluruhnya ke dalam zat cair mengalami gaya ke atas yang besarnya sama dengan berat zat cair yang dipindahkan oleh benda tersebut. Hal ini merupakan bunyi hukum…

a.       Newton

b.      Mendel

c.       Archimedes

d.      Kirchoff

24.  Apabila gaya archimedes = berat benda maka benda tersebut dalam keadaan…

a.       Mengapung

b.      Melayang

c.       Tenggelam

d.      Tercelup

25.  Alat-alat yang prinsip kerjanya menggunakan hukum Pascal antara lain rem hidrolik dan…..hidrolik

a.pompa

b. tang

c.linggris

d. bejana

26. gerakan bolak balik secara teratur/periodik disekitar titik ksetimbangan disebut…

a. gerakan

b.getaran

c. amplitudo

d.Frekuensi

27. jika diketahui sebuah bantul bergerak sebanyak 300 getaran dalam 5 detik maka tentukan frekunsi bantul tersebut…

a. 20 Hz

b. 30 Hz

c. 40 Hz

d. 60 Hz

28. gelombang yang perambatannya memerlukan zat perantara/medium disebut…

a. gelombang longitudinal

b. gelombang mekanik

c.gelombang elektromagnetik

d. gelombang transversal

29. berikut ini yang bukan contoh gelombang elektromagnetik adalah…

a. televisi

b. sinar X

c. sinar gamma

d. bunyi

 

 

30. diketahui suatu gelombang memiliki panjang 0,75 m dengan frekuensi 200 Hz berapakah cepat rambatnya?

a. 80 m/s

b.90 m/s

c. 100 m/s

d. 150 m/s

31. buny yang frekunsinya 20 Hz-20.000Hz disebut bunyi…

a. audiosonik

b.ultrasonik

c. visiosonik

d. infrasonik

32. bunyi pantul yang terdengar setelah bunyi asli diucapkan disebut…

a. nada

b.gaung

c.gema

d.gempa

33. peristiwa ikut bergetarnya suatu benda yang disebabkan adanya benda lain yang bergetar disebut…

a. revolusi

b.rotasi

c.resonansi

d.resultan

34. berikut ini manakah hewan yang dapat mendengar bunyi infrasonik…

a. jangkrik

b.burung

c.harimau

d.semut

35. berikut ini manakah hewan yang dapat mendengar bunyi ultrasonik….

a. kelelawar

b. burung

c.sapi

d.rayap

1. sebutkan dan jelaskna 4 bentuk energi

2. jika diketahui sebuah benda bergetar dengan periode1/500 s maka hitunglah frekuensinya

3. sebutkan dan jelaskan jenis-jenis gelombang

4. benda setinggi 6 cm didepan cermin cekung dengan jari-jari 30 cm bila jarak benda ke cermin 20 cm maka hitunglah jarak bayangan

5. sebutkan dan jelaskan kelainan mata!

    Kunci jawaban  essai

  1. Energi kimia: energi yang dimilikioleh benda-benda kimia seperti kayu, minyak, makanan, baterai dan larutan kimia

Energi Listrik : energi yang dihasilkan oleh aliran elektron atau arus listrik yang terjadi akibat perbedaan potensial listrik

Energi cahaya: energi yang dihasilkan oleh gelombang elktromagnetik

Energi kinetik: energi yang dimiliki benda karena gerakannya atau kelajuannya

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Jenis-jenis gelombang gelombang mekanik: gelombang yang perambatannya memerlukan medium

Gelombang elektromagnetik: gelombang yang perambatannya tidak memerlukan medium

Gelombang transversal: gelombang yang arah getarnya tegak lurus terhadap arah rambatnya

Gelombang longitudinal: gelombang yang arah getarannya sejajar dengan arah rambatnya

Kelainan mata

Miopi rabun jauh: mata tidak dapat melihat dengan jelas benda-benda yang letaknya jauh dapat ditolong dengan kacamata cekung/negatif

Rabun dekat: tidak dapat melihat dengan jelas abenda yang dekat dapat ditolong dengan kacamata berlensa cembung/positif

       
       
       

 

 

By aimarusciencemania

kisah nyata: kisah tahajud cintaku

Ku Jemput Jodoh Idealku di Tahajjud Cintaku

            Assalamu’alaikum wr.wb…ta’arufan dulu  akhi dan ukhti…nama saya Aida,  berstatus “khotijah muda” berusia 27 tahun, berprofesi sebagai guru honorer di sekolah menengah Swasta, hobby merias wajah sendiri dan wajah wanita lainnya…ya sebut saja perias yang masih meerintis usahanya, pribadinya yang periang, comel, ya agak bawel gitu sih…supel mudah bergaul…ya sedikit agak lebay disosmed sih…maksudnya suka upload foto kreasi hijab make up dan kegiatan sehari-harinya…tapi tetap dalam koridor islami loh ya…bukan pamer loh ya..karena niat itu hanya ada dalam hati, just dokumentasi aja.

Kisahku ini sih tak perlu di buat bikin mewek karena memang membuat mewek alami, tak perlu ditelusuri beberapa orang yang membuat ada orang lain yang tercyduk dibuatnya. Namun kisahku ini kalau diibaratkan kisah bahagia dan penuh keajaiban yang dialami wanita cantik dari keluarga kurang berada dan berakhir bahagia dengan Sang Pangeran impiannya di negeri dongeng Cinderella. Kisahku berbanding terbalik tidak sebahagia dia, kisahku ini jika di umpamakan tokoh negara yang bersejarah “Habibi-Ainun” yang berakhir bahagia karena cinta sejati tidak akan salah memilih, meski melanglang buana di negeri orang dan asing tapi bapak Habibi berlabuh di pelabuhan terakhir ibu Ainun yang merupakan teman SMA nya. Kisahku sangat berbeda dengan kedua ibarat tersebut.

Setelah resmi 1 tahun menyandang status “khotijah” dari pengadilan agama, Aida tetap berlapang dada menjalani kehidupan yang penuh perjuangan ini. Bagi Aida “life must go on”hari- hari ia lewati dengan sibuk mengajar di dua sekolah menengah swasta sebagai guru IPA sambil mengambil job merias pengantin. Dia selalu membantu kedua orang tua dari segi apapun. Bagi Aida orang tua adalah segalanya. Meski belum tergolong sukses namun namanya hidup kudu dijalani dengan ikhlas sabar dan tetap ibadah demi mendapat Ridho Allah. Bagi Aida bermimpi tidak masalah meski terlalu tinggi, asal diimbangi iman islam terus berusaha dan tawakkal.karena setiap insan di dunia berhak bermimpi, terwujud atau tidaknya tergantung usaha dan kehendak Allah dunk pastinya.

Disekolah Aida dikenal sebagai sosok guru muda yang supel, apa adanya dan sedikit bawel oleh teman sesama guru. Ya meski ada bebrapa orang yang kurang suka dengan Aida ya…bagi Aida itu tidak masalah justru itu akan menambah indah di kanvas kehidupan dia dan bertambah dinamika naik turun adrenalin bagi nya. Bagi siswa-siswinya Aida dikenal sebagai guru yang apa adanya, cerdas, baik,ya ada waktu serius, bercanda dan pastinya di sukai kebanyakan siswa karena suka mengambil dokumentasi kegiatan dan beberapa foto wifie serta grufie dengan siswanya…ya kalau dibilang guru zaman now gitu katanya.

Hampir dua tahun mengadi di dua sekolah tersebut Aida sangat enjoy menjalani pekerjaannya, paskah ulang tahunnya di pertengahan januari Allah mendatangkan episode baru yang sangat bahagia bagi dirinya…yupz teman lama , rival di SMA dulu datang setelah 5 tahun tidak bertemu. Kamis malam itu …Aida seusah melepas mukenah abis sholat isya  kemudian memutar program televisi favoritnya di sudut kamar nya. Tiba tiba Sang Ibu memberitahu bahwa ada tamu namanya Nico yang mencari bermobil putih. Aida heran karena seingat Aida tidak punya teman yang bernama Nico. Dengan cekatan Aida bersiap memperbaiki hijabnya lalau keluar dari kamar menuju ruang tamu. Dari kejauhan Aida menebak dan menyebut nama lelaki tersebut”Indra?”ya meski sudah bayak perubahan akibat operasi plastik diwajah sahabatnya itu namun Aida tetap mengenali teman lama yang dulu sempat memberi harapan ingin menikahainya kala SMA dan kuliah dulu. Kemudian mereka berdua mengobrol ya…seputar bercerita selama 5 tahun Indra berkuliah diluar negeri hingga sukses menjadi peneliti muda dengan hadiah milyaran rupiah ia dapat. Ditemani ayah dan ibu Aida juga ikut bercengkrama. Suasana malam itu jadi manis hangat dengan kebersamaan dan senda gurau dua sahabat yang ada getaran cinta  kala itu. Obrolan mereka terhenti dikala Indra pamit pulang. Tapi Indra sudah berjanji akan menjemput Aida di sekolah dan ayah ibu Aida mengijinkan. Sebelum pulang dua sahabat itu berselfie ya…tentu diajak oleh Indralah.

Keesokan hari tepat hari Jum at Indra datang menjemput Aida disekolah. Sebelum nya mereka berdua tengah asyik mengobrol lewat chatting whatsapps. Si Indra mengatakan bahwa dia tengah membawa makanan siap saji dari restoran ternama khusus untuk keluarga Aida dirumah. Indra juga mengajak Aida ke minimarket untuk membeli jajanan ringan untuk adik Aida di rumah. Sebelum sampai di sekolah Aida mulai grogi maklum akan berjumpa sahabatnya yang telah menjadi milyuner. Aida bolak balik keluar masuk kamar mandi karena sangking groginya. Beberapa rekan guru juga melihat kejadian itu dan bergurau  dengan Aida.tepat pukul 10.22 WIB Si Indra tiba di depan gerbang sekolah dengan menggunakan mobil putih nan mewah. Si Indra memberikan pesan suara lewat WA, dengan sigap Aida menuju gerbang sekolah, dengan perasaan senang, bahagia dan grogi bercampur menjadi satu untuk menemui si Indra. Indra juga menampakkan wajah sumringah di dalam mobilnya sambil membuka kaca pintu mobilnya.Indrapun turun dari mobil mewahnya sambil melambaikan tangan, Aidapun juga membalas lambaian tangan, dan bergegas untuk menyebrang jalan menuju mobil Indra karena lama untuk menyebrang, dengan peka si Indra menyusul Aida, untuk menyebarangkannya. Merekapun bertemu, tak lama kemudian Indra melihat om Andi, om dari Indra, mereka berdua bercengkrama. Tapi si Indra tidak ingin masuk ke kantor guru, tapi Aida mengajak nya untuk datang ke kantor guru.Akhirnya Indrapun mau. Di perjalanan menuju ruang guru mereka berdua jadi pusat perhatian ya wajar saja si Indra lelaki tampan, tinggi, putih ya meski wajahnya sudah hasil operasi apalagi dia bermobil, jadi perhatiannya lagi karena dia jalan dengan Aida.sesampainya di kantor guru, Indra mengobrol dengan tante Rina dan Om Andi, meski ada beberapan guru disana, tapi sebelum itu Indra berkenalan dengan rekan guru Aida yang ada di ruang guru tersebut.ada sikap Indra yang kurang suka, dia bercerita nominal angka aset yang M- M an itu loh. Ya tapi bagi Aida itu bukan masalah besar. Setelah lama bercengkrama dengan Om dan tante nya. Akhirnya Indra pamit dan Aidapun pamit. Mereka berdua bergegas menuju mobil putih Indra yang di parkir depan gerbang sekolah. Di perjalanan menuju mobil. Indra dengan percaya diri mengatakan bahwa dia pacar Aida ke murid Aida yang lewat di depannya. Aidapun mengatakan ke Indra bahwa mereka itu kan ndak pacaran. Indrapun menjawab, ya gak apalah siapa tau jadi doa. Memang itu harapan kecil sih tapi Aidapun menyikapi dengan tenang. Diperjalanan menuju minimarket banyak yang mereka obrolkan tentang masa-masa SMA dulu, ya tentang rencana Indra akan membantu memodali usaha rias manten Aida. Sesampai di minimarket Indra dengan PD membukakan pintu mobil buat Aida sambil menyebutnya sayang.belanjaan pertama yang dia ambil adalah sekuntum mawar merah plastik ya dia kasihkan ke Aida. Dengan berkata”ini bunga buat kamu kamu kan fake “Aida:”loh kok gitu sih katanya sahabat kok ngasihnya mawah merah sih bukan mawar kuning”. Indra” kamu kan tau artinya, ini juga ada coklat…selera orang kota coklat ini nih” banyak barang yang diambil buat adikl Aida, dan mereka berdua tiba di kasir.dan lanjut di tempat rujak langganan Indra, sambil menunggu rujakkanya obrolan manis dua sahabat terjadi sambil candaan Indra yang ingin menikahi Aida. Iindra sibuk dengan urusan bisnis melalui ponselnya. Dan meminta Aida bicara dengan mamanya lewat telepon, Aida diminta Indra untuk memberitahukan mamanya tentang Indra yang telah membayar DP sawah dibanyuwangi, Aidapun bicara dengan mamanya lewat telepon. Seusai itu mereka berdua menuju rumah Aida. Diperjalanan pulang Indra dengan lihai mengeluarkan jurus jitunya memberikan harapan indah untuk bersanding dengan Aida. Sesampai dirumah Indra langsung pamit dan meminta maaf kepada ibu Aida karena belum ada waktu mengajak jalan jalan Aida sekeluarga. Lambaian tangan menyertai perpisahan dua sahabat yang diselingi rasa cinta itu.

Hari demi hari Aida lalui ya meski mereka sudah ndak ketemu tapi komunikasi mereka berdua terjalin dengan inten lewat udara. Meski sekedar mengingatkan sholat untuk si Indra dan menanyakan kabar, Aida lakukan dengan rutin.tujuannya tak lain hanya untuk mendapat keridhoan Allah untuk menyambung tali silaturrahmi. Tepat dua minggu Indra menelpon Aida seusai sholat isya, kala itu Aida sedang mengerjakan tugas kependidikannya yaitu mengerjakan soal untuk bahan ujian siswanya. Ponsel Aidapun berdering dan Aida dengan sigap mengangkat ponsel tersebut.

Indra:” Hallo, selamat malam dengan ibu Aida Salsabila?, kami dari layanan provider memberitahukan bahwa ada tagihan sebesar 1 juta yang belum ibu lunasi”tegasnya dengan serius

Aida:”Assalamualaikum Indra, maaf tagihan apa ya?”

Indra:”hehehehe,,,,”

Aida:”lah malah ketawa orang nyebut salam kok belum dijawab hayo…katanya ngakunya orang Islam”

Indra:”oooo iya walaikumsalam….”

Aida:”lagi ada dimana ?”,Indra:”ini aku di pajarakan sama mama  biasalah aku kan cari resto yang bukan jungfood”

Aida:”ooo iya…salam sama mama”

Tapi Indra malah memberikan ponselnya kepada mamanya

Mama Indra:”Assalamualaikum mbk Aida lagi ngapain?”

Aida:”walaikumsalam ma…ini lagi nyicil soal buat UTS anak anak ma?”

Mama Indra:”tetap semangat ya mbak…jangan putus asa…sukses selalu ya”

Aida:”iya ma…terimakasih”

Indra:”eee tau gak sih Aida…tante Andi itu loh nanyain ee ternyata kalian pacaran ya di tanya aku lewat WA”

Aida:”terus kamu jawab gimana Ndra?”tanya Aida dengan penuh penasaran

Indra:” ya aku jawab doakan saja ya tante…gitu aku jawab”

Aida:”eee Ndra kamu jangan mengada-ngada kamu kan belum ada komitmen sama aku, ee kamu hati-hati ntar ada malaikat lewat terus kejadian beneran gimana pas hayo…?”

Indra:”ya diaminin saja say…”

Aida:”ya sih…aamin ya Robb”

Indra:” kalau beneran aku suka dan nikah beneran sama kamu gimanya ya…hehehe”

Aini:” ya di aaminin saja say hehehe, oh ya saya mau kasih saran sih kalau boleh tapi kalau kamu gak suka ya ndak apa”

Indra:”iya-iya ngomong aja say aku gak bakalan marah sama kamu”

Aini:”kalau bisa kamu jangan upload nominal aset  kamu, surat- surat berharga gitu, atm paspor visa dll. Takutnya ada orang punya niat jahat sama kamu…aku sih ndak ingin terjadi apa-apa sama kamu”

Mama:” betul itu mbak…makanya dengerin itu mbak Aida ngasih saran…” kata mama Indra yang kala itu mendengarkan obrolan kami lewat telepon

Indra:” iya ma…kak Adri juga berpesan seperti itu ke aku Ma? Oh ya Aida makasih ya…padahal aku cuma niat dokumentasi ajaloh”

Aida:”aku ngerti kok kamu gak niat pamer kamu hanya bangga dengan hasil jerih payahmu…”

Indra:” iya makasih kamu bilang begitu karena kamu ngerti aku….”

Aida:”iya yah…kamu ngerti aku…aku ngerti kamu terus ngapain ya…?”

Indra:”iya sih kamu ngerti aku…aku ngerti kamu terus ngapain cari jauh jauh…aamiin?”

Aida:”aaminn ya Robb”

Indra:”mama ngaminin juga nih say hehehe”

Aida:”kalau mama ikut mengaminin berarti mama suka dunk sama aku…hehehe GR Nih “

Mama:” ya suka dunk…mbak Aida kan cantik”

Indra:” aduh mama…kok dipuji puji gitu…

Telepon terputus….tetap dengan kesehariannya mereka chattiingan seperlunya. Sampai si Indra mengundang Aida datang ke acara diner keluarganya. Aida bingung karena tidak dapat tebengan menuju lokasi diner maklum Aida tidak bisa menyetir sepeda motor. Hingga pada hari H diacara dinner Aida belum dapat tebengan meski berusaha mencarinya. Allah masih sayang ke Aida sore sebelum acara diner dia dimulai kemudian Aida membuka status WA…duh betapa sedihnya Aida melihat foto Indra dengan cewek blasteran berpose di bromo. Katanya dia sibuk gak bisa jemput Aida lah ini bela belain dia menjemput ke Airport sedangkan mau jemput Aida Indra ndak mau…ngakunya dia single ee ternyata sudah ngenalkan pacarnya ke keluarga.

 

Diundang dinner berharap jadi Cinderella di acara itu

Semenjak Indra datang di kehidupan Aida, sosok sahabat lama semenja SMA ya meski dibumbuhi ada rasa sayang diantara keduanya. Namun mereka belum disatukan dalam ikatan halal karena tahun 2015 Aida sempat menikah dengan orang lain yah…,meski hanya 8 bulan usia pernikahan Aida. Namun rasa sayang dihati Aida untuk Indra sempat mati. Setelah bertemu kembali dipertemuan yang tidak direncanakan oleh Aida namun sangat diharapkannya. Indra datang di bulan Januari yang merupakan bulan hari jadi Aida. Bagi Aida itu merupakan kado terindah dari Allah untuknya. Komunikasi demi komunikasi meski lewat udara tetap terjalin hal itu digunakan oleh Aida dan Indra hanya untuk mempererat tali silaturrahmi. Hingga pada suatu hari Indra mengundang Aida untuk menghadiri acara  dinner keluarga. Undangan itu Aida dapat dari whatsaapp.

Indra:” kamu datang ya…sambil mengirim file foto undangan dinner

Aida:”InsyaAllah Ndra…aku usahakan hadir…tapi aku gak ada dress white dan mau nebeng siapa?”

Indra:”kamu bisa berangkat bareng tante Agus….”

Aida:”semoga saja bu Agus bisa ya aku tebengin”

Pesan Aida di WA tidak dijawab  oleh Indra. Tapi Aida selalu berpikir positif mungkin Indra sibuk jadi gak sempat balas chattingannya. Sembari menunggu respon dari Indra, Aida berkonsultasi dengan bu Agus  berkaitan dengan tumpangan menuju lokasi dinner yang akan diadakan oleh Indra. Tapi sayangnya bu Agus tidak ada disekolah karena beliau ada acara diluar sekolah, kebetulan bu Agus adalah kepala sekolah tempat Aida bekerja.

Sepulang sekolah Aida menceritakan perbincangan via WA itu kepada bapak dan emmaknya.

Aida:” pak Aida dapat undangan dinner family oleh mas Indra”

Bapak:” acaranya dimana itu ndok?” tanya bapak dengan penuh penasaran

Aida:” di restoran daerah Probolinggo pak?”

Bapak:” wah gimana nduk kamu mau berangkat sama siapa…bapak ndak bisa loh motoran ke kota kan motornya udah gak layak dibawa ke kota, oh ya jam berapa acaranya?”

Aida:”jam 18.30 WIB”

Bapak:”wah…apalagi malem udah gak lihat matahari itu nduk?”

Aida:”iya pak…nanti Aida tanyakan Bu Agus kata mas Indra Aida di minta berangkat sama bu Agus Pak?”tapi Aida bilangnya kalau udah ketemu beliaunya secara langsung”

Emmak:” oh ya ndok…pakaianyya gimana?”

Aida:” pakai dress putih?”

Emmak:” emmangnya kamu punya dres putih ta?”

Aida:”iya itu mak…aku juga bingung…gimana ya..aku pengen hadir nih?”

Emmak:”coba kamu buka-buka lemari, siapa tahu ada dress putih”

Aida:”OK” kata Aida dengan penuh semangat .

Aida pun mulai membongkar lemarinya….kemudian dia menemukan beberapa potong baju yang berwarna putih, kemudian ia kumpulkan di ranjang, yang kala itu ditemani bundanya.

Aida:” mak…ternyata Aida punya beberapa koleksi baju putih nih mak”sambil menunjukkan kepada emmak

Emmak:” oh iya…tapi kamu mau pakek yang mana”

Aida:” gimana kalau yang ini”

Emmak: “coba kamu pakek dulu”

Aida:” ok mak…masa’ yang ini mak…kan dress bukan atasan putih…duh gimana nih kok belum nemu yang layak”

Emmak:” sabar dulu…coba mungkin yang ini” sambil memberikan potongan baju putih kombinasi toska

Aida:” yah…emmak…namanya dress ya kudu terusan putih…ee… tapi kan gak apa kan ini bawahannya saja atasannya putih okelah…kudungnya yang mana mak, pashmina gliter apa segi empat ya”tanya Aida dengan penuh kebingungan

Emmak:”kayaknya bagus segi empat putih kalau pashminanya warnanya gak masuk kan putih tulang tuh”

Aida:” Ok aku coba dulu”…sambil memakai nya

Emmak:”kan…bagus…cantik nih…anak emmak”

Aida:”iya lah…kan anak emmak, oh ya mak…make up nya gimana nih, mau pakek make up komplit with bulu mata cetar membahanakah…”

Emmak:” kamu kan nanti naik mobil tante Agus ndok…ee tapi gimana ya…kalau beliau bisa”

Aida:” mau pakek bulu mata cetar membahana kok males ya mak…kayaknya make up natural tanpa bulu mata….iya kalau bermobil…kalau gak…ya nyari tebengan naik motor siapa ya mak…dek opek mau gak ya”

Emmak:” jangan dek Opeknya kan bibikmu agak bawel…duh siapa ya…”

Aida :”gimana kalau dek Farhan mak…ya semoga saja diijinin sama ibu bapaknya”

Emmak:” gak enak ndok kalau minta anterin dia….mending kamu bilang terus terang sama Indra…kalau bu Agus gak bisa nebengin kamu gak usah datang nduk..ya semoga saja bu Agus bisa ditebengin.

Ditengah kehangatan mengobrol dengan sang bunda…bapak Aida tak sengaja lewat di depan kamar Aida…dan ikut berkomentar.

Bapak:” ngobrolin apa sih kok serius amat sih….”

Emmak:” ini loh pak si Aida bingung masalah tebengan yang bisa ditumpangin menuju lokasi acara dinner keluarga Indra pak”

Bapak:” loh kata Aida mau nebeng bu Agus gimana nduk…”

Aida:” iya pak…itupun kalau bu Agus bisa ditebengin pak…tapi blum bilang sih…tadi disekolah beliau gak masuk…mau chatting gak enak pak…lebih luwes kalau biacara langsung”

Bapak:” iya nduk…bilang kalau bu Agus bisa ditebengin…bapak mau antar kerumahnya..nanti tak jemput kerumahnya kalau udah kelar acaranya…ya kalau ampek ujan atau kemaleman kamu minta bermalam dirumahnya.”

Emmak:”iya ndok…paginya kan hari senin kamu ijin agak telat mau kesekolah kan naik lin kamu ndok…”

Aida:” iya mak…pak…semoga dipermudah ya pak Aida bisa hadir diacara dinner familinya Indra”

Emmak bapak:”naamiin ya Robb”

Aida:” Aida beresin dulu ya..”

Emmak:” ini ndok lainkan yang mau dipakek biar enak ngambilnya pas hari H”

Aida:” iya mak…makasih” sambil meluk emmak

Emmak:” semoga kamu selalu bahagia ya nduk…”

Aida:” aamiin mak…Aida yakin doa dan semangat bapak emmak jadi keramatku dan penyemangatku.

Sambil berbenah beberapa baju yang telah diambil Aida, emmak bapak kembali dengan aktivits rumah ya meski cuma bersantai sih…Aida terbersit untuk mengirim chat ke Indra.karena keyboard touchscreen ponsel Aida ada gangguan ya …gara-gara abis jatuh saat bersepeda…ada goresan dilayar ponselnya yang berpengaruh beberapa huruf nya tidak bisa bakerja maksimal, tapi Aida tak kehabisan akal. Dia ambil kertas dan pena, dia tulis isi chat, lalau dia potret dan kirim ke Indra. Ya…meski Indra mungkin berfikir ini anak kok unik atau aneh kok ada metode berkirim pesan ditulis tangan difoto lalau dikirim…entahlah ….Aida tidak peduli akan hal itu baginya…ia bisa terus bersilaturrahmi secara online lewat chatting dengan Indra.berikut isi chattingannya

“Assalamualaikum Ndra…..maaf ya…bukannya aku gak bisa hadir…aku ingin hadir di acara dinnermu…tapi gimana ya Ndra apa ndak malu maluin…aku belum nemu kostum yang pantes…ya semoga saja bu Agus bisa ditebengin…”

Meski isi chatt Aida tidak langsung dijawab oleh Indra namun Aida selalu berfikiran positif tentang Indra. Seorang milyuner yang sibuk dengan aset dan perusahaannya mana ada waktu membalas chat sahabat yah…mungkin bagi Indra tidak terlalu penting bagi nya.

Aktifitas Aida tetap dijalankan…dirumah beberes rumah…sholat istrirahat jika ada tugas ya dikerjakan dirumah baik mengoreksi ulangan siswanya, menganalisis hasil ulangan siswa, buat soal, rapikan perangkat pembelajaran, belajar dan memantapkan materi ajar, semuanya Aida lakukan ya…meski honornya tidak seberapa…namanya cinta pekerjaan dan pengabdian…dengan penuh semangat Aida lakukan, bagi Aida itu dianggap tiket menuju syurga-Nya Allah. Kalau ingin kaya mah….jangan cuma jadi guru honor…jadi wirausaha dunk…sambil Aida rintis dari nol usaha rias mantennya…Bukannya sok sibuk sih pekerjaan disekolah Aida bawa pulang ke rumah, karena mumpung belum punya anak ya Aida kerjakan di rumah, nanti jika sudah bersuami dan punya anak ya pasti dikerjakan disekolah lebih banyak tuh kerjaan buat perangkat pembelajaran dan perangkat evaluasi siswa.

Meski sampai malem Aida cek Indra belum balas chatnya berkaitan masalah pengefixkan kedatangan Aida ke acara Indra, yah…dengan sabar dan berlapang dada…Aida biarkan hal itu…tapi selalu berdoa untuk keselamatan Indra agar selalu dijalan Allah. Seusai sholat isya’ dan hajat Aida selalu melakukan amalan membaca sholawat nariyah setiap selesai sholat dan disaat waktu senggang didalam hatinya selalu dia isi dengan sholawat nariyah sembari beraktivitas meski kadang terputus untuk melakukan kegiatan, ingat lagi baca lagi begitu seterusnya. Tujuannya tidak lain adalah agar bisa diqobul semua hajat Aida kebahagiaan dunia akhirat emmak bapak dan Aida juga. Itu saja kok.

Keesokan harinya Aida berangkat mengajar…ya memang sengaja ndak beli data internet bukan pelit, agar Aida lebih bisa mengontrol diri agar tidak menghubi dulu si Indra, biar tidak terkesan nguber gitu, agar Indra tidak iilfiil.Aida kembali melaksanakan rutinitas mengajarnya. Ada kejadian unik dan menggeltik saat istirahat mengajar, ya…bu Aida,,,dipanggil sang murid guru zaman now banget…selalu dekat dengan siswa terutama siswa cewek, ya sering sih Aida ajak berselfie dengan sang murid, kebanyakan sang murid yang mengajak Aida untuk berselfie. Biasalah dan wajar saja, dizaman sekarang yang syarat akan internet yang berupa sosmed, selfie dan ngevlog itu sudah jadi kebutuhan,,,begitu pula bagi para siswa, jangan ajarin anak didiik kita dengan zaman kita, tapi ajari mereka dengan zamannya. Itu sih yang pas, habis foto ya siswi Aida ingin lihat hasilnya. Oleh Aida tentu diijinkan. Dan tak sengaja membuka galeri yang ada foto Aida dngan Indra. Lalu sang murid bertanya

Hanif:” siapa ini bu…ciye ibu…”

Aida:” itu teman ibu nduk…”

Hanif:” teman apa teman…”

Novi:” iya bu…ngaku aja…coba lihat Nif”

Hanif:” ini Nov…ganteng kan”

Aida:” eee kalian…kok kepo sih”

Hanif:” siapa sih bu kok ganteng amat putih lagi”

Aida:” iya nduk…itu sahabat ibu waktu SMA sekarang dia sukses jadi peneliti muda dan penelitiannya di beli sama pemerintah Australia dan jadi Milyuner dia nduk…lama gak jumpa kapan hari itu datang kerumah dan ngajakin selfie buat dokumentasi aja sih”

Novi:” tadi bilang temen ya Nif, sekarang nagakunya sahabat yang bener yang mana sih bu?”

Anis:” kayaknya lebih dari sahabat…paling pacarnya ya bu…”

Aida:” eitz….kok pacar…calon suami aamiin…eh enggak bercanda kok”

Anis dkk:” aamiin ya Robb….serius juga gak apa bu?”

Hanif:” semoga segera diijabah ya bu?, memang orang mana dia bu?”

Aida:” orang sebaung nduk…tapi sukses di luar negeri

Anis:” dulu kuliah dimana dia bu?”

Aida:” S1 di jogja S2 sampai S3 di Bngkok Thailand nduk”

Novi:” wah hebat ya dia….”

Aida: “ iya dia akan ngadain dinner keluarga nduk ibu diundang…tapi bingung mau hadir apa ndak”

Hanif:” lah kenapa bingung bu…hadir aja bu…dandan yang cantik hena an bu…biar saya henain bu…”

Aida:” iya boleh dek kalau mau di henain maksih ya…bingung masalah tebengannya”

Hanif:” emang dimana sih acara dan kapan”

Aida:” di Probolinggo kota nduk, hari minggu malem jam 18.30 WIB nduk”

Hanif:” ya dipastikan bu bisa gak yang mau ditebengin ya…”

Aida: iya nduk semoga dipermudah”

Obrolan itu berakhir karena bel masuk kelas telah berbunyi, Aida dan siswi nya itu kembali ke kelas, aktivitas mengajarpun berjalan seperti biasanya. Hingga pada pulang sekolah Aida langsung sholat, makan siang dan istirahat, membantu pekerjaan emmak. Saat santai Aida seperti biasa mengecek chattingannya dan yang terlihat adalah chattingan dari Indra.

Kamu datang ya…ada Riska Lita, Ada Krina, ada Fendy teman kita SMA”

Doain semoga Bu Agus bisa ditebengin…itu gimana Ndra dress maksudnya kudu white semua atas bawah atau gimana apa boleh ada kombinasi warna gitu”

Pesan dari Aida hanya dibaca saja namun gak dibalas oleh Indar. Seperti biasa Aida dngan sabar menanggapinya. Lalu Aida tanyakan ke Ayahnya

Aida:” pak…mas Indra WA lagi pak…katanya saya diminta datang…ampk dua kali pak…menurut bapak gimana mas Indra mengharapkan kedatangan Aida gak pak?”tanya Aida dengan penuh penasaran

Bapak:” iya nduk…biasanya orang kalau cuma ngundang ya udah gak usah dua kali sih tanyanya…cuek aja mau datang atau gak…lah ini kok malah nanya lagi…gimana nduk udah tanya bu Agus belum”

Aida:” belum pak…besok ini Insya Allah ketemu mau tak tanyakan langsung pak?”

Bapak:” katanya mau jemput kalau udah datang mobil merah baru nya si Indra itu…coba kamu tanyakan nduk sambil dicandain gitu”

Aida:” iya pak…”

Seusai mengobrol dengan sang Ayah Aida dengan semangat mengaktifkan hotspot lewat ponsel adiknya lalu mengirimin pesan Indra

“ katanya mau jemput kalau mobil red colornya datang…kapan ya…jemput dirumah ya? Aku tunggu hehehe”

Kebetulan kala itu Indra sedang aktif di WA langsung tampil di pemberitahuan WA Indra sedang mengetik, melihat itu…hati Aida jadi deg deg an…antara senang dan penasaran apa jawaban Indra. Dan ternyata jawaban yang ditunggu-tunggu itu adalah:

“Aku yang ada acara kok disuruh jemput, kalau ngerepotin kamu mending next time aja dinnernya, kasihan kamunya, aku banyak tamu Aida…”

Jawaban itu membuat hati Aida sedikit kecewa, tapi Aida tetap sabar menghadapinya, dan Aida membalas chattingnya

“loh kok salah paham…bukan pas dinnernya…kamu kan ada janji say…mau jemput kalau mobil merahmu  datang…aku Cuma ngingetin aja kok… kan gak etis lah yang punya acara kok disuruh jemput iya aku paham kok,kalau acara dinernya ya akau berangkat sama bu Agus doain ya semoga saja beliau bisa ditebengin”

Lagi-lagi cuma dibaca saja…sabar saja terus nih…kata Aida dalam hati

Ya sudahlah….Aida lanjut aktivitas…tapi Aida gak kehabisan ide…dia memesan white dress ke Nila sahabatnya dijember dan Nila menyanggupinnya. Hanya gambar saja yang dilihat oleh Aida tentang dress whitenya dan berharap bisa segera datang pesanannya itu.

Kesesokan hari Aida berangkat kesekolah dihatinya dia berharap bisa ketemu dengan bu Agus. Dan Alhamdulillah buAgus masuk sekolah. Dan dikehangatan suasana kantor hanya ada bu Agus dan Aida

Aida:” Assalamualaikum Bunda?” sambil mencium tangan bu Agus

Bu Agus:” wa’alaikumsalam bu Aida…gimana bu..acara tanggal 18 Februari ini diacara dinner Indra…panjenengan bisa hadir?”

Aida:” iya bun…rencananya saya mau nebeng bunda…”

Bu Agus:”mohon maaf ya bu…mobil saya ada dimalang,,,jadi saya sama pak Agus naik motor bu?”

Aida:” iya bun,…ndak apa…doain saja semoga saya dapat tebengan bun..”

Bu Agus:” maaf ya bu Aida…memang Mas Indra WA saya..katanya mau berangkat sama tante Agus gitu…wah saya bilang ke Mas Indra…mobilku gak ada mas…gimana…katanya dia sih suruh berangkat sendiri”

Aida:” iya bun…kalau ayah saya kan gak mungkin bun kan beliau sudah gak muda lagi apalagi malem kan acaranya dan motornya udah tua…ya lihat entar aja dah bun”

Bu Agus:” iya bu”

Aida:” bun…gimana kalau pakek ini bu kan dress putih”sambil memperlihatkan gambar pesenan baju online

Bu Agus:” bagus bu…beli di online shop mana?”

Aida:” beli di teman bun…orang jember…oh ya gak kayak ibu-ibu kan bun?”

Bu Agus:’ ya kan memang ibu-ibu…hehehehe”

Aida:” kan belum beranak bun…hehehe”

Bu Agus:” minimal sudah jadi ibu guru toh…”

Aida:” iya sih…”

Obrolan itu berakhir karena jam masuk telah mulai…Aida seperti biasa melanjutkan aktivitasnya. Seusai mengajar Aida mengirimkan surat online lewat WA yang ditulis dikertas, difoto lalu dikirim ke Indra

Assalamualaikum Mas Indra…semoga Allah selalu melindungimu…mohon maaf ya…aku gak bisa hadir ke acara dinner famili mu mas…karena bu Agus tidak bawa mobil…bapakku kan gak mungkin ngater maklum motor tua apalagi malam hari bapak kan udah gak bisa bawa motor jauh jauh….mau pijem motor orang kan gak mungkin say…jadi maaf ya semoga sukses acaranya…bukan ndak mau hadir tapi belum dipermudah saja oleh Allah…wassalamualaikum”

Lagi..dan lagi…lagi…hanya dibaca…baiklah sambil menghela naps…Aida sabar menghadapinya.

Aida melanjutkan rutnitasnya…hingga saat hari sabtu H-1 acara dinner itu mau dilaksanakan. Aida update status di WA”Datng gak ya…ya semoga ada keajaiban:”tak lama kemudian si Hanif murid Aida membalas status Wa”saya sudah beli henanya bu…”Saat istirahat sekolah, Hanif meminta Aida ke kelas nya untuk dihenain

Hanif:” sini bu sayahenain…mau motif gimana”

Aida:” ya…suka suka hanif yang penting bagus…”

Hanif:” Oke bu, oh ya…mau pakek baju gimanya bu”

Aida:” ini dek gambarnya” sambil memperlihatkan  foto baju yang udah difitting

Hanif:” bagus bu…tosca combi white bagus bu”

Novi:” lihat-lihat aku Nif”

Hanif:” uh…kepo aja sih”

Novi:” biar gak apa kan bu… bu nanti…alisnya pa cucok bu…make up yang syantik pakek bulmat yang cetar membahana”

Aida:” bisa aja sih kamu…udah nih ibu mau dihenain Hanif

Dengan cekatan hanif menggambar dikedua tangan dan kaki Bu Aida…sampai pas mau finishing

Hanif:” kurang apa ya…bu kasih inisial dia bu…”

Aida:”iya dek kasih aja huruf IYM”

Hanif:” Ok bu…nunggu kering bu…”

Aida:” Ok”

Seusai di hena…Aida kembali ke kantor karena tugas ngajar kelar. Dan lanjut sholat dhuhur…lanjut nunggu les ya biasa sambil selfie dan lanjut ngelesin anak kelas 9 persiapan UNBK. Kemudian Aida dijemput pulang sang Ayah.

Di rumah Aida deg deg an menunggu besok pengen hadir tapi belum dapat tebengan…tapi Aida gak kehabisan akal. Dia mendatangi adik Farah tetangga rumah yang baik dan sodara adik Farhan.

Aida:” dek…gimana kabar”

Farah:” baik…mabak…gimana kabar mbak dengan mas milyuner itu mbak”

Aida:” iya nih dek bisa gak dek mas Farhannya dan adik bertiga gitu ikut dinnernya dia…”

Farah:” aduh mbak aku sih iya tapi kayaknya gak diijinin apalagi acara kan malem mbak kan mbak udah blang kapan hari itu”

Aida:” ok dah gak apa dek”

Obrolan itu berakhir dan Aida melanjutkan main sama adik Ratu balita lucu adik bungsu dari Farah dan Farhan. Meski kecewa tapi gak apalah bagi Aida. Hongga pada pagi hari tiba, Aida membantu emmak di dapu dan emmakpun mengobrol

Emmak:” wah di restorannya tmpat acara Indra nanti itu masak sekarang nduk…semoga lancar gak ujan ya…yah meskipun kamu gak bisa hadir”

Aida:” Aamiin…mak, iya lah mak biar saja dah masih belum dipertemukan sama dia kali ini gak apa.

Aida dengan sigap membantu masak, nyapu, nyuci.,dan lanjut sholat duha dan menyelesaikan hataman Qur an nya. Sambil bermunajat meminta petunjuk kepada Allah S.W.T meski galau tapi Aida kala itu iseng ingin hunting make up dengan henanyanya. Selama 2 jam didepan kaca untuk menghasilkan riasan cucok meong sambil mengasah kemampuan merias diri sebelum diterapkan kepada klientnya kelak. Lalu Aida menunggu sang adik untuk difotokan, ada juga sih foto selfie …lalu unggah di FB IG dan WA. Kemudian si Farah mengirim pesan agar maen kerumahnya sambil wifian. Dengan sigap Aida kesana. Setelah wifie diaktifkan Aida langsung membuka WA dan taukah distatus WA Indra ya Allah…dia unggah foto dia dengan cewek di cafe lanjut di Bromo. Betapa sedihnya dan hancur hati Aida…didalam batin Aida berkata:

“katanya gak bisa jemput…lah ini dia jemput cewek kebandara distatusnya lalu diajak ke Bromo, katanya single katanya udah putus karena lain agama tu cewek mamanya Indra gak setuju tapi kok gitu”

Banyak sekali pertanyaan yang muncul tak terjawan…tapi Aida dengan berlapang dada dan beristigfar sambil sempat sempatnya mengomentari status Wa dengan kata Cucok meonk xixixiix…si Indra cuek seribu cuek…apalagi sudah ada cewek cantik operasian sih polesan…tapi Aida gak berkecil hati bagi Aida dan ortu Aida cantik sejagat raya xixixi. Kemudian dia memberitahukan Farah

Aida:” dek lihat nih dek…”sambil kasih ponselnya

Farah:” loh katanya single dia mbak kok gitu sih”

Aida:” gak apa dk bukan sekali dua kali mulai SMA kuliah dia biasa begitu pemberi harapan palsu…ya mantap mbak dan bersyukur gak bisa datang dek”

Farah:” duh mbak yang sabar mbak”

Aida:” iya dek,…meski ke acara pemberangkatan umrohnya mbak gak mau datang..mbak males dah kecewa jadi satu, mbak pulang ya dek”

Farah:” iya mbak”

Diperjalanan pulang dari rumah Farah menuju umah…hati Aida hancur mau nangis pun air mata ini tak mampu untuk mentes…dalam hati Aida berkata:” Aku kudu kuat  aku pasti bisa mendapat yang jau lebih lebih lebih baik dari Indra” sesampai di rumah

Aida:” Mak…alhamdulillah Allah masih sayang sama Aida mak…aida gak diijinin datang ke dinner Indra ternyata dia jemput dan ajak ke bromo cewek singapuranya mak ini foto di WA” sambil memperlihatkan

Emmak:” iya nduk kamu kudu sabar nih cowok gak terbaik buat kamu nduk…toh gak kalah anak emmak biasa aja kok cantik kamulah …memang bapakmu punya firasat gak enak dalam mimpi tadi cerita katanya dia dah ma cewek pas kamu datang lihat dia bermesraan duh nak jangan deh…udah hapus semua tentang dia”

Aida :” iya mak besok aku k rumah Farah mau blok FB IG dan ku hapus tadi kontak WA dan foto-foto dia di ponselku mak…lah bunga mawar merah plastik  pemberian dia ini mau dibuang tah mak…kan sayang ini mawar cantik gak bersalah”

Emmak:” biar nak taroh dilemari ats yang tertutup itu biar gak kelihatan…sudah nak …Aida kudu kuat bukan yang terbaik masih nak…duh…Aida masih muda…Indra itu cowok yang belum tepat kok bisa dulu kan gemuk berubah kurus gitu muka kalau gak diapain gitu

Aida:”dioperasi memang mak…dia udah terpengaruh pergaulan bebas barat gitu mak…semoga saja Aida terlindung mak…dan kuat iman islam mak…amin…

Emmak:” iya nak…sudah tetapkan tahajud tirakat mu minta yang jauh jauh lebih baik dari Indra,…aku yakin Allah pasti sayang Aida

Aida:” iya mak…makasih ya mak…”sambil memeluk sang bunda

Di Keheningan malam Aida terbangun …sambilbersiap dan melaksanakan sholat tahajjut lalu bermunajat dan meminta dalam doanya

Ya Allah…ini lah jawaban selama aku sebulan berhajat agar bisa disatuan sama ndra,…ku sebut nama dia dan mamanya agar segera datang meninangku menjadikan tulang rusuk, pendamping hidupnya…makmum sholehah untuk dia ….lancang sekali aku memaksakan kehendakku kepadaMu Ya Robb…sok  tahu sekali aku…bahwa Indra terbaik untukku…gantilah cinta kasih sayang yang hendak ku berikan kepadanya dengan cinta kasih sayang dan keridhoanMu Ya Allah….tepislah pesonanya dari pelupuk mata ini ya Robb…hilangkanlah perasaan cinta dihati ini untuknya ya Robb…gantilah dia dengan lelaki sholeh, Taqwa,  tampan, pintar, setia, tajir dijalan Mu, sayang padaku dunia akhirat…yang bisa menjadi imam, shabat untukku, agamaku, dunia dan akhiratku…anugrahilah aku jodoh ideal yang jauh lebih baik dari dia tahun 2018 ini agar aku dan dia yang Engkau kirim itu dapat membina keluarga yang sakinah mawaddah warohma dan dikaruniahi anak-anak sholeh sholehah sehat wal afiat cerdas berguna bagi bangsa agama . pernikahan kami kelak mesra until jannah Mu Ya Robb aamin…ya Robbal aalamiin”

                                                Doa ku ditahujjud cintaku

Aida sadar dan bisa mengukur diri, dirinya bukan Cinderella, yang happy ending dengan pangeran pujaannya. Harapan dia untuk bisa bahagia diacara dinner dan menjadi tamu special di hati Indra pupus sudah. Meski kisahnya agak mirip yang agak sulit untuk berangkat ya…dari segi kostum dan kendaraan. Namun awan hitam yang menjadikan turun hujan kesedihan baginya muncul akibat foto mesra di gunung Bromo Indra dan ceweknya. Padahal Indra punya janji untuk mengajak Aida jalan dan keinginan Aida bisa diajak Indra ke Bromo untuk bertadabur alam, alasannya jika ada waktu…tapi buat aku kok gak ada waktu…biarlah…aku gak berhak cemburu karena Indra hanya suka memberi harapan palsu bagiku.

 

 

 

 

 

 

Dapat Kejutan di bulan Januari 2018: Sang Pangeran di masa lalu hadir kembali mendatanginya

Aida sebelum menikah dengan orang Banyuawangi yang hanya bertahan 8 bulan itu, sebelum acara pernikahannya, Aida pernah mnghadiri pernikhan Andin teman sekelas Aida dan Indra, kebetulan rumah Andin dekat dengan rumah Indra. Kala itu Indra masih menyelesaikan S2-S3 diBangkok Thailand. Namun Indra menyempatkan hadir dan menyumbangkan suaranya di resepsi pernikahan Andin. Entah kebetulan atau taqdir yang mempertemukan mereka, yang sudah 2 tahun tidak bertemu itu…Allah pertemukan mereka berdua. Rona kebahagiaan terpancar diwajah Aida begitu pula diwajah Indra. Meski Indra menutupinya namun perasaan Aida yakin bahwa Indra senang bertemu dengan Aida mski hanya bisa saling curi pandang karena gengsi yang besar diantara mereka berdua. Indra terus bernyanyi dipanggung, Aida mencuri pandang begitu pula si Indra. Hingga akhirnya Aida selesai diacara resepsi itu. Indra terus bernyanyi tanpa berhenti tanpa mendatangi Aida. Tapi Aida selalu positif Thinking.Aidapun pulang yang ditunggu oleh ayahandanya diujung jalan. Pernikahan Aida terjadi, selama pernikahan Indra tidak muncul disemua akun sosmed Aida. Entah dihapus diblokir atau apalah itu namanya.

            Entah kebetulan atau apalah namanya, kamis 18 Januari 2018 Aida membuka FB dan diberanda muncul postingan ibu guru Sulis yang mengirim foto Iindra bersama dirinya dan murid sekelasnya XII IPA 2 yah  nama kelas yang sama ditempati saat 2008-2009 saat SMA dulu.Aida tidak heran meski Indra sudah jadi milyuner karena ketekunan dia dalam mengadakan riset kesehatan dinegeri asing. Bakat dan minat dia sudah ada semenjak SMA dulu. Indra memang aktif di kegiatan Kerja Ilmiah Remaja (KIR) SMA dulu. Bahkan Indra sempat mengajak Aida join dipenelitiannya dulu, sayangnya 2008 dulu Aida sedang berlibur ke Jakarta dikosan bibiknya, memang saat itu liburan semester namun Indra dan rekannya semangat mengikuti  KIR. Dari postingan itu yang Aida lihat disore hari, Aida obrolkan dengan bundanya.

Aida:” mak…mak…tau gak sih”

Emmak:” tau apaan nduk?” tanya emmak penuh penasaran

Aida:” ini mak…lihat si Indra datang ke SMA jadi motivator karena sukses jadi milyuner” sambil memberikan ponselnya untuk memperlihatkan foto Indra.

Emmak:” oh iya…masa’ ini Indra teman SMA mu…duu kan gemuk imut ya ganteng sih? Kok beda?” tanya emmak dengan penuh penasaran

Aida:”iya mak…ini Indra teman SMA ku dulu saat SMA sama kuliah pernah ke sini mak…dia operasi wajah mak di luar negeri makanya beda banget sama yang dulu”

Emmak:” oo gitu…ganteng sekarang sih…tapi imut dan bagusan dulu”

Aida:” ya gak apalah mak kan itu pilihan jalan hidup dia…kita gak berhak memvonis dia gimana-gimana yang penting hatinya semoga selalu baik aamiin”

Emmak:” aamiin….oh ya…gak ngabarin kamu si Indra nduk?”

Aida:”gak ada kabar mak…semua akun sosmedku gak terhubung sama dia mak…mungkin sudah diblokir kali mak…biarlah…mungkin Indra lupa sama aku mak…”

Emmak:”biarlah nduk…jangan berkecil hati…”

Aida:” iya mak…coba ada gerabak…gerabak bunyi pintu mobil mak…pas Indra datang ya mak kesini…”

Emmak:”aamiin nduk..semoga saja ya…”

Obrolahn hangat itu berakhir karena adzan magrib berkumandang. Aida dan Emmak bersiap untuk menunaikan ibadah sholat maghrib. Bapak dan adik pergi kesurau dekat rumah untuk sholat berjamaah. Aidapun  sholat maghrib berjamaah dengan emmak dirumah.di keheningan doa usai sholat maghrib Aida berdoa:

“Ya Allah….terima kasih atas rahmat kasih sayang Mu ya Robb…nikamat sehat dan iman islam semoga selalau senantiasa padaku dan orang tuaku ya Robb…umur barokah dan rejeki yang banyak dan barokah sebagai bekal sangu ibadah kepadaMu ya Robb, ampunilah dosaku dosa kedua orangtuaku dan sayangilah keduanya sebagaimana keduanya menyayangiku waktu kecil…ya Allah…hatiku sangat senang karena melihat kabar temanku Indra yang lama gak ada kabar ini sudah sukses jadi milyuner semoga hamba juga ditakdirkan jadi milyuner sholehah dan muslimah sejati aamiin…semoga Indra selalu ingat aku ya Allah…entahlah perasan yang mati ini kenapa mulai timbul benih benih cinta yang aku tidak tau akan seperti apa jalan dan akhirnya…semoga saja Engkau selalu memberiku yang terbaik untuk kebahagiaan dunia dan akhiratku….jika berkenan ya Robb buatlah Indra datang kerumah mengunjungiku ya Robb aamin”

Usai sholat maghrib Aida bersalaman dengan emmak lalu bersantai diteras rumah dan lagi dan lagi…obrolan Indra tidak ada habisnya diantara keduanya. Seolah petanda semakin yakin Indra akan datang berkunjung kerumahnya.

Aida:”mak…mak…coba si Indra beneran datang ya mak….kesini”

Emmak:” ya…kalau memang Allah taqdirkan datang ya datang nduk…sudahlah jangan terlalu difikir nduk…”

Aida:” iya ya…mak…semoga saja…, dia lucu loh mak…dulu saat mau kuliah diluar negri dia pernah ngasih coklat dari luar negeri…manis sih…semoga manisnya beneran…ya mak…heheheh”

Emmak:” maksudnya gimana nduk…”

Aida:”gak ada maksud sih mak…”

Emmak:” ayo …jujur saja nduk masa’ sama emmak maen rahasia-rahasiaan segala sih”

Aida:”ah …emmak bisa saja…gini loh mak maksudnya semoga dia itu memberi kisah manis dihidupku mak…eitz…kok ngarep gitu sih”

Emmak:” iya nduk jangan terlalu ngarep ntar dikira kamu ngincar kekayaannya nduk sama orang-orang”

Aida:” aku gak seperti itu…meskipun dia gak jadi milyuner seperti sekarang ini…aku tetap mau kok nerima dia jika dia brkomitmen serius sama aku…asal dia iman islam setia, sopan sayang sama aku dan emmak tanggung jawab gitu aja sih…harta hanya titipan Allah mak…”

Emmak:” betul itu nduk…berharap sama Allah nduk…kalau jodohmu pasti akan bersatu dengan mu jika tidak semoga Allah beri kamu yang jauh lebih baik nduk….”

Aida:” aamiin ya Robb”

Obrolan itu berakhir karena adzan isya’ berkumandang, Aida dan Emmak bergegas untuk mempersiapkan sholat berjamaah. Seusai sholat Aida berdoa dan melanjutkan aktivitas untuk persiapan besok mengajar, lanjut menonton televisi. Emmakpun juga menonton televisi tapi diruang tengah.padahal seharian Aida tidak tidur, biasanya jika tidak tidur siang, Aida tidur cepat di malam hari, namun malam jum at ini membuat Aida tidak langsung tidur. Tak lama kemudaian saat Aida asyik menonton televisi acara kontes dangdut, Emmak datang ke kamar Aida.

Emmak:” nduk nduk ada yang nyariin kamu nduk…”

Aida:” siapa sih mak… ?”sambil menonaktifkan tombol off remote TV nya.

Emmak:” katanya namanya Nico nduk…?”

Aida:” Nico siapa sih mak…paling suruh naroh lamaran kerja disekolah lain mak” sambil memasang jilbab

Emmak:” bukan nduk Nico ini bermobil nduk”

Aida:” Nico siapa sih masa’ Nico tetangga ini punya mobil perasaan belum bermobil deh”

Emmak:” sudah lah temui dulu nanti tanya-tanya dan heran-herannya dah”

Aida pun segera bergegas keluar dari kamarnya menuju ruang tamu dan di sana sudah duduk seorang lelaki.

Aida:” Indra…” sambil berjalan mendekati dan lelaki itu berdiri dan mendekati pula

Indra:” iya Aida…eh maaf ya aku gak bisa lama-lama aku hanya mau ngasihkan ini” sambil memberikan amplop putih

Aida:” ee…ee…gak sopan ini…ayok duduk dulu enak aja lama gak kesini udah kesini mau langsung mau pulang aja” sambil memnyodorkan air mineral, dan Indrapun duduk kembali

Indra:”gima kabar kamu Aida?”

Aida:” Alhamdulillah baik…eee kamu muslim kan…itu di FB kamu kok sudah muaallaf maksudnya gimana”

Indra:” ya Allah Aida…ya pasti muslim lah kan udah dari kecil…itu mamaku gak setuju kan pacarku non muslim Aida…tapi aku sekarang udah gak sama dia”

Aida:”ooo gitu untungnya kamu tetap muslim ya…oh ya…kenapa FB IG WA ku kamu blokir ayo kenapa jahat ya kamu!”

Indra:” ya Allah Aida…sumpah gak aku blokir…aku buat FB baru ini HP baru Aida…kok segitunya nuduh aku…aku lagi mau sendiri makanya aku buat akun baru gitu Aida”

Aida:” ooo…gitu…lah ini kenapa kamu pakai tato” sambil memgang lengan kiri Indra,,, memang dua sahabat itu tidak pernah jaim kalau bertemu

Indra:” ya Allah Aida…ini henna Aida…mamaku sampai kebakaran jenggo kan aku mau umroh kok pakai tatao…ini henna gak permanen jadi kemaren pas tahun baruan aku seru seruan bikin henna fun ini kayak tato sih….”

Aida:” oh ya…tadi kamu jadi motivator kan di SMA kita dulu kan,,,sudah jadi milyuner bayangkan 13 bok…”

Indra:” kamu tahu dari FB ibu Suliskan”

Aida:” iyalah kan FB ku dan FB mu gak tersambung, jahat nih diblokir”

Indra:” ya Allah…Aida ini gak percayaan…ini gini Tante…dari dulu sejak SMA Aida gak berubah sukah bawel lucu kalau ketemu ya gini dah Tan…”

Emmak:” oo…gitu ya nak?” kata emmak yang dari tadi duduk didekat ruang tengah

Indra:” iya Tan…Aida memang baik makanya saya kpikiran dia…pas datang ke Probolinggo, sebelum saya kembali dinas Te…saya kepikiran ada satu cewek imut yang saya harus kunjungin …saya ada janji sama dia…rencananya mama saya dan supirnya yang akan mengantarkan ini te…tapi karena mama udah 10 tahun gak ke Tarokan jadi takut nyasar…jadi daripada nyasar ya saya sendiri yang nganterin Te…”

Emmak:” iya nak…tadi soreusai sholat ahar…si Aida bilang Indra sudah diProbolinggo dan ngasih motivasi di SMA kalian dulu…sambil menunjukkan foto kebeersamaan nak Indra ke saya sama murid muris dan satu ibu guru di FB nya, dan bilang coba Indra ingat mau kesini ya mak…bilang gitu Aida tadi…ee ternyata nak Indra datang beneran,….panjang umur…”

Indra:” aamiin…beneran Ye…tadi diomongin…”

Emmak:’iya benran”

Aida:”ya Allah …Indra…masa’ kamu gak percaya sama Emmak ku Ndra….”

Indra:” iya…iya…percaya…bawel kamu”

Mendengar ada  suara ramai ramai dari ruang tamu…bapak keluar dari kamar dan ikut menemui Indra.

Indra:” e…ada Om….”

Aida;” ini loh pak Indra teman SMA Aida dulu…sekarang sudah jadi milyuner pak?”

Indra:” hehehe…om awet muda ya…?”sambil salaman sama bapak

Bapak:” masa’ iya tah nak…”

Indra:” iya om…dari dulu gak berubah…”

Bapak:” ooo iya makasih…gimana kabar nak/”

Indra:” Alhamdulillah sehat om…”

Bapak:” sibuk apa sekarang?”

Belum sempat dijawab oleh Indra, Aida langsung menyambung pembicaraan mereka berdua

Aida:” sekarang dia jadi milyuner pak…udah beli rumah, beli vila,beli mobil, mama nya dibelikan atu set berlian…”

Indra:” ya Allah…Aida…kamu kok tahu semua…tau dari siapa kamu”

Aida:” apa sih yang gak aku tahu tentang kamu Ndra…ya ALLAH Ndra…10 M Ndra…kamu gak bakalan rugi kalau ngumrohin aku…”

Indra:” bukan 10 M tapi 13 M…”

Bapak:” iya nak katanya Aida nak Indra sukses di luar negeri?”

Indra:” iya om…penelitian saya di beli sama pemerintah Australia…”

Bapak:” ya Alhamdulillah Nak…”

Indra:” ya ampun Aida…kamu tau semua ya…kamu tahu dari mana?”

Aida:” dari Bu Agus…kan aku satu sekolahan sama beliau…tapi kamu kenapa benci ayahmu Ndra biar bagaimanapun itu tetap ayah kamu”

Indra:” Kamu kalau tau sbenarnya pasti gak bakalan bela tante agus…papaku itu selingkuh sampek nikah diam diam dan alhamdulillah gak sampek lahir anaknya…keguguran selingkuhan papa…mamaku nangis terus tiap malam…coba kalau ini terjadi pada ibu kamu pasti kamu akan sama kayak aku”

Aida:” ya Allah…Ndra…ya maaf…tapi kalau bisa kamu gak usah benci sampek segitunya”

Indra:” iya om…papa itu sampek bilang ngapain beli rumah di tempat lain…ya saya jawab berapa kali papa ngusir aku…skarang aku yang menang…papa gak boleh pegang uang sepersenpun…aku kasihan mama om…”

Bapak:” iya nak yang sabar…”

Indra:” oh ya ngomong ngomong kamu tahu tentang aku kan dari Tante agus kan…itu gimana sih ceritanya…coba cerita Aida?”

Aida:” pengen tau ya…duh aku kok mau kebelakang nih…nunggu kamu suruh cerita aku ampek nahan kencing nih kan gak baik untuk kesehatan , aku kebelakang dulu ya?”

Indra:”iya dah… oh ya Aida…aku ajak bapak ibu sama kamu jalan makan-makan kita Aida”

Aida:” aduh…gak ngerepotin kamu tah…ntar dulu ya aku kebelakang dulu dah”

Indra:” iya…iya…bawel”

Aida pun ke kamar kecil. Mereka bertiga ngobrol

Indra:” gitu dah Om…Aida lucu , baik, gak jaim…makanya aku selalu ingat”

Emmak:” tadi emang diomongin Aida kok”

Indra:” beneran begitu Te…”

Emmak:” iya…oh ya Nak waktu ada tour ke jogja ketemu kan sama Aida”

Indra:” iya Te..ketemu dulu…saya datangin ke hotelnya karena udah malem gak ada keluar Aida ditelepon akhirnya kita ketmu di kebun binatang”

Emmak:” iya nak…Aida memang cerita begitu ke Tante dulu”

Indra:” sekalian kita makan-makan Om semoga saya ada waktu…tapi kalau saya sibuk saya bawakan makanan besok Om…”

Bapak:” iya terserah Nak Indra saja gimana enaknya sudah”

Indra:” oh ya Aida aku ajak bapak ibu besok sekalian aku jemput kamu kesekolah…”

Aida:” emang gak ngerepotin kamu tah?” kata Aida yang menuju ruang tamu seusai dari kamar kecil

Indra:” ya gak lah…jam berapa besok kamu pulang sekolah…mau jalan juga boleh?”

Aida:” yakin…kamu…gak malu jalan sama aku…?”

Indra:” gak lah ngapain malu…sekalian om tante ikut,,,sama adik kamu juga…abis aku jemput dari sekolah kita jalan”

Aida:” besok kan jum atan emang kamu gak mau jum atan”

Indra:”  ya jum atan dunk…say…abis jum atan aku kesini jemput kamu”

Aida:”emang kamu gak capek tah abis jemput dari sekolah, anter aku kerumah…terus kamu pulang balik sini lagi…?”

Indra:” Insya Allah gak lah…jam berapa besok kelar dari sekolah sekalian aku mau ketemu bu Agus”

Aida:” jam 10.30 WIB aku udah kelar ngajar besok kok”

Indra:” Ok aku jemput besok…tapi kalau ada waktu kita jalan maaf ya om tante takut waktunya mpt kalau gak ada waktu saya bawakan makanan besok kapan-kapan kita bisa jalan- jalan…besok saya mau nge gym diprobolinggo kota sayab bawakan makanan.”

Bapak:” iya sudah diatur sendiri sudah nak gimana enaknya.”

Indra:”besok kita ketemu ya Aida..”

Aida:” iya…oh ya sebenarnya aku ada acara reuni minggu ini…21 januari…di kampusku…tapi aku males mau dateng sama siapa”

Indra:” datang sama aku juga boleh kok”

Aida:”ah masa’ sih…”

Indra:” tapi aku takut ada tlpon dadakan dari kantor jakarta ini aku sebelum tanggal 24 aku harus ke Jakarta ada meeting”

Aida:” ciye…super sibuk nih ya…iya gak apa kok, eh iya kamu masih inget gak digembira loka dulu?”

Indra:” ya inget lah…gila kamu masih nyimpen foto aku waktu endut dulu…hapus napa Aida…najis aku lihatnya”

Aida:” iya aku simpen kok dilaptop…ee iya sekarang kamu masa’ mau foto sama aku ah jangan deh”

Indra:” ayuk kalau mau selfie sama aku”

Aida:” bentar Ndra aku lagi kucel gini bentar aku benerin dulu” sambil menuju kamar

Indra:”dasar wanita”

Tinggal mereka bertiga di ruang tamu

Indra: “ iya om saya lebih senang rame gini saya gak suka sepi”

Bapak:” hehehehe”

Indra:” Aida…ayuk…udah belum”

Aida:” bentar lagi betulin pakai jilbab sabar napa”teriak Aida dari kamarnya

Indra:’ duh…Aida…Aida”

Aida:” kamu kalau tau aku gak berjilbab bisa pingsan kamu…hehehehe”

Indra:” iya Tan…rambut Aida keriting ya?”

Emmak:”enggak Nak biasa…gak keriting…lurus aja kok…”

Indra:” soalnya dulu saat SMA saya ngintip dikamar ganti rambutnya keriting Te…”

Aida:” ayooo ngaku …ternyata dulu pernah ngintip aku dikamar mandi saat ganti ya…hayo…itu rambt riska aku kan sembunyi dibaliknya”

Indra:” ooo gitu yah…yuk kita foto…ehh kamu pose lihat sana…dan kamu pura-pura mukkul gitu”

Aida:” oke dah…”

Mereka berdua ber Swa foto memakai ponsel Indra…ada 5 pose…sampai dapat pose Ok mereka berhenti. Indra tanpa malu meski berSWa foto di depan ortu Aida. Mungkin karena Indra dan Aida sudah lama kenal dan saling memahami.

Bapak:” sama-sama disimpen dan dikirim Nak biar sama-sama punya”

Indra:” iya Om…oh ya Aida nomormu tetap yang dulu ini…aku nge save nomormu..aku kasih nama Aida kuro-kuro…” sambil menunjukkan ponselnya

Aida:” enak aja…maen ganti namaku…bukan itu nomorku ini nomorku…kamu save dan kamu sapa di WA dulu…aku gak ada data…belum beli”

Indra:” ya Allah Aida…sini ponselmu”

Aida:” ini…”sambil memberikan ponselna untuk dihubungkan koneksi hotspot

Indra:” ini aku kirim ya…ya Allah kok masih loading sih…disini kurang tiang provider sih maklum kan desa beda sama Sebaung hehehe”

Aida:” ya udah kamu aja yang beli tower provider kan kamu milyuner hehehehe”

Indra:”ada-ada aja sih kamu”

Bapak:” lama ya…nak Indra gak kesini tadi gimana gak nyasar nak?”

Indra:” iya om tadi saya tanya ke orang…tau rumahnya Aida Masruro anaknya imut kecil hehehe”

Aida:” ngomong kecilnya gitu gak usah segitunya napa”

Indra:” hehehehe”

Aida:” eee ini kok gak dilepas spatunya gak sopan ini!” sambil menginjak kaki Indra yang berspatu

Indra:”aduh sakit tahu…ini udah biasa tau…dirumah aku gitu maaf ya om?”

Aida:” uuhhh sombong…gak usah sombong”

Indra:” tau ya om saya gak bisa emang begini…saya…beli apartemen beli rumah…ini mau beli sawah seharga sekian”

Aida:”eee…ee…turunkan frekuensi sombongnya”

Indra:” bukannya sombong…ya…”

Aida:” oke ok…”

Indra:’ gimana ya Om…kalau saya jadi nikah sama Aida…pasti ramai terus…ramai di dapur masalah masakan…ini masaknya gak gitu…tapi gini ramai dikamar mandi masalah cucian…ini kurang bersih…ramai terus deh Om…tante…”

Aida:” aku ini jadi bojomu apa babu mu…gak cocok ya cuci sendiri”

Iindra:” ya gak lah kalau kamu cinta sama aku…kamu pasti nurut sama aku…iya mas…pasti gitu kamu?”

Aida:” mas dennn”

Indra:” hehehhhe…lucu deh kamu”

Aida:” emang aku badut apa…aneh deh”

Indra:”ini Aida kok bisa cerai sih Om…kamu nikah tahun 2015 ya? Ya Allah Aida kok nikah kok gak nunggu aku sih?”

Bapak:”ya namanya jalan hidup belum jodoh inysAllah akan segera yang terbaik nak?”

Aida:” apa… nungguin kamu…orang kamu gak ada komitmen…Rini aja bilang pas aku hadir dipernikahan Vivi…eh Aida kenapa kamu gak nikah sama Indra…lah aku jawab loh kok bisa tanya gitu Rin? Kan Indra gak ada komitmen sama aku Cuma harapan yang blum jelas gitu, mana janjimu katanya semester dua waktu itu kita masih nunggu kelulusan kelas 3 SMA, katanya kamu mau datang kerumah mau ngelamar akau dan kamu yakin ortuku gak bakalan berani nolak kamu…mana janjimu…katanya gak mau dibilang orang munafik?”

Indra:” 2015 waktu itu aku kan masih kuliah pasca sarjana dibangkok ya Om…saya kan mau mempersiapkan masa depan…kamu gak sabar sih?”

Aida:” eee…sekarang maen nyalahin aku…orang kamu gak ada komitmen bilang kalau kamu mau sama aku…coba kamu bilang aku kan bisa nunggu kamu”

Indra terdiam seribu bahasa…entahlah apa yang ada dibenaknya.untuk mencairkan suasana Aida mengajak Indra bicara mengalihkan topik pembicaraan

Aida:” Ndra…Ndra…kamu kok datang nya malem sih…?”

Indra:” malem apa ini masih evening…oh ya kamu pacarnya anak mana sekarang?”

Aida:”udahlah aku mau fokus sama bisnis make up dan wedding organizier ku ya meski masih merintis sih?”

Indra:” iya aku lihat di FB mu kamu pinter merias dan hasilnya bagus cantik padahal dulu anti make up ya”

Aida:” iya…tapi masih merintis belum dapat job merias diacara wedding, Cuma merias anak anak murid aja acara pentas sni…masih kurang modal, iya dulu aku anti make up kesekolah aja sering gak mandi…Cuma cuci muka cuci ketiak ganti baju no bedak langsung berangkat berjilbab dan berseragam ke SMA, tapi sekarang udah gak gitu loh ya…”

Indra:” iihh…jorok…”

Emmak:” iya Nak memang gitu Aida dulu kalau sekarang ya gak lah?”

Aida:” ya gak dunk…”

Bapak:” ini serius saya minta tolong…tolong dibantu dari segi pemodalan usaha Aida ini ,,,,mungkin juga masalah jodoh nak Indra ada kenalan lelaki sholeh tanggung jawab dan belum punya anak gak apa dibantu Aida ini mbak apa adik ya?”

Indra:” iya om… insyaAllah…saya bantu…oh ya Aida kamu mau lelaki punya anak kecil gitu?”sambil menggoda aida

Aida:” gaklah gak mau aku…aku gak mau jadi ibu tiri…iya aku kan aslinya 10 januari 1991 yang benar kan hari kamis kelahiranku bukan 1 januari 1990 yang salah di semua ijazah itu…tapi gak apalah”

Indra:” ooo gitu kan baru ulang tahun happy birthday ya?”sambil berjabat tangan

Aida:” makasih ya?”sambil menjabat tangan Indra

Bapak:” berarti selisih bulan aja tua Aida dua bulan sebenarnya “

Aida:” iya pak tapi kalau di administrasi tua aku q tahun lebih tapi gak masalah aku kan imut imiut awet muda dan syantik hehehe”

Indra:” ih apaaan sih puji diri sendiri nih?”

Aida:” iyalah nunggu dipuji kamu kapan?”

Indra:” iya…iya..cantik…”

Aida:”iyalah ini kan ori…beda ama ini pipimu yang operasiaan apaan nih?”sambil mencubit pipi Indra

Indra:” ihh biarin”sambil membalas cubitan pipi Aida

Mereka berdua sudah gak jaim meski ada ortu Aida, tak lama kemudaian Indra pamit

Indra:” aku pamit dulu oh ya Aida jangan makan gorengan biar om tante sehat kamar mandi baknya dikuras dua hari sehari…makan rebusan saja”

Aida:” ya…mana enak makan rebusan kalau gak digoreng”

Indra:” ya boleh digorng kasih merica tapi minyaknya jangan banyak banyak…aku pamit pulang sampai ketemu besok…aku jemput kamu di sekolah ya”

Indrapun pamitan dan Aida beserta Ortu mengantar hingga halaman dan Indrapun melajukan mobilnya sambil melambaikan tangan

Indra: “sampai ketemu besok ya Aida…dada..da”

Aida:” iya sampai ketmu besok assalamualaikum…”

Indra:” walaikum salam pamit pulang tante …omm

Bapak emmak:”iya nak”

Indrapun pulang…ya…Aida gak bisa menanyakan kapan Indra nyampek rumah karena data selulernya habis. Aida sholat isya’dan hajat sambil berdoa

“ya Allah terimakasih atas anugerah terindah di bulan pertambahan usiaku…Engkau gerakkan hati Indra untuk datang kerumah dan memberiku sedikit rejekinya semoga bermanfaat dan hamba bisa berbagi hasil kesuksesan hamba juga kelak…smoga hamba juga bisa sukses…hamba tidak iri sama sekali hamba snang Indra sukses…tapi kenapa perasaan yang mat ini hidup kembali ya Robb..apakah ini cinta entahlah…semoga Engkau buat Indra juga menyadari dan mencintai hamba sama menggebunya saat SMA dulu…jika dia baik untuk agama dunia akhiratku maka dekatkanlah dan permudah jalan kami bersatu dalam cinta halal bahagia dunia akhirat aamin ya Robb”

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Teman lama rasa Cinderella untuk Milyuner Muda

Mentari di jum’at yang penuh barokah sangat merona di pagi itu. Begitu juga dengan rona kebahagian yang terpancar di wajah Aida. Seperti biasa usai sholat shubuh Aida langsung membantu emmak di dapur mencuci piring dan baju. Emmak menyiapkan sarapan pagi. Usai sarapan Aida bersiap untuk berangkat mengajar, seperti biasa pagi hari Aida diantar sang Ayah kesekolah mengendarai motor Honda keluaran 2006, bukannya manja…Aida sempat berani untuk mencoba mengendarai motor kesekolah tempat ia mengajar namun semenjak jatuh dari sepeda nyali Aida seakan tak kembali lagi untuk mengendarai sepeda motor. Sesampainya di sekolah Aida dengan semangat mengajar mata pelajaran Kimia untuk kelas X dan keberuntungan berpihak pada Aida kala itu, biasanya di jadwalnya mengajar Aida mendapat jam terakhir namun Aida boleh maju di jam pertama dikarenakan guru di jam pertama berhalangan hadir.Alhamdulillah tugas mengajar kimia konsep redoks reduksi dan oksidasi berjalan dengan baik. Aida kembali ke kantor.

Sama halnya konsep kenaikan dan penurunan bilangan oksidasi pada redoks, hati Aidapun mengalami reaksi redoks, iya…jelas sekali kenaikan dan penurunan frekuensi detak jantung, sistol dan diastol tensimeter juga menandakan kenaikan dan penurunan angka yang drastis. Hal ini terjadi karena Indra sang pangeran cinta Aida akan datang menjemput dia sepulang sekolah. Aida tidak munafik …dia senang dan bahagia dijemput Indra, pria mapan, tampan milyuner muda yang menjadi teman lama dan jujur dia sangat berharap ungkapan cinta Indra semasa SMA dan perhatian Indra yang berlanjut saat kuliah dulu meski bukan di satu kota bakalan menjadi ungkapan komitmen ijab qobul yang menjadi komitmen janji suci dunia akhirat. Tak mau berlarut dalam khayalan dan fluktasi nada detak jantung yang semakin lama tak karuan itu, akhirnya Aida memberanikan diri menyapa Indra melalui jaringan pribadi whatssApp

Assalamualaikum, maaf ya Ndra semalem bukannya aku gak mau WA ya tau sendiri kan aku ditumpangi hotspot sama kamu, oh ya kamu semalem nyampek jam berapa?, oh ya gimana jadi kah jemput aku sesuai janjimu semalem?”

Pesan dari Aida tidak serta merta dijawab secara detail oleh Indra, namun Aida selalu berfikiran positif selalu. Tak lama kemudian Indra membalas pesan dari Aida

“hehehe iya…ini aku lagi nge gym di Probolinggo, jadi dunk jam 10.30 aku sudah di gerbang sekolah kamu”

oke Ndra aku tunggu kamu hati-hati ya!”

Indra menjawab ya…tidak detail entahlah…dijawab saja sudah Alhamdulillah bagi Aida.sambil menunggu balasan chat dari Indra, Aida mengobrol dengan Bu Agus yang kebetulan juga tidak mempunyai jam mengajar saat itu.

Aida:”bu ….semalem Indra silaturrahmi ke rumah bun…itu sudah saya unggah fotonya bun…” kata Aida mengawali obrolan dengan bu Agus

Bu Agus:”iya bu Aida…saja lihat kok foto panjenengan dengan Indra di FB duh jadi iri deh…”

Aida:” iri kenapa bun?”

Bu Agus:” ya…iri pengen ikut foto juga…hehehhe”

Aida:” nexttime bunda pasti bisa foto bareng Indra sang milyuner muda itu bun?”

Bu Agus:” iya bu…ini saya lagi chattingan panjang lebar sama Indra…sampai saya ndak mampu ngetiknya…”

Bu Aida:” iya bun…dilanjut saja bun…itu Indra lagi kangen sama bunda…”

Bu Agus:” hehehehe bu Aida bisa saja…iya bu ini si Indra juga cerita masalah bu Aida…katanya bu Aida itu sama dia sahabatan kental, bu Aida baik, bu Aida smart, mandiri dan punya kemauan keras untuk sukses, dan Indra ingin menjemput bu Aida ya…hari ini”kata bu Agus sambil memperlihatkan isi chat berkaitan chattingan Indra tentang Aida

Aida:”iya bun…semalem dia nawarin diri untuk menjemput saya bun…”

Bu Agus:” iya bu,,, ndak apa…tapi penilaian masyarakat nanti kudu bu Aida perhatikan dengan status bu Aida yang dijemput lelaki bermobil…”

Aida:” iya bun…kudu kuat mental saya bun…toh saya dan Indra ndak ngapa –ngapain kan bun…positive thinking saja bun”

Bu Agus:” sipp bun”

Tak lama kemudian si Indra mengirimkan pesan lewat WA kepada Indra berupa pesan suara.

Aida…aku belikan makanan dari KFC nih 4 porsi khusus buat kamu, ibu, bapak dan adik kamu dirumah ya…nih aku masih OTW mau ke sekolah kamu”

“ iya Indra…makasih banyak ya….oh ya…kalau kamu belikan makanan berarti kamu ndak jadi ngajak aku dan ortu jalan jalan dunk seperti niat kamu semalem”

“iya Aida….aku minta maaf ya ….karena waktunya mepet ternayata aku ada acara meeting dengan keluarga besarku di rumah makan probolinggo nanti jam 2 siang Aida…maaf ya…so next time kan bisa jalan-jalan”

Hati Aida…tak bisa berbohong, jujur hatinya sangat kecewa,,, berjanji memang sangat gampang dan sangat manis rasanya bagi yang diberikan janji, namun penepatannya sangat sulit dilaksanakan dan mungkin sangat gampang dilupakan bagi sebagian orang. Namun Aida berharap dan memiliki memiliki keyakinan bahwa Indra akan menepati janjinya termasuk janji dijaman SMA dulu. Entah keyakinan kuat itu datang dari mana. Semoga saja Allah menolong Aida aamiin…Aida tidak ingin menunjukkan rasa kecewa dan ingin tetap menjaga perasaan Indra, meski banyak orang yang tidak peduli akan perasaan Aida, namun Aida berusaha menjadi muslimah yang jauh lebih baik, maka dengan lapang dada Aida membalas chat Indra

“oh iya Ndra…gak masalah kok…kamu fokus saja sama agenda kamu….masalah janjimu itu untuk jalan jalan sama aku dan ortu kan bisa kapan saja…ya..semoga saja bisa segera terealisasi aamiin….”

oke Aida…makasih ya…atas pengertiannya, oh ya nih aku udah di Dringu, nanti kita ke minimarket kita belikan makanan dan jajan buat adik kamu tuh yang kecil tuh…”

“makasih ya Indra…kamu masih ingat sama adikku…”

Chattinganpun berhenti sejenak. Aida yang kala itu grogi atau nerveous, mendadak ingin ke kamar kecil, padahal tadi pagi sudah ke kamar kecil sekolah.kejadian itu terjadi bolak balik hingga ada rekan guru yang menggodanya

Bu Tuti:” wah bu Aida kok mulai tadi bolak balik saja bu ke kamar kecil kenapa bu tumben?”tanya beliau dengan penuh penasaran

Aida:”ndak tau kenapa ya bu….”

Bu Agus:” ah bu Aida bisa saja ngak ngaku…kan mau dijemput milyuner muda loh bu…”

Bu Tuti:” iya tah bu…ponakannya bu Agus itu ya…yang sukses diluar negeri,  lah kok bisa kenal bu Aida?”

Bu Agus:” iya bu…mereka berdua sahabatan sejak SMA”

Bu Tuti:” wah awas sahabat jadi cinta nanti ya bu Aida?”

Bu Aida:” ah bu Tuti bisa aja…sudah ya bu saya ke kamar kecil dulu ya bu”kata Aida dengan tersipu malu sambil segera bergegas ke kamar kecil

Usai dari kamar kecil Aida penasaran dengan isi ponsel, namun sebelum itu bu Agus menayakan perihal posisi Indra

Bu Agus:” nyampek mana Indra katanya bu…”

Aida:” katanya sih nyampek dringu tadi bilangnya bu”

Bu Agus:” wah sudah mau nyampek ya bu”

Aida:”iya bun, bentar bun saya lihat WA dulu ya bun”

Bu Agus:” ok bu”

Karena Aida tak ingin membuat Indra menunggu lama, Aida langsung melihat isi WA diponselnya, dan ternyata Indra mengirim pesan suara yang berbunyi

“Aku sudah di sekolah kamu sayang”

Hati siapa yang tak berbunga-bunga jika dipanggil sayang oleh orang yang sangat menyanyanginya semenjak SMA kini hadir lagi. Bukan baper, memang itu adanya…bagi Aida bapr itu bukan gak boleh…mau itu Cuma baper, kebaperan atau baper tingkat arjuna…itu sah-sah saja asal di imbangi iman islam yang kuat. Baper bagi Aida , berarti hati perasaan bukan hati organ yang jadi konteks pembahasannya loh ya…hati perasaan itu bekerja sesuai dengan aksi yang diterima dari keadaan yang dialami. Karena sesuai dengan hukum Newton III ada gaya yang sebagai aksi maka sama dengan gaya reaksi, meski ada tanda –(negatif) setalh sama dengan itu. Maksudanya kemungkinan terburuk kudu siap dihadapi dari gaya aksi itu.Baiklah kita kembali ketopik chattingan Aida dngan Indra yang sebentar lagi akan bertemu, Aida langsung dengan sigap keluar menuju gerbang sekolah. Di kantor sekolah yang masih ada bu Agus dan bu Tuti ikut bertanya dengan sikap sigap Aida yang ingin segera keluar kantor.

Bu Agus:”lah mau kemana bu Aida…?”

Aida:” ini bu Indra sudah ada di depan gerbang sekolah…”

Bu Agus:” ooh sudah datang toh dia bu…oke dah”

Bu Tuti:” wah sang milyuner sahabat bu Aida sudah datang hehehhe”

Aida:” iya bu…saya ke sana dulu ya bu?”

Bu Agus & bu Tuti:” oke bu”

Aida melangkah dengan cepat menuju gerbang sekolah, rasa senang, bahagia, deg deg-an jadi satu…dah berasa gado-gado Jakarta kali ya…?, di depan gerbang tampak Indra yang sedang mengkondisikan mobilnya dengan pintu kaca yang terbuka, dari dekat di seberang jalan Aida dapat melihat senyum sumringah Indra, Aidapun ikut tersenyum, Indra turun dari mobil dan memberikan kode agar Aida segera menyebrang.

Indra:” sini Aida…” sambil memberi kode tangan nya”

Aida:” iya bentar ini ramai sekali aku takut nyebrangnya Ndra”

Indra yang tak tega melihat Aida di seberang jalan ketakutan dan kesulitan menyebrang , dengan sigap Indra menyusul Aida diseberang jalan.

Indra:” Ya Allah Aida…kamu takut ya…ayuk…aku bantu”

Aida:” iya aku takut Ndra…makasih ya udah bantu aku nyebrang jalan”

Indra:” iya sama-sama”

Aida:” oh ya…kamu masuk ke sekolah yuk…”

Indra:” gimana ya Aida…aku mau kasih makanan ini ke tante Agus”

Aida:” oh gitu…oh ya itu ada Om Agus…”

Indra:” oh iya…”

Aida:” salaman sana…ee turun yuk”

Aida dan Indra menenemu Om Agus dan Indra mengobrol dengan Om Agus.

Indra:” gimana kabar Om,,,sehat”sambil bersalaman

Om Agus:” Alhamdulillah sehat…kamu kapan datang?”

Indra:” udah minggu lalau Om oh ya om …Indra kesini Cuma mau ngasih ini Om…salamin ya ke tante agus”sambil memberi kotak makanan

Om Agus:” oh ya makasih…kamu gak masuk ke kantor nemui tante disana”

Indra bengong…dan Aida mencairkan suasana

Aida:” eh iya Ndra ayuk temui bu Agus…beliau ingin selfie loh sama kamu…ayuk masuk”

Indra:” iya dah…” sambil mengunci mobilnya

Indra, Aida dan Om Agus menuju kantor sekolah tempat Aida bekerja. Di sela-sela perjalanan. Indra memulai lagi obrolannya dengan Aida

Indra” Alhamdulillah ya Aida…kamu jadi bu guru sekarang” kata Indra dengan penuh sumringah

Aida:” Alhamdulillah berkat support dan olokan kamu dulu sk SMA katanya aku ini penerus Bu Har dan Bu Tutik guru Biologi kita…ee…keturutan deh…”

Indra:” hehehehe ada-ada aja ya kamu Aida….

Sesampai nya dikantor Indra langsung disambut oleh bu Bu Agus  kemudian Aida punya ini siatif meminta Indra untuk berselfie dengan om dan tantenya kemudaian om Agus menggantikan Aida jadi fotografer dan akhirnya Indra diapit dua wanita yang sama sama menyayangi dengan tulus.kemudia Indra diajak ke dalam kantor hanya untuk mengobrol. Akhirnya bu Agus dan Pak Agus ngobro dengan Indra disela-sela itu ada beberapa guru yang hadir dikantor, bu Agus memperkenalkan ponakannya itu. Indrapun mengobrol dengan asyik bersama om dan tantenya terkait rencana Indra kedepan. Karena tak ingin mengganggu. Aida sibuk dengan ponselnya disudut kantor. Tak lama kemudian karena jam sudah menunjukkan hampir jam 11.00 siang,obrolan itu berakhir.

Bu Agus:” monggo…bu Aida…ini nak Indra sudah ada deadline lain karena harus ontime semuanya kan…momggo bisa diantar bu Aidanya Ndra?”

Indra:” iya…tan…semoga Aida segera dapat jodoh ya…aamiin?”

Mendengar itu Aida terkejut, entah apa maksud dar perkataan Indra itu, namun dalam hati Aida mengaminin…semoga Indra jodoh dunia akhirat. Namun agar tak kecewa Aida menjawab

Aida:”iya Ndra semoga tahun ini ya..aamiin”

Indra:” aku pamit dulu ya tan…om..”

Aida:” pamit dulu ya…bun…assalamualaikum?”

Bu Agus:” walaikumsalam…”

Aida dan Indra melangkah bersama menuju mobil Indra, suasana sekolah agak beda kedatangan milyuner muda ganteng, ada beberapa siswa yang kosong tanpa pelajaran keluar kelas. Dan melihat Indra dan Bu Aida. Kemudian Indra bertanya ke Aida

Indra:” Aida…ini mana murid kamu?”

Aida:” lah yang ini muridku…”

Indra menuju tiga siswi yang berkumpul depan pintu kelas dan mengatakan hal yang mengejutkan Aida yang kala itu ada di belakangnya

Indra:” oh iya…saya ini pacarnya bu Aida”

Aida:” ihhh apaan sih kamu…udah dulu ya nak…ibu pamit pulang assalamualaikum”

Tiga siswi:”walaikumsalam bu…hati-hati”

Langkah Aida dan Indra semakin cepat karena menghindari terik matahari. Sambi; berjalan menuju mobil. Aida bertanya perhal kejadian baru saja yang terjadi

Aida:” oh ya…kapan jadiannya kok PD amat ngaku pacarku depan muridku?”

Indra:” anggap aja udah jadian simple khan”

Aida:” iihhh kamu tuh dari dulu gak berubah…enak aja…orang kamu belum ada komitmen sama aku”

Indrapun terdiam dan kebetulan kala itu sudah sampai jalan raya dan kamipu harus menyebrang. Dalam hati Aida bertanya-tanya apakah benar si Indra ada rasa sayang yang tulus lebih dari sahabat? Hanya Allah yang maha mengetahuinya.

Aida:” Ndra aku boleh pegang tangan kamu aku takut nih?” kata Aida yang ketakutan mau menyebrang jalan

Indra:” oh boleh saja kok” sambil memberikan tangannya

Sesampainya disberang jalan Aida melepas tangan Indra dan menuju pintu mobil dan tak sengaja dilihat oleh muridnya yang sudah siap pulang sekolah. Murid Aida tersenyum. Aida juga tersenyum, sesampainya di dalam mobil.

Indra:” ayu..sayang kita berangkat…siapkan…oh ya AC nya kurang dingin kah?”

Aida:”bismillah napa kok panggil sayang gitu…emang sayang beneran tah?”

Indra: “ya beneran lah…”

Aida:” eeh jangan ditambah dingin AC nya aku gak kuat suhu rendah Ndra ntar aku muntah di mobilmu nanti aku dimarahin kamu”

Indra:” ya gak lah masa’ mau dimarahin…ok kita berangkat”

Aini:”Ok…Bismillahirrohmanirrohim…”

Indra melajukan mobilnya, sambil melajukan mobilnya Indra tak henti mengajak Aida mengobrol, di balik kaca pintu mobil putih mewah  milik Indra, Aida melihat ada dua orang siswanya yang melihat keberangkatan Aida dan Indra, dua siswa itu tersenyum dan Aida membalas senyum murid tersebut.di dalam benak Aida berkata,” duh…bakalan jadi gosip dan  di godain sama murid muridku nih! Apalagi tadi Indra ngaku kalau dia pacarku di depan siswiku, ya…aku aamiin in saja dah…siapa tau jadi pacar dunia akhirat pada kenyataannya…aamiin…ya..Robbal’ aalamiin…”di sela lamunan itu Indra menegurnya.

Indra:”hey…Aida kok bengong aja” sambil memutar lagu di mobilnya

Aida:” apaan sih…buat aku kaget  aja kamu Ndra? Ee kamu sennag lagu barat ya…kan dari SMA dulu lidah kamu sok bule gitu…”

Indra:”eee…apaan sih kamu Aida…aku kan memang bule…blasteran gitu…”

Aida:” iya…sekarang   ganteng  gara-gara kamu dioperasi khan…ayoo ngaku…apaan nih pipi” sambil mencubit gemes pipi Indra

Indra:”kok tau kamu Aida…?”

Aida:”iya lah…kamu kan dulu upload foto hidung kamu yang lagi divermak”

Indra:” enak aja divermak?, emang baju divermak?”

Aida:” ya kali aja mirip baju…tapi kamu ganteng dan manis dulu…”

Indra:” makasih…ya sayang?”

Aida:” sayang-sayang…emang ikhlas ngomongnya…takutnya Cuma ngomong doang padahal gak sayang?”

Indra:”ya ikhlas lah…Aida-Aida…aku tuh serba salah kalau ketemu gak ngajak ngomong ntar dibilang aku ini sombong gimana sih!”

Aida:”ya bukannya gimana Ndra…takutnya kamu PHP alias pemberi harapan palsu Ndra?”

Indrapun terdiam sambil fokus mengemudiakan jalan hingga sampai di suatu jalan dia ngerem mendadak karena ada anak kecil yang mengendarai sepeda di depan mobilnya. Kemudian dengan spontanitas Aida kaget.

Aida:” Astaugfirullah…Allahhu Akbar…Ndra hati-hati kamu nyetirnya”

Indra:” ihhh…Aida…kamu kok katro banget sih gitu aja kaget santai sayang…ini lagi kamu gak pasang sabuk pengaman”

Aida:” aku kan gak tau cara makeknya…apaan sih…katro’ itu kan original…ngapain malu dan gengsi…” sambil mencumit pipi Indra dengan gemes lalu mencumit hidung operasian Indra, namun Indra kelihatannya senang dicubit gemes oleh Aida…dia membalas  dengan menggibas kepala Aida yang berjilbab itu, dua sahabat yang diselingi rasa saling menyayangi itu memang dari SMA sudah gak jaim alias jaga image jika sudah ketemu.

Indra:”aduh Aida…kalau idung jangan plis deh…idung ini mahal Aida… Ntar kalau bengkok gimana kan dibongkar lagi Aida…kalau kamu tau ini ada benangnya dari tulang rahang ini” sambil menggibas kepala Aida dengan penuh sayang

Aida:” ihh apaan sih kok gibas kepala gitu…maaf ya Ndra…gimana sakitnya kamu saat dioperasi kalau gak dianastesi Ndra”

Indra:” gak apa kan sama teman bebas ngapain aja kan? iya itu makanya…makasih ya sayang…kamu pengertian banget”

Aida:” apa? Bebas ngapain? Maksudnya?”

Indra:”iiihh..jangan ngeres deh kamu…Aida…maksudnya kita kan gak sungkan gak jaim gitu maksudnya…”

Aida:” siapa yang ngeres…kamu tuh….aneh deh”

Aida tak dapat menyembunyikan gurat bahagia di wajahnya dengan kata-kata dan perlakuan baik Indra, namun karena gengsi Aida berusaha menutupi kebahagiannya itu dengan mengalihkan topik pembicaraan.

Aida:”tapi kamu kalau dilihat-lihat pas sepintas kayak dr Ryan Thamrin perintis dan pembawa acara doktr O-Z Indonesia…”

Indra:” makasih ya….sayang? tapi dokter Ryan kan udah meninggal”

Aida:” iya semoga dia khusnul khotimah aamiin …oh ya Ndra aku kok lupa rumah lama mu ya…”

Indra:” aduh Aida…kamu kok bisa lupa sih sama rumah sang milyuner helloowew”

Aida:” iya hellow….disini Aida…ya maaf dan maklum lah aku kan Cuma sekali kerumahmu saat SMA dulu”

Indra:”iya dul kamu kan masuk ke kamarku dilantai dua pas aku tidur siang…seneng ya kamu yang pertama loh wanita yang masuk kamarku”

Aida:” iya Ndra kamu kok semalem cerita aku masuk sendiri ke kamarmu ke bapak emmakku…padahal aslinya kan ada mbkan Andin danmbak Dina teman kita sekelas yang mendorang aku di dekat pintu kamarmu mereka berdua bersembunyi di balik dinding kamar mu dari luar jadi kesannya aku yang nyelonong masuk”

Indra:”iya-iya…aku tau…maaf ya dah cerita gitu ke ortumu…oh ya Aida…aku semalem udah sharing ke mama tentang bisnis make up dan wedding organiziermu itu Ai?, awalnya mama ku gak setuju tapi setelah aku kasih pengertian ke mama, akhirnya mama setuju aku modalin usahamu..,kamu cari info sendiri ya…semua keperluan tentang bisnismu…ntar sistem bagi hasil atau kamu nyicil ke mama balikin modalnya jika kamu dapat job make up Aida… gimana 10 juta kurang?, tapi aku  sisa gaji kerjaku kumpulin dipertengahan tahun ini”

Aida:”Alhamdulillah kalau mama kamu setuju Ndra, kamu mau bantu modalin sama dekorasi, gaun dan perlengkapan make up lainnya tah?”

Indra:” ya kamu cari info sendiri jangan tanya teman takut kamu diboongin Ai?”

Aida:” kayaknya kalau kamu mau modalin semua sampai punya galery make up dan WO ya kurang Ndra, gaun 1 aja paling murah dan udah lumayan bagus 3,5 juta itu gak include sama baju pengantin cowok loh belum aksessorisnya, belum alat make up , bahan make up, dekorasi juga aksessoris pengantin juga. Banyak sih Ndra…kalau ingin murah dan lihat langsung tapi gak murahan ditanah abang jakarta banyak baju dan aksessoris pengantin cucok say…? kamu mau anterin belanja kah…kamu kan super sibuk”

Indra:”iya kamu data aja keperluan bisnismu kan kamu yang jalanin…ya kalau soal nganter belanja kita lihat entar kamu kan tau sendiri aku banyak urusan belum lagi masalah kerjaku di luar negeri usahaku dan asetku di Indonesia, ya doain saja ada waktu”

Aida:” iya itu Ndra…tapi kalau waktu Allah pasti kasih Cuma masalah kesempatan itu loh yang belum tau dikasih ndak dan ada kemauan gak disempatkan waktumu buat aku…tapi makasih loh ya…hari ini kamu mau jemput aku dan ajak aku ke minimarket mau beli jajan untuk adikku…thanks banyak ya?”

Indra:” iya sama-sama sayang, makanya doain semoga ada waktu ya buat kamu”

Aida:” aamiin….ya Robb”

Indra:” gimana say…enak khan…naik mobil mewah?”

Aida:” makasih ya udah ngajak aku dan aku bisa naik mobil mewah ya?, ayo sombongnismenya mulai dah”

Indra:” coba turun sini kamu naik angkot atau naik becak sana hehehehe”

Aida:”iiihhh…kok jahat banget kamu sih Ndra”

Indra:” ya gak lah aku bercanda kok….paling kamu cerita ke bu Agus, bu saya diterlantarkan sama Indra bu”

Aida:” iyalah ku bilang ke bu Agus, sekalian aku ngaduin ke koran biar jadi viral seorang milyuner nelantarin temannya sendiri hehehehehe”

Indra:” segitunya ya…ini aku udah kasih uang kok  bapak yang jaga jalan ini makanya kan gak minta lagi…kita mau sampek minimarket …kamu ambil apa yang kamu mau ya”

Aida:” ya gaklah Ndra tersrah kamu, aku kan gak enak ntar dikira ngabisin uang kamu”

Indra:” ya gak lah …kamu kan yang tau kesukaan adik kamu”

Aida:” oke lah”

Sesampainya di halaman parkir minimarket, Indra memarkirkan mobil dan mematikan mesin mobil sambil membawa kunci mobil dan dompetnya.sambil berkata:

Indra:”yuk kita turun dah sampek sayang….”

Aida:” iya dah sampek Ndra, Alhamdulillah…oh ya ini gimana buka pintunya”sambil mencoba membuka mobil Indra

Indra:” Aduh sayang…gak bisa buka ya…plis deh ini bukan mobil avanza ya sayang…oke papa bukain…ma…dasar istri bawel”sambil membuka pintu mobil dan menuju pintu mobil sebelahnya, lalu berkata:”ini…ma…papa bukain pintunya…eeh gak usah dibawa tasnya taroh dimobil aja”

Aida:” mama…kapan nikahnya pa?” oke aku taroh tas ku ya”

Indra:” anggap aja udah nkah sayang hehehhe”

Aida:”ihh apaan sih Ndra”

Indra:” udahlah…yuk masuk”

Mereka berdua bergegas menuju  minimarket dan Aida segera bergegas mengambil keranjang belanja, Aida kaget mendengar celotehan Indra mulai masuk ke ruang belanja diminimarket dan untungnya hanya mereka berdua yang kala itu jadi custumer.

Indra:”Aida.. pertama kita ambil coklat…aku recomended nih coklat kalau orang desa gak bakalan suka ini, oh ya aku sekalian ambilkan bunga nih buat kamu…” sambil langsung naroh dikeranjang belanja

Aida:” oke dah coklatnya terserah kamu kamu kan tau mana yang hight quality kan…oh ya ini bunga kok langsung ditaroh dikeranjang gak ada romantis romantisnya”

Indra:” aduh Aida…kan masih belum dibayar nih …oh ya aku ambilin mawar merah  ini ya…kamu kan fake”

Aida:” katanya sahabat kan harusnya ambil mawar kuning toh…nah ini kok mawar merah…maksudnya…? ya Allah tega sekali bilang fake”

Indra:”kamu kan tau sendiri maksudnya kan,,, ya gak lah bercanda gak fake, oh ya Aioda…yuk cari roti …kamu tuh ya lihat kalorinya cari yang rendah dan cari yang roti gandum, oh ya kasih mesis kasih coklat enak mantap nih, kamu harus diet…biar gak gemuk kan kalau gemuk gak baik buat kesehatan”

Aida:” iya pak dokter,,,aku males diet sih”

Indra:” kamu tau ilmu bio nya tapi kamu gak mau ngamalin ayo giman akalau aku bilang gitu?”

Aida:” ya gak apa…aku gak marah kok”

Indra:” apa lagi ya…Ai..?”

Aida:” katanya mau beli es krim adik”

Indra:” oh ya…oh ya kita beli skrim kecil-kecil yang banyak biar seminggu adik kamu bisa makan eskrim sepuasnya…kamu kan punya lemari pendingi?”

Aida:” aku gak punya..?”

Indra:” kulkas Aida…?”tanya Indra menegaskan

Aida:” ya Allah gak punya”

Indra:” oke lah…kita beli yang ada tempatnya nih biar gak mlelh…beli 4 aja…ya…buat imro…satu buat yang nunjukin jalan semalem tetangga dkat rumah itu loh…kamu jangan egois…kam juga mau kan”

Aida:” oke lah…”

Indra:” oh ya ini ada nuget…kalau untuk anak kecil kan dia butuh protein kan masa pertumbuhan, ya kalau kayak kita kan harus ingat usia jangan kebanyakan lemak daging ya sayang?” jelasnya ala pak dokter

Aida:” baik pak dokter”

Indra:” yuk cari jajan…”

Aida:”udah lah cukup Ndra, banyak amat Ndra”

Indra:” udah gak masalah kok”

Indra mengambil bebrapa jajan untuk adik Aida, lalu mereka berdua menuju kasir. Indra mengeluarkan kartu kredit dan menunggu pross pembayaran sambil sibuk ngotak ngatik dua smartphone canggihnya. Aida memahami dia sangat sibuk, Aidapun tidak mengganggunya. Karena terlalu lama si kasir mngoperasikan , Aida mulai agak boring, lalu Aida berinisiatif untuk mengajak ngobrol Indra

Aida:” duh Ndra…kamu kok tinggi sekarang ya?”

Indra:” iya dung kan olah raga…”

Karena tidak sabar dengan si kasir Indra segra berinisiatif bertanya

Indra:” udah mas…kita gak butuh stuk kok…kita buru-buru mau cabut. Oh ya Aida kamu bisa bantu aku bawa ini belanjaan aku kan juga bawa nih”

Aida:” iya bisa lah…ayuk” sambil membawa belanjaan

Mereka berdua menuju mobil Indra , lalu Indra membuka bagasi mobilnya, sambil berkata

Indra:”Aida…taroh sini aja belanjannya…oh ya bisa minta tolong ambilkan itu makanan yang ada di depan dekat kamu duduk tadi, biar kamu gak ribet duduknya kita taroh sini aja”

Aida:” iya aku ambilkan” sambil membuka pintu depan mobil dan mengambil belanjaan makanan

Setelah merapikan bagasi, Indra dan Aida segera bergegas masuk mobil namun Indra masih sibuk dengan ponselnya, melihat hal itu Aida tidak serta merta langsung masuk mobil, Aida menunggu Indra masuk duluan, setelah selesai dengan ponselnya, Indra masuk, Aidapun masuk.

Indra:” oke sayang kita cuzz berangkat pulang, oh ya…kamu mau ya nemenin aku beli rujak ini deket dari sini, aduh gimana nih?”

Aida:” kenapa Ndra?”

Indra:” ini loh uang tunaiku abis aku pinjem kamu dulu boleh gak?”

Aida:” boleh lah?”

Indra:” nanti aku ganti belikan pulsa dah…10 ribu ada kan?”

Aida:” iya ada kok”

Indra:” maksih ya?”

Aida:” iya sama-sama”

Indra segera melajukan mobilnya menuju rujak cingur langganannya  tak jauh dari minimarket itu, disela sela itu indra bertanya satu hal ke Aida

Indra:” oh ya Aida…kalau aku beneran suka sama kamu dan jadi beneran sama kamu gara-gara kamu jampe jampe gimana ya?”

Aida:”ya Allah Ndra…tega sekali kamu bilang gitu…gak perlu dijampe-jampe kamu udah suka sama aku…hehehe…oh ya tadi kamu kok gak romantis sih Ndra kamu kasih bunga plastik kan harusnya kasih sebuket mawar merah gitu gak romantis sekali sih?”

Indra:”itu ada bunga tuh diperumahan dekat minimarket aku ambil ya kasih kamu…secara kan aku kejar waktu agenda nya banyak kan gak sempat sayang….”

Aida:” oke lah…aduh jangan bunga dirumah orang diambil Ndra… ya gimana ya kalau jadi bneran…paling tengkar terus ya?”

Indra:”ya romantis terus tiap hari apalagi dikasur tengkar terus…ntar kamu minata terus…mas kurang gitu pas?”

Aida:” iiih…apa an sih…kurang apa ya?”

Indra :” hehehhehehe”

Obrolan mereka berhenti sejenak  karena udah nyampek ditempat tujuan. Indra segera memesan rujak favorit dia , ruja tanpa cingur, tanpa tempe goreng, ya maklumlah dia slalau berusaha jaga kesehatan. Akhirnya mereka berdua duduk di samping depan dekat tukang rujaknya meracik bumbu rujaknya. Mereka berduapun mengobrol lagi

Aida:” kamu ternayata suka pedes…tetap sama seperti SMA dulu ya?”

Indra:” iya dung…kamu masih ingat ya?”

Aida:” iya dung aku ingat…kamu sibuk benar ya…ampek buka dua ponsel ya?”

Indra:”iya Aida…ini khusus buat e bangking, ini untuk chatting tlepon ya gitu dah…ini aku mau bayar buat DP sawah di banyuwangi 10 juta 5 ratus”

Aida:” jadi kamu lakukan transaksi via e banking semua dunk…”

Indra:” iya…ini saldo tabunganku tinggal 1 M ya…sedikit sekali…lain tabunganku diluar negeri”

Aida:” Alhamdulillah napa gitu…disyukuri Ndra…oh ya kamu kalau bisa jangan nebutin nominal apalagi dikeramaian gini takutnya ada orang yang gelap mata yang punya niat gak baik sam akamu…aku kan gak mau kamu kenap-kenapa Ndra…gak perlu disebut orang udah tau kamu itu kaya udahlah gak boleh sombong”

Indra:” maksih ya Aida…kamu baik sekali…”

Aida:” ini kayaknya seru nih kamu selfie ma aku viewnya ditempat rujak gitu”

Indra:” apa an sih Aida…jangan Aida…cukup dirumah kamu yang low profile”

Aida:” kan gak apa ntar captionnya milyuder yang low profile mau makan di tempat pedangang kaki lima…ntar jadi viral hehehhe”

Indra:” jangan dah…ntar kita selfie di mobil aja”

Aida:” ya…gak seru dong…tapi oke lah gak apa”

Indra:”Kamu bisa bantu aku kan?”

Aida:” bantu apa sih Ndra bilang aja gak apa?”

Indra:”kamu bilang ke kakakku pak Ico kalau aku udah transfer…” sambil memberikan ponselnya yang udah dihubungkan ke contact kakaknya

Aida:” ihh gak lah aku kan malu ntar kalau ditanya ini siapa gimana pas aku jawabnya”

Indra:” bilang aja kamu asistenku”

Aida:” ya Allah…jahat banget sih Ndra…masa’ bilang asistenmu sih”

Indra:” ghak apa…ini dah dah tersambung kok”sambil memberikan ponselnya

Aida:” baiklah”

Aida sangat kecewa karena Indra meminta mengaku sebagai asistennya kepada kakanya. Tapi Aida selalu berpositif thinking, namun Allah berkehndak lain , Allah masih dan selalu sayang Aida, ponsel Indra tidak terhubung dengan contact sang kakak karena ponsel kakaknya tidak aktif. Lalu Aida menyerahkan ponsel Indra kembali sambil berkata:

Aida:”ini Ndra gak aktif nomornya Ndra?”

Indra:” mana…ya udah kamu ngomong sama mama bialang kalau aku udah transfer ke rekening bapak Ico dibanyuwangi sebesar 10 juta lima ratus ya…udah bilang gitu aja…”

Aida:”aduh Ndra kok aku sih kamu aja yang bilang ini kan masalah keluarga Ndra?”

Indra:” gak apa kok…aku pusing nih sibuk juga nih masalah kerjaan “ sambil mengotak ngatik ponselnya, karena Aida gak ingin menyusahkan Indra akhirnya Aida mau bicara dengan mama Indra

Aida:” baiklah aku mau bicara kasih tau ke mama mu Ndra”

Indra:” oke ini udah tersambung kok” sambil memberikan ponselnya, lalu Aida bicara lewat ponsel dengan mama Indra

Aida:”Assalamualaikum Ma…”

Mama Indra:” walaikumsalam…iya “

Aida:” iya ma…saya memberikan informasi bahwa Indra sudah transfer ke bapak Ico dibanyuwangi sebesar 10 juta  5 ratus untuk DP sawah ma…”

Mama Indra:” oh iya terimakasih….ini dengan siapa ya?”

Aida:” ini Aida Ma.. ..temannya Indra Ma?”

Mama Indra:”Ooooh Aida….teman SMA Indra kan?”

Aida:” iya ma…benar…”

Mama Indra:” makasih…ya..”

Aida:” iya…sama –sama Ma…assalamualaikum…”

Mama Indra:” walaikumsalam”

Telepon dengan mama Indrapun berakhir, lalau Aida segera memberikan ponsel Indra

Aida:” udah Ndra…aduh ampek deg deg an”

Indra:” udah kan…itu loh bisa…gini Aida kalau sibuk tau sendiri kan…semakin kaya orang Aida…semakin banyak urusannya dan semakin sedikit untuk waktu bersantai untuk dirinya”

Aida:” oh gitu ya….ya  tapi saranku Ndra…sesibuk apapun kamu jangan lupa sholat ya”

Indra:” iya benar tu Aida…makasih ya kamu ngingetkan aku…kadang aku gini Aida…duh sudah adzan Ashar padahal Dhuhur aku gas sholat”

Aida:”kan bisa di jama’ qoshor dulu pas SMA kan kita dapat materi sholat jama’ ya khan?”

Indra:” duh iya Aida…makasih ya…aku gak kepikiran itu makasih banyak ya…betul kata kakakku…aku diuji harta biasanya masalah akhirat terlalaikan”

Aida:” ya…kalau bisa dan kudu bisa balance antara duniawi dan akhirat dung…?”

Indra:” iya semoga saja”

Aida:”oh ya ndra…kamu  kapan bisa ke sebaung lagi?”

Indra:” lah februari kan aku umroh kamu datang ya?”

Aida:” InsyaAllah Ndra…terus kapan kamu ngumrohin aku Ndra?”

Indra:” ya kalau udah jadi istri….eee…istri kedua” kata indra dengan nada bercanda

Aida:” enak aja kamu…gak lah…masa’ abis ama yang satu ke aku ya gak lah mending gak usah”

Indra:” loh kan dia ada di luar negeri, kamu disni yang penting aku adil dan sayang kan sama kamu”

Aida termenung mendengar jawaban Indra, entah itu serius atau bercanda, dan Aida gak habis fikir, lah dia benci setengah mati sama ayahnya yang poligami diam diam ampek ktemu dan bikin mamanya kecwa berat lah ini kok punya cita-cita niruin jejak ayahnya…” duh Ya Allah semoga hamba terhindar dari peran poligami aamiin” sahut Aida dalam hati.kemudian Indra mengajak bicara lagi, karena Aida diam.

Indra:”loh kok diam kamu Aida?”

Aida:” ya gak apa kok”

Indra:” kenapa sih…santai aja Cuma bercanda…kok”

Aida:” iya…siapa yang mau dipologami duh gak deh…?”

Indra:” oh ya Aida, aku ntar mau cerita…dan minta pendapat jika kita jauh jauhan…aku sharing aku kalau gini gimana aku kalau gitu gimana? Tapi kamu jangan mulut embr loh ya?”

Aida:” ya gak lah”

Indra:” awas…loh ntar kalau kamu mulut ember tak bunuh loh ya kamu hehehhe” canda indra kepada Aida

Aida:” duh…emang kamu bisa dan tega…kok sgitunya sih”

Indra:’ iya tak bunuh pakek ini” ya sambil melihat kebawah entahlah Aida terdiam…ya kadang indra bercandanya suka kelewatan memang sejak SMA begitu meski wajahnya dioperasi tapi wataknya bagi Aida tetap sama.

Kedua sahabat itu asyik menunggu orderan rujak Indra, akhirnya selesai. Aida membayar biil tagihannya. Lalu mereka berdua masuk ke mobil.

Indra:” yuk say…kita cuzz bisa kan buka pintunya?”

Aida:” iya bisalah kalau dari luar yuk masuk”

Indra:” ok…oh ya Aida kamu tadi lihat khan …itu mana gagang pintu belakang?”

Aida:” ya lihat memang gak sama dengan yang di depan…”

Indra:” lah kamu kok tau sih?”

Aida:”ya nebak aja…meski belum punya mobil sendiri aku kan berusaha tau”

Indra:” gitu ya?”

Aida:” iya dung”

Indra:” oh ya…ini kamau yang bawa mobil”

Aida:” gila kamu Ndra…aku bawa motor aja belum fasih apalagi bawa mobil?”

Indra:”gampang kok..tinggal rem gas…ini kan mobil matik”

Aida:” ya udah lah next time semoga bisa bermobil juga aamiin”

Indra:” aamiin”

Aida:” loh kok malah ngobrol dalam mobil ayuk berangkat”

Indra:”oke kita berangkat sayang….”

Aida:” apa an sih sayang mulu…panggilnya”

Indra:” aduh Aida…aku tuh serba salah ya…panggil sayang gak boleh padahal…?”

Aida:” padahal apa? Takut sayangnya boongan pas?”

Indra:” ya sayang beneran lah”

Aida: gitu ya…?”

Indra:” iya dung…kamu cari lirik lagu i want you’re here” sambil mengatur MP3 di mobilnya

Aida:’ aduh Ndra aku gak suka lagu barat…”

Indra:’ ya kudu suka lah…kamu harus bisa ngikutin aku”

Aida:” iya…tapi sikap rendah hatinya kudu niru aku dung?”

Indra:” yupz…tos dulu dong”sambil mengajak tos

Aida:” tos aja kan,,,siapa takut” sambil membalas tos Indra

Indra:” kamu harus ingat aku terus kan aku kasih bunga tuh tadi”

Aida:” iya…tapi kok bunganya palsu…sebuket mawar merah aslinya kapan…ihhh kamu gak romantis”

Indra:”iya…aku ntar tak kirim aku bungkus yang bagus nanti kamu penasaran terus setelah dibuka isinya daun asem, daun kelor hahahhaha”

Aida:” gitu ya…seneng banget ampek ngakak…tega baget sih?”

Indra:” ya gak lah…oke lah ini aku lagi jemput cinderella dari sarangnya hehehehe”

Aida:” sarang? Emang sarang burung? Ada ada aja kamu Ndra”

Indra melajukan mobil dengan santai no ngebut, mereka berdua larut dalam kebahagian di jum at siang penuh berkah itu, tatkala Indra bersalipan dengan mobil lain indra berkomentar

Indra:” duh itu mobil kok kecil ya…masih besaran ini…mewah ini Aida…ini 450 juta loh”

Aida:” ehem….mulai lagi dah sombongnya…turunkan frekuensi sombongnya hayo”

Indra:” bukan sombong Aida…Cuma cerita aja kekamu….”

Aida:” iya aku ngerti…kok kamu gak niat sombong tapi  orang lain pemikiran dan tanggapannya belum tentu dan sudah pasti ada yang beda khan?”

Indra:”iya Aida…makasih pengertiannya”

Aida:” iya sama-sama Ndra…itu lagi Ndra…tapi kalau kamau gak keberatan sih Ndra”

Indra:” iya ngomong aja gak apa kok”

Aida:” tapi kamu jangan marah ya?”

Indra:” ya gak lah”

Aida:” itu loh Ndra kalau bisa sih kamu jangan sbutin aset kamu dengan nominal tadi kan ramai tuh dikhawatirkan ada orang jahat gitu Ndra aku gak mau kamu kenapa-kenapa sih”

Indra:”mnakasih ya…Aida”

Aida:” oh iya katanya ngajakin foto dimobil”

Indra:” iya…lupa…tapi ntar aja dah dirumah kamu”

Aida:” aduh Ndra aku gak bisa ntar kan dilihatin tetangga…”

Indra:” udah lah gak apa”

Aida:” ya sudahlah…oh ya Ndra aku ingin dngar kamu nyanyi lagu  bumiku dung karya teman kita Deddy”

Indra:” ini aku ada rekaman di ponsel”sambil mengambil ponselnya

Aida:” udah deh jangan akukan mau kamu langsung yang nyanyi”

Indra tidak menggubris entahlah, malah dia mengalihkan topik pembicaraan

Indra:”oh ya Aida…kamu kenapa gak pacaran sama pak Adam guru ngajiku dia duda punya anak satu kecil”

Aida;” enggaklah…aku memang janda…tapi aku gak mau jadi ibu tiri Ndra…dari pacaran sama  dia mending …”

Indra:”mendingan sama aku khan…ayo ngaku aja kamu”

Aida:” apa an sih kamu” kata Aida dengan muka merah padam

Indra:” emangnya kenapa kamu cerai sama mantan suami?”

Aida:” ya gak jodoh aja…dia itu pelit ya bukannya aku boros Cuma aku kan gak enak sendiri Ndra, belum lagi gak mau holat puasa, nyuruh aku kerja serabutan, belum lagi ortu dan keluarganya kepo dia gak tegas Ndra”

Indra:” kalau aku kan gak pelit”

Aida:” iya…belum pacaran beneran aja udah gini apalagi jadi pacar beneran ya?”

Indra:”harusnya kamu paham dan aku yakin kamu tau jawabannya…tanpa aku jawab Aida” tegas Indra dengan serius”

Aida terdiam sejenak, dan dibenaknya banyak mengandung pertanyaan,”entah apa maksud Indra, dia menunjukkan sikap sayang bilang sayang ke aku, tapi untuk menyatkan sayang dan melamarku serta menghalalkanku kenapa enggang dilakukan…maksudnya apa?” entahlah Aida tidak mau terlarut dalam pertanyaan itu. Tak terasa sudah hampir dekat menuju jalan Tarokan desa Aida. Si Indra mencairkan suasana dengan berkomentar

Indra:”oh ya Aida kalau kita besanan ntar lucu kali ya…kamu bilang k istriku kalau kamu pernah suka sama aku wkwkwkkwkw”

Aida:” apa an sih Ndra ya gak lah aku gak mau besanan sama kamu”

Indra:” kamu maunya jadi istriku ya khan ngaku aja?”

Aida:” ihhh GR kamu Ndra”

Indra :” udah lah aku tau kok…gak perlu dijawab…oh ya ini udah di jalan Tarokan”

Aida:” Ndra kalau kamu ada cewek lain gak usah aku disuruh hadir atau kamu bawa dia aku gak mau”

Indra:” kan jalan hidup kedepannya gak ada yang tau entah dengan mu…”

Aida:” ya sudahlah”

Indra:” kaca mobil aku buka separuh ya…biar kamu kelihatan  kamu kan cantik sayang…dan orang lihat kamu jalan sama orang ganteng kayak aku ya kan…”

Aida:” apa an sih Ndra…aku malu apa kata tetangga Ntar kalau mereka tanya aku jalan sama siapa?”

Indra:” bilang aja kamu jalan sama pacarmu gitu aja simple khan?”

Aida:” ya gak lah itu kan boong”

Indra:” oke lah suka suka kamu dah say…kamu mau cium pipiku juga boleh”

Aida:” ihh ngapain gak ada kerjaan aja…Ndra kan gak boleh Ndra”

Indra:”yakin…Ntar kebawa mimpi loh”

Aida:” ya gak lah…udah dah sampek nih”kata Aida mengalihkan topik

Sesuai dengan dugaan Aida, ternyata benar di teras rumahnya ada Emmak, bibi Aida dan beberapa tetangga …ya heboh dah tetangga lihat Aida diantar mobil mewah yang dikendarai cowok ganteng. Indrapun mengak Aida turun

Indra:” Aida bisa bantu ambil belanjaannya khan…”

Aida:” iya “

Indra:” ini dibawak…ini belanjaan ku…”

Aida:” sabar napa Ndra…bentar ya aku taroh dulu” Aida menuju kedalam rumah mlewati teras yang ada beberapa tetangga, tak lama kemudian Aida keluar Aida lihat Indra mengobrol dengan Emmak

Indra:” ini juga punya Aida Tante…” sambil memberikan satu kantong berisi belanjaan

Emmak:” iya makasih ya nak”

Indra:” sama-sama tante…”

Emmak:” ayo nak masuk dulu”

Indra:” maaf tante saya buru-buru mau jum atan, nanti jam 2 siang ada meeting keluarga di restoran  Probolinggo, Te…besok sudah mau ke Jakarta ada meeting jadi maaf ya te belum bisa jalan jalan sama tante dan om sama Aida dan adiknya…lain waktu ya te…kita jalan jalan …kalau begitu saya pamit te?” sambil mencium pipi kanan dan pipi kiri emmak Aida. Aida pun meledek Indra

Aida:” lah tumben kamu cium pipi kanan dan pipi kiri emmakku Ndra”

Indra tidak menjawab pertanyaan Aida

Indra:” ya udah Aida…sampai ketemu lagi Aida…da da…”

Indra kembali ke mobil dan melajukan mobilnya sambil melambaikan tangan, kedua sahabat itupun saling melambaikan tangan. Seusai itu para tetangga heboh menanyakan

Tetangga 1:” itu siapa Nduk”

Aida:” itu teman saya sukses jadi milyuner…”

Tetamngga:” kirain pacarnya”

Aida:” ya bukan “

Tetangga 2:” ya kalau jodoh kan gak tau ya…”

Emmak:” ya,….Cuma teman saja”

Aida:” oh  ya ini ada oleh oleh buat dek muhammad”

Tetangga 1:” iya makasih “

Aida:” pesan temanku suruh kasih ke anak ibu…kan semalem dia yang nunjukkan rumah saya gitu katanya, dan ini untuk samean bik”

Tetangga2:” makasih nduk”

Kemudian para tetangga itu pulang, tinggal bibik, Aida, dan Emmak

Bibik:” katanya dikasih bunga lihat Nduk”

Aida:” kok tau bik?”

Bibik:” iya emmakmu bilang tadi”

Aida:” oooh begitu”

Emmak:” iya tadi aku kan lihat nduk”

Aida:” iya dikasih bunga nih biar ingat aku terus”

Emmak:” gitu ya?”

Bibik:” kamu gak bilang nduk…lah kamu inget gak sama aku gak gitu nduk”

Aida:” ya gak bik…malu saya bik”

Bibik:” ya semoga jodoh sama kamu nduk”

Aida:” aamiin bik.,..tapi gak tau juga bik masa’ mau sama saya …saya ragu dia kan lama diluar negeri pasti banyak ceweknya bik tapi ngaku single entahlah bik”

Bibik:” ya kalau jodoh pasti bertemu”

Aida dan Emmak: amin…”

Bibik pun kembali kerumah, Aida dan emmak merapikan belanjaan dan menunggu bapak dan adik pulang dari masjid. Tak lama kemudian bapak dan adik pulang dari masjid

Emmak:” ee sudah pulang, tadi Indra pamit dan minta maaf belum bisa ajak kita jalan jalan karena dia sibuk. Ini dia bawa makanan” sambil menyiapkan makanan cepat saji di meja ruang tamu

Bapak:” wah makanan apa ini,,,,enak kayaknya”

Aida:” iya pak …ini sekitar 165 ribu empat porsi pak…”

Bapak:” duh semoga lancar rejeki dia ya…kita juga lancar biar bisa berbagi kebahagiaan dengan orang lain, tapi bagi Indra uang segitu dan belanja segini udah kayak ngeluarin 1000 rupiah kan dia milyuner”

Aida:” iya sih pak”

Emmak:” sudah…makan yuk jangan ngobrol terus”

Adik:” alhamduilillah semoga bisa makan gini ya sering sering”

Aida:”makanya ntar doakan semoga mbak bisa sukses juga ya”

Adik:” aminnn”

Mereka berempat menyantap makan siang penuh haru, dalam hati Aida berkata” ya Allah semoga hamba bisa sukses juga sama seperti Indra dan tetap sholehah dan berbakti kepada kedua ortu…segera ditakdir dengan jodoh imam sholeh taqwa, tanggung jawab, tajir, terbebas dari rokok, no free sex no beranak. Pokoknya terbaik wes…aaminn”

Aida terkadang teringat masa-masa bersama Indra, pertemuan singkat itu sudah merubah dan memberi warna pada hidup Aida.Di benak Aida bertanya-tanya,” Indra…Indra, kenapa kamu datang lagi Ndra?, lalu kenapa kamu operasi wajah, aku yakin something happen with you and your life?”, bahkan aku sempat tanya kenapa kamu minum minuman keras, kamu gak langsung jawab, tapi kamu ngaku udah tobat bahkah kamu ngaku ampek beli air zam zam delivery langsung dari Arab, katanya lebih berharga aku dari nominal beli air zam zam, ya aku jawab gak perlu dihargai segitu, cukup di tebus dengan mahar pas ijab qobul…eee kamunya malah ketawa ngasih harapan,,,,itu kejadian dimobilmu…, duh…apa sih maksud hatimu Ndra?”pertanyaan –pertanyaan itu selalu teringat dan Aida butuh jawaban. Namun Aida tak mau pusing. Cukup dia adukan dalam tahajjud cintanya.

Diberi harapan se Indah Syurga Se manis madu tapi racun yang di dapat

            Ada istilah yang selalu Aida ingat” Man Jadda wa jaddah” yang artinya barang siapa bersungguh sungguh maka dia akan mendapatkan. Keyakinan itu selalu ditanamkan di hati Aida, karena bagi Aida barang siapa yang yakin dan berusaha Insya Allah ada jalan maka yakinlah…pada perolongan Allah…dan semestapun ikut mendukung. Semangat itu selalu berkobar di hati Aida, semangat itu selalu dijadikan pemicu untuk mencapai kesuksesan Aida baik dari segi bisnis make up dan wedding organizier miliknya, karier Aida di dunia pendidikan, asmara yang bermuara dalam pernikahan sakinah mawaddah warohmah serta sukses dan bahagia dunia akhirat itu cita-cita Aida. Meskipun tidak semua harapan dan mimpi tidak semuanya terwujud, Aida selalu semangat untuk mewujudkan mimpi dan cita-citanya, tak peduli meski dia dikucilkan orang lain.

Di era now ini, pasti kalangan pemuda pemudi yang merasakan indahnya jatuh cinta, kadang saja ada yang memberi harapan palsu sehingga terbawa perasaan. Hali ini juga terejadi pada Aida. Ya…tentu dengan kisah dia dengan Indra. Terkadang Aida berkhayal kisahnya dia dengan Indra akan berakhir bahagia seperti tokoh cerdas Indonesia Bapak Habibi dan ibu Ainun. Aida beimajinasi dia memiliki kisah yang sama dengan ibu Ainun yang berjodoh dengan teman lamanya semasa SMA, iya bapak Habibinya dikhayalkan Indra, bagi Aida, Indra itu  memiliki kemiripan jalan hidup dengan bapak Habibie yang berjuang dinegeri orang sukses di negara asing dan come back ke tanah air merajut dan mengukiir kesuksesan ditanah air. Tapi bedanya Indra ini tidak seperti bapak Habibie yang selalu berpegang teguh pada agama Islam…ya…Aida memakluminya…manusia tidak sempurna.Aida ingat selalu moment moment disaat Indra menjanjikan sejuta harapan indah dan manis. Tapi realisasainya tak semanis madu yang di dapat. Ini adalah ujian keimanan bagi Aida.

Aida teringat masa-masa SMA yang paling berkesan saat Indra berkali-kali menyatakan cinta kepada Aida.

Indra:” Aida…aku tuh sayang sama kamu…kamu mau gak jadi pacarku”

Aida:” maaf Indra…aku bukannya nolak kamu…tapi aku gak boleh pacaran sama ortuku”

Indra:” tapi kan kita pacarannya buat saling menyemangatin biar prestasiku dan prestasimu bagus”

Aida:” aduh Ndra…tetap saja…aku gak bakalan diijinin pacaran…orang tuaku bukan orang berada…mereka ingin anaknya sukses…makanya aku ingin sekolah yang benar dan kuliah yang benar”

Indra:” gitu ya…kamu yakin nolak aku Aida”

Aida:” aduh Ndra…aku gak mungkin nolak kamu jadi sahabat…mending kita fokus untuk kesuksesan kita…toh jika jodoh kita pasti bersatu iya kan Ndra…”

Indra:”iya….juga sih, aku tuh ampek capek nembak kamu bolak-balik tapi gak pernah diterima-terima sama kamu Aida”

Aida:” sudah Ndra….kamu gak perlu marah…sabar saja Ndra…taqdir kedepannya tidak ada yang tau,…sudahlah kamu fokus, kamu kan inggrisnya bagus aku yakin kamu bisa go internasional, beda sama aku my english is not good.sudahlah Ndra semoga kita sama-sama sukses”

Indra:”semester 2 aku akan ngelamar kamu aku yakin bapak ibumu gak bakalan nolak aku…” kata Indra dengan penuh percaya diri

Aida:” yakin sekali ya…?”

Indra:” iya dunk…apalagi akau kelak calon peneliti muda Aida…”

Aida:’ ya sudahlah kita lihat pada waktu yang tepat ya”

Indra:” aku yakin kamu akan melahirkan anak-anakku dan kamu akan  memiliki marga dari keluargaku…”

Aida:” PD amat ya…”

Indra:” iya dunk…”

Moment-moment terdahulu terutama di masa SMA semakin kuat terbayang diingatan Aida…semenjak Aida dan Indra dipertemukan dirumah Aida, bukan Aida yang mengundang Indra untuk datang ke rumah Aida…tapi Indra sendiri yang datang sendiri.dalam tahajjud cinta Aida bermunajad.

Ya Allah…perasaan apa ini Ya Robb…lancang sekali hamba yang meminta agar Hamba dijodohkan dengan Indra rekan sahabat rival yang diselingi rasa cinta sejak SMA silam, kenapa dia datang lagi ya Robb setelah lama berpisah, dia datang saat hamba menyandang status khodijah. Dan dia berikan sinyal sinyal cinta yang semakin kuat, dia beri hamba sekuntum mawar merah meski itu dari bunga palsu…tapi dari gelagat dan sikap dia di pertemuan dua kali berturut turut dibulan yang sama sungguh sikap dan perlakuan itu tidak biasa ya Allah…dia bilang ke beberapa muridku kalau dia itu muridku, bahkan dia bilang via WA bahwa aku ini pacarnya kepada tantenya, namun dia belum berani mengungkapkan komitmen itu yang bermuara di indahnya bahtera cinta yang halal, entahlah Ya Allah…apa dia gengsi, apa dia hanya mempermainkan perasaan ini sejak SMA dulu, rasa ini sebenarnya telah ku bunuh mati semenjak aku memutuskan menikah dulu meski aku gagal dipernikahan itu…dia datang dan memupuk subur rasa cinta yang telah lama mati itu ya Robb…jika dia gengsi atau ragu hilangkan segala tirai penghalang, jadikan dia insan yang berpegang teguh pada agama-Mu ya Robb….jodohkanlah dia denganku jika dia terbaik untukku…untuk agamaku…untuk dunia dan akhiratku…namun apabila dian punya niat tidak tulus dan tidak terbaik untuk dunia dan akhiratku….maka tepislah pesonanya dari pelupuk mata ini….hilangkanlah rasa cinta  nan tulus dihati ini…gantilah dengan lelaki yang baik yang bisa menjadi sahabat untukku untuk agamaku untuk dunia dan akhiratku….berilah hamba kesabaran dalam menantinya…tetapkalah hamba istiqomah dijalanMu….karena hamba yakin sabar dan sholat ini akan menjadi penolongku…aku yakin aku pasti Engkau anugerahi lelaki yang akan menjadi imam sholehku, takwa kepadamu, tampan fisik ideal untukku, tampan hatinya dan akhlaqnya, tajir dijalanMu, tanggung jawab terhadap diriku dan keluarga, setia cukup satu untuk selamanya mesra until jannahMu ya Robb aamiin…”

Begitu banyak kejadian ya…boleh dibilang itu indah semenjak pertemuan singkat itu, WA FB dan IG adalah ajang silaturrahmi bagi dua sahabat yang dilanda rasa cinta itu tapi keduanya sama-sama gengsi mengakuinya. Memang tidak intns tiap hari tapi bagi Aida sudah Alhamdulillah bersyukur dia sudah bisa melihat keseharian Indra lewat status WA dan FB nya. Terkadang Aida tidak sungkan untuk memululai chat dengan Indra.

Aida:”Assalamualaikum mas Indra….gimana kabar semoga kamu selalu dalam lindungan-Nya”

Indra:” hehehe iya terimakasih ya Aida”

Aida:” nah lo…kok Cuma makasih itu dijawab salamnya”

Indra:” oh iya walaikumsalam”

Aida:” lagi dimana”

Indra:” iya ini aku lagi di jakarta…semalem aku chat kamu , kamu off”

Aida:” iya maaf ya…semalem aku udah tidur, gimana sekarang posisi dimana”

Tak lama kemudian Indra mengirimkan foto lewat WA , foto itu adalah tulisan nama Aida di tangan Indra yang di bawahnya ada nama Indra. Senang dan bahagia campur jadi satu perassan Aida saat itu. Lalau Aida membalas pula foto kiriman itu dengan nuansa yang sama bedanya Aida bacground didalam kelas untuk foto telapak tangan Aida yang berisi nama Aida dan Indra. Kemudian Indra membalas chat Aida.

Indra:”terimakasih ya bu Aida…ngajar baik-baik ya”

Aida:” iya pak Indra kembali kasih ya…”

Chat itupun berakhir karena Indra sudah tidak memulai obrolan lagi. Aida tidak mau terkesan terlalu ngebet ingin mengechat terus. Aida melanjutkan aktifitasnya. Tak lama kemudaian setelah beberapa saat, Indra memulai mengechat Aida lagi

Indra:” nanti aku kirim tulisan kayak gini” sambil mengirim foto tulisan yang latar gambarnya australia

Aida:” beneran ya…doakan aku juga bisa keliling dunia terutama bisa nyampek mekkah dan madinah ya Ndra…doakan aku bisa kesana dengan imam sholehku…may be with you  hanya Allah yang tau Ndra”

Indra:” hmmmm”

Aida:” oh ya kapan kamu berangkat umroh Ndra”

Indra:”tanggal 28 Februari ini, kamu datang ya?”

Aida:” InsyaAllah aku datang…doakan ya”

Indra:” oke…makasih ya cantik…”

Aida:” kembali kasih ganteng, oh ya…Ndra nanti di mekkah depan ka’bah kamu  tulis doa tentang aku ya…oh ya…oleh oleh asli dari mekkah ya buat aku jangan lupa”

Indra:” oke…”

Indra jarang mengchat duluan…ya kadang dia suka komen fotoku yang lagi hunting make up, fotoku yang lagi selfie dengan bunga. Komennya sangat aku ingat tu dia bilang fotoku yang lagi hunting make up dikira foto nikahanku…dia bilang aku kangen sama ex suami, ya aku jawab aku kangen sama kamu aja Ndra…ee dia malah ketawa, malah fotoku yang lagi selfie dengan bunga dia malah komen itu bunga alsi apa ori…ya jelas asli lah lalu aku jawab kapan bunga mawar merah aslinya mendarat, ee dia senyum aja.bahkan Aida pernah cerita ke emmak tentang curhatan Indra yang mau ambil mobil barunya.

Emmak:”gimana kabar si Indra Nduk…masih tetap WA an khan?” tanya emmak dengan penuh penasaran

Aida:” ya masih lah mak…”

Emmak:” ada dimana dia sekarang Nduk?”

Aida:” katanya sih dia ada di Jakarta ngurus pembelian apartemennya”

Emmak:” apartemen itu apa Nduk..rumah ta?”

Aida:”iya tapi rumah susun bangunannya mnjulang Cuma untuk ornga yang beli hanya 1 kamar aja mak kalau mau beli banyak juga gak masalah”

Emmak:”ooo gitu…kayanya mau umroh dia kapan katanya nduk?”

Aida:” tanggal 28 februari ini dia mau berangkat mak?”

Emmak:” ooo…lah kamu giman amau datang kah?”

Aida:” iya mak…kan Aida diundang mak?”

Emmak:” mau minta anter sapa kamu nduk…masa’ sama bapak kan malu kalau bapak ikut juga?”

Aida:” ya gak lah mak…rencananya Aida mau berangkat sama adik Farah dan InsyaAllah ketemuan di rumah Indra sama bu Ragus…”

Emmak:”ooo gitu…lah bilang nduk pulangnya suruh bawa oleh oleh nduk?”

Aida:” iya udah Aida bilang ke Indra kata Indra sih Oke…Aida mau video callan saat dia di Mekkah dan ngingetin biar bawa oleh oleh gitu mak?”

Emmak:” iya dah…semoga kita semua ini bisa ke makkah  madinah juga   aamiin?”

Aida:” amin…tentu kita berangkat bersama ya Mak…serta dengan imam sholehku ya mak…?”

Emmak:” aamiin…ya Robb”

Aida:” si Indra tanggal 8 februari ini mau jemput mobil merahnya katanya mak, ini gambar mobilnya” sambil memperlihatkan gambar mobil mewah Indra diponsel Aida

Emmak:” bagus ya…iyalah diakan milyuner”

Aida:” katanya sih mau jemput kalau mobilnya datang biar Aida pengalaman naik macem-macem mobil mewah mak…itu janjinya dia” sambil membacakan WA iIndra pada nya

Emmak:” ya smoga dilaksanakan janjinya…”

Aida:” aamiin…”

Emmak:” berharapnya sama Allah saja Nduk…ya jika si Indra buat kamu gak bakalan ketuker kok…jangan terlalu cinta sama dia Nduk”

Aida:” iya mak…tapi kok hati ini sangat yakin ya mak… padahal dulu udah mati nih rasa…kalau Cuma nganggep teman ngapaen sempat sempat bertamu kesini kasih isi uang, terus jemput Aida, belanjain makanan juga, dan specialnya kasih Aida bunga mawar merah lagi mak…teman biasa gak gitu dia kan milyuner super sibuk mak”

Emmak:” iya itu Nduk sudahlah tetap minta yang terbaik sama Allah”

Aida:” iya mak”

Aida memang tidak pernah sungkan untuk menceritakan segala sesuatu yang dialami dan dirasa kepada emmaknya…ada yang bilang Aida puber pasca cerai…Aida dari dulu belum pernah pacaran, karena tidak diijinkan oleh emmak dan bapak. Baru setelah lulus kuliah Aida diijinkan mengenal lebih dekat dengan lawan jenisnya. Maknya Aida dan Indra tidak pacaran bukan berarti Aida gak ditembak oleh Indra oleh pernyataan cintanya…tapi karena ijin ortu belum di dapat  ya kalau sudah sama-sama sukses seperti sekarang ini sudah boleh Aida dan Indra mengenal lebih dekat.

Semenjak kedatangan Indra secara mengejutkan dan memberi kebahagiaan baru bagi Aida dan Ortunya. Sangat disambut positif oleh mmak dan bapak Aida. Terlbih Aida yang mengalami Cinta Lama Bersemi kembali, justru karna bersemi kembali…makanya cinta Aida belum kelar tuh ke Indra. Tak ayal jika Aida sering memposting kebahagiaannya di akun FB dan WA nya, tapi Aida tidak menandai akun Indra. Aida sangat mengerti akan perasaan Indra yang mungkin takut terganggu.Selain itu bapak dan Emmak juga selalu menanyakan kabar dan keberadaan Indra  kepada Aida.

Bapak:”gima kabar si Indra Nduk…sehat kan dia nduk?”

Aida:” Alhamdulillah sehat pak katanya sih…?”

Bapak:” masih komunikasi kan sama Indra”

Aida:”iya pak masih kok pak, tapi Aida gak inten nanyain dia terus…”

Bapak:” ya maklum orang sibuk gitu kan milyuner baru dia”

Aida:”iya pak betul itu pak? Menurut bapak gimana pak?”

Bapak:”gimana maksudanya?”tanya bapak kepada Aida dengan penuh penasaran

Aida:” ya…perasaan Indra ke Aida…kan bapak ikut nemuin malam jum at tempo hari dulu yang Indra datang kesini pak?”

Bapak:” ya…menurut bapak sih…kalau gak ada perasaan gak bakalan lah dia datang sempet sempetin kesini, apalagi kan udah ilang kontak sama kamu, dia kan sukses biasanya gak bakalan mikirin orang yang gak dianggap baik”

Aida:” iya sih pak?, kan waktu malem itu bapak bilang kalau untuk berumah tangga dengan Aida dia kayaknya gimana gitu? Bapak bilang kayaknya dia gak mungkin mau sama Aida”

Bapak:” iya bapak lihat sekilas begitu tapi lama-kelmaan setelah lihat sikap dia yang ngasih kamu mawar merah…ya…dia ada perasaan sama kamu. Cuma untuk ngungkapin dia radak gengsi,kamu juga gengsi kan…wah sama sama gengsi repot nih”

Aida:”ya masa’ Aida pak yang mau nyatain duluan…Aida…bukan Khodijah yang berani mengutarakan cintanya kepada Nabi Muhammad S.A.W  pak”

Bapak:” ya malu lah nduk, masa cewek nyatain duluan”

Aida:” ya sambung doa pak…entahlah maksud kedatangan Indra sampek ngasih mawar merah segala itu apa…hanya Allah yang maha mengetahui”

Bapak:” jika dia jodohmu terbaik untuk dunia akhiratmu semoga ditaqdirkan denganmu,,, ya tapi kamu jangan terlalu berharap sama dia nduk”

Aida:” Aida berharapnya hanya kepada Allah pak”

Bapak:”iya amin ya Robb”

Emmak:” apa an nih kok serius banget sih lagi ngobrolin apaan nih” kata emmak Aida yang datang dari dapur menuju ruang tamu

Aida:” ya…emmak kepo nih ya”

Bapak:” iya…kamu sih telat datangnya makanya gak ikutan ngobrol”

Aida:” ini loh mak…kita berdua lagi ngobrolin tentang si Indra mak”

Emmak:” iya…gimana tuh kabar si Indra…udah mau berangkatkah ke mekkah”

Aida:” ya belum lah mak…kabarnya tadi dia bilang tanggal 8 Februari ini dia mau jemput mobil merahnya ke Surabaya, ini mak foto mobilnya” sambil memperlihatkan ponselnya

Emmak:”ya si Indra…gak di candain tuh katanya mau ngajak kita jalan-jalan”

Aida:” udah mak…tak candain gitu…kata dia, dia mau jemput Aida kalau udah datang tuh mobil merah”

Emmak:” oh gitu ya….ya sudah nduk berdoa saja dah…dia kan sibuk jangan ganggu dia”

Aida:” Aida gak nyapa dia dulu mak…ya nyapa sewajarnya saja di WA, dia share foto apartemen dan villa di Bali”

Emmak:” iya katanya dia minta kamu nginep di villanya kalau kamu ke Bali itu ya”

Aida:”iya mak…tapi enggaklah malu Aida mak…ngapain ke Bali kalau belum bersuami”

Emmak:” semoga mata hati Indra ke buka dan mamanya juga…siapa tau habis umroh ini Indra dan mamanya datang ngelamar kamu”

Aida:” aamiin…ya Robb, tapi masa’ Indra mau sama Aida mak”

Emmak:” kalau sudah jodohmu ya pasti bersatu, yang penting kamu berdoa terus dah nak”

Aida:” iya mak…”

Obrolan itupun berakhir, karena sudah Adzan isya’ berkumandang. Sepert biasa Aida langsung sholat berjamaah dengan emmak. Bapak dan adik berjama’ah di mushollah. Usai sholat Aida mengaji dan berdoa:

Ya Allah jangan biarkan hati ini merana karena penantian yang belum jelas akan jawabnya ini, berilah hamba petunjuk dan jawaban akan pertanyaan akankan Indra itu akan mnjadi imamku? Berilah jawaban segera ya Allah, jika memang dia di taqdir hanya untukku, mudahkanlah jalan kami agar bersatu dalam ikatan suci pernikahan, hilangkanlah tirai penghalang beruapa keraguan diantara kami ya Allah, mantapkah langkah kami, ridhoilah kami ya Allah. Namun apabila Indra bukan jalanku ya Allah segeralah bri petunjuk, buatlah aku kuat dengan iman islam dan cinta kasihMu dalam menerima kenyataan ini, lapangkanlah hatiku ya Allah, hilangkanlah perasaan cinta dihati ini ya Allah. Gantilah dngan lelaki yang jauh lebih Taqwa, lebih tampan, lebih tajir, lebih dermawan, lebih tanggung jawab, yang belum pernah nikah, selalu menjaga iman islamnya ya Allah yang menetap di Probolinggo, sayang aku dan emmak bapakku. Beri bonus pula dia itu polisi atau tntara atau dokter yang sudah dinas dikementrian tampa ahrus dinas jauh-jauh dan terlalu berat. Agar hamba dan dia bisa beribadah bersama dalam bahtera cinta suci sakinah mawaddah warohma ya Allah aamiin ya Robb”

Sejak kejadian Indra memposting foto dengan pacarnya, Aida sudah menata hati agar lebih biasa perasaannya kepada Indra. Jika dilihat dari luar terkesan Aida yang mengharap dan bermimpi ketinggian mengharap milyuner kaya. Tapi pada kenyataannya. Indra yang memberi harapan, mulai SMA, saat kuliah hingga Aida berstatus khodijah. Indra ngaku single dan udah putus, maunya sama wanita muslim tulen asli Indonesia, mamanya ikut ngaminin kedekatan Aida dan Indra diobrolan telepon, dikasih mawar merah si Aida oleh Indra, dijanjikan akan jala-jalan sekeluarga, mengatakan kok nikah sih Aida kok gak nunggu dia katanya, dipanggil sayang, dikatakan Aida wanita yang paling cantk di dunia bagi dia, akan di umrohkan jika jadi Istri, akan dimodalin bisnis make up Aida dan WO Aida, pasti ramai dan romantis terus jika nikah sama Aida kata si Indra.itulah janji manis Indra, mungkin jika di ceritakan ke orang lain Indra dengan mudah akan bilang” ah aku tuh Cuma bercanda aja, Aida nya saja kebaperan,”. Padahal saat ngomong ekspresi dan mata dia mengatakan itu akan nyata adanya. Sudahlah Aida pasrahkan semua kepada Allah. Karena buah kesabaran Aida akan berbuah jauh lebih manis dari pada sabarnya itu yakin selalu Aida.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Perjuangan  Move on dengan sahabat rasa cinta lama

            Seseorang dengan gampang mengatakan “ move on dong…cowok loh banyak, masih banyak coeok yang jauh lebih baik”, tidak perlu sampai 5 ment mngatakan hal itu sudah cepat sekali terlontar. Ya…jika yang mau dilupakan itu orang yang sudah bikin kesalahan fatal dan dibenci sekali mungkin move on itu sudah cepat terlaksana. Akan tetapi jika itu adalah cinta pertama dan cinta terbaiknya sejak masa remaja dulu…dan dia datang disaat yang dikira tepat baginya, mungkin untuk move on butuh perjuangan extra. Hal ini terjadi pada Aida, yang sedang berjuang move on dari Indra. Mungkin orang akan mengatakan lucu dan konyol ya…belum ada pernyataan cinta dan belum ada kata putus kok mau move on lah pacarannya kapan ya? Perasaan Aida dan Indra ini sangat unik dan penuh kompleksitas yang tinggi, ya mungkin jika di buat ranah berfikir kognitif, tingkat kompleksitas persoalan hati keduanya mencapai level berfikir tingkat tinggi kali ya…?. memang sih Indra belum nyatain cnta, namun sikap dan ucapannya dia sudah menunjukkan cinta, bahkan kebebrapa orang yang dikenal Aida dia ngaku pacaran, aneh bin ajaib sih…ya sudahlah tapi namanya dinamika kehidupan kudu dijalani, Aida selalu sabar dan semangat berjuang move on.

Datang tanpa diundang, ngajak jalan tanpa diminta, nagsih perhatian tanpa diminta, bagi insan yang mengerti akan perasaan pasti bisa mengartikan apakah rasa itu?” tapi terkadang Aida berfikir, berkhayal, dan curiga,” masa’ iya Indra tega mempermainkan perasaanku,a motif nya, apa untungnya bagi dia?”pertanyaan itu selalu mengganggu fikiran Aida. Aida yang galau tingkat tinggi saat melihat foto Indra dan perempuan di Bromo melalu status WA Indra, kala itu tanpa fikir panjang Aida langsung memblokir akun FB dan Ig dan menghapus kontak Indra. Tujuannya agar Aida tidak sakit hati lebih parah lagi melihat postingan mesra Indra lainnya.

Hari demi hari Aida lalui dengan penuh lapang dada, dalam sholat dalam munajatnya Aida selalu memohon yang terbaik untuk dirinya, dia menangis kepada Sang Kholiq. Dia curahkan semua kekecewannya dngan Indra pada Sang Maha pengatur Hati dan Hidup.Aida berusaha kuat jika ditanya oleh sahabat karibnya dan bu Agus Tante Indra yang kebetulan jadi bu Kepsek di tempat Aida mengajar. Dua hari Aida absen dari kegiatan mengajarnya, kebetulan kesehatan Aida sedikit terganggu, pas saat hatinya galau tingkat tinggi. Tapi galaunya Aida dirumah bukan menangisi Indra loh ya…Aida buat istirahat dan membuat sholat ujian akhir semester aspek fisika untuk siswa SMP nya, ya maklum Aida tipikal orang yang susah diam. Bahkan galaupun Aida sempatkan menulis dilaman website pribadinya dia ceritakan semua isi hatinya. Tujuannya biar hati Aida lega bukan untuk menjlekkan orang lain atau menimbulkan ujaran kebencian loh ya.

Pagi hari yang sedikit mendung di hari jum at itu, Aida yang masih belum sembuh total dai batuk, pilek dan panas itu, bergegas mempersiapkan diri untuk berangkat ke sekolah. Emmak yang sudah siap dengan di depan teras menunggu keberangkatan Aida duduk di sana dan berkata

Emmak:”Aida kudu kuat ya Nduk…jika ada bu Agus atau yang lain bertanya masalah Indra ya Aida tanggapin dnegan sabar bilang saja sudah biasa…gak ada masalah kok”

Aida:” iya mak…ya masa’ bu Agus mau mengulas masalah Indra lagi mak?”

Emmak:” ya siapa tau nduk”

Aida:” ya semoga saja ya mak”

Emmak:”Nduk…nduk…dengerin emmak nduk” kata emmak dengan nada serius

Aida:” ada apa sih mak kok serius banget sih mak”

Emmak:” Nduk kalau kamu ketemu dia, misalnya kamu dijemput ke sekolah…kamu jangan mau, bilang saja, kamu itu bukan wanita murahan yang mau dijemput dijalan, kalau mau berkeluara sama kamu, suruh saja dia datang kerumah bersama mamanya untuk melamar kamu”

Aida:”kenapa mak kok gak boleh ya mak” tanya Aida dengan penuh penasaran

Emmak:” ya gak nduk emmak takut aja..kamu diajak makan makan ke suatu restoran pas makananan kamu atau minuman kamu itu dicampurkan dengan obat yang bisa membuat kamu tidak sadarkan diri, duhpas direkam dengan rekaman tidak senonoh”

Aida:” Astaughfirullah mak…jangan berprasangka jelek sama orang mak itu gak baik mak”

Emmak:” bukan berprasangka jelek nduk…tapi jaga-jaga Nduk, gak ada salahnya kan nduk  takutnya dia terlalu benci sama kamu terus bisa berbuat apa saja…intinyakalau dijemput dijalan jangan mau…kamu nurut ya sama mak nduk”

Aida:” iya mak…Aida gak bakalan ikut dia kalau dia jemput Aida di jalan”

Kemudian Aida bergegas untuk segera berangkat mengajar ke sekolah. Bapak Aida sudah siap untuk mengantar Aida ke sekolah. Aida memang diantar ke sekolah oleh Bapak, karena Aida trauma membawa sepeda motor karena Aida pernah jatuh dari sepeda. Makanya Aida sudah kembali pada kebiasaannya diantar jemput bapak ke sekolah.

Aida:” oke, Aida berangkat dulu ya ngajar, Assalamu’alaikum” sambil mencium tangan emmak

Emmak: Walaikumsalam, hati-hati nduk”

Aida pun berangkat kesekolah dengan diantar oleh bapak tercinta.Setiba di sekolah Aida menjalankan kegiatan mengajarnya. Alhamdulillah saat mengajar, Aida berusaha profesional saat mengajar dan Alhamdulillah Aida tidak mengalami kejadian yang ditakutkan. Hari- hari demi hari Aida jalani dengan penuh semangat. Aida tetap berjuang untuk move on dari bayang bayang Indra, meski sulit tapi Aida selalu berusaha agar bisa move on sempat suatu saat Aida mendapat informasi program beasiswa keluar negeri selama 2 tahun, Karena Aida ingin mencari pengalaman dan untuk mewujudkan cita-cita Aida yang dulu sempat belum terwujud karena belum mendapat izin dari Ibu. Dulu saat Aida lulus S1, Aida memang mengidamkan agar bisa kuliah S2 apalagi di luar negeri. Tapi itu hanya menjadi mimpi saja, karena ibu tidak mengizinkan Aida untuk study di luar negeri.Tapi Aida tetap bertekad untuk mewujudkan keinginannya agar bisa study ke luar negeri. Apalagi Aida sudah berstatus Khodijah makanya dia berani merantau untuk menuntut ilmu, kebetulan saat itu teman Aida yang bernama bu Rida sedang online di WA, dengan sigap Aida menanyakan perihal beasiswa itu

Aida:”Assamualaikum bu Rida? Gimana kabar?”

Bu Rida:” walaikumsalam bu Aida Alhamdulillah kabar baik bu Aida…bu Aida giman kabar?”

Aida:” alhamdulillah baik bu…oh ya saya mau tanya bu…apa syarat program beasiswa ke Australia itu bu?”

Bu Rida:” syaratnya akan saya share di WA berupa handbook ya bu?”

Aida:” oke bu… tapi itu pasti  kan kudu ada toefl bu?”

Bu Rida:” iya bu…dan ijazah serta dokumen yang lain harus diterjemahkan dalam versi bahasa Inggris”

Aida:” oh ya bu kalau ikut test toefl dimana ya bu dan berapa?”

Bu Rida:”saya ikut test toeft di malang bu bayar 500 ribu bu”

Aida:” yakin lolos gak ya bu?”

Bu Rida:” ya itu kan tergantung skornya bu?”

Aida:” oke bu makasih ya?”

Aida langsung mendiskusikan masalah info beasiswa dengan kakaknya di bali. Melalui telpon Aida berkonsultasi

Aida:” Assalamualaikum cak?”

Cacak:” walaikumsalam dek..iya kenapa dek”

Aida:” adik kan udah kirim info beasiswa ke australia dari mentri dalam negeri “

Cacak:” adik dapat infonya dari mana takutnya boong dek”

Aida:” ya gak lah cak itu adik dapat info dari teman adik cak di MGMP IPA perkumpulan guru IPA cak”

Cacak:” ya di cari infonya dulu”

Aida:”katanya sih kudu ada toelf cak”

Cacak:” ya jelas lah namanya mau studi diluar negeri kudu ada toef dunk Cuma skornya berapa kan…cari info dulu …kalau setau cacak sekitar 600-800 skornya. Temen cacak tu kan gak bisa studi keluar negeri ya karena terkendala toef dek”

Aida:” ya terus gimana dunk cak?”

Cacak:” ya terserah adik…”

Aida:” kalau inginnya sih adik ikut Cuma untuk biaya nya loh kan  500 ribu belum ongkos ke malangnya cak, honor adik gak nyampek segitu cak”

Cacak:” ya kalau untuk bantu biaya kecil-kecilan cacak bantu kabari kapan mau bayar”

Aida:” tapi adik ragu cak, uang segitu pas adik ikut toeft eeh gak lulus pas kan hangus cak kudu ikut lagi bayar lagi, ya namanya perjuangan juga butuh modal sih, lagian adik kan belum pernah ikut toefl cak, toeft itu gimana sih cak”

Cacak:” kalau cacak sih pernah ikut toeft dulu dek…ya soalnya tetntang reading, writing retelling, dan listening. Kalau cacak kelemahannya di listening kan pakai suara native speaker dek?”

Aida:”adik juga lemah dilistening dulu saat SMA cak. Lah native speaker itu apa cak?”

Cacak:” native speaker itu pembicara langsung dek, gak sama loh ngomongnya cepat English yang bagus ya dari negara Inggris itu kalau Australia ya Inggrisnya juga kocar kacir.”

Aida:” aduh gimana ya cak…mending jangan deh cak…lagian sama emmak juga ndak boleh belum lagi terjemahan Ijazah dalam bentuk B Inggris dari kampus harus tebus 250 ribu belum ongkos wira wiriya cak “

Cacak:” ya jelas lah dek semua dokumen kudu di translate dalam bentuk bahsa Inggris melalui Instansi asal bukan diterjemahkan sendiri ongkos insyaAllah cacak bantu, kan bisa berangkat sama bapak adik ke Malang dan ke Jembernya dek . anggap saja adik dan bapak jalan jalan gitu dek”

Aida:” gimana ya cak”

Cacak:” ya kalau adik ragu, mulai sekarang ikut les ke Probolinggo nanti kalau udah mantap baru ikut toeft persiapan adik mau studi ke luar negeri”

Aida:” baiklah cak, oke dah makasih ya cak….pencerahannya, wasssalamualaikum cak”

Cacak:” walaikum salam”

Wawancara singkat dengan cacaknya itupun selesai. Niat Aida ingin keluar negeri disamping untuk mewujudkan mimpinya, Aida juga ingin lepas dari bayang-bayang Indra dan berharap dipertemukan dengan jodoh terbaik di negeri lain. Akan tetapi Emmak Aida melarang bapak juga tapi melarang secara halus. Aida ingin berangkat diam diam namun hati Aida tidak bisa untuk berdusta kepada kedua orang tuanya. Hingga di suatu waktu Aida menyampaikan niatnya untuk study ke lauar negeri itu kepada kedua orang tuanya

Aida:” mak emmak Aida boleh ya kuliah S2 keluar negeri?”

Emmak:” ke mana nduk?”

Aida:” ya ke Australia mak..dua tahun aja kok…ini program mentri dalam negri, biaya gratis mak, Cuma persyaratannya dilengkapi sendiri”

Emmak:”aduh nduk jangan diitung manis aja nduk…kamu cewek loh disana gak ada sodara sudahlah nak disini saja ngajar toh jika sudah rejeki bakalan diangkat PNS juga kok sambil kamu telateni usaha rias manten kamu nduk, insyaAllah sukses juga nduk…lagian nduk mau dikejar kemana sih nduk toh jika rejeki gak bakalan kemana nduk…perlunya untuk makam kan…cukup wes nduk kamu ngerantau jauh dari emmak bapak”

Aida:” iya mak…gak apa- apa kok Aida fokus kerja di kampung saja”

Emmak:” gitu dong itu baru anak emmak yang paling cantik”

Aida:” ya cantik lah mak…”

Aida selalu berusaha menyemangati dirinya agar selalu kuat menghadapi hidup ini yang penuh perjuangan, meski dibully di sosmed ya Aida selalu hadapi dengan senyum bagi Aida Hater  itu Lover yang tertunda. Aida memamg sering memposting semua aktifitasnya baik itu hunting foto, dokumentasi mengacar, latihan merias, semuanya ia posting tanpa dipilih  karena bagi Aida sosmed adalah media penyimpanan yang tidak perlu beli memory card .Jadi bagi para pengikut akun Aida mohon maaf jika kebanyakan postingan Aida. Kadang ada teman yang menyarankan agar mengontrol diri saat dikamera, bagi Aida itu sah sah saja dan tidak merugikan orang lain, teman Aida itu menyarankan takut lawan jenis yang naksir Aida bakalan kabur karena selfie mania Aida, tapi Aida selalu santai menanggapinya, bagi Aida jika sudah jodoh pasti bersatu dengan yang terbaik tanpa harus menjadi orang lain.

 

 

 

Hunting Foto di view pantai topik milyuner

       Siang hari yang panas itu tidak menghalangi Aida dan teman ngajar di suatu sekolah swasta untuk menjelajah keindahan pantai Duta  yang terletak di desa Randu Tatah –Paiton-Probolinggo. Kala itu Aida dan rekannya yang bernama Bu Resta menghadiri pertemuan yang dihadiri rekan guru lain dalam rangka silaturrahmi anggota perserikatan yang ada disekolah Aida. Seusai acara itu mereka berdua bergegas menuju parkiran motor, Aida menumpang pada Bu Resta karena Aida memang kurang fasih membawa motor.

Aida:” ayuk dah bu kita pulang”

Bu Resta:”kita mau langsung pulang atau mau kemana nih bu?”

Aida:” ke  pantai Duta yuk? Kan belum pernah ke sana Bu Resta kan?”

Bu Resta:”iya sih berapa tiket masuknya?”

Aida:” dulu sih aku kesana dengan temanku 5 ribu per orang”

Bu Resta:”teman apa teman hayo?’

Aida:” ya temen lah….teman kuliah bu cewek kok, aku kalau keluar sama teman cowok ya di larang Bu sama emmak”

Bu Resta:” gitu ya…jauh gak bu lokasinya dari sini”

Aida:” ya lumayan sih bu?”

Bu Resta:’ lumayan gimana maksudnya?”

Aida:” lumayan jauh”

Bu Rseta:”aduh gimana ya?”

Aida:” ya udah bu kalau samean capek ya gak usah bu?’

Bu Resta:” bukan itu bu tapi…uangku nipis”

Aida:” sama sih bu…ya udah bu saya yang bayar tiket masuknya dah bu”

Bu Resta:” wah banyak uang nih….beneran bu”

Aida:”iya lah bu masa’ boongan bu…bensin cukup kan?”

Bu Resti:” InsyaAllah cukup kok”

Aida:”oke bu…ayuk kita berangkat”

Bu Resti:” ayuk…”

Mereka berduapun berangkat, dalam perjalanan agar tidak mengantuk Aida dan Bu Resta mengobrol dan sesekali menyanyi yah…meski suara Aida tidak semerdu Bu Resta, Aida percaya diri menyanyikan lagu sholawatan, begitu juga bu Resta. Sesampainya di alun-alun Kraksaan, Aida dan Bu Resta menyempatkan untuk berfoto secara bergantian di alun-alun Kraksaan lalu mereka berdua melanjutkan perjalanan. Dan Akhirnya mereka berdua sampai di pantai Duta, mereka berdua asyik menikmati pemandangan pantai Duta yang indah sambil berfoto secara bergantian, Aida membuat vlog traveler, bu Resta bernanyi di aplikasi online karaoke. Penat dengan kegiatan itu, akhirnya mereka berdua duduk di rindnagan pohon cemara. Sambil menyampaikan uneg-uneg di hati.

Aida dan Bu Resta memang tidak lama kenal tapi keduanya sudah akrab karena kesamaan hobby yang suka jalan-jalan, kesamaan golongan darah O dan otomatis sifatnya agak ada kesamaan meski tidak sama 100% ya khan…dan kebetulan Bu Retsa ini sahabat karib Mbak Indri kakak kandung Indra dan kebetulan pula Indra juga akrab dengan Bu Resta sejak Indra kecil karena bu Resta ini sering maen ke rumah Mbak Indri. Bu Resta juga mengetahui hubungan Aida dan Indra yang merenggang bahkan terancam tidak akan ada kontak lagi. Indra juga pasti bercerita versi dia sendiri ke Bu Resta. Nah…pada kesempatan itu Bu Resta ingin menyampaikan sesuatu perihal Indra kita berdua sharing di pantai itu dari hati ke hati.

Bu Resta:”Bu Aida yuk kita duduk santai di rerumputan itu…ini sudah jam berapa nih”

Aida:”jam 3 kurang, kenapa bu?”

Bu Resta:”Bu Aida gak dicariin sama emmak bapak?”

Aida:” kalau saya jalan sama bu Resta, emmak bapak gak bakalan khawatir bu…santai saja”

Bu Resta:” baiklah kalau begitu bu…kita pulang se jam lagi gak apa kan?”

Aida:” ya gak apa kok bu…”

Bu Resta:”gimana kabar Bu Aida dengan si Indra?”

Aida:” saya sudah hilang kontak bu…semua sosmednya saya blokir bu?”

Bu Resta:” lah kenapa bu?”

Aida:” ya males kecewa saja bu…”

Bu Resta:”sebenbarnya saya mau ngomong mending bu Aida jangan terlalu berharap pada Indra…tempo hari saya kan pernah cerita jika dia ndak milih Bu Aida, maka Bu Aida jangan patah arang, saya mau bilang mending jangan bu…jangan….tapi setiap saya menyebut nama Indra aura wajah bu Aida langsung pink gitu, jadi saya tahan gak menyampaikan ke bu Aida”

Aida:”sekarang aura pink itu berubah menjadi kelabu bu…sudahlah bu saya ndak mau mengingat dia”kata Aida dengan penuh esmosi….emosi maksudnya

Bu Resta:”harusnya bu Aida ndak perlu memblokir akun dia bu…bu Aida buktikan bahwa bu Aida baik baik saja, stop ya…jangan emosi katanya mau bicara dari hati kehati lah ini kok malah emosi” kata bu Resta sambil melucu

Aida:” ya gak gitu bu saya males mending gak ngelihat postingan dia sama cewek singapura itu…duh saya mah gak kalah kok cantikan saya, saya kan original gak ada operasi opersian…plis deh”

Bu Resta:” la…lah…kok malah tambah emosi nih aduh herman deh aku” sambil bercanda

Aida:” sorry-sorry bu bukan emosi ke Bu Resta tapi sama dia bu…untung saya gak jadi sama dia …dia kan gak tau ya…dia hidup diluar negeri bulsyet dan mustahil kalau gak pernah ML sama orang, maaf bukan suudzan tapi feeling saya pasti benar”

Bu Resta:” ya…iya…dia sudah ngaku kok kesaya dia pernah gitu…tapi semenjak 6 bulan ini dia insyaf kok…apalagi romadhon ceweknya mau mualaaf…”

Aida:”loh dia cerita ke samean gimana awalnya bu?”

Bu Resta:” iya saya chat dia saya bilang cantik ya dek semoga lancar acaranya…dia bilang makasih mbak doain romadhon ini dia muallaf”

Aida:” mau dia masuk islam masuk hindu budha bukan urusan saya bu…Alhamdulillah…kalau saya kan jelas sudah second lah halal oleh mantan suami…lah dia pasti gak Cuma satu dua cewek….aduh apalagi diakalau udah LGBT penyakit hina itu duh masyaAllah…apalagi dia di Bangkok lama katanya sih negara ternista moralnya…semoga dijauhkan aamiin, aduh amit amit deh  mau masuk islam,,, yang cowok katanya pernah ikut agama lain yang cewek masuk Islam Cuma buat biar bisa nikah aja…mau umroh si Indra nya ya…mungkin gak jadi sholat bu…jadinya Islam KTP duh semoga dijauhkan dari hal itu”

Bu Resta:”ampek segitunya deh…bu…samean ngomong gitu tapi hati samean pasti sayang sama dia…itu karena bu Aida terlalu cinta sama dia”

Aida:” apa bu…cinta gak lah…”

Bu Resta:”ye…kalau mama dia datang sama dia bu bawa mahar samean gak bakalan berani nolak gimana ya…?”

Aida:” ya gak mungkin lah bu”

Bu Resta:” Bagi Allah tidak ada yang tidak mungkin bu…aamiin gitu napa bu”

Aida:”eemmmm” diam seribu bahasa dalam hati meng aminin doa bu Resta

Bu Resta:” hayo…bengong aja nih…pasti kepikiran Indra ya.. sudah bu…menurut saya,,, ini saran loh ya boleh kan?.”

Aida:” iya bu sampaikan saja gak apa kok”

Bu Resta:”sebaiknya bu Aida tetap bersahabat jangan benci sama dia…Indra itu loh sayang sama bu Aida…ini salah bu Aida juga…mungkin Indra juga seperti bu Aida sakit hati saat Bu Aida merrid dulu”

Aida:” loh kok bisa saya yang salah…kan dia gak ada komitmen bu…bilang kek..kalau dia mau nikah sama aku biar aku tunggu lah ini dia gak ada ngomong apa sama aku bu….”

Bu Resta:” harusnya bu Aida nunggu dia dong kan dia punya impian bu”

Aida:” loh emang Cuma dia punya impian saya juga…tapi kalau dia gak ada komitmen masa’ saya mau nunggu yang gak pasti…oh pantes aja waktu nikahan Aindin aku hadir dia itu nyanyi gak mau lihat aku dan gak mau turun panggung nyamperin aku bu”

Bu Resta:” pasti dia tau kalau bu Aida mau nikah”

Aida:” iya bu…”

Bu Resta:” orang kalau gak tau dikira bu Aida yang ngarep dia…makanya bu Agus sampek chat bu Aida kalau bu Aida jangan terlalu tinggi bermimpi”

Aida:” iya bu….orang kalau lihat dari luarnya dikira saya yang berharap terlalu tinggi sama saya, saya ketinggian bermimpi orang miskin berharap dinikahin milyuner kayak Indra itu padahal hal sebenarnya tidak seperti itu…di SMA dia bnembak aku dan berjanji akan ngelamar nikahin aku…di jogja dia samperin aku saat aku study tour, saat aku udah janda dia datang sendiri ke rumah dan jemput aku kesekolah. Itu semua bukan saya yang minta bu”tegas Aida

Bu Resta:” iya bu yang sabar bu…orang taunya bisa menilai dan memandang sebelah mata yang tau itu Bu Aida Indra dan Allah….iya kan bu?”

Aida:” iya bu”

Bu Resta:”saya juga gak habis pikir di kantor SMA itu ada aja yang ngomongin dan cari celah kesalahan orang padahal kan jarang ketemu Cuma sedikit gurunya kan di SMA harusnya orang yang seperti bu Aida ini dirangkul karena masih banyak potensi bu Aida yang mereka gak tau dan gak mau mnegakui…bu Aida yang sabar kudu bisa kontrol emosi kontrol diri apalagi kalau udah di depan kamera duh masyaAllah…bagi saya sih wajar saja kan dunia akhir zaman yang penuh dengan teknologi karena gak ada orang yang mau ngerti kita adanya Cuma ponsel dan sosmed akhirnya curhat disosmed, posting kegiatan di sosmed bagiku sih wajar bu Aida kan masih sendiri gak ada suami masih…ya…orang tuh ada aja…kalau gak suka kan tinggal blok gak usah rempong sampek pernah neror bu Aida segala… “

Aida:” iya sih bu…aku tuh Cuma buat dokumentasi aja di sosmed…aku tuh gak tau mana foto terbaik makanya aku posting semua bu dari pada bingung”

Bu Resta:” banyak kok foto bu Aida yang bagus masa’ pada saat itu dnegan make up dan baju yang sama bnayak foto diberanda kan orang bosen bu lihatnya”

Aida:” iya juga sih tapi biarlah bu kan FB ku sendiri”

Bu Resta:” ya saran saja sih bu…okelah kalau begitu dah sore nih yuk kita pulang”

Aida:” ayo bu….takut kemaleman bu”

Mereka berduapun segera pulang, tapi mereka berdua tidak lewat jalan yang dilalui saat berangkat tadi, tapi mereka memilih jalur alternatif, ya untuk cari pengalaman dengan memanfaatkan aplikasi google maps. Sesampainya dirumah Aida melakukan aktivitas seperti biasa. Tidak ada yang special, meski masih ingat dikala sendiri tentang Indra, kalau jiujur Aida gak bakalan lupa kenangan dengan Indra tapi Aida berusaha memanage perasaannya itu.

Dimake over biar gak kalah sama cewek Singapura Indra

    Aida memang suka dan cinta akan dunia merias wajah sendiri maupun wajah wanita lain. Meski di bully karena belum sebagus Make Up Artis Handal. Aida tetap yakin dan giat melatih kemampuannya dalam bidang rias, meski perlatan dan produk make up yang digunakan belum branded. Tapi Aida semangat dengan mengikuti youtube channel perias favoritnya dari Malang yang sudah nge hits itu. Semuanya Aida lakukan secara autodidak tanpa privat. Bukannya Aida pelit, namun dari honor dia sebagai guru honorer tidak mencukupi untuk langsung membeli alat dan produk make up branded. Aida mulai mengumpulkan alat alat make up meski produk dan alatnya kualitas dibawah original alias KW namun ada beberapa yang original Aida yakin suatu saat jika sudah waktunya tiba usaha rias Aida akan sukses dan jaya.

Kketika bertemu dengan Bu Resta yang kebetulan juga hobby merias, disekolah itupun mereka mempunyai resncana cantik.

Bu Resta:” Bu…ini siapa ya” sambil memperlihatkan isi ponsel

Aida:” itu saya bu latihan make up dimuka sendiri”

Bu Resta:” udah bagus Bu tinggal menghaluskan saja kok”

Aida:” terimakasih bu…ajarin saya bu kita sharing”

Bu Resta:” boleh bu…kapan ya kita bikin tutorial gitu…”

Aida:” kapan ya bu….?”

Bu Resta:” tapi anak anak saya harus dikondisikan dulu”

Aida:” gimana kalau di rumah saya aja bu”

Bu Resta:” boleh sih”

Aida:” oke bu nanti kabari ya bu…”

Bu Resta:”baiklah”

Tanpa direncanakan, hari Rabu sore bu Resta datang ke rumah, dia mengantarkan jatah konsumsi rapat bu Aida. Hari itu Bu Aida berhalangan hadir rapat di sekolah. Sore hari di teras rumah orang tua bu Aida tiba tida ada sepeda motor matik datang

Bu Resta:” Assalamualaikum”sambil turun dari motor

Aida:” walaikumsalam bu, ini tumben mampir sore sore nih ada apa ya”

Bu Resta:” ini bu saya menyampaikan amanah “sambil memberikan nasi kotak

Aida:”kok repot repot bu…kan bisa dikasihkan ke dek oksel bu?”

Bu Resta:” ya ndak bu kan jatah bu Aida”

Aida:” baiklah…terimakasih ya bu? Ayuk masuk dulu”

Bu Resta:” oke…”

Aida:” buk…ayuk make over saya sambil ajarin saya nih….aku ingin dimake over bu Resta”

Bu Resta:” aduh gimana ya bu saya capek pool aku mau sidak ke kamar bu Aida nih”

Aida:” ooo ya udah gak apa-apa bu, lain kali saja ayuk masuk bu”

Bu Resta:” lihat koleksi make upnya bu”

Aida:” ya beginilah kamar saya bu berantakan…ini bu…”sambil membongkar isi tas yang berisi make up”

Bu Resta:” Alhamdulillah ….sudah bagus nih alat dan bahannya bu…kalau gak sekarang kapan lagi ya…okelah…ayuk”

Aida:” beneran bu..?”

Bu Resta:” iya bu…

Aida:” cuci tangan dulu bu.,..sekalian saya mau cuci muka bu”

Bu Resta:” oke…permisi ya bu”sambil menuju kamar mandi yang diantar Aida

Setelah selesai cuci muka dan bu Resta cuci tangan, mereka berdua menuju ruang depan kamar Aida. Aida sibuk mempersiapkan peraltan yang akan dipakai termasuk kipas angin. Lalu make overpun dimulai. Ditengah sibuk merias muka Aida, bu Resta mulai membahas Indra

B u Resta:” ehem…mau kemana bu?” kata bu Resta sambil menggoda Aida

Aida:”mau akad nikah bu…tapi nungguin prince nya masih on the way yah…semoga saja gak  nyasar biar cepat sanpai ya say…”

Bu Resta:”emang siapa ya prince nya ya….?”

Aida: ya pastinya  laki-laki baik, sholeh, tampan, tajir, tanggung jawab”

Bu Resta…eemmm Indra?”

Aida:” iihhh apaan sih Bu…ya gak lah emang dia sholeh?”

Bu Resta:” InsyaAllah sholeh…”

Aida:” bu…kalau sholeh gak mungkin diam berdua ya gak tau ngapain sajs sama cewek Singapura itu”

Bu Resta:”Bu Aida sayang khan…sama dia?”

Aida terdiam lalau bu Resta dengan sigap menjawab pertanyaan dia sendiri

Bu Resta:” sayang  pastinya…kalau sayang bu Aida pasti berprasangka positif apapun yang dia lakukan, sudah lah bu…Ikhlaskan saja…tanamkan dibenak bu Aida dia bukan untuk bu Aida…kalau sudah plong insyaAllah hidup ini akan santai dan Indah…harusnya Bu Aida gak perlu blokir FB IG dia…jalin terus silaturrahmi…berteman saja…Indra sayang sebagai teman bu Aida”

Aida:” tapi untuk sekarang gak dulu bu….”

Bu Resta:” wajar bu Aida seperti itu…bu Aida sedang shcok…orang yang diidamkan tidak memilih bu Aida, saya juga bilang ke bu Agus kenapa kok sampai bilang bu Aida jangan bermimpi terlalu tinggi”

Aida:”orang yang gak tau aslinya hanya tau luarnya saja pasti menyalahkan aku dan memvonis aku kok bermimpi terlalu tinggi, mengkhayal ingin dinikahin milyuner…padahal dia yang memberi harapan palsu biarlah aku Indra dan Allah yang Tahu”

Bu Resta:” iya bu…tapi itu kan masa lalu, sekarang kenyataan berkata lain”

Aida:”memang itu masa lalu bu…tidak akan ada masa sekarang jika tidak ada masa lalu…tidak akan ada akibat jika tidak ada sebab, sudahlah bu….males saya tidak ingin tau dia makanya saya blok akun dia males lihat dia”

Bu Resta:”kalau saran saya mending bu Aida berteman baik kan bu Aida sahabat terbaik Indra…siapa tau dia mau membantu memeodali usaha rias dan WO bu Aida”

Aida:” aduh bu…ntar saya dikira manfaatkan dia bu”

Bu Resta:” sudah jangan dengarkan omongan orang lain bu…toh yang penting bu Aida gak tidur sama dia…ini kasarannya loh ya”

Aida:” duh..astaughfirullah…semoga dijauhkan bu…tapi untuk waktu dekat ini biarlah bu lah kenapa bu Resta bisa ngomong gitu apa Indra cerita ke Bu Resta”

Bu Resta:” ya gak bu….Cuma persepsi saya aja”

Aida:” ooo…begitu”

Bu Resta:” duh…masya Allah cantiknya …”sambil menyelesaikan riasan dimuka Aida

Aida:” aaminn…makasih bu Resta”

Bu Resta:”kok bisa gak mau gitu ya dia ya bu…padahal bu Aida cantik”

Aida:” ya kha…gak kalah kan sama cewek Singapura itu khan…”dengan nada agak kesal

Bu Resta:” aduh…istighfar bu”

Aida:” astaughfirullah…kudu sabar ya say…biarlah pasti ada yang mau sama saya pasti yang jauh lebih baik daripada si Indra brekele itu”

Bu Resta:” sudah…gak boleh emosi….nih mau selesai”

Aida:” sekalian sama hijabnya ya bu”

Bu Resta:” wah jadi saya gak boleh pulang nih”

Aida:” ya gak gitu bu…kan biar bagus fotonya masak hijabnya gak dipakek in”

B u Resta:” oke…”sambil menata hijab Aida

Ditengah asyik merias….Emmak Aida duduk dan sambil menonton TV didekat mereka berdua

Emmak:”cantik dah nduk manglingi”

Aida:” iya lah anak emmak…”

Bu Resta:” bapak Rudi mana ya bapaknya bu Aida”

Aida:” ada bu…palingan ntar siap siap mau ke musholla kan mau maghrib bu”

Bu Resta:” duh Aida se Raddin…putranya bapak mudin…” sambil menyanyi lagu dangdut

Aida:” putrinya bapak RW bu….kembeng mawar merah tand mata deri dika…”

B u Resta:” loh kok ganti liriknya kan harusnya sapu tangan merah wah…kasus nih…hehehhe”

Aida:” ya gak bu…saya memang ganti”

Bu Resta:” bunga mawar merah dari Indra ya…”

Aida:” kalau sahabat gak =mungkin ngasih mawar merah harusnya mawar kuning”

Bu Resta:” sekarang mawar merahnya ada dimana masih disimpankah”

Aida:” udah mak  yang nyimpen”

Emmak:” iya biar emmak yang naruh dah…biar Aida gak selalu ingat sama Indra yang memberi harapan palsu itu”

Bu Resta:” sabar buk…eeh…foto yuk”

Aida:” oke… buk di share di FB bu Resta ya…biar si Indra lihat…kalau perlu japri ke WA dia biar dia lihat…aku loh gak kalah sama cewek cafe dia tuh…kan dia ketemu di cafe sama cewek Singapura itu khan…”

Bu Resta:” ooo gitu ya bu….”

Aida:” jangan dah…ntar gimana-gimana udah lah gak usah buk”

Mereka berdua asyik foto…dan buat vlog hasil rias…sampai selesai Adzan maghrib fotonya masih belum kelar lalu sesudah membagikan file foto dari ponsel bu Retsa ke ponsel Aida, bu Restapun pulang. Aida merapikan peraltan yang sebelumnya dibantu bu Resta,. Lalu Aida berbuka puasa sunnah lanjut sholat maghrib.

Sunyinya malam di kala Aida ingin terlelap, selalu teringat bayang Indra, padahal Aida sudah menanamkan pola pikir di benaknya agar segera move on dari Indra. Tapi entah mengapa kenangan indah nan manis semasa SMA selalu terbayang. Aida teringat kala Indra datang dengan motor matic pink hitamnya dengan jaket hitam kadang dengan sweter yang kra kemeja putihnya terlihat di lehernya, Ia turun dari motornya dengan tas ransel dan memengang beberapa buku paket pelajaran, ia berjalan menuju kelasnya dari koridor lorong kelas. Kenangan Aida dan Indra yang saat berdiskusi pelajaran di kelas, saat berdebat pelajaran, saat bersaing memperoleh nilai baus. Apalagi kenagan saat Indra datang ke rumah Aida dan Indra menjemput Aida dari sekolahnya. Indra memperlakukan Aida bak Cinderella. Kenangan itu tidak akan hilang tapi biarlah menjadi masa lalu dan cerminan hidup agar menjadi pribadi yang jauh lebih baik.

 

 

 

 

Hilang Kontak nyambung lagi

Saat hilang kontak, Indra memberi kabar lewat WA, padahal Aida sudah berusaha berjuang untuk melupakannya. Setelah Aida membuka layanan data internet muncul nomor Indra yang mengabari Aida kala itu Indra ada di Mekkah

Nama Kamu aku sebut ya, bismillah udah di Mecca aku, aku doain sukses kamu semuanya. Orang-orang yang aku ingat terkemang di buku itu. (sebelumnya dipesan teratas dia share picture tulisan tangan dan sekumpulan nama orang) Semangat ya untuk kita berdua 1001 X. salam hormat ibu bapak kamu. Kamu saudara aku yang terbaik”

Aida yang kala itu sedang bersantai di kamar sambil membaca pesan singkat WA dari Indra, dengan spontan air mata membasahi pipinya. Entah apa yang dia pikirkan. Antara benci, kesal, kecewa, sayang, rindu campur aduk bak gado gado. Aida tidak serta merta menjawabnya. Dia ingin menenangkan diri. Kemudian 3 hari setelahnya Aida membuat tulisan dikertas lalu mengesharenya melalui jaringan pribadi (japri)WA Indra

Oke semoga umroh kamu lancer, Aku sekeluarga bisa bertamu ke Baitullah bersama imam Sholeh, Taqwa,Tampan,Tajir dan Tanggung jawab berani menjalankan komitmen tanpa memberi harapan palsu yang penuh kehampaan yang sangat menyiksa batin dan dada ini aamiin…Saudara itu paham jika saudaranya terluka…paham akan kesulitannya…

Semoga Allah terima ibadah umrohmu, kamu tambah Taqwa no maksiat dan Allah bukakan hatimu untuk jauh lebih paham pada hatiku…katanya saudara khan…..Tapi maaf aku gak bisa hadir jika ada wanita lain…bukan cemburu cuma gak enak hati ini….sudahlah gak usah dibahas

Salam hormat dan sayang tulusku untuk mama Rumania dan Papa Soejiono and all Yonico Family…Aini Love them full no fake”

“Aku hanya minta didoakan  di depan Ka’bah  kiblat umat Islam sedunia agar aku dipermudah dari segala hal, bahagia sukses dunia akhirat until jannah dan kamu pulang dengan selamat serta menjadi muslim sejati, hatimu selalu tenang, rajin ibadah, tampan hati dan jiwamu aamiin ya Robb

Di Jabal Rohmah tempat bertemunya Nabi Adam dan Siti Hawa ….tolong sebut namaku agar dijodohkan dengan Imam Sholeh dan Baik (4T,1S Taqwa, Tampan, Tajir Tanggung Jawab dan Setia yang dapat menjadi imam sholeh dan sahabat untuk duniaku, agamaku,dan akhiratku aamiin Ya Robbal Aalamiin

Kangen Indra yang dulu lebih kangen lagi Indra yang sekarang….he…he..he..gak kok just kidding pish….

Mana Picture kamu pakai ikhrom sama mama papa wajib kirim loh ya”

Lalu Indra menjawab WA Aida

Makasih Aini…selamat istirahat daoku selalu”

Aida yang melihat balasan chatingan WA dari Indra di pagi harinya…sangat senang namun sangat kecewa karena dia tidak mengirim picture dia saat berikhram di Mekkah bersama mama papanya. Tapi Aida tak mau berfikir negatif, biarlah kata Aida. Aida melakukan aktifitas seperti biasa dan tetap berjuang move on dari bayangan Indra.

 

Saat Indra Ulang Tahun ke 27 Tahun tepat 16 Maret 2018 Aida mengucapkan selamat lewat WA

Happy Milad ya…berkurang 1 tahun sudah sisa umurmu….semoga barokah umurmu lebih taqwa kamu ….jika ada sesuatu jangan lewat Bu Agus ya  Pak Indra, jalan kita sudah masing-masing saling mendoakan semoga sukses dunia akhirat kita dijalan masing-masing ini”

Selang beberapa menit Indra langsung menjawab WA Aida

Kangenn…tau…ama kamu…ketawa bareng

Aida yang kala itu sedang istirahat di kantor ruang guru, gemeteran tangannya sambil dag dig dug der detak jantungnya berdetak jauh lebih kencang dari biasanya. Tapi saat itu Aida masih kesal dan kecewa pada Indra. Lalu di jawablah WA Indra

“Kan udah Avrill…yakin kangen gak palsu”

Indra diam seribu bahasa dan Aida tidak melanjutkan chat WA kemudian langsung menjawab kembali 20 Maret 2018 setelah menceritakan kepada bapak emmaknya perihal Indra menghubungi Aida lagi.

Pagi hari saat Aida membantu emmak memasak di dapur dan bapak yang sedang mempersiapkan pakan ternak ayam, Aida menceritakan perihal Indra kepada kedua orang tuanya.

Aida:”Mak…Indra nyampaikan salam lagi ke Bu Agus..katanya jangan putus tali persahabatan ini…”

Emmak:” lah…apa hubungannya ya…kok dia cerita ke bu Agus,…emang udah kiyut nyalinya mau bilang ke kamu kok gak berani menyampaikan secara langsung ke kamu nduk”

Aida:” iya itu mak…mungkin gayanya dia aja mak…ya Aida bilang ke bu Agus udah bu saya gak mau tau udah tentang dia…orang memang nyangkanya saya yang berharap terlalu tinggi sama Indra sang milyuner tapi kalau tau aslinya tidak seperti itu, saya ini kan orang gak punya ya wajar orang punya pikiran rendah dan meremehkan saya padahal dari SMA dia yang nyatain cinta terus ke saya, sudahlah bu,…suruh bilang langsung saja bu kalau berani, Aida bilang gitu mak”

Emmak:” iya nduk….biar bu Agus tau kalau bukan kamu yang ngarep dia”

Bapak:” ada apa nih kok serius banget nih ya…”kata bapak sambil mempersiapkan pakan ayam

Aida:” enggak pak…Cuma cerita tentang Indra”

Bapak:” iya kenapa nduk…ada info baru apa tentang Indra, katanya udah putus kontak”

Aida:” iya pak…Indra itu ngasih salam ke bu Agus kalau saya jangan memutus tali persahabatan…”

Bapak:” lah yang mutus kan dia sendiri, kok bisa Aida yang disalahin”

Aida:” iya itu pak”

Bapak:” iya nduk gak apa balas aja chatnya…bilang siapa yang mutus…kan kamu sendiri gitu nduk…bilang juga mana oleh- oleh yang dari Mekkah gitu Nduk…bapak memang mimpi…kalau akan ada tamu besar ke sini…banyak jamur yang memayungi kamu nduk…sudah gak apa sambng lagi chat dengan Indra,,, gak apa kok”

Aida:” ya gak lah pak ntar dikira Aida yang ngarepin dia pak….emang sih dia chat Aida dulu saat dia di Mekkah nama Aida disebut katanya pak”

Bapak:”iya asal jangan tampakkan sebagai pacar gitu nduk”

Aida:” iya gak lah pak”

Emmak:” ya kalau dia patuh sama mamanya…mamanya kan gak ingin Indra jauh dan lagian cewek yang bule itu kan gak jelas asal usulnya…kalau dia dengerin mamanya…Insya Allah jika masih jodohnya Aida gak bakalan kemana pasti jodoh dengan anak emmak”

Aida:” lah emmak kok punya pikiran dan keyakinan seperti itu”

Emmak:” iya…kan mamanya Indra gak mau kan Indra jauh dengan mamanya dan pasti mamanya ingin yang terbaik ntuk Indra…masa’ mau mantu sama orang luar yang gak jelas apalagi dia cewek cafe di luar negeri”

Aida:” lah emmak kok punya pikiran seperti itu mak?”

Emmak:” lah dari penampilan di foto yang kamu kasih unjuk tempo hari lalu kan kelihatan toh dok dia cwek pelacuran gitu….pasti Indra ketemu dia di cafe toh gak kalah kok anak emmak lebih cantik”

Aida:” iyalah…Aida gitu loh…emang benar mak Aida lihat di IG dia Indra foto sama cewek itu di club malam”

Emmak:” iyalah nduk….ya kalau sudah jadi suamimu kelak semoga bisa kembali ke jalan Allah”

Bapak:” ya kudu kuat mental sebelum jadi suami ya memang gitu si Indra…”

Aida:” memang gitu gimana maksudnya pak?”

Bapak:” ya,,,”belum selesai menjawab emmak langsung menyambung pembicaraan

Emmak:” ya.. di sini ada disana ada cewek, di  Jakarta ada..di australi ada…pokoknya dimana dia ada…pasti ada cewek…titisan bapaknya yang suka ke wanita kan dia nikah diam diam”

Aida:” aduh mak…masa’ Indra gak bis aberubah kalau jadi jadi suami”

Emmak:” ya semoga saja nduk dia bisa berubah”

Bapak:” dia itu bisa berubah jauh lebih baik dia tipe cowok yang gampang terpengaruh makanya kudu kamu yang membimbing ke arah yang lebih baik tentu dengan lemah lembut”

Aida:” waduh pak…masa’ Aida yang membimbing dia…kan Aida yang butuh Imam”

Bapak:” Imam kalau salah atau lupa kan makmum mengingatkan”

Aida:” iya juga sih…sudahlah pasrahkan kepada Allah saja…Aida mengharap yang terbaik dari segala yang terbaik pak”

Bapak:’ aamiin…”

Aida yang teringat oleh pesan bapak untuk segera men chat Indra segera bergegas menulis chat kepada Indra, ya meski Aida masih kecewa dan sakit hati tapi Aida berusaha sabar. Pagi itu Aida membalas Chat Indra di sekolah dengan memanfaatkan wifi ekolah, saat itu Aida senggang tidak memiliki jam ngajar.

Siapa yang memutuskan silaturrahmi…kan kamu sendiri toh….masa’ aku disuruh dating ke acara diner keluargamu dikala kamu udah pacar kan gak mungkin aku lihat orang pelukan terus…emang aku mati hati ya gak khan ….wes lah itu udah jalanmu khan….

Kata emmak bapak mana oleh oleh dari Mekkah

Ya semoga sama sama sukses aku dan kamu pastinya…semoga ingat sama janji-janjimu dulu kan biar gak tergolong orang munafik kan…hehehehe…” sambil memberi tanda stiker senyum

Indra membalas chat Aida

“tanda stiker ketawa dengan mata love dua…kamu tetap sahabat baik saya okay….selama aku belum nikah berhak aku main dan silaturrahmi sama siapa aja, open your mind, Babe! Im still young jangan kaku lah Enjoy aja ini hidup OK doaku selalu untuk kamu”

Aida membalas Chat Indra

oke lah aku juga muda kali….tapi aku kudu jaga jaraklah mana foto waktu di Mekkah..biarlah dibilang kaku say….yang penting jaga perasaan orang biar Allah juga jaga aku”

Chat Indra Aida pun berakhir…Aida tidak memulai chat dulu karena gengsi malu dan kecewa jadi satu. Aida juga tidak ingin menambah luka baru di hatinya. Dengan penuh berat hati Aida segera menghapus nomor WA Indra dari daftar kontak , dengan harapan Aida tidak ingin menghubungi Indra lebih dulu. Aida ingin menata hidupnya agar jauh lebih baik Aida yakin tangis dan kesedihan ini akan jadi tawa dan bahagia pada waktu yang indah kelak.

Di suatu malam Aida bersantai usai menulis bagian kisah di novelnya, Aida menonton acara musik di televisi, dia tidak sengaja mendengarkan syair lagu yang sangat menyentuh hati dan sangat sesuai dengan kisahnya. Judul lagunya Kekasih Bayangan yang dipopulerkan oleh Cakra Khan. Begini syairnya

Padamu pemilik hati yang tak pernah kumiliki

Yang Hadir sebagai bagian dari kisah hidupku

Engkau Aku Cinta dengan segenap rasa di hati

Slalu ke mencoba menjadi seperti yang engkau minta

Aku tau engkau, sebenarnya tau

Tapi kau memilih seolah engkau tak tau

Kau sembunyikan rasa cintaku

Di balik Topeng persahabatanmu yang palsu

Kau jadikan aku kekasih bayangan

Untuk menemani saat kau merasa sepi

Bertahun lamanya

Kujalani kisah Cinta sendiri…

Setiap kata hingga membentuk untaian kata pada syair lagu itu memang benar apa adanya dan dialami Aida. Hati Indra memang tak pernah Aida miliki, namun hati Aida telah Indra miliki…Indra hadir sbagai bagian dari kisah hidup Aida, kadang Indra memberi warna merah ceria, kadang memberi warna putih tulus, kadang warna kuning yang bagiku sebgai arti keikhlasan, kadang warna pink yang memberi aura cinta pada Aida, dan sekarang dia memberi warna kelabu pekat bak warna kelabu awan yang seketika akan turun hujan kesedihan yang sangat mendalam di hati Aida.

Indra….Aida mencintaimu dengan segenap rasa di hati Aida, tanpa rasa fake alias palsu semenjak Indra nyatain cinta di SMA dulu… rasa itu sempat mati saat jadi istri orang dan hidup kembali saat kau datang pada keadaanku yang jadi khotijah. Aida selalu mencoba menjadi seperti apa yang kau minta. Indra minta jadi pacar saat di depan murid Aida karena Indra yang ngaku pacar Aida, jadi pacar saat ada sodara Indra yang tanya lewat japri WA Indra, jadi asisten bisnis saat diminta berkomunikasi dengan kakaknya, jadi teman baik saat berkomunikasi dengan mamanya lewat telepon, jadi pembela saat ada yang menjatuhkan karir dan kepribadian Indra.

Aida tau sebenarnya Indra sayang dan cinta kepada Aida, tapi Indra memilih seolah tak tau bahkan dia pintar memainkan peran dan menanamkan opini publik yang mengetahui kisah Aida Indra, bahwa Aida yang salah karena Aida menikah dulu dengan orang lain meski pernikahan itu kandas. Aida bukannya tidak mau menunggu Indra kala itu, namun karena Indra tidak memberikan komitmen yang pasti, Aida bertemu dengan terminal pernikahannya dengan orang yang belum tepat dan salah, ya terjadilah pernikahan itu dan berakhir perceraian…ya sudahlah…

Indra menyembunyikan rasa cinta Aida dibalik topeng jalinan persahabatan yang palsu..karena sbenarnya Indra tidak hanya ingin bersahabat namun ingin menjadi sahabat halal Aida tapi karena dia gengsi atau belum punya nyali yang kuat untuk mengikrarkan janji sucinya kepada Aida. Maka dari itu Indra hanya bisa menjadikan Aida kekasih bayangan untuk menemani Indra disaat Indra merasa sepi. Oleh sebab itu tak ayal bertahun lamanya Aida menjalani kisah cinta sendirian. Aida menjalani cinta sendiri karena jarak yang jauh kala Indra kuliah di Jogjo hingga kuliah di Bangkok Thailand dan sekarang Indra berbisnis di Australia dan Jakarta. Hingga Aida harus berjuang move on dan mengubur dalam dalam rasa cintanya hingga rasa cinta itu terbunuh mati. Karena meski dibasuh denga air bunga sudah tidak mampu mencuci kesalahan Indra. Dan kesalahan itu yang disebabkan penghianatan Indra sudah tidak bisa diampuni Aida tanpa izin malaikat penjaga Aida karena sudah terlalu parah Indra menyakiti Aida.

 

 

 

 

 

 

By aimarusciencemania

kisah nyata: berjuang melawan galau di ph p in

Perjuangan  Move on dengan sahabat rasa cinta lama

            Seseorang dengan gampang mengatakan “ move on dong…cowok loh banyak, masih banyak coeok yang jauh lebih baik”, tidak perlu sampai 5 ment mngatakan hal itu sudah cepat sekali terlontar. Ya…jika yang mau dilupakan itu orang yang sudah bikin kesalahan fatal dan dibenci sekali mungkin move on itu sudah cepat terlaksana. Akan tetapi jika itu adalah cinta pertama dan cinta terbaiknya sejak masa remaja dulu…dan dia datang disaat yang dikira tepat baginya, mungkin untuk move on butuh perjuangan extra. Hal ini terjadi pada Aida, yang sedang berjuang move on dari Indra. Mungkin orang akan mengatakan lucu dan konyol ya…belum ada pernyataan cinta dan belum ada kata putus kok mau move on lah pacarannya kapan ya? Perasaan Aida dan Indra ini sangat unik dan penuh kompleksitas yang tinggi, ya mungkin jika di buat ranah berfikir kognitif, tingkat kompleksitas persoalan hati keduanya mencapai level berfikir tingkat tinggi kali ya…?. memang sih Indra belum nyatain cnta, namun sikap dan ucapannya dia sudah menunjukkan cinta, bahkan kebebrapa orang yang dikenal Aida dia ngaku pacaran, aneh bin ajaib sih…ya sudahlah tapi namanya dinamika kehidupan kudu dijalani, Aida selalu sabar dan semangat berjuang move on.

Datang tanpa diundang, ngajak jalan tanpa diminta, nagsih perhatian tanpa diminta, bagi insan yang mengerti akan perasaan pasti bisa mengartikan apakah rasa itu?” tapi terkadang Aida berfikir, berkhayal, dan curiga,” masa’ iya Indra tega mempermainkan perasaanku,a motif nya, apa untungnya bagi dia?”pertanyaan itu selalu mengganggu fikiran Aida. Aida yang galau tingkat tinggi saat melihat foto Indra dan perempuan di Bromo melalu status WA Indra, kala itu tanpa fikir panjang Aida langsung memblokir akun FB dan Ig dan menghapus kontak Indra. Tujuannya agar Aida tidak sakit hati lebih parah lagi melihat postingan mesra Indra lainnya.

Hari demi hari Aida lalui dengan penuh lapang dada, dalam sholat dalam munajatnya Aida selalu memohon yang terbaik untuk dirinya, dia menangis kepada Sang Kholiq. Dia curahkan semua kekecewannya dngan Indra pada Sang Maha pengatur Hati dan Hidup.Aida berusaha kuat jika ditanya oleh sahabat karibnya dan bu Agus Tante Indra yang kebetulan jadi bu Kepsek di tempat Aida mengajar. Dua hari Aida absen dari kegiatan mengajarnya, kebetulan kesehatan Aida sedikit terganggu, pas saat hatinya galau tingkat tinggi. Tapi galaunya Aida dirumah bukan menangisi Indra loh ya…Aida buat istirahat dan membuat sholat ujian akhir semester aspek fisika untuk siswa SMP nya, ya maklum Aida tipikal orang yang susah diam. Bahkan galaupun Aida sempatkan menulis dilaman website pribadinya dia ceritakan semua isi hatinya. Tujuannya biar hati Aida lega bukan untuk menjlekkan orang lain atau menimbulkan ujaran kebencian loh ya.

Pagi hari yang sedikit mendung di hari jum at itu, Aida yang masih belum sembuh total dai batuk, pilek dan panas itu, bergegas mempersiapkan diri untuk berangkat ke sekolah. Emmak yang sudah siap dengan di depan teras menunggu keberangkatan Aida duduk di sana dan berkata

Emmak:”Aida kudu kuat ya Nduk…jika ada bu Agus atau yang lain bertanya masalah Indra ya Aida tanggapin dnegan sabar bilang saja sudah biasa…gak ada masalah kok”

Aida:” iya mak…ya masa’ bu Agus mau mengulas masalah Indra lagi mak?”

Emmak:” ya siapa tau nduk”

Aida:” ya semoga saja ya mak”

Emmak:”Nduk…nduk…dengerin emmak nduk” kata emmak dengan nada serius

Aida:” ada apa sih mak kok serius banget sih mak”

Emmak:” Nduk kalau kamu ketemu dia, misalnya kamu dijemput ke sekolah…kamu jangan mau, bilang saja, kamu itu bukan wanita murahan yang mau dijemput dijalan, kalau mau berkeluara sama kamu, suruh saja dia datang kerumah bersama mamanya untuk melamar kamu”

Aida:”kenapa mak kok gak boleh ya mak” tanya Aida dengan penuh penasaran

Emmak:” ya gak nduk emmak takut aja..kamu diajak makan makan ke suatu restoran pas makananan kamu atau minuman kamu itu dicampurkan dengan obat yang bisa membuat kamu tidak sadarkan diri, duhpas direkam dengan rekaman tidak senonoh”

Aida:” Astaughfirullah mak…jangan berprasangka jelek sama orang mak itu gak baik mak”

Emmak:” bukan berprasangka jelek nduk…tapi jaga-jaga Nduk, gak ada salahnya kan nduk  takutnya dia terlalu benci sama kamu terus bisa berbuat apa saja…intinyakalau dijemput dijalan jangan mau…kamu nurut ya sama mak nduk”

Aida:” iya mak…Aida gak bakalan ikut dia kalau dia jemput Aida di jalan”

Kemudian Aida bergegas untuk segera berangkat mengajar ke sekolah. Bapak Aida sudah siap untuk mengantar Aida ke sekolah. Aida memang diantar ke sekolah oleh Bapak, karena Aida trauma membawa sepeda motor karena Aida pernah jatuh dari sepeda. Makanya Aida sudah kembali pada kebiasaannya diantar jemput bapak ke sekolah.

Aida:” oke, Aida berangkat dulu ya ngajar, Assalamu’alaikum” sambil mencium tangan emmak

Emmak: Walaikumsalam, hati-hati nduk”

Aida pun berangkat kesekolah dengan diantar oleh bapak tercinta.Setiba di sekolah Aida menjalankan kegiatan mengajarnya. Alhamdulillah saat mengajar, Aida berusaha profesional saat mengajar dan Alhamdulillah Aida tidak mengalami kejadian yang ditakutkan. Hari- hari demi hari Aida jalani dengan penuh semangat. Aida tetap berjuang untuk move on dari bayang bayang Indra, meski sulit tapi Aida selalu berusaha agar bisa move on sempat suatu saat Aida mendapat informasi program beasiswa keluar negeri selama 2 tahun, Karena Aida ingin mencari pengalaman dan untuk mewujudkan cita-cita Aida yang dulu sempat belum terwujud karena belum mendapat izin dari Ibu. Dulu saat Aida lulus S1, Aida memang mengidamkan agar bisa kuliah S2 apalagi di luar negeri. Tapi itu hanya menjadi mimpi saja, karena ibu tidak mengizinkan Aida untuk study di luar negeri.Tapi Aida tetap bertekad untuk mewujudkan keinginannya agar bisa study ke luar negeri. Apalagi Aida sudah berstatus Khodijah makanya dia berani merantau untuk menuntut ilmu, kebetulan saat itu teman Aida yang bernama bu Rida sedang online di WA, dengan sigap Aida menanyakan perihal beasiswa itu

Aida:”Assamualaikum bu Rida? Gimana kabar?”

Bu Rida:” walaikumsalam bu Aida Alhamdulillah kabar baik bu Aida…bu Aida giman kabar?”

Aida:” alhamdulillah baik bu…oh ya saya mau tanya bu…apa syarat program beasiswa ke Australia itu bu?”

Bu Rida:” syaratnya akan saya share di WA berupa handbook ya bu?”

Aida:” oke bu… tapi itu pasti  kan kudu ada toefl bu?”

Bu Rida:” iya bu…dan ijazah serta dokumen yang lain harus diterjemahkan dalam versi bahasa Inggris”

Aida:” oh ya bu kalau ikut test toefl dimana ya bu dan berapa?”

Bu Rida:”saya ikut test toeft di malang bu bayar 500 ribu bu”

Aida:” yakin lolos gak ya bu?”

Bu Rida:” ya itu kan tergantung skornya bu?”

Aida:” oke bu makasih ya?”

Aida langsung mendiskusikan masalah info beasiswa dengan kakaknya di bali. Melalui telpon Aida berkonsultasi

Aida:” Assalamualaikum cak?”

Cacak:” walaikumsalam dek..iya kenapa dek”

Aida:” adik kan udah kirim info beasiswa ke australia dari mentri dalam negeri “

Cacak:” adik dapat infonya dari mana takutnya boong dek”

Aida:” ya gak lah cak itu adik dapat info dari teman adik cak di MGMP IPA perkumpulan guru IPA cak”

Cacak:” ya di cari infonya dulu”

Aida:”katanya sih kudu ada toef cak”

Cacak:” ya jelas lah namanya mau studi diluar negeri kudu ada toef dunk Cuma skornya berapa kan…cari info dulu …kalau setau cacak sekitar 600-800 skornya. Temen cacak tu kan gak bisa studi keluar negeri ya karena terkendala toef dek”

Aida:” ya terus gimana dunk cak?”

Cacak:” ya terserah adik…”

Aida:” kalau inginnya sih adik ikut Cuma untuk biaya nya loh kan  500 ribu belum ongkos ke malangnya cak, honor adik gak nyampek segitu cak”

Cacak:” ya kalau untuk bantu biaya kecil-kecilan cacak bantu kabari kapan mau bayar”

Aida:” tapi adik ragu cak, uang segitu pas adik ikut toeft eeh gak lulus pas kan hangus cak kudu ikut lagi bayar lagi, ya namanya perjuangan juga butuh modal sih, lagian adik kan belum pernah ikut toefl cak, toeft itu gimana sih cak”

Cacak:” kalau cacak sih pernah ikut toeft dulu dek…ya soalnya tetntang reading, writing retelling, dan listening. Kalau cacak kelemahannya di listening kan pakai suara native speaker dek?”

Aida:”adik juga lemah dilistening dulu saat SMA cak. Lah native speaker itu apa cak?”

Cacak:” native speaker itu pembicara langsung dek, gak sama loh ngomongnya cepat English yang bagus ya dari negara Inggris itu kalau Australia ya Inggrisnya juga kocar kacir.”

Aida:” aduh gimana ya cak…mending jangan deh cak…lagian sama emmak juga ndak boleh belum lagi terjemahan Ijazah dalam bentuk B Inggris dari kampus harus tebus 250 ribu belum ongkos wira wiriya cak “

Cacak:” ya jelas lah dek semua dokumen kudu di translate dalam bentuk bahsa Inggris melalui Instansi asal bukan diterjemahkan sendiri ongkos insyaAllah cacak bantu, kan bisa berangkat sama bapak adik ke Malang dan ke Jembernya dek . anggap saja adik dan bapak jalan jalan gitu dek”

Aida:” gimana ya cak”

Cacak:” ya kalau adik ragu, mulai sekarang ikut les ke Probolinggo nanti kalau udah mantap baru ikut toeft persiapan adik mau studi ke luar negeri”

Aida:” baiklah cak, oke dah makasih ya cak….pencerahannya, wasssalamualaikum cak”

Cacak:” walaikum salam”

Wawancara singkat dengan cacaknya itupun selesai. Niat Aida ingin keluar negeri disamping untuk mewujudkan mimpinya, Aida juga ingin lepas dari bayang-bayang Indra dan berharap dipertemukan dengan jodoh terbaik di negeri lain. Akan tetapi Emmak Aida melarang bapak juga tapi melarang secara halus. Aida ingin berangkat diam diam namun hati Aida tidak bisa untuk berdusta kepada kedua orang tuanya. Hingga di suatu waktu Aida menyampaikan niatnya untuk study ke lauar negeri itu kepada kedua orang tuanya

Aida:” mak emmak Aida boleh ya kuliah S2 keluar negeri?”

Emmak:” ke mana nduk?”

Aida:” ya ke Australia mak..dua tahun aja kok…ini program mentreri dalam negri, biaya gratis mak, Cuma persyaratannya dilengkapi sendiri”

Emmak:”aduh nduk jangan diitung manis aja nduk…kamu cewek loh disana gak ada sodara sudahlah nak disini saja ngajar toh jika sudah rejeki bakalan diangkat PNS juga kok sambil kamu telateni usaha rias manten kamu nduk, insyaAllah sukses juga nduk…lagian nduk mau dikejar kemana sih nduk toh jika rejeki gak bakalan kemana nduk…perlunya untuk makam kan…cukup wes nduk kamu ngerantau jauh dari emmak bapak”

Aida:” iya mak…gak apa- apa kok Aida fokus kerja di kampung saja”

By aimarusciencemania

novel aimaru: menunggu jodoh dalam tahajjud cinta

marKu Jemput Jodoh Idealku di Tahajjud Cintaku

            Assalamu’alaikum wr.wb…ta’arufan dulu  akhi dan ukhti…nama saya Aida,  berstatus “khotijah muda” berusia 27 tahun, berprofesi sebagai guru honorer di sekolah menengah Swasta, hobby merias wajah sendiri dan wajah wanita lainnya…ya sebut saja perias yang masih meerintis usahanya, pribadinya yang periang, comel, ya agak bawel gitu sih…supel mudah bergaul…ya sedikit agak lebay disosmed sih…maksudnya suka upload foto kreasi hijab make up dan kegiatan sehari-harinya…tapi tetap dalam koridor islami loh ya…bukan pamer loh ya..karena niat itu hanya ada dalam hati, just dokumentasi aja.

Kisahku ini sih tak perlu di buat bikin mewek karena memang membuat mewek alami, tak perlu ditelusuri beberapa orang yang membuat ada orang lain yang tercyduk dibuatnya. Namun kisahku ini kalau diibaratkan kisah bahagia dan penuh keajaiban yang dialami wanita cantik dari keluarga kurang berada dan berakhir bahagia dengan Sang Pangeran impiannya di negeri dongeng Cinderella. Kisahku berbanding terbalik tidak sebahagia dia, kisahku ini jika di umpamakan tokoh negara yang bersejarah “Habibi-Ainun” yang berakhir bahagia karena cinta sejati tidak akan salah memilih, meski melanglang buana di negeri orang dan asing tapi bapak Habibi berlabuh di pelabuhan terakhir ibu Ainun yang merupakan teman SMA nya. Kisahku sangat berbeda dengan kedua ibarat tersebut.

Setelah resmi 1 tahun menyandang status “khotijah” dari pengadilan agama, Aida tetap berlapang dada menjalani kehidupan yang penuh perjuangan ini. Bagi Aida “life must go on”hari- hari ia lewati dengan sibuk mengajar di dua sekolah menengah swasta sebagai guru IPA sambil mengambil job merias pengantin. Dia selalu membantu kedua orang tua dari segi apapun. Bagi Aida orang tua adalah segalanya. Meski belum tergolong sukses namun namanya hidup kudu dijalani dengan ikhlas sabar dan tetap ibadah demi mendapat Ridho Allah. Bagi Aida bermimpi tidak masalah meski terlalu tinggi, asal diimbangi iman islam terus berusaha dan tawakkal.karena setiap insan di dunia berhak bermimpi, terwujud atau tidaknya tergantung usaha dan kehendak Allah dunk pastinya.

Disekolah Aida dikenal sebagai sosok guru muda yang supel, apa adanya dan sedikit bawel oleh teman sesama guru. Ya meski ada bebrapa orang yang kurang suka dengan Aida ya…bagi Aida itu tidak masalah justru itu akan menambah indah di kanvas kehidupan dia dan bertambah dinamika naik turun adrenalin bagi nya. Bagi siswa-siswinya Aida dikenal sebagai guru yang apa adanya, cerdas, baik,ya ada waktu serius, bercanda dan pastinya di sukai kebanyakan siswa karena suka mengambil dokumentasi kegiatan dan beberapa foto wifie serta grufie dengan siswanya…ya kalau dibilang guru zaman now gitu katanya.

Hampir dua tahun mengadi di dua sekolah tersebut Aida sangat enjoy menjalani pekerjaannya, paskah ulang tahunnya di pertengahan januari Allah mendatangkan episode baru yang sangat bahagia bagi dirinya…yupz teman lama , rival di SMA dulu datang setelah 5 tahun tidak bertemu. Kamis malam itu …Aida seusah melepas mukenah abis sholat isya  kemudian memutar program televisi favoritnya di sudut kamar nya. Tiba tiba Sang Ibu memberitahu bahwa ada tamu namanya Nico yang mencari bermobil putih. Aida heran karena seingat Aida tidak punya teman yang bernama Nico. Dengan cekatan Aida bersiap memperbaiki hijabnya lalau keluar dari kamar menuju ruang tamu. Dari kejauhan Aida menebak dan menyebut nama lelaki tersebut”Indra?”ya meski sudah bayak perubahan akibat operasi plastik diwajah sahabatnya itu namun Aida tetap mengenali teman lama yang dulu sempat memberi harapan ingin menikahainya kala SMA dan kuliah dulu. Kemudian mereka berdua mengobrol ya…seputar bercerita selama 5 tahun Indra berkuliah diluar negeri hingga sukses menjadi peneliti muda dengan hadiah milyaran rupiah ia dapat. Ditemani ayah dan ibu Aida juga ikut bercengkrama. Suasana malam itu jadi manis hangat dengan kebersamaan dan senda gurau dua sahabat yang ada getaran cinta  kala itu. Obrolan mereka terhenti dikala Indra pamit pulang. Tapi Indra sudah berjanji akan menjemput Aida di sekolah dan ayah ibu Aida mengijinkan. Sebelum pulang dua sahabat itu berselfie ya…tentu diajak oleh Indralah.

Keesokan hari tepat hari Jum at Indra datang menjemput Aida disekolah. Sebelum nya mereka berdua tengah asyik mengobrol lewat chatting whatsapps. Si Indra mengatakan bahwa dia tengah membawa makanan siap saji dari restoran ternama khusus untuk keluarga Aida dirumah. Indra juga mengajak Aida ke minimarket untuk membeli jajanan ringan untuk adik Aida di rumah. Sebelum sampai di sekolah Aida mulai grogi maklum akan berjumpa sahabatnya yang telah menjadi milyuner. Aida bolak balik keluar masuk kamar mandi karena sangking groginya. Beberapa rekan guru juga melihat kejadian itu dan bergurau  dengan Aida.tepat pukul 10.22 WIB Si Indra tiba di depan gerbang sekolah dengan menggunakan mobil putih nan mewah. Si Indra memberikan pesan suara lewat WA, dengan sigap Aida menuju gerbang sekolah, dengan perasaan senang, bahagia dan grogi bercampur menjadi satu untuk menemui si Indra. Indra juga menampakkan wajah sumringah di dalam mobilnya sambil membuka kaca pintu mobilnya.Indrapun turun dari mobil mewahnya sambil melambaikan tangan, Aidapun juga membalas lambaian tangan, dan bergegas untuk menyebrang jalan menuju mobil Indra karena lama untuk menyebrang, dengan peka si Indra menyusul Aida, untuk menyebarangkannya. Merekapun bertemu, tak lama kemudian Indra melihat om Andi, om dari Indra, mereka berdua bercengkrama. Tapi si Indra tidak ingin masuk ke kantor guru, tapi Aida mengajak nya untuk datang ke kantor guru.Akhirnya Indrapun mau. Di perjalanan menuju ruang guru mereka berdua jadi pusat perhatian ya wajar saja si Indra lelaki tampan, tinggi, putih ya meski wajahnya sudah hasil operasi apalagi dia bermobil, jadi perhatiannya lagi karena dia jalan dengan Aida.sesampainya di kantor guru, Indra mengobrol dengan tante Rina dan Om Andi, meski ada beberapan guru disana, tapi sebelum itu Indra berkenalan dengan rekan guru Aida yang ada di ruang guru tersebut.ada sikap Indra yang kurang suka, dia bercerita nominal angka aset yang M- M an itu loh. Ya tapi bagi Aida itu bukan masalah besar. Setelah lama bercengkrama dengan Om dan tante nya. Akhirnya Indra pamit dan Aidapun pamit. Mereka berdua bergegas menuju mobil putih Indra yang di parkir depan gerbang sekolah. Di perjalanan menuju mobil. Indra dengan percaya diri mengatakan bahwa dia pacar Aida ke murid Aida yang lewat di depannya. Aidapun mengatakan ke Indra bahwa mereka itu kan ndak pacaran. Indrapun menjawab, ya gak apalah siapa tau jadi doa. Memang itu harapan kecil sih tapi Aidapun menyikapi dengan tenang. Diperjalanan menuju minimarket banyak yang mereka obrolkan tentang masa-masa SMA dulu, ya tentang rencana Indra akan membantu memodali usaha rias manten Aida. Sesampai di minimarket Indra dengan PD membukakan pintu mobil buat Aida sambil menyebutnya sayang.belanjaan pertama yang dia ambil adalah sekuntum mawar merah plastik ya dia kasihkan ke Aida. Dengan berkata”ini bunga buat kamu kamu kan fake “Aida:”loh kok gitu sih katanya sahabat kok ngasihnya mawah merah sih bukan mawar kuning”. Indra” kamu kan tau artinya, ini juga ada coklat…selera orang kota coklat ini nih” banyak barang yang diambil buat adikl Aida, dan mereka berdua tiba di kasir.dan lanjut di tempat rujak langganan Indra, sambil menunggu rujakkanya obrolan manis dua sahabat terjadi sambil candaan Indra yang ingin menikahi Aida. Iindra sibuk dengan urusan bisnis melalui ponselnya. Dan meminta Aida bicara dengan mamanya lewat telepon, Aida diminta Indra untuk memberitahukan mamanya tentang Indra yang telah membayar DP sawah dibanyuwangi, Aidapun bicara dengan mamanya lewat telepon. Seusai itu mereka berdua menuju rumah Aida. Diperjalanan pulang Indra dengan lihai mengeluarkan jurus jitunya memberikan harapan indah untuk bersanding dengan Aida. Sesampai dirumah Indra langsung pamit dan meminta maaf kepada ibu Aida karena belum ada waktu mengajak jalan jalan Aida sekeluarga. Lambaian tangan menyertai perpisahan dua sahabat yang diselingi rasa cinta itu.

Hari demi hari Aida lalui ya meski mereka sudah ndak ketemu tapi komunikasi mereka berdua terjalin dengan inten lewat udara. Meski sekedar mengingatkan sholat untuk si Indra dan menanyakan kabar, Aida lakukan dengan rutin.tujuannya tak lain hanya untuk mendapat keridhoan Allah untuk menyambung tali silaturrahmi. Tepat dua minggu Indra menelpon Aida seusai sholat isya, kala itu Aida sedang mengerjakan tugas kependidikannya yaitu mengerjakan soal untuk bahan ujian siswanya. Ponsel Aidapun berdering dan Aida dengan sigap mengangkat ponsel tersebut.

Indra:” Hallo, selamat malam dengan ibu Aida Salsabila?, kami dari layanan provider memberitahukan bahwa ada tagihan sebesar 1 juta yang belum ibu lunasi”tegasnya dengan serius

Aida:”Assalamualaikum Indra, maaf tagihan apa ya?”

Indra:”hehehehe,,,,”

Aida:”lah malah ketawa orang nyebut salam kok belum dijawab hayo…katanya ngakunya orang Islam”

Indra:”oooo iya walaikumsalam….”

Aida:”lagi ada dimana ?”,Indra:”ini aku di pajarakan sama mama  biasalah aku kan cari resto yang bukan jungfood”

Aida:”ooo iya…salam sama mama”

Tapi Indra malah memberikan ponselnya kepada mamanya

Mama Indra:”Assalamualaikum mbk Aida lagi ngapain?”

Aida:”walaikumsalam ma…ini lagi nyicil soal buat UTS anak anak ma?”

Mama Indra:”tetap semangat ya mbak…jangan putus asa…sukses selalu ya”

Aida:”iya ma…terimakasih”

Indra:”eee tau gak sih Aida…tante Andi itu loh nanyain ee ternyata kalian pacaran ya di tanya aku lewat WA”

Aida:”terus kamu jawab gimana Ndra?”tanya Aida dengan penuh penasaran

Indra:” ya aku jawab doakan saja ya tante…gitu aku jawab”

Aida:”eee Ndra kamu jangan mengada-ngada kamu kan belum ada komitmen sama aku, ee kamu hati-hati ntar ada malaikat lewat terus kejadian beneran gimana pas hayo…?”

Indra:”ya diaminin saja say…”

Aida:”ya sih…aamin ya Robb”

Indra:” kalau beneran aku suka dan nikah beneran sama kamu gimanya ya…hehehe”

Aini:” ya di aaminin saja say hehehe, oh ya saya mau kasih saran sih kalau boleh tapi kalau kamu gak suka ya ndak apa”

Indra:”iya-iya ngomong aja say aku gak bakalan marah sama kamu”

Aini:”kalau bisa kamu jangan upload nominal aset  kamu, surat- surat berharga gitu, atm paspor visa dll. Takutnya ada orang punya niat jahat sama kamu…aku sih ndak ingin terjadi apa-apa sama kamu”

Mama:” betul itu mbak…makanya dengerin itu mbak Aida ngasih saran…” kata mama Indra yang kala itu mendengarkan obrolan kami lewat telepon

Indra:” iya ma…kak Adri juga berpesan seperti itu ke aku Ma? Oh ya Aida makasih ya…padahal aku cuma niat dokumentasi ajaloh”

Aida:”aku ngerti kok kamu gak niat pamer kamu hanya bangga dengan hasil jerih payahmu…”

Indra:” iya makasih kamu bilang begitu karena kamu ngerti aku….”

Aida:”iya yah…kamu ngerti aku…aku ngerti kamu terus ngapain ya…?”

Indra:”iya sih kamu ngerti aku…aku ngerti kamu terus ngapain cari jauh jauh…aamiin?”

Aida:”aaminn ya Robb”

Indra:”mama ngaminin juga nih say hehehe”

Aida:”kalau mama ikut mengaminin berarti mama suka dunk sama aku…hehehe GR Nih “

Mama:” ya suka dunk…mbak Aida kan cantik”

Indra:” aduh mama…kok dipuji puji gitu…

Telepon terputus….tetap dengan kesehariannya mereka chattiingan seperlunya. Sampai si Indra mengundang Aida datang ke acara diner keluarganya. Aida bingung karena tidak dapat tebengan menuju lokasi diner maklum Aida tidak bisa menyetir sepeda motor. Hingga pada hari H diacara dinner Aida belum dapat tebengan meski berusaha mencarinya. Allah masih sayang ke Aida sore sebelum acara diner dia dimulai kemudian Aida membuka status WA…duh betapa sedihnya Aida melihat foto Indra dengan cewek blasteran berpose di bromo. Katanya dia sibuk gak bisa jemput Aida lah ini bela belain dia menjemput ke Airport sedangkan mau jemput Aida Indra ndak mau…ngakunya dia single ee ternyata sudah ngenalkan pacarnya ke keluarga.

 

Diundang dinner berharap jadi Cinderella di acara itu

Semenjak Indra datang di kehidupan Aida, sosok sahabat lama semenja SMA ya meski dibumbuhi ada rasa sayang diantara keduanya. Namun mereka belum disatukan dalam ikatan halal karena tahun 2015 Aida sempat menikah dengan orang lain yah…,meski hanya 8 bulan usia pernikahan Aida. Namun rasa sayang dihati Aida untuk Indra sempat mati. Setelah bertemu kembali dipertemuan yang tidak direncanakan oleh Aida namun sangat diharapkannya. Indra datang di bulan Januari yang merupakan bulan hari jadi Aida. Bagi Aida itu merupakan kado terindah dari Allah untuknya. Komunikasi demi komunikasi meski lewat udara tetap terjalin hal itu digunakan oleh Aida dan Indra hanya untuk mempererat tali silaturrahmi. Hingga pada suatu hari Indra mengundang Aida untuk menghadiri acara  dinner keluarga. Undangan itu Aida dapat dari whatsaapp.

Indra:” kamu datang ya…sambil mengirim file foto undangan dinner

Aida:”InsyaAllah Ndra…aku usahakan hadir…tapi aku gak ada dress white dan mau nebeng siapa?”

Indra:”kamu bisa berangkat bareng tante Agus….”

Aida:”semoga saja bu Agus bisa ya aku tebengin”

Pesan Aida di WA tidak dijawab  oleh Indra. Tapi Aida selalu berpikir positif mungkin Indra sibuk jadi gak sempat balas chattingannya. Sembari menunggu respon dari Indra, Aida berkonsultasi dengan bu Agus  berkaitan dengan tumpangan menuju lokasi dinner yang akan diadakan oleh Indra. Tapi sayangnya bu Agus tidak ada disekolah karena beliau ada acara diluar sekolah, kebetulan bu Agus adalah kepala sekolah tempat Aida bekerja.

Sepulang sekolah Aida menceritakan perbincangan via WA itu kepada bapak dan emmaknya.

Aida:” pak Aida dapat undangan dinner family oleh mas Indra”

Bapak:” acaranya dimana itu ndok?” tanya bapak dengan penuh penasaran

Aida:” di restoran daerah Probolinggo pak?”

Bapak:” wah gimana nduk kamu mau berangkat sama siapa…bapak ndak bisa loh motoran ke kota kan motornya udah gak layak dibawa ke kota, oh ya jam berapa acaranya?”

Aida:”jam 18.30 WIB”

Bapak:”wah…apalagi malem udah gak lihat matahari itu nduk?”

Aida:”iya pak…nanti Aida tanyakan Bu Agus kata mas Indra Aida di minta berangkat sama bu Agus Pak?”tapi Aida bilangnya kalau udah ketemu beliaunya secara langsung”

Emmak:” oh ya ndok…pakaianyya gimana?”

Aida:” pakai dress putih?”

Emmak:” emmangnya kamu punya dres putih ta?”

Aida:”iya itu mak…aku juga bingung…gimana ya..aku pengen hadir nih?”

Emmak:”coba kamu buka-buka lemari, siapa tahu ada dress putih”

Aida:”OK” kata Aida dengan penuh semangat .

Aida pun mulai membongkar lemarinya….kemudian dia menemukan beberapa potong baju yang berwarna putih, kemudian ia kumpulkan di ranjang, yang kala itu ditemani bundanya.

Aida:” mak…ternyata Aida punya beberapa koleksi baju putih nih mak”sambil menunjukkan kepada emmak

Emmak:” oh iya…tapi kamu mau pakek yang mana”

Aida:” gimana kalau yang ini”

Emmak: “coba kamu pakek dulu”

Aida:” ok mak…masa’ yang ini mak…kan dress bukan atasan putih…duh gimana nih kok belum nemu yang layak”

Emmak:” sabar dulu…coba mungkin yang ini” sambil memberikan potongan baju putih kombinasi toska

Aida:” yah…emmak…namanya dress ya kudu terusan putih…ee… tapi kan gak apa kan ini bawahannya saja atasannya putih okelah…kudungnya yang mana mak, pashmina gliter apa segi empat ya”tanya Aida dengan penuh kebingungan

Emmak:”kayaknya bagus segi empat putih kalau pashminanya warnanya gak masuk kan putih tulang tuh”

Aida:” Ok aku coba dulu”…sambil memakai nya

Emmak:”kan…bagus…cantik nih…anak emmak”

Aida:”iya lah…kan anak emmak, oh ya mak…make up nya gimana nih, mau pakek make up komplit with bulu mata cetar membahanakah…”

Emmak:” kamu kan nanti naik mobil tante Agus ndok…ee tapi gimana ya…kalau beliau bisa”

Aida:” mau pakek bulu mata cetar membahana kok males ya mak…kayaknya make up natural tanpa bulu mata….iya kalau bermobil…kalau gak…ya nyari tebengan naik motor siapa ya mak…dek opek mau gak ya”

Emmak:” jangan dek Opeknya kan bibikmu agak bawel…duh siapa ya…”

Aida :”gimana kalau dek Farhan mak…ya semoga saja diijinin sama ibu bapaknya”

Emmak:” gak enak ndok kalau minta anterin dia….mending kamu bilang terus terang sama Indra…kalau bu Agus gak bisa nebengin kamu gak usah datang nduk..ya semoga saja bu Agus bisa ditebengin.

Ditengah kehangatan mengobrol dengan sang bunda…bapak Aida tak sengaja lewat di depan kamar Aida…dan ikut berkomentar.

Bapak:” ngobrolin apa sih kok serius amat sih….”

Emmak:” ini loh pak si Aida bingung masalah tebengan yang bisa ditumpangin menuju lokasi acara dinner keluarga Indra pak”

Bapak:” loh kata Aida mau nebeng bu Agus gimana nduk…”

Aida:” iya pak…itupun kalau bu Agus bisa ditebengin pak…tapi blum bilang sih…tadi disekolah beliau gak masuk…mau chatting gak enak pak…lebih luwes kalau biacara langsung”

Bapak:” iya nduk…bilang kalau bu Agus bisa ditebengin…bapak mau antar kerumahnya..nanti tak jemput kerumahnya kalau udah kelar acaranya…ya kalau ampek ujan atau kemaleman kamu minta bermalam dirumahnya.”

Emmak:”iya ndok…paginya kan hari senin kamu ijin agak telat mau kesekolah kan naik lin kamu ndok…”

Aida:” iya mak…pak…semoga dipermudah ya pak Aida bisa hadir diacara dinner familinya Indra”

Emmak bapak:”naamiin ya Robb”

Aida:” Aida beresin dulu ya..”

Emmak:” ini ndok lainkan yang mau dipakek biar enak ngambilnya pas hari H”

Aida:” iya mak…makasih” sambil meluk emmak

Emmak:” semoga kamu selalu bahagia ya nduk…”

Aida:” aamiin mak…Aida yakin doa dan semangat bapak emmak jadi keramatku dan penyemangatku.

Sambil berbenah beberapa baju yang telah diambil Aida, emmak bapak kembali dengan aktivits rumah ya meski cuma bersantai sih…Aida terbersit untuk mengirim chat ke Indra.karena keyboard touchscreen ponsel Aida ada gangguan ya …gara-gara abis jatuh saat bersepeda…ada goresan dilayar ponselnya yang berpengaruh beberapa huruf nya tidak bisa bakerja maksimal, tapi Aida tak kehabisan akal. Dia ambil kertas dan pena, dia tulis isi chat, lalau dia potret dan kirim ke Indra. Ya…meski Indra mungkin berfikir ini anak kok unik atau aneh kok ada metode berkirim pesan ditulis tangan difoto lalau dikirim…entahlah ….Aida tidak peduli akan hal itu baginya…ia bisa terus bersilaturrahmi secara online lewat chatting dengan Indra.berikut isi chattingannya

“Assalamualaikum Ndra…..maaf ya…bukannya aku gak bisa hadir…aku ingin hadir di acara dinnermu…tapi gimana ya Ndra apa ndak malu maluin…aku belum nemu kostum yang pantes…ya semoga saja bu Agus bisa ditebengin…”

Meski isi chatt Aida tidak langsung dijawab oleh Indra namun Aida selalu berfikiran positif tentang Indra. Seorang milyuner yang sibuk dengan aset dan perusahaannya mana ada waktu membalas chat sahabat yah…mungkin bagi Indra tidak terlalu penting bagi nya.

Aktifitas Aida tetap dijalankan…dirumah beberes rumah…sholat istrirahat jika ada tugas ya dikerjakan dirumah baik mengoreksi ulangan siswanya, menganalisis hasil ulangan siswa, buat soal, rapikan perangkat pembelajaran, belajar dan memantapkan materi ajar, semuanya Aida lakukan ya…meski honornya tidak seberapa…namanya cinta pekerjaan dan pengabdian…dengan penuh semangat Aida lakukan, bagi Aida itu dianggap tiket menuju syurga-Nya Allah. Kalau ingin kaya mah….jangan cuma jadi guru honor…jadi wirausaha dunk…sambil Aida rintis dari nol usaha rias mantennya…Bukannya sok sibuk sih pekerjaan disekolah Aida bawa pulang ke rumah, karena mumpung belum punya anak ya Aida kerjakan di rumah, nanti jika sudah bersuami dan punya anak ya pasti dikerjakan disekolah lebih banyak tuh kerjaan buat perangkat pembelajaran dan perangkat evaluasi siswa.

Meski sampai malem Aida cek Indra belum balas chatnya berkaitan masalah pengefixkan kedatangan Aida ke acara Indra, yah…dengan sabar dan berlapang dada…Aida biarkan hal itu…tapi selalu berdoa untuk keselamatan Indra agar selalu dijalan Allah. Seusai sholat isya’ dan hajat Aida selalu melakukan amalan membaca sholawat nariyah setiap selesai sholat dan disaat waktu senggang didalam hatinya selalu dia isi dengan sholawat nariyah sembari beraktivitas meski kadang terputus untuk melakukan kegiatan, ingat lagi baca lagi begitu seterusnya. Tujuannya tidak lain adalah agar bisa diqobul semua hajat Aida kebahagiaan dunia akhirat emmak bapak dan Aida juga. Itu saja kok.

Keesokan harinya Aida berangkat mengajar…ya memang sengaja ndak beli data internet bukan pelit, agar Aida lebih bisa mengontrol diri agar tidak menghubi dulu si Indra, biar tidak terkesan nguber gitu, agar Indra tidak iilfiil.Aida kembali melaksanakan rutinitas mengajarnya. Ada kejadian unik dan menggeltik saat istirahat mengajar, ya…bu Aida,,,dipanggil sang murid guru zaman now banget…selalu dekat dengan siswa terutama siswa cewek, ya sering sih Aida ajak berselfie dengan sang murid, kebanyakan sang murid yang mengajak Aida untuk berselfie. Biasalah dan wajar saja, dizaman sekarang yang syarat akan internet yang berupa sosmed, selfie dan ngevlog itu sudah jadi kebutuhan,,,begitu pula bagi para siswa, jangan ajarin anak didiik kita dengan zaman kita, tapi ajari mereka dengan zamannya. Itu sih yang pas, habis foto ya siswi Aida ingin lihat hasilnya. Oleh Aida tentu diijinkan. Dan tak sengaja membuka galeri yang ada foto Aida dngan Indra. Lalu sang murid bertanya

Hanif:” siapa ini bu…ciye ibu…”

Aida:” itu teman ibu nduk…”

Hanif:” teman apa teman…”

Novi:” iya bu…ngaku aja…coba lihat Nif”

Hanif:” ini Nov…ganteng kan”

Aida:” eee kalian…kok kepo sih”

Hanif:” siapa sih bu kok ganteng amat putih lagi”

Aida:” iya nduk…itu sahabat ibu waktu SMA sekarang dia sukses jadi peneliti muda dan penelitiannya di beli sama pemerintah Australia dan jadi Milyuner dia nduk…lama gak jumpa kapan hari itu datang kerumah dan ngajakin selfie buat dokumentasi aja sih”

Novi:” tadi bilang temen ya Nif, sekarang nagakunya sahabat yang bener yang mana sih bu?”

Anis:” kayaknya lebih dari sahabat…paling pacarnya ya bu…”

Aida:” eitz….kok pacar…calon suami aamiin…eh enggak bercanda kok”

Anis dkk:” aamiin ya Robb….serius juga gak apa bu?”

Hanif:” semoga segera diijabah ya bu?, memang orang mana dia bu?”

Aida:” orang sebaung nduk…tapi sukses di luar negeri

Anis:” dulu kuliah dimana dia bu?”

Aida:” S1 di jogja S2 sampai S3 di Bngkok Thailand nduk”

Novi:” wah hebat ya dia….”

Aida: “ iya dia akan ngadain dinner keluarga nduk ibu diundang…tapi bingung mau hadir apa ndak”

Hanif:” lah kenapa bingung bu…hadir aja bu…dandan yang cantik hena an bu…biar saya henain bu…”

Aida:” iya boleh dek kalau mau di henain maksih ya…bingung masalah tebengannya”

Hanif:” emang dimana sih acara dan kapan”

Aida:” di Probolinggo kota nduk, hari minggu malem jam 18.30 WIB nduk”

Hanif:” ya dipastikan bu bisa gak yang mau ditebengin ya…”

Aida: iya nduk semoga dipermudah”

Obrolan itu berakhir karena bel masuk kelas telah berbunyi, Aida dan siswi nya itu kembali ke kelas, aktivitas mengajarpun berjalan seperti biasanya. Hingga pada pulang sekolah Aida langsung sholat, makan siang dan istirahat, membantu pekerjaan emmak. Saat santai Aida seperti biasa mengecek chattingannya dan yang terlihat adalah chattingan dari Indra.

Kamu datang ya…ada Riska Lita, Ada Krina, ada Fendy teman kita SMA”

Doain semoga Bu Agus bisa ditebengin…itu gimana Ndra dress maksudnya kudu white semua atas bawah atau gimana apa boleh ada kombinasi warna gitu”

Pesan dari Aida hanya dibaca saja namun gak dibalas oleh Indar. Seperti biasa Aida dngan sabar menanggapinya. Lalu Aida tanyakan ke Ayahnya

Aida:” pak…mas Indra WA lagi pak…katanya saya diminta datang…ampk dua kali pak…menurut bapak gimana mas Indra mengharapkan kedatangan Aida gak pak?”tanya Aida dengan penuh penasaran

Bapak:” iya nduk…biasanya orang kalau cuma ngundang ya udah gak usah dua kali sih tanyanya…cuek aja mau datang atau gak…lah ini kok malah nanya lagi…gimana nduk udah tanya bu Agus belum”

Aida:” belum pak…besok ini Insya Allah ketemu mau tak tanyakan langsung pak?”

Bapak:” katanya mau jemput kalau udah datang mobil merah baru nya si Indra itu…coba kamu tanyakan nduk sambil dicandain gitu”

Aida:” iya pak…”

Seusai mengobrol dengan sang Ayah Aida dengan semangat mengaktifkan hotspot lewat ponsel adiknya lalu mengirimin pesan Indra

“ katanya mau jemput kalau mobil red colornya datang…kapan ya…jemput dirumah ya? Aku tunggu hehehe”

Kebetulan kala itu Indra sedang aktif di WA langsung tampil di pemberitahuan WA Indra sedang mengetik, melihat itu…hati Aida jadi deg deg an…antara senang dan penasaran apa jawaban Indra. Dan ternyata jawaban yang ditunggu-tunggu itu adalah:

“Aku yang ada acara kok disuruh jemput, kalau ngerepotin kamu mending next time aja dinnernya, kasihan kamunya, aku banyak tamu Aida…”

Jawaban itu membuat hati Aida sedikit kecewa, tapi Aida tetap sabar menghadapinya, dan Aida membalas chattingnya

“loh kok salah paham…bukan pas dinnernya…kamu kan ada janji say…mau jemput kalau mobil merahmu  datang…aku Cuma ngingetin aja kok… kan gak etis lah yang punya acara kok disuruh jemput iya aku paham kok,kalau acara dinernya ya akau berangkat sama bu Agus doain ya semoga saja beliau bisa ditebengin”

Lagi-lagi cuma dibaca saja…sabar saja terus nih…kata Aida dalam hati

Ya sudahlah….Aida lanjut aktivitas…tapi Aida gak kehabisan ide…dia memesan white dress ke Nila sahabatnya dijember dan Nila menyanggupinnya. Hanya gambar saja yang dilihat oleh Aida tentang dress whitenya dan berharap bisa segera datang pesanannya itu.

Kesesokan hari Aida berangkat kesekolah dihatinya dia berharap bisa ketemu dengan bu Agus. Dan Alhamdulillah buAgus masuk sekolah. Dan dikehangatan suasana kantor hanya ada bu Agus dan Aida

Aida:” Assalamualaikum Bunda?” sambil mencium tangan bu Agus

Bu Agus:” wa’alaikumsalam bu Aida…gimana bu..acara tanggal 18 Februari ini diacara dinner Indra…panjenengan bisa hadir?”

Aida:” iya bun…rencananya saya mau nebeng bunda…”

Bu Agus:”mohon maaf ya bu…mobil saya ada dimalang,,,jadi saya sama pak Agus naik motor bu?”

Aida:” iya bun,…ndak apa…doain saja semoga saya dapat tebengan bun..”

Bu Agus:” maaf ya bu Aida…memang Mas Indra WA saya..katanya mau berangkat sama tante Agus gitu…wah saya bilang ke Mas Indra…mobilku gak ada mas…gimana…katanya dia sih suruh berangkat sendiri”

Aida:” iya bun…kalau ayah saya kan gak mungkin bun kan beliau sudah gak muda lagi apalagi malem kan acaranya dan motornya udah tua…ya lihat entar aja dah bun”

Bu Agus:” iya bu”

Aida:” bun…gimana kalau pakek ini bu kan dress putih”sambil memperlihatkan gambar pesenan baju online

Bu Agus:” bagus bu…beli di online shop mana?”

Aida:” beli di teman bun…orang jember…oh ya gak kayak ibu-ibu kan bun?”

Bu Agus:’ ya kan memang ibu-ibu…hehehehe”

Aida:” kan belum beranak bun…hehehe”

Bu Agus:” minimal sudah jadi ibu guru toh…”

Aida:” iya sih…”

Obrolan itu berakhir karena jam masuk telah mulai…Aida seperti biasa melanjutkan aktivitasnya. Seusai mengajar Aida mengirimkan surat online lewat WA yang ditulis dikertas, difoto lalu dikirim ke Indra

Assalamualaikum Mas Indra…semoga Allah selalu melindungimu…mohon maaf ya…aku gak bisa hadir ke acara dinner famili mu mas…karena bu Agus tidak bawa mobil…bapakku kan gak mungkin ngater maklum motor tua apalagi malam hari bapak kan udah gak bisa bawa motor jauh jauh….mau pijem motor orang kan gak mungkin say…jadi maaf ya semoga sukses acaranya…bukan ndak mau hadir tapi belum dipermudah saja oleh Allah…wassalamualaikum”

Lagi..dan lagi…lagi…hanya dibaca…baiklah sambil menghela naps…Aida sabar menghadapinya.

Aida melanjutkan rutnitasnya…hingga saat hari sabtu H-1 acara dinner itu mau dilaksanakan. Aida update status di WA”Datng gak ya…ya semoga ada keajaiban:”tak lama kemudian si Hanif murid Aida membalas status Wa”saya sudah beli henanya bu…”Saat istirahat sekolah, Hanif meminta Aida ke kelas nya untuk dihenain

Hanif:” sini bu sayahenain…mau motif gimana”

Aida:” ya…suka suka hanif yang penting bagus…”

Hanif:” Oke bu, oh ya…mau pakek baju gimanya bu”

Aida:” ini dek gambarnya” sambil memperlihatkan  foto baju yang udah difitting

Hanif:” bagus bu…tosca combi white bagus bu”

Novi:” lihat-lihat aku Nif”

Hanif:” uh…kepo aja sih”

Novi:” biar gak apa kan bu… bu nanti…alisnya pa cucok bu…make up yang syantik pakek bulmat yang cetar membahana”

Aida:” bisa aja sih kamu…udah nih ibu mau dihenain Hanif

Dengan cekatan hanif menggambar dikedua tangan dan kaki Bu Aida…sampai pas mau finishing

Hanif:” kurang apa ya…bu kasih inisial dia bu…”

Aida:”iya dek kasih aja huruf IYM”

Hanif:” Ok bu…nunggu kering bu…”

Aida:” Ok”

Seusai di hena…Aida kembali ke kantor karena tugas ngajar kelar. Dan lanjut sholat dhuhur…lanjut nunggu les ya biasa sambil selfie dan lanjut ngelesin anak kelas 9 persiapan UNBK. Kemudian Aida dijemput pulang sang Ayah.

Di rumah Aida deg deg an menunggu besok pengen hadir tapi belum dapat tebengan…tapi Aida gak kehabisan akal. Dia mendatangi adik Farah tetangga rumah yang baik dan sodara adik Farhan.

Aida:” dek…gimana kabar”

Farah:” baik…mabak…gimana kabar mbak dengan mas milyuner itu mbak”

Aida:” iya nih dek bisa gak dek mas Farhannya dan adik bertiga gitu ikut dinnernya dia…”

Farah:” aduh mbak aku sih iya tapi kayaknya gak diijinin apalagi acara kan malem mbak kan mbak udah blang kapan hari itu”

Aida:” ok dah gak apa dek”

Obrolan itu berakhir dan Aida melanjutkan main sama adik Ratu balita lucu adik bungsu dari Farah dan Farhan. Meski kecewa tapi gak apalah bagi Aida. Hongga pada pagi hari tiba, Aida membantu emmak di dapu dan emmakpun mengobrol

Emmak:” wah di restorannya tmpat acara Indra nanti itu masak sekarang nduk…semoga lancar gak ujan ya…yah meskipun kamu gak bisa hadir”

Aida:” Aamiin…mak, iya lah mak biar saja dah masih belum dipertemukan sama dia kali ini gak apa.

Aida dengan sigap membantu masak, nyapu, nyuci.,dan lanjut sholat duha dan menyelesaikan hataman Qur an nya. Sambil bermunajat meminta petunjuk kepada Allah S.W.T meski galau tapi Aida kala itu iseng ingin hunting make up dengan henanyanya. Selama 2 jam didepan kaca untuk menghasilkan riasan cucok meong sambil mengasah kemampuan merias diri sebelum diterapkan kepada klientnya kelak. Lalu Aida menunggu sang adik untuk difotokan, ada juga sih foto selfie …lalu unggah di FB IG dan WA. Kemudian si Farah mengirim pesan agar maen kerumahnya sambil wifian. Dengan sigap Aida kesana. Setelah wifie diaktifkan Aida langsung membuka WA dan taukah distatus WA Indra ya Allah…dia unggah foto dia dengan cewek di cafe lanjut di Bromo. Betapa sedihnya dan hancur hati Aida…didalam batin Aida berkata:

“katanya gak bisa jemput…lah ini dia jemput cewek kebandara distatusnya lalu diajak ke Bromo, katanya single katanya udah putus karena lain agama tu cewek mamanya Indra gak setuju tapi kok gitu”

Banyak sekali pertanyaan yang muncul tak terjawan…tapi Aida dengan berlapang dada dan beristigfar sambil sempat sempatnya mengomentari status Wa dengan kata Cucok meonk xixixiix…si Indra cuek seribu cuek…apalagi sudah ada cewek cantik operasian sih polesan…tapi Aida gak berkecil hati bagi Aida dan ortu Aida cantik sejagat raya xixixi. Kemudian dia memberitahukan Farah

Aida:” dek lihat nih dek…”sambil kasih ponselnya

Farah:” loh katanya single dia mbak kok gitu sih”

Aida:” gak apa dk bukan sekali dua kali mulai SMA kuliah dia biasa begitu pemberi harapan palsu…ya mantap mbak dan bersyukur gak bisa datang dek”

Farah:” duh mbak yang sabar mbak”

Aida:” iya dek,…meski ke acara pemberangkatan umrohnya mbak gak mau datang..mbak males dah kecewa jadi satu, mbak pulang ya dek”

Farah:” iya mbak”

Diperjalanan pulang dari rumah Farah menuju umah…hati Aida hancur mau nangis pun air mata ini tak mampu untuk mentes…dalam hati Aida berkata:” Aku kudu kuat  aku pasti bisa mendapat yang jau lebih lebih lebih baik dari Indra” sesampai di rumah

Aida:” Mak…alhamdulillah Allah masih sayang sama Aida mak…aida gak diijinin datang ke dinner Indra ternyata dia jemput dan ajak ke bromo cewek singapuranya mak ini foto di WA” sambil memperlihatkan

Emmak:” iya nduk kamu kudu sabar nih cowok gak terbaik buat kamu nduk…toh gak kalah anak emmak biasa aja kok cantik kamulah …memang bapakmu punya firasat gak enak dalam mimpi tadi cerita katanya dia dah ma cewek pas kamu datang lihat dia bermesraan duh nak jangan deh…udah hapus semua tentang dia”

Aida :” iya mak besok aku k rumah Farah mau blok FB IG dan ku hapus tadi kontak WA dan foto-foto dia di ponselku mak…lah bunga mawar merah plastik  pemberian dia ini mau dibuang tah mak…kan sayang ini mawar cantik gak bersalah”

Emmak:” biar nak taroh dilemari ats yang tertutup itu biar gak kelihatan…sudah nak …Aida kudu kuat bukan yang terbaik masih nak…duh…Aida masih muda…Indra itu cowok yang belum tepat kok bisa dulu kan gemuk berubah kurus gitu muka kalau gak diapain gitu

Aida:”dioperasi memang mak…dia udah terpengaruh pergaulan bebas barat gitu mak…semoga saja Aida terlindung mak…dan kuat iman islam mak…amin…

Emmak:” iya nak…sudah tetapkan tahajud tirakat mu minta yang jauh jauh lebih baik dari Indra,…aku yakin Allah pasti sayang Aida

Aida:” iya mak…makasih ya mak…”sambil memeluk sang bunda

Di Keheningan malam Aida terbangun …sambilbersiap dan melaksanakan sholat tahajjut lalu bermunajat dan meminta dalam doanya

Ya Allah…ini lah jawaban selama aku sebulan berhajat agar bisa disatuan sama ndra,…ku sebut nama dia dan mamanya agar segera datang meninangku menjadikan tulang rusuk, pendamping hidupnya…makmum sholehah untuk dia ….lancang sekali aku memaksakan kehendakku kepadaMu Ya Robb…sok  tahu sekali aku…bahwa Indra terbaik untukku…gantilah cinta kasih sayang yang hendak ku berikan kepadanya dengan cinta kasih sayang dan keridhoanMu Ya Allah….tepislah pesonanya dari pelupuk mata ini ya Robb…hilangkanlah perasaan cinta dihati ini untuknya ya Robb…gantilah dia dengan lelaki sholeh, Taqwa,  tampan, pintar, setia, tajir dijalan Mu, sayang padaku dunia akhirat…yang bisa menjadi imam, shabat untukku, agamaku, dunia dan akhiratku…anugrahilah aku jodoh ideal yang jauh lebih baik dari dia tahun 2018 ini agar aku dan dia yang Engkau kirim itu dapat membina keluarga yang sakinah mawaddah warohma dan dikaruniahi anak-anak sholeh sholehah sehat wal afiat cerdas berguna bagi bangsa agama . pernikahan kami kelak mesra until jannah Mu Ya Robb aamin…ya Robbal aalamiin”

                                                Doa ku ditahujjud cintaku

Aida sadar dan bisa mengukur diri, dirinya bukan Cinderella, yang happy ending dengan pangeran pujaannya. Harapan dia untuk bisa bahagia diacara dinner dan menjadi tamu special di hati Indra pupus sudah. Meski kisahnya agak mirip yang agak sulit untuk berangkat ya…dari segi kostum dan kendaraan. Namun awan hitam yang menjadikan turun hujan kesedihan baginya muncul akibat foto mesra di gunung Bromo Indra dan ceweknya. Padahal Indra punya janji untuk mengajak Aida jalan dan keinginan Aida bisa diajak Indra ke Bromo untuk bertadabur alam, alasannya jika ada waktu…tapi buat aku kok gak ada waktu…biarlah…aku gak berhak cemburu karena Indra hanya suka memberi harapan palsu bagiku.

 

 

 

 

 

 

Dapat Kejutan di bulan Januari 2018: Sang Pangeran di masa lalu hadir kembali mendatanginya

Aida sebelum menikah dengan orang Banyuawangi yang hanya bertahan 8 bulan itu, sebelum acara pernikahannya, Aida pernah mnghadiri pernikhan Andin teman sekelas Aida dan Indra, kebetulan rumah Andin dekat dengan rumah Indra. Kala itu Indra masih menyelesaikan S2-S3 diBangkok Thailand. Namun Indra menyempatkan hadir dan menyumbangkan suaranya di resepsi pernikahan Andin. Entah kebetulan atau taqdir yang mempertemukan mereka, yang sudah 2 tahun tidak bertemu itu…Allah pertemukan mereka berdua. Rona kebahagiaan terpancar diwajah Aida begitu pula diwajah Indra. Meski Indra menutupinya namun perasaan Aida yakin bahwa Indra senang bertemu dengan Aida mski hanya bisa saling curi pandang karena gengsi yang besar diantara mereka berdua. Indra terus bernyanyi dipanggung, Aida mencuri pandang begitu pula si Indra. Hingga akhirnya Aida selesai diacara resepsi itu. Indra terus bernyanyi tanpa berhenti tanpa mendatangi Aida. Tapi Aida selalu positif Thinking.Aidapun pulang yang ditunggu oleh ayahandanya diujung jalan. Pernikahan Aida terjadi, selama pernikahan Indra tidak muncul disemua akun sosmed Aida. Entah dihapus diblokir atau apalah itu namanya.

            Entah kebetulan atau apalah namanya, kamis 18 Januari 2018 Aida membuka FB dan diberanda muncul postingan ibu guru Sulis yang mengirim foto Iindra bersama dirinya dan murid sekelasnya XII IPA 2 yah  nama kelas yang sama ditempati saat 2008-2009 saat SMA dulu.Aida tidak heran meski Indra sudah jadi milyuner karena ketekunan dia dalam mengadakan riset kesehatan dinegeri asing. Bakat dan minat dia sudah ada semenjak SMA dulu. Indra memang aktif di kegiatan Kerja Ilmiah Remaja (KIR) SMA dulu. Bahkan Indra sempat mengajak Aida join dipenelitiannya dulu, sayangnya 2008 dulu Aida sedang berlibur ke Jakarta dikosan bibiknya, memang saat itu liburan semester namun Indra dan rekannya semangat mengikuti  KIR. Dari postingan itu yang Aida lihat disore hari, Aida obrolkan dengan bundanya.

Aida:” mak…mak…tau gak sih”

Emmak:” tau apaan nduk?” tanya emmak penuh penasaran

Aida:” ini mak…lihat si Indra datang ke SMA jadi motivator karena sukses jadi milyuner” sambil memberikan ponselnya untuk memperlihatkan foto Indra.

Emmak:” oh iya…masa’ ini Indra teman SMA mu…duu kan gemuk imut ya ganteng sih? Kok beda?” tanya emmak dengan penuh penasaran

Aida:”iya mak…ini Indra teman SMA ku dulu saat SMA sama kuliah pernah ke sini mak…dia operasi wajah mak di luar negeri makanya beda banget sama yang dulu”

Emmak:” oo gitu…ganteng sekarang sih…tapi imut dan bagusan dulu”

Aida:” ya gak apalah mak kan itu pilihan jalan hidup dia…kita gak berhak memvonis dia gimana-gimana yang penting hatinya semoga selalu baik aamiin”

Emmak:” aamiin….oh ya…gak ngabarin kamu si Indra nduk?”

Aida:”gak ada kabar mak…semua akun sosmedku gak terhubung sama dia mak…mungkin sudah diblokir kali mak…biarlah…mungkin Indra lupa sama aku mak…”

Emmak:”biarlah nduk…jangan berkecil hati…”

Aida:” iya mak…coba ada gerabak…gerabak bunyi pintu mobil mak…pas Indra datang ya mak kesini…”

Emmak:”aamiin nduk..semoga saja ya…”

Obrolahn hangat itu berakhir karena adzan magrib berkumandang. Aida dan Emmak bersiap untuk menunaikan ibadah sholat maghrib. Bapak dan adik pergi kesurau dekat rumah untuk sholat berjamaah. Aidapun  sholat maghrib berjamaah dengan emmak dirumah.di keheningan doa usai sholat maghrib Aida berdoa:

“Ya Allah….terima kasih atas rahmat kasih sayang Mu ya Robb…nikamat sehat dan iman islam semoga selalau senantiasa padaku dan orang tuaku ya Robb…umur barokah dan rejeki yang banyak dan barokah sebagai bekal sangu ibadah kepadaMu ya Robb, ampunilah dosaku dosa kedua orangtuaku dan sayangilah keduanya sebagaimana keduanya menyayangiku waktu kecil…ya Allah…hatiku sangat senang karena melihat kabar temanku Indra yang lama gak ada kabar ini sudah sukses jadi milyuner semoga hamba juga ditakdirkan jadi milyuner sholehah dan muslimah sejati aamiin…semoga Indra selalu ingat aku ya Allah…entahlah perasan yang mati ini kenapa mulai timbul benih benih cinta yang aku tidak tau akan seperti apa jalan dan akhirnya…semoga saja Engkau selalu memberiku yang terbaik untuk kebahagiaan dunia dan akhiratku….jika berkenan ya Robb buatlah Indra datang kerumah mengunjungiku ya Robb aamin”

Usai sholat maghrib Aida bersalaman dengan emmak lalu bersantai diteras rumah dan lagi dan lagi…obrolan Indra tidak ada habisnya diantara keduanya. Seolah petanda semakin yakin Indra akan datang berkunjung kerumahnya.

Aida:”mak…mak…coba si Indra beneran datang ya mak….kesini”

Emmak:” ya…kalau memang Allah taqdirkan datang ya datang nduk…sudahlah jangan terlalu difikir nduk…”

Aida:” iya ya…mak…semoga saja…, dia lucu loh mak…dulu saat mau kuliah diluar negri dia pernah ngasih coklat dari luar negeri…manis sih…semoga manisnya beneran…ya mak…heheheh”

Emmak:” maksudnya gimana nduk…”

Aida:”gak ada maksud sih mak…”

Emmak:” ayo …jujur saja nduk masa’ sama emmak maen rahasia-rahasiaan segala sih”

Aida:”ah …emmak bisa saja…gini loh mak maksudnya semoga dia itu memberi kisah manis dihidupku mak…eitz…kok ngarep gitu sih”

Emmak:” iya nduk jangan terlalu ngarep ntar dikira kamu ngincar kekayaannya nduk sama orang-orang”

Aida:” aku gak seperti itu…meskipun dia gak jadi milyuner seperti sekarang ini…aku tetap mau kok nerima dia jika dia brkomitmen serius sama aku…asal dia iman islam setia, sopan sayang sama aku dan emmak tanggung jawab gitu aja sih…harta hanya titipan Allah mak…”

Emmak:” betul itu nduk…berharap sama Allah nduk…kalau jodohmu pasti akan bersatu dengan mu jika tidak semoga Allah beri kamu yang jauh lebih baik nduk….”

Aida:” aamiin ya Robb”

Obrolan itu berakhir karena adzan isya’ berkumandang, Aida dan Emmak bergegas untuk mempersiapkan sholat berjamaah. Seusai sholat Aida berdoa dan melanjutkan aktivitas untuk persiapan besok mengajar, lanjut menonton televisi. Emmakpun juga menonton televisi tapi diruang tengah.padahal seharian Aida tidak tidur, biasanya jika tidak tidur siang, Aida tidur cepat di malam hari, namun malam jum at ini membuat Aida tidak langsung tidur. Tak lama kemudaian saat Aida asyik menonton televisi acara kontes dangdut, Emmak datang ke kamar Aida.

Emmak:” nduk nduk ada yang nyariin kamu nduk…”

Aida:” siapa sih mak… ?”sambil menonaktifkan tombol off remote TV nya.

Emmak:” katanya namanya Nico nduk…?”

Aida:” Nico siapa sih mak…paling suruh naroh lamaran kerja disekolah lain mak” sambil memasang jilbab

Emmak:” bukan nduk Nico ini bermobil nduk”

Aida:” Nico siapa sih masa’ Nico tetangga ini punya mobil perasaan belum bermobil deh”

Emmak:” sudah lah temui dulu nanti tanya-tanya dan heran-herannya dah”

Aida pun segera bergegas keluar dari kamarnya menuju ruang tamu dan di sana sudah duduk seorang lelaki.

Aida:” Indra…” sambil berjalan mendekati dan lelaki itu berdiri dan mendekati pula

Indra:” iya Aida…eh maaf ya aku gak bisa lama-lama aku hanya mau ngasihkan ini” sambil memberikan amplop putih

Aida:” ee…ee…gak sopan ini…ayok duduk dulu enak aja lama gak kesini udah kesini mau langsung mau pulang aja” sambil memnyodorkan air mineral, dan Indrapun duduk kembali

Indra:”gima kabar kamu Aida?”

Aida:” Alhamdulillah baik…eee kamu muslim kan…itu di FB kamu kok sudah muaallaf maksudnya gimana”

Indra:” ya Allah Aida…ya pasti muslim lah kan udah dari kecil…itu mamaku gak setuju kan pacarku non muslim Aida…tapi aku sekarang udah gak sama dia”

Aida:”ooo gitu untungnya kamu tetap muslim ya…oh ya…kenapa FB IG WA ku kamu blokir ayo kenapa jahat ya kamu!”

Indra:” ya Allah Aida…sumpah gak aku blokir…aku buat FB baru ini HP baru Aida…kok segitunya nuduh aku…aku lagi mau sendiri makanya aku buat akun baru gitu Aida”

Aida:” ooo…gitu…lah ini kenapa kamu pakai tato” sambil memgang lengan kiri Indra,,, memang dua sahabat itu tidak pernah jaim kalau bertemu

Indra:” ya Allah Aida…ini henna Aida…mamaku sampai kebakaran jenggo kan aku mau umroh kok pakai tatao…ini henna gak permanen jadi kemaren pas tahun baruan aku seru seruan bikin henna fun ini kayak tato sih….”

Aida:” oh ya…tadi kamu jadi motivator kan di SMA kita dulu kan,,,sudah jadi milyuner bayangkan 13 bok…”

Indra:” kamu tahu dari FB ibu Suliskan”

Aida:” iyalah kan FB ku dan FB mu gak tersambung, jahat nih diblokir”

Indra:” ya Allah…Aida ini gak percayaan…ini gini Tante…dari dulu sejak SMA Aida gak berubah sukah bawel lucu kalau ketemu ya gini dah Tan…”

Emmak:” oo…gitu ya nak?” kata emmak yang dari tadi duduk didekat ruang tengah

Indra:” iya Tan…Aida memang baik makanya saya kpikiran dia…pas datang ke Probolinggo, sebelum saya kembali dinas Te…saya kepikiran ada satu cewek imut yang saya harus kunjungin …saya ada janji sama dia…rencananya mama saya dan supirnya yang akan mengantarkan ini te…tapi karena mama udah 10 tahun gak ke Tarokan jadi takut nyasar…jadi daripada nyasar ya saya sendiri yang nganterin Te…”

Emmak:” iya nak…tadi soreusai sholat ahar…si Aida bilang Indra sudah diProbolinggo dan ngasih motivasi di SMA kalian dulu…sambil menunjukkan foto kebeersamaan nak Indra ke saya sama murid muris dan satu ibu guru di FB nya, dan bilang coba Indra ingat mau kesini ya mak…bilang gitu Aida tadi…ee ternyata nak Indra datang beneran,….panjang umur…”

Indra:” aamiin…beneran Ye…tadi diomongin…”

Emmak:’iya benran”

Aida:”ya Allah …Indra…masa’ kamu gak percaya sama Emmak ku Ndra….”

Indra:” iya…iya…percaya…bawel kamu”

Mendengar ada  suara ramai ramai dari ruang tamu…bapak keluar dari kamar dan ikut menemui Indra.

Indra:” e…ada Om….”

Aida;” ini loh pak Indra teman SMA Aida dulu…sekarang sudah jadi milyuner pak?”

Indra:” hehehe…om awet muda ya…?”sambil salaman sama bapak

Bapak:” masa’ iya tah nak…”

Indra:” iya om…dari dulu gak berubah…”

Bapak:” ooo iya makasih…gimana kabar nak/”

Indra:” Alhamdulillah sehat om…”

Bapak:” sibuk apa sekarang?”

Belum sempat dijawab oleh Indra, Aida langsung menyambung pembicaraan mereka berdua

Aida:” sekarang dia jadi milyuner pak…udah beli rumah, beli vila,beli mobil, mama nya dibelikan atu set berlian…”

Indra:” ya Allah…Aida…kamu kok tahu semua…tau dari siapa kamu”

Aida:” apa sih yang gak aku tahu tentang kamu Ndra…ya ALLAH Ndra…10 M Ndra…kamu gak bakalan rugi kalau ngumrohin aku…”

Indra:” bukan 10 M tapi 13 M…”

Bapak:” iya nak katanya Aida nak Indra sukses di luar negeri?”

Indra:” iya om…penelitian saya di beli sama pemerintah Australia…”

Bapak:” ya Alhamdulillah Nak…”

Indra:” ya ampun Aida…kamu tau semua ya…kamu tahu dari mana?”

Aida:” dari Bu Agus…kan aku satu sekolahan sama beliau…tapi kamu kenapa benci ayahmu Ndra biar bagaimanapun itu tetap ayah kamu”

Indra:” Kamu kalau tau sbenarnya pasti gak bakalan bela tante agus…papaku itu selingkuh sampek nikah diam diam dan alhamdulillah gak sampek lahir anaknya…keguguran selingkuhan papa…mamaku nangis terus tiap malam…coba kalau ini terjadi pada ibu kamu pasti kamu akan sama kayak aku”

Aida:” ya Allah…Ndra…ya maaf…tapi kalau bisa kamu gak usah benci sampek segitunya”

Indra:” iya om…papa itu sampek bilang ngapain beli rumah di tempat lain…ya saya jawab berapa kali papa ngusir aku…skarang aku yang menang…papa gak boleh pegang uang sepersenpun…aku kasihan mama om…”

Bapak:” iya nak yang sabar…”

Indra:” oh ya ngomong ngomong kamu tahu tentang aku kan dari Tante agus kan…itu gimana sih ceritanya…coba cerita Aida?”

Aida:” pengen tau ya…duh aku kok mau kebelakang nih…nunggu kamu suruh cerita aku ampek nahan kencing nih kan gak baik untuk kesehatan , aku kebelakang dulu ya?”

Indra:”iya dah… oh ya Aida…aku ajak bapak ibu sama kamu jalan makan-makan kita Aida”

Aida:” aduh…gak ngerepotin kamu tah…ntar dulu ya aku kebelakang dulu dah”

Indra:” iya…iya…bawel”

Aida pun ke kamar kecil. Mereka bertiga ngobrol

Indra:” gitu dah Om…Aida lucu , baik, gak jaim…makanya aku selalu ingat”

Emmak:” tadi emang diomongin Aida kok”

Indra:” beneran begitu Te…”

Emmak:” iya…oh ya Nak waktu ada tour ke jogja ketemu kan sama Aida”

Indra:” iya Te..ketemu dulu…saya datangin ke hotelnya karena udah malem gak ada keluar Aida ditelepon akhirnya kita ketmu di kebun binatang”

Emmak:” iya nak…Aida memang cerita begitu ke Tante dulu”

Indra:” sekalian kita makan-makan Om semoga saya ada waktu…tapi kalau saya sibuk saya bawakan makanan besok Om…”

Bapak:” iya terserah Nak Indra saja gimana enaknya sudah”

Indra:” oh ya Aida aku ajak bapak ibu besok sekalian aku jemput kamu kesekolah…”

Aida:” emang gak ngerepotin kamu tah?” kata Aida yang menuju ruang tamu seusai dari kamar kecil

Indra:” ya gak lah…jam berapa besok kamu pulang sekolah…mau jalan juga boleh?”

Aida:” yakin…kamu…gak malu jalan sama aku…?”

Indra:” gak lah ngapain malu…sekalian om tante ikut,,,sama adik kamu juga…abis aku jemput dari sekolah kita jalan”

Aida:” besok kan jum atan emang kamu gak mau jum atan”

Indra:”  ya jum atan dunk…say…abis jum atan aku kesini jemput kamu”

Aida:”emang kamu gak capek tah abis jemput dari sekolah, anter aku kerumah…terus kamu pulang balik sini lagi…?”

Indra:” Insya Allah gak lah…jam berapa besok kelar dari sekolah sekalian aku mau ketemu bu Agus”

Aida:” jam 10.30 WIB aku udah kelar ngajar besok kok”

Indra:” Ok aku jemput besok…tapi kalau ada waktu kita jalan maaf ya om tante takut waktunya mpt kalau gak ada waktu saya bawakan makanan besok kapan-kapan kita bisa jalan- jalan…besok saya mau nge gym diprobolinggo kota sayab bawakan makanan.”

Bapak:” iya sudah diatur sendiri sudah nak gimana enaknya.”

Indra:”besok kita ketemu ya Aida..”

Aida:” iya…oh ya sebenarnya aku ada acara reuni minggu ini…21 januari…di kampusku…tapi aku males mau dateng sama siapa”

Indra:” datang sama aku juga boleh kok”

Aida:”ah masa’ sih…”

Indra:” tapi aku takut ada tlpon dadakan dari kantor jakarta ini aku sebelum tanggal 24 aku harus ke Jakarta ada meeting”

Aida:” ciye…super sibuk nih ya…iya gak apa kok, eh iya kamu masih inget gak digembira loka dulu?”

Indra:” ya inget lah…gila kamu masih nyimpen foto aku waktu endut dulu…hapus napa Aida…najis aku lihatnya”

Aida:” iya aku simpen kok dilaptop…ee iya sekarang kamu masa’ mau foto sama aku ah jangan deh”

Indra:” ayuk kalau mau selfie sama aku”

Aida:” bentar Ndra aku lagi kucel gini bentar aku benerin dulu” sambil menuju kamar

Indra:”dasar wanita”

Tinggal mereka bertiga di ruang tamu

Indra: “ iya om saya lebih senang rame gini saya gak suka sepi”

Bapak:” hehehehe”

Indra:” Aida…ayuk…udah belum”

Aida:” bentar lagi betulin pakai jilbab sabar napa”teriak Aida dari kamarnya

Indra:’ duh…Aida…Aida”

Aida:” kamu kalau tau aku gak berjilbab bisa pingsan kamu…hehehehe”

Indra:” iya Tan…rambut Aida keriting ya?”

Emmak:”enggak Nak biasa…gak keriting…lurus aja kok…”

Indra:” soalnya dulu saat SMA saya ngintip dikamar ganti rambutnya keriting Te…”

Aida:” ayooo ngaku …ternyata dulu pernah ngintip aku dikamar mandi saat ganti ya…hayo…itu rambt riska aku kan sembunyi dibaliknya”

Indra:” ooo gitu yah…yuk kita foto…ehh kamu pose lihat sana…dan kamu pura-pura mukkul gitu”

Aida:” oke dah…”

Mereka berdua ber Swa foto memakai ponsel Indra…ada 5 pose…sampai dapat pose Ok mereka berhenti. Indra tanpa malu meski berSWa foto di depan ortu Aida. Mungkin karena Indra dan Aida sudah lama kenal dan saling memahami.

Bapak:” sama-sama disimpen dan dikirim Nak biar sama-sama punya”

Indra:” iya Om…oh ya Aida nomormu tetap yang dulu ini…aku nge save nomormu..aku kasih nama Aida kuro-kuro…” sambil menunjukkan ponselnya

Aida:” enak aja…maen ganti namaku…bukan itu nomorku ini nomorku…kamu save dan kamu sapa di WA dulu…aku gak ada data…belum beli”

Indra:” ya Allah Aida…sini ponselmu”

Aida:” ini…”sambil memberikan ponselna untuk dihubungkan koneksi hotspot

Indra:” ini aku kirim ya…ya Allah kok masih loading sih…disini kurang tiang provider sih maklum kan desa beda sama Sebaung hehehe”

Aida:” ya udah kamu aja yang beli tower provider kan kamu milyuner hehehehe”

Indra:”ada-ada aja sih kamu”

Bapak:” lama ya…nak Indra gak kesini tadi gimana gak nyasar nak?”

Indra:” iya om tadi saya tanya ke orang…tau rumahnya Aida Masruro anaknya imut kecil hehehe”

Aida:” ngomong kecilnya gitu gak usah segitunya napa”

Indra:” hehehehe”

Aida:” eee ini kok gak dilepas spatunya gak sopan ini!” sambil menginjak kaki Indra yang berspatu

Indra:”aduh sakit tahu…ini udah biasa tau…dirumah aku gitu maaf ya om?”

Aida:” uuhhh sombong…gak usah sombong”

Indra:” tau ya om saya gak bisa emang begini…saya…beli apartemen beli rumah…ini mau beli sawah seharga sekian”

Aida:”eee…ee…turunkan frekuensi sombongnya”

Indra:” bukannya sombong…ya…”

Aida:” oke ok…”

Indra:’ gimana ya Om…kalau saya jadi nikah sama Aida…pasti ramai terus…ramai di dapur masalah masakan…ini masaknya gak gitu…tapi gini ramai dikamar mandi masalah cucian…ini kurang bersih…ramai terus deh Om…tante…”

Aida:” aku ini jadi bojomu apa babu mu…gak cocok ya cuci sendiri”

Iindra:” ya gak lah kalau kamu cinta sama aku…kamu pasti nurut sama aku…iya mas…pasti gitu kamu?”

Aida:” mas dennn”

Indra:” hehehhhe…lucu deh kamu”

Aida:” emang aku badut apa…aneh deh”

Indra:”ini Aida kok bisa cerai sih Om…kamu nikah tahun 2015 ya? Ya Allah Aida kok nikah kok gak nunggu aku sih?”

Bapak:”ya namanya jalan hidup belum jodoh inysAllah akan segera yang terbaik nak?”

Aida:” apa… nungguin kamu…orang kamu gak ada komitmen…Rini aja bilang pas aku hadir dipernikahan Vivi…eh Aida kenapa kamu gak nikah sama Indra…lah aku jawab loh kok bisa tanya gitu Rin? Kan Indra gak ada komitmen sama aku Cuma harapan yang blum jelas gitu, mana janjimu katanya semester dua waktu itu kita masih nunggu kelulusan kelas 3 SMA, katanya kamu mau datang kerumah mau ngelamar akau dan kamu yakin ortuku gak bakalan berani nolak kamu…mana janjimu…katanya gak mau dibilang orang munafik?”

Indra:” 2015 waktu itu aku kan masih kuliah pasca sarjana dibangkok ya Om…saya kan mau mempersiapkan masa depan…kamu gak sabar sih?”

Aida:” eee…sekarang maen nyalahin aku…orang kamu gak ada komitmen bilang kalau kamu mau sama aku…coba kamu bilang aku kan bisa nunggu kamu”

Indra terdiam seribu bahasa…entahlah apa yang ada dibenaknya.untuk mencairkan suasana Aida mengajak Indra bicara mengalihkan topik pembicaraan

Aida:” Ndra…Ndra…kamu kok datang nya malem sih…?”

Indra:” malem apa ini masih evening…oh ya kamu pacarnya anak mana sekarang?”

Aida:”udahlah aku mau fokus sama bisnis make up dan wedding organizier ku ya meski masih merintis sih?”

Indra:” iya aku lihat di FB mu kamu pinter merias dan hasilnya bagus cantik padahal dulu anti make up ya”

Aida:” iya…tapi masih merintis belum dapat job merias diacara wedding, Cuma merias anak anak murid aja acara pentas sni…masih kurang modal, iya dulu aku anti make up kesekolah aja sering gak mandi…Cuma cuci muka cuci ketiak ganti baju no bedak langsung berangkat berjilbab dan berseragam ke SMA, tapi sekarang udah gak gitu loh ya…”

Indra:” iihh…jorok…”

Emmak:” iya Nak memang gitu Aida dulu kalau sekarang ya gak lah?”

Aida:” ya gak dunk…”

Bapak:” ini serius saya minta tolong…tolong dibantu dari segi pemodalan usaha Aida ini ,,,,mungkin juga masalah jodoh nak Indra ada kenalan lelaki sholeh tanggung jawab dan belum punya anak gak apa dibantu Aida ini mbak apa adik ya?”

Indra:” iya om… insyaAllah…saya bantu…oh ya Aida kamu mau lelaki punya anak kecil gitu?”sambil menggoda aida

Aida:” gaklah gak mau aku…aku gak mau jadi ibu tiri…iya aku kan aslinya 10 januari 1991 yang benar kan hari kamis kelahiranku bukan 1 januari 1990 yang salah di semua ijazah itu…tapi gak apalah”

Indra:” ooo gitu kan baru ulang tahun happy birthday ya?”sambil berjabat tangan

Aida:” makasih ya?”sambil menjabat tangan Indra

Bapak:” berarti selisih bulan aja tua Aida dua bulan sebenarnya “

Aida:” iya pak tapi kalau di administrasi tua aku q tahun lebih tapi gak masalah aku kan imut imiut awet muda dan syantik hehehe”

Indra:” ih apaaan sih puji diri sendiri nih?”

Aida:” iyalah nunggu dipuji kamu kapan?”

Indra:” iya…iya..cantik…”

Aida:”iyalah ini kan ori…beda ama ini pipimu yang operasiaan apaan nih?”sambil mencubit pipi Indra

Indra:” ihh biarin”sambil membalas cubitan pipi Aida

Mereka berdua sudah gak jaim meski ada ortu Aida, tak lama kemudaian Indra pamit

Indra:” aku pamit dulu oh ya Aida jangan makan gorengan biar om tante sehat kamar mandi baknya dikuras dua hari sehari…makan rebusan saja”

Aida:” ya…mana enak makan rebusan kalau gak digoreng”

Indra:” ya boleh digorng kasih merica tapi minyaknya jangan banyak banyak…aku pamit pulang sampai ketemu besok…aku jemput kamu di sekolah ya”

Indrapun pamitan dan Aida beserta Ortu mengantar hingga halaman dan Indrapun melajukan mobilnya sambil melambaikan tangan

Indra: “sampai ketemu besok ya Aida…dada..da”

Aida:” iya sampai ketmu besok assalamualaikum…”

Indra:” walaikum salam pamit pulang tante …omm

Bapak emmak:”iya nak”

Indrapun pulang…ya…Aida gak bisa menanyakan kapan Indra nyampek rumah karena data selulernya habis. Aida sholat isya’dan hajat sambil berdoa

“ya Allah terimakasih atas anugerah terindah di bulan pertambahan usiaku…Engkau gerakkan hati Indra untuk datang kerumah dan memberiku sedikit rejekinya semoga bermanfaat dan hamba bisa berbagi hasil kesuksesan hamba juga kelak…smoga hamba juga bisa sukses…hamba tidak iri sama sekali hamba snang Indra sukses…tapi kenapa perasaan yang mat ini hidup kembali ya Robb..apakah ini cinta entahlah…semoga Engkau buat Indra juga menyadari dan mencintai hamba sama menggebunya saat SMA dulu…jika dia baik untuk agama dunia akhiratku maka dekatkanlah dan permudah jalan kami bersatu dalam cinta halal bahagia dunia akhirat aamin ya Robb”

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Teman lama rasa Cinderella untuk Milyuner Muda

Mentari di jum’at yang penuh barokah sangat merona di pagi itu. Begitu juga dengan rona kebahagian yang terpancar di wajah Aida. Seperti biasa usai sholat shubuh Aida langsung membantu emmak di dapur mencuci piring dan baju. Emmak menyiapkan sarapan pagi. Usai sarapan Aida bersiap untuk berangkat mengajar, seperti biasa pagi hari Aida diantar sang Ayah kesekolah mengendarai motor Honda keluaran 2006, bukannya manja…Aida sempat berani untuk mencoba mengendarai motor kesekolah tempat ia mengajar namun semenjak jatuh dari sepeda nyali Aida seakan tak kembali lagi untuk mengendarai sepeda motor. Sesampainya di sekolah Aida dengan semangat mengajar mata pelajaran Kimia untuk kelas X dan keberuntungan berpihak pada Aida kala itu, biasanya di jadwalnya mengajar Aida mendapat jam terakhir namun Aida boleh maju di jam pertama dikarenakan guru di jam pertama berhalangan hadir.Alhamdulillah tugas mengajar kimia konsep redoks reduksi dan oksidasi berjalan dengan baik. Aida kembali ke kantor.

Sama halnya konsep kenaikan dan penurunan bilangan oksidasi pada redoks, hati Aidapun mengalami reaksi redoks, iya…jelas sekali kenaikan dan penurunan frekuensi detak jantung, sistol dan diastol tensimeter juga menandakan kenaikan dan penurunan angka yang drastis. Hal ini terjadi karena Indra sang pangeran cinta Aida akan datang menjemput dia sepulang sekolah. Aida tidak munafik …dia senang dan bahagia dijemput Indra, pria mapan, tampan milyuner muda yang menjadi teman lama dan jujur dia sangat berharap ungkapan cinta Indra semasa SMA dan perhatian Indra yang berlanjut saat kuliah dulu meski bukan di satu kota bakalan menjadi ungkapan komitmen ijab qobul yang menjadi komitmen janji suci dunia akhirat. Tak mau berlarut dalam khayalan dan fluktasi nada detak jantung yang semakin lama tak karuan itu, akhirnya Aida memberanikan diri menyapa Indra melalui jaringan pribadi whatssApp

Assalamualaikum, maaf ya Ndra semalem bukannya aku gak mau WA ya tau sendiri kan aku ditumpangi hotspot sama kamu, oh ya kamu semalem nyampek jam berapa?, oh ya gimana jadi kah jemput aku sesuai janjimu semalem?”

Pesan dari Aida tidak serta merta dijawab secara detail oleh Indra, namun Aida selalu berfikiran positif selalu. Tak lama kemudian Indra membalas pesan dari Aida

“hehehe iya…ini aku lagi nge gym di Probolinggo, jadi dunk jam 10.30 aku sudah di gerbang sekolah kamu”

oke Ndra aku tunggu kamu hati-hati ya!”

Indra menjawab ya…tidak detail entahlah…dijawab saja sudah Alhamdulillah bagi Aida.sambil menunggu balasan chat dari Indra, Aida mengobrol dengan Bu Agus yang kebetulan juga tidak mempunyai jam mengajar saat itu.

Aida:”bu ….semalem Indra silaturrahmi ke rumah bun…itu sudah saya unggah fotonya bun…” kata Aida mengawali obrolan dengan bu Agus

Bu Agus:”iya bu Aida…saja lihat kok foto panjenengan dengan Indra di FB duh jadi iri deh…”

Aida:” iri kenapa bun?”

Bu Agus:” ya…iri pengen ikut foto juga…hehehhe”

Aida:” nexttime bunda pasti bisa foto bareng Indra sang milyuner muda itu bun?”

Bu Agus:” iya bu…ini saya lagi chattingan panjang lebar sama Indra…sampai saya ndak mampu ngetiknya…”

Bu Aida:” iya bun…dilanjut saja bun…itu Indra lagi kangen sama bunda…”

Bu Agus:” hehehehe bu Aida bisa saja…iya bu ini si Indra juga cerita masalah bu Aida…katanya bu Aida itu sama dia sahabatan kental, bu Aida baik, bu Aida smart, mandiri dan punya kemauan keras untuk sukses, dan Indra ingin menjemput bu Aida ya…hari ini”kata bu Agus sambil memperlihatkan isi chat berkaitan chattingan Indra tentang Aida

Aida:”iya bun…semalem dia nawarin diri untuk menjemput saya bun…”

Bu Agus:” iya bu,,, ndak apa…tapi penilaian masyarakat nanti kudu bu Aida perhatikan dengan status bu Aida yang dijemput lelaki bermobil…”

Aida:” iya bun…kudu kuat mental saya bun…toh saya dan Indra ndak ngapa –ngapain kan bun…positive thinking saja bun”

Bu Agus:” sipp bun”

Tak lama kemudian si Indra mengirimkan pesan lewat WA kepada Indra berupa pesan suara.

Aida…aku belikan makanan dari KFC nih 4 porsi khusus buat kamu, ibu, bapak dan adik kamu dirumah ya…nih aku masih OTW mau ke sekolah kamu”

“ iya Indra…makasih banyak ya….oh ya…kalau kamu belikan makanan berarti kamu ndak jadi ngajak aku dan ortu jalan jalan dunk seperti niat kamu semalem”

“iya Aida….aku minta maaf ya ….karena waktunya mepet ternayata aku ada acara meeting dengan keluarga besarku di rumah makan probolinggo nanti jam 2 siang Aida…maaf ya…so next time kan bisa jalan-jalan”

Hati Aida…tak bisa berbohong, jujur hatinya sangat kecewa,,, berjanji memang sangat gampang dan sangat manis rasanya bagi yang diberikan janji, namun penepatannya sangat sulit dilaksanakan dan mungkin sangat gampang dilupakan bagi sebagian orang. Namun Aida berharap dan memiliki memiliki keyakinan bahwa Indra akan menepati janjinya termasuk janji dijaman SMA dulu. Entah keyakinan kuat itu datang dari mana. Semoga saja Allah menolong Aida aamiin…Aida tidak ingin menunjukkan rasa kecewa dan ingin tetap menjaga perasaan Indra, meski banyak orang yang tidak peduli akan perasaan Aida, namun Aida berusaha menjadi muslimah yang jauh lebih baik, maka dengan lapang dada Aida membalas chat Indra

“oh iya Ndra…gak masalah kok…kamu fokus saja sama agenda kamu….masalah janjimu itu untuk jalan jalan sama aku dan ortu kan bisa kapan saja…ya..semoga saja bisa segera terealisasi aamiin….”

oke Aida…makasih ya…atas pengertiannya, oh ya nih aku udah di Dringu, nanti kita ke minimarket kita belikan makanan dan jajan buat adik kamu tuh yang kecil tuh…”

“makasih ya Indra…kamu masih ingat sama adikku…”

Chattinganpun berhenti sejenak. Aida yang kala itu grogi atau nerveous, mendadak ingin ke kamar kecil, padahal tadi pagi sudah ke kamar kecil sekolah.kejadian itu terjadi bolak balik hingga ada rekan guru yang menggodanya

Bu Tuti:” wah bu Aida kok mulai tadi bolak balik saja bu ke kamar kecil kenapa bu tumben?”tanya beliau dengan penuh penasaran

Aida:”ndak tau kenapa ya bu….”

Bu Agus:” ah bu Aida bisa saja ngak ngaku…kan mau dijemput milyuner muda loh bu…”

Bu Tuti:” iya tah bu…ponakannya bu Agus itu ya…yang sukses diluar negeri,  lah kok bisa kenal bu Aida?”

Bu Agus:” iya bu…mereka berdua sahabatan sejak SMA”

Bu Tuti:” wah awas sahabat jadi cinta nanti ya bu Aida?”

Bu Aida:” ah bu Tuti bisa aja…sudah ya bu saya ke kamar kecil dulu ya bu”kata Aida dengan tersipu malu sambil segera bergegas ke kamar kecil

Usai dari kamar kecil Aida penasaran dengan isi ponsel, namun sebelum itu bu Agus menayakan perihal posisi Indra

Bu Agus:” nyampek mana Indra katanya bu…”

Aida:” katanya sih nyampek dringu tadi bilangnya bu”

Bu Agus:” wah sudah mau nyampek ya bu”

Aida:”iya bun, bentar bun saya lihat WA dulu ya bun”

Bu Agus:” ok bu”

Karena Aida tak ingin membuat Indra menunggu lama, Aida langsung melihat isi WA diponselnya, dan ternyata Indra mengirim pesan suara yang berbunyi

“Aku sudah di sekolah kamu sayang”

Hati siapa yang tak berbunga-bunga jika dipanggil sayang oleh orang yang sangat menyanyanginya semenjak SMA kini hadir lagi. Bukan baper, memang itu adanya…bagi Aida bapr itu bukan gak boleh…mau itu Cuma baper, kebaperan atau baper tingkat arjuna…itu sah-sah saja asal di imbangi iman islam yang kuat. Baper bagi Aida , berarti hati perasaan bukan hati organ yang jadi konteks pembahasannya loh ya…hati perasaan itu bekerja sesuai dengan aksi yang diterima dari keadaan yang dialami. Karena sesuai dengan hukum Newton III ada gaya yang sebagai aksi maka sama dengan gaya reaksi, meski ada tanda –(negatif) setalh sama dengan itu. Maksudanya kemungkinan terburuk kudu siap dihadapi dari gaya aksi itu.Baiklah kita kembali ketopik chattingan Aida dngan Indra yang sebentar lagi akan bertemu, Aida langsung dengan sigap keluar menuju gerbang sekolah. Di kantor sekolah yang masih ada bu Agus dan bu Tuti ikut bertanya dengan sikap sigap Aida yang ingin segera keluar kantor.

Bu Agus:”lah mau kemana bu Aida…?”

Aida:” ini bu Indra sudah ada di depan gerbang sekolah…”

Bu Agus:” ooh sudah datang toh dia bu…oke dah”

Bu Tuti:” wah sang milyuner sahabat bu Aida sudah datang hehehhe”

Aida:” iya bu…saya ke sana dulu ya bu?”

Bu Agus & bu Tuti:” oke bu”

Aida melangkah dengan cepat menuju gerbang sekolah, rasa senang, bahagia, deg deg-an jadi satu…dah berasa gado-gado Jakarta kali ya…?, di depan gerbang tampak Indra yang sedang mengkondisikan mobilnya dengan pintu kaca yang terbuka, dari dekat di seberang jalan Aida dapat melihat senyum sumringah Indra, Aidapun ikut tersenyum, Indra turun dari mobil dan memberikan kode agar Aida segera menyebrang.

Indra:” sini Aida…” sambil memberi kode tangan nya”

Aida:” iya bentar ini ramai sekali aku takut nyebrangnya Ndra”

Indra yang tak tega melihat Aida di seberang jalan ketakutan dan kesulitan menyebrang , dengan sigap Indra menyusul Aida diseberang jalan.

Indra:” Ya Allah Aida…kamu takut ya…ayuk…aku bantu”

Aida:” iya aku takut Ndra…makasih ya udah bantu aku nyebrang jalan”

Indra:” iya sama-sama”

Aida:” oh ya…kamu masuk ke sekolah yuk…”

Indra:” gimana ya Aida…aku mau kasih makanan ini ke tante Agus”

Aida:” oh gitu…oh ya itu ada Om Agus…”

Indra:” oh iya…”

Aida:” salaman sana…ee turun yuk”

Aida dan Indra menenemu Om Agus dan Indra mengobrol dengan Om Agus.

Indra:” gimana kabar Om,,,sehat”sambil bersalaman

Om Agus:” Alhamdulillah sehat…kamu kapan datang?”

Indra:” udah minggu lalau Om oh ya om …Indra kesini Cuma mau ngasih ini Om…salamin ya ke tante agus”sambil memberi kotak makanan

Om Agus:” oh ya makasih…kamu gak masuk ke kantor nemui tante disana”

Indra bengong…dan Aida mencairkan suasana

Aida:” eh iya Ndra ayuk temui bu Agus…beliau ingin selfie loh sama kamu…ayuk masuk”

Indra:” iya dah…” sambil mengunci mobilnya

Indra, Aida dan Om Agus menuju kantor sekolah tempat Aida bekerja. Di sela-sela perjalanan. Indra memulai lagi obrolannya dengan Aida

Indra” Alhamdulillah ya Aida…kamu jadi bu guru sekarang” kata Indra dengan penuh sumringah

Aida:” Alhamdulillah berkat support dan olokan kamu dulu sk SMA katanya aku ini penerus Bu Har dan Bu Tutik guru Biologi kita…ee…keturutan deh…”

Indra:” hehehehe ada-ada aja ya kamu Aida….

Sesampai nya dikantor Indra langsung disambut oleh bu Bu Agus  kemudian Aida punya ini siatif meminta Indra untuk berselfie dengan om dan tantenya kemudaian om Agus menggantikan Aida jadi fotografer dan akhirnya Indra diapit dua wanita yang sama sama menyayangi dengan tulus.kemudia Indra diajak ke dalam kantor hanya untuk mengobrol. Akhirnya bu Agus dan Pak Agus ngobro dengan Indra disela-sela itu ada beberapa guru yang hadir dikantor, bu Agus memperkenalkan ponakannya itu. Indrapun mengobrol dengan asyik bersama om dan tantenya terkait rencana Indra kedepan. Karena tak ingin mengganggu. Aida sibuk dengan ponselnya disudut kantor. Tak lama kemudian karena jam sudah menunjukkan hampir jam 11.00 siang,obrolan itu berakhir.

Bu Agus:” monggo…bu Aida…ini nak Indra sudah ada deadline lain karena harus ontime semuanya kan…momggo bisa diantar bu Aidanya Ndra?”

Indra:” iya…tan…semoga Aida segera dapat jodoh ya…aamiin?”

Mendengar itu Aida terkejut, entah apa maksud dar perkataan Indra itu, namun dalam hati Aida mengaminin…semoga Indra jodoh dunia akhirat. Namun agar tak kecewa Aida menjawab

Aida:”iya Ndra semoga tahun ini ya..aamiin”

Indra:” aku pamit dulu ya tan…om..”

Aida:” pamit dulu ya…bun…assalamualaikum?”

Bu Agus:” walaikumsalam…”

Aida dan Indra melangkah bersama menuju mobil Indra, suasana sekolah agak beda kedatangan milyuner muda ganteng, ada beberapa siswa yang kosong tanpa pelajaran keluar kelas. Dan melihat Indra dan Bu Aida. Kemudian Indra bertanya ke Aida

Indra:” Aida…ini mana murid kamu?”

Aida:” lah yang ini muridku…”

Indra menuju tiga siswi yang berkumpul depan pintu kelas dan mengatakan hal yang mengejutkan Aida yang kala itu ada di belakangnya

Indra:” oh iya…saya ini pacarnya bu Aida”

Aida:” ihhh apaan sih kamu…udah dulu ya nak…ibu pamit pulang assalamualaikum”

Tiga siswi:”walaikumsalam bu…hati-hati”

Langkah Aida dan Indra semakin cepat karena menghindari terik matahari. Sambi; berjalan menuju mobil. Aida bertanya perhal kejadian baru saja yang terjadi

Aida:” oh ya…kapan jadiannya kok PD amat ngaku pacarku depan muridku?”

Indra:” anggap aja udah jadian simple khan”

Aida:” iihhh kamu tuh dari dulu gak berubah…enak aja…orang kamu belum ada komitmen sama aku”

Indrapun terdiam dan kebetulan kala itu sudah sampai jalan raya dan kamipu harus menyebrang. Dalam hati Aida bertanya-tanya apakah benar si Indra ada rasa sayang yang tulus lebih dari sahabat? Hanya Allah yang maha mengetahuinya.

Aida:” Ndra aku boleh pegang tangan kamu aku takut nih?” kata Aida yang ketakutan mau menyebrang jalan

Indra:” oh boleh saja kok” sambil memberikan tangannya

Sesampainya disberang jalan Aida melepas tangan Indra dan menuju pintu mobil dan tak sengaja dilihat oleh muridnya yang sudah siap pulang sekolah. Murid Aida tersenyum. Aida juga tersenyum, sesampainya di dalam mobil.

Indra:” ayu..sayang kita berangkat…siapkan…oh ya AC nya kurang dingin kah?”

Aida:”bismillah napa kok panggil sayang gitu…emang sayang beneran tah?”

Indra: “ya beneran lah…”

Aida:” eeh jangan ditambah dingin AC nya aku gak kuat suhu rendah Ndra ntar aku muntah di mobilmu nanti aku dimarahin kamu”

Indra:” ya gak lah masa’ mau dimarahin…ok kita berangkat”

Aini:”Ok…Bismillahirrohmanirrohim…”

Indra melajukan mobilnya, sambil melajukan mobilnya Indra tak henti mengajak Aida mengobrol, di balik kaca pintu mobil putih mewah  milik Indra, Aida melihat ada dua orang siswanya yang melihat keberangkatan Aida dan Indra, dua siswa itu tersenyum dan Aida membalas senyum murid tersebut.di dalam benak Aida berkata,” duh…bakalan jadi gosip dan  di godain sama murid muridku nih! Apalagi tadi Indra ngaku kalau dia pacarku di depan siswiku, ya…aku aamiin in saja dah…siapa tau jadi pacar dunia akhirat pada kenyataannya…aamiin…ya..Robbal’ aalamiin…”di sela lamunan itu Indra menegurnya.

Indra:”hey…Aida kok bengong aja” sambil memutar lagu di mobilnya

Aida:” apaan sih…buat aku kaget  aja kamu Ndra? Ee kamu sennag lagu barat ya…kan dari SMA dulu lidah kamu sok bule gitu…”

Indra:”eee…apaan sih kamu Aida…aku kan memang bule…blasteran gitu…”

Aida:” iya…sekarang   ganteng  gara-gara kamu dioperasi khan…ayoo ngaku…apaan nih pipi” sambil mencubit gemes pipi Indra

Indra:”kok tau kamu Aida…?”

Aida:”iya lah…kamu kan dulu upload foto hidung kamu yang lagi divermak”

Indra:” enak aja divermak?, emang baju divermak?”

Aida:” ya kali aja mirip baju…tapi kamu ganteng dan manis dulu…”

Indra:” makasih…ya sayang?”

Aida:” sayang-sayang…emang ikhlas ngomongnya…takutnya Cuma ngomong doang padahal gak sayang?”

Indra:”ya ikhlas lah…Aida-Aida…aku tuh serba salah kalau ketemu gak ngajak ngomong ntar dibilang aku ini sombong gimana sih!”

Aida:”ya bukannya gimana Ndra…takutnya kamu PHP alias pemberi harapan palsu Ndra?”

Indrapun terdiam sambil fokus mengemudiakan jalan hingga sampai di suatu jalan dia ngerem mendadak karena ada anak kecil yang mengendarai sepeda di depan mobilnya. Kemudian dengan spontanitas Aida kaget.

Aida:” Astaugfirullah…Allahhu Akbar…Ndra hati-hati kamu nyetirnya”

Indra:” ihhh…Aida…kamu kok katro banget sih gitu aja kaget santai sayang…ini lagi kamu gak pasang sabuk pengaman”

Aida:” aku kan gak tau cara makeknya…apaan sih…katro’ itu kan original…ngapain malu dan gengsi…” sambil mencumit pipi Indra dengan gemes lalu mencumit hidung operasian Indra, namun Indra kelihatannya senang dicubit gemes oleh Aida…dia membalas  dengan menggibas kepala Aida yang berjilbab itu, dua sahabat yang diselingi rasa saling menyayangi itu memang dari SMA sudah gak jaim alias jaga image jika sudah ketemu.

Indra:”aduh Aida…kalau idung jangan plis deh…idung ini mahal Aida… Ntar kalau bengkok gimana kan dibongkar lagi Aida…kalau kamu tau ini ada benangnya dari tulang rahang ini” sambil menggibas kepala Aida dengan penuh sayang

Aida:” ihh apaan sih kok gibas kepala gitu…maaf ya Ndra…gimana sakitnya kamu saat dioperasi kalau gak dianastesi Ndra”

Indra:” gak apa kan sama teman bebas ngapain aja kan? iya itu makanya…makasih ya sayang…kamu pengertian banget”

Aida:” apa? Bebas ngapain? Maksudnya?”

Indra:”iiihh..jangan ngeres deh kamu…Aida…maksudnya kita kan gak sungkan gak jaim gitu maksudnya…”

Aida:” siapa yang ngeres…kamu tuh….aneh deh”

Aida tak dapat menyembunyikan gurat bahagia di wajahnya dengan kata-kata dan perlakuan baik Indra, namun karena gengsi Aida berusaha menutupi kebahagiannya itu dengan mengalihkan topik pembicaraan.

Aida:”tapi kamu kalau dilihat-lihat pas sepintas kayak dr Ryan Thamrin perintis dan pembawa acara doktr O-Z Indonesia…”

Indra:” makasih ya….sayang? tapi dokter Ryan kan udah meninggal”

Aida:” iya semoga dia khusnul khotimah aamiin …oh ya Ndra aku kok lupa rumah lama mu ya…”

Indra:” aduh Aida…kamu kok bisa lupa sih sama rumah sang milyuner helloowew”

Aida:” iya hellow….disini Aida…ya maaf dan maklum lah aku kan Cuma sekali kerumahmu saat SMA dulu”

Indra:”iya dul kamu kan masuk ke kamarku dilantai dua pas aku tidur siang…seneng ya kamu yang pertama loh wanita yang masuk kamarku”

Aida:” iya Ndra kamu kok semalem cerita aku masuk sendiri ke kamarmu ke bapak emmakku…padahal aslinya kan ada mbkan Andin danmbak Dina teman kita sekelas yang mendorang aku di dekat pintu kamarmu mereka berdua bersembunyi di balik dinding kamar mu dari luar jadi kesannya aku yang nyelonong masuk”

Indra:”iya-iya…aku tau…maaf ya dah cerita gitu ke ortumu…oh ya Aida…aku semalem udah sharing ke mama tentang bisnis make up dan wedding organiziermu itu Ai?, awalnya mama ku gak setuju tapi setelah aku kasih pengertian ke mama, akhirnya mama setuju aku modalin usahamu..,kamu cari info sendiri ya…semua keperluan tentang bisnismu…ntar sistem bagi hasil atau kamu nyicil ke mama balikin modalnya jika kamu dapat job make up Aida… gimana 10 juta kurang?, tapi aku  sisa gaji kerjaku kumpulin dipertengahan tahun ini”

Aida:”Alhamdulillah kalau mama kamu setuju Ndra, kamu mau bantu modalin sama dekorasi, gaun dan perlengkapan make up lainnya tah?”

Indra:” ya kamu cari info sendiri jangan tanya teman takut kamu diboongin Ai?”

Aida:” kayaknya kalau kamu mau modalin semua sampai punya galery make up dan WO ya kurang Ndra, gaun 1 aja paling murah dan udah lumayan bagus 3,5 juta itu gak include sama baju pengantin cowok loh belum aksessorisnya, belum alat make up , bahan make up, dekorasi juga aksessoris pengantin juga. Banyak sih Ndra…kalau ingin murah dan lihat langsung tapi gak murahan ditanah abang jakarta banyak baju dan aksessoris pengantin cucok say…? kamu mau anterin belanja kah…kamu kan super sibuk”

Indra:”iya kamu data aja keperluan bisnismu kan kamu yang jalanin…ya kalau soal nganter belanja kita lihat entar kamu kan tau sendiri aku banyak urusan belum lagi masalah kerjaku di luar negeri usahaku dan asetku di Indonesia, ya doain saja ada waktu”

Aida:” iya itu Ndra…tapi kalau waktu Allah pasti kasih Cuma masalah kesempatan itu loh yang belum tau dikasih ndak dan ada kemauan gak disempatkan waktumu buat aku…tapi makasih loh ya…hari ini kamu mau jemput aku dan ajak aku ke minimarket mau beli jajan untuk adikku…thanks banyak ya?”

Indra:” iya sama-sama sayang, makanya doain semoga ada waktu ya buat kamu”

Aida:” aamiin….ya Robb”

Indra:” gimana say…enak khan…naik mobil mewah?”

Aida:” makasih ya udah ngajak aku dan aku bisa naik mobil mewah ya?, ayo sombongnismenya mulai dah”

Indra:” coba turun sini kamu naik angkot atau naik becak sana hehehehe”

Aida:”iiihhh…kok jahat banget kamu sih Ndra”

Indra:” ya gak lah aku bercanda kok….paling kamu cerita ke bu Agus, bu saya diterlantarkan sama Indra bu”

Aida:” iyalah ku bilang ke bu Agus, sekalian aku ngaduin ke koran biar jadi viral seorang milyuner nelantarin temannya sendiri hehehehehe”

Indra:” segitunya ya…ini aku udah kasih uang kok  bapak yang jaga jalan ini makanya kan gak minta lagi…kita mau sampek minimarket …kamu ambil apa yang kamu mau ya”

Aida:” ya gaklah Ndra tersrah kamu, aku kan gak enak ntar dikira ngabisin uang kamu”

Indra:” ya gak lah …kamu kan yang tau kesukaan adik kamu”

Aida:” oke lah”

Sesampainya di halaman parkir minimarket, Indra memarkirkan mobil dan mematikan mesin mobil sambil membawa kunci mobil dan dompetnya.sambil berkata:

Indra:”yuk kita turun dah sampek sayang….”

Aida:” iya dah sampek Ndra, Alhamdulillah…oh ya ini gimana buka pintunya”sambil mencoba membuka mobil Indra

Indra:” Aduh sayang…gak bisa buka ya…plis deh ini bukan mobil avanza ya sayang…oke papa bukain…ma…dasar istri bawel”sambil membuka pintu mobil dan menuju pintu mobil sebelahnya, lalu berkata:”ini…ma…papa bukain pintunya…eeh gak usah dibawa tasnya taroh dimobil aja”

Aida:” mama…kapan nikahnya pa?” oke aku taroh tas ku ya”

Indra:” anggap aja udah nkah sayang hehehhe”

Aida:”ihh apaan sih Ndra”

Indra:” udahlah…yuk masuk”

Mereka berdua bergegas menuju  minimarket dan Aida segera bergegas mengambil keranjang belanja, Aida kaget mendengar celotehan Indra mulai masuk ke ruang belanja diminimarket dan untungnya hanya mereka berdua yang kala itu jadi custumer.

Indra:”Aida.. pertama kita ambil coklat…aku recomended nih coklat kalau orang desa gak bakalan suka ini, oh ya aku sekalian ambilkan bunga nih buat kamu…” sambil langsung naroh dikeranjang belanja

Aida:” oke dah coklatnya terserah kamu kamu kan tau mana yang hight quality kan…oh ya ini bunga kok langsung ditaroh dikeranjang gak ada romantis romantisnya”

Indra:” aduh Aida…kan masih belum dibayar nih …oh ya aku ambilin mawar merah  ini ya…kamu kan fake”

Aida:” katanya sahabat kan harusnya ambil mawar kuning toh…nah ini kok mawar merah…maksudnya…? ya Allah tega sekali bilang fake”

Indra:”kamu kan tau sendiri maksudnya kan,,, ya gak lah bercanda gak fake, oh ya Aioda…yuk cari roti …kamu tuh ya lihat kalorinya cari yang rendah dan cari yang roti gandum, oh ya kasih mesis kasih coklat enak mantap nih, kamu harus diet…biar gak gemuk kan kalau gemuk gak baik buat kesehatan”

Aida:” iya pak dokter,,,aku males diet sih”

Indra:” kamu tau ilmu bio nya tapi kamu gak mau ngamalin ayo giman akalau aku bilang gitu?”

Aida:” ya gak apa…aku gak marah kok”

Indra:” apa lagi ya…Ai..?”

Aida:” katanya mau beli es krim adik”

Indra:” oh ya…oh ya kita beli skrim kecil-kecil yang banyak biar seminggu adik kamu bisa makan eskrim sepuasnya…kamu kan punya lemari pendingi?”

Aida:” aku gak punya..?”

Indra:” kulkas Aida…?”tanya Indra menegaskan

Aida:” ya Allah gak punya”

Indra:” oke lah…kita beli yang ada tempatnya nih biar gak mlelh…beli 4 aja…ya…buat imro…satu buat yang nunjukin jalan semalem tetangga dkat rumah itu loh…kamu jangan egois…kam juga mau kan”

Aida:” oke lah…”

Indra:” oh ya ini ada nuget…kalau untuk anak kecil kan dia butuh protein kan masa pertumbuhan, ya kalau kayak kita kan harus ingat usia jangan kebanyakan lemak daging ya sayang?” jelasnya ala pak dokter

Aida:” baik pak dokter”

Indra:” yuk cari jajan…”

Aida:”udah lah cukup Ndra, banyak amat Ndra”

Indra:” udah gak masalah kok”

Indra mengambil bebrapa jajan untuk adik Aida, lalu mereka berdua menuju kasir. Indra mengeluarkan kartu kredit dan menunggu pross pembayaran sambil sibuk ngotak ngatik dua smartphone canggihnya. Aida memahami dia sangat sibuk, Aidapun tidak mengganggunya. Karena terlalu lama si kasir mngoperasikan , Aida mulai agak boring, lalu Aida berinisiatif untuk mengajak ngobrol Indra

Aida:” duh Ndra…kamu kok tinggi sekarang ya?”

Indra:” iya dung kan olah raga…”

Karena tidak sabar dengan si kasir Indra segra berinisiatif bertanya

Indra:” udah mas…kita gak butuh stuk kok…kita buru-buru mau cabut. Oh ya Aida kamu bisa bantu aku bawa ini belanjaan aku kan juga bawa nih”

Aida:” iya bisa lah…ayuk” sambil membawa belanjaan

Mereka berdua menuju mobil Indra , lalu Indra membuka bagasi mobilnya, sambil berkata

Indra:”Aida…taroh sini aja belanjannya…oh ya bisa minta tolong ambilkan itu makanan yang ada di depan dekat kamu duduk tadi, biar kamu gak ribet duduknya kita taroh sini aja”

Aida:” iya aku ambilkan” sambil membuka pintu depan mobil dan mengambil belanjaan makanan

Setelah merapikan bagasi, Indra dan Aida segera bergegas masuk mobil namun Indra masih sibuk dengan ponselnya, melihat hal itu Aida tidak serta merta langsung masuk mobil, Aida menunggu Indra masuk duluan, setelah selesai dengan ponselnya, Indra masuk, Aidapun masuk.

Indra:” oke sayang kita cuzz berangkat pulang, oh ya…kamu mau ya nemenin aku beli rujak ini deket dari sini, aduh gimana nih?”

Aida:” kenapa Ndra?”

Indra:” ini loh uang tunaiku abis aku pinjem kamu dulu boleh gak?”

Aida:” boleh lah?”

Indra:” nanti aku ganti belikan pulsa dah…10 ribu ada kan?”

Aida:” iya ada kok”

Indra:” maksih ya?”

Aida:” iya sama-sama”

Indra segera melajukan mobilnya menuju rujak cingur langganannya  tak jauh dari minimarket itu, disela sela itu indra bertanya satu hal ke Aida

Indra:” oh ya Aida…kalau aku beneran suka sama kamu dan jadi beneran sama kamu gara-gara kamu jampe jampe gimana ya?”

Aida:”ya Allah Ndra…tega sekali kamu bilang gitu…gak perlu dijampe-jampe kamu udah suka sama aku…hehehe…oh ya tadi kamu kok gak romantis sih Ndra kamu kasih bunga plastik kan harusnya kasih sebuket mawar merah gitu gak romantis sekali sih?”

Indra:”itu ada bunga tuh diperumahan dekat minimarket aku ambil ya kasih kamu…secara kan aku kejar waktu agenda nya banyak kan gak sempat sayang….”

Aida:” oke lah…aduh jangan bunga dirumah orang diambil Ndra… ya gimana ya kalau jadi bneran…paling tengkar terus ya?”

Indra:”ya romantis terus tiap hari apalagi dikasur tengkar terus…ntar kamu minata terus…mas kurang gitu pas?”

Aida:” iiih…apa an sih…kurang apa ya?”

Indra :” hehehhehehe”

Obrolan mereka berhenti sejenak  karena udah nyampek ditempat tujuan. Indra segera memesan rujak favorit dia , ruja tanpa cingur, tanpa tempe goreng, ya maklumlah dia slalau berusaha jaga kesehatan. Akhirnya mereka berdua duduk di samping depan dekat tukang rujaknya meracik bumbu rujaknya. Mereka berduapun mengobrol lagi

Aida:” kamu ternayata suka pedes…tetap sama seperti SMA dulu ya?”

Indra:” iya dung…kamu masih ingat ya?”

Aida:” iya dung aku ingat…kamu sibuk benar ya…ampek buka dua ponsel ya?”

Indra:”iya Aida…ini khusus buat e bangking, ini untuk chatting tlepon ya gitu dah…ini aku mau bayar buat DP sawah di banyuwangi 10 juta 5 ratus”

Aida:” jadi kamu lakukan transaksi via e banking semua dunk…”

Indra:” iya…ini saldo tabunganku tinggal 1 M ya…sedikit sekali…lain tabunganku diluar negeri”

Aida:” Alhamdulillah napa gitu…disyukuri Ndra…oh ya kamu kalau bisa jangan nebutin nominal apalagi dikeramaian gini takutnya ada orang yang gelap mata yang punya niat gak baik sam akamu…aku kan gak mau kamu kenap-kenapa Ndra…gak perlu disebut orang udah tau kamu itu kaya udahlah gak boleh sombong”

Indra:” maksih ya Aida…kamu baik sekali…”

Aida:” ini kayaknya seru nih kamu selfie ma aku viewnya ditempat rujak gitu”

Indra:” apa an sih Aida…jangan Aida…cukup dirumah kamu yang low profile”

Aida:” kan gak apa ntar captionnya milyuder yang low profile mau makan di tempat pedangang kaki lima…ntar jadi viral hehehhe”

Indra:” jangan dah…ntar kita selfie di mobil aja”

Aida:” ya…gak seru dong…tapi oke lah gak apa”

Indra:”Kamu bisa bantu aku kan?”

Aida:” bantu apa sih Ndra bilang aja gak apa?”

Indra:”kamu bilang ke kakakku pak Ico kalau aku udah transfer…” sambil memberikan ponselnya yang udah dihubungkan ke contact kakaknya

Aida:” ihh gak lah aku kan malu ntar kalau ditanya ini siapa gimana pas aku jawabnya”

Indra:” bilang aja kamu asistenku”

Aida:” ya Allah…jahat banget sih Ndra…masa’ bilang asistenmu sih”

Indra:” ghak apa…ini dah dah tersambung kok”sambil memberikan ponselnya

Aida:” baiklah”

Aida sangat kecewa karena Indra meminta mengaku sebagai asistennya kepada kakanya. Tapi Aida selalu berpositif thinking, namun Allah berkehndak lain , Allah masih dan selalu sayang Aida, ponsel Indra tidak terhubung dengan contact sang kakak karena ponsel kakaknya tidak aktif. Lalu Aida menyerahkan ponsel Indra kembali sambil berkata:

Aida:”ini Ndra gak aktif nomornya Ndra?”

Indra:” mana…ya udah kamu ngomong sama mama bialang kalau aku udah transfer ke rekening bapak Ico dibanyuwangi sebesar 10 juta lima ratus ya…udah bilang gitu aja…”

Aida:”aduh Ndra kok aku sih kamu aja yang bilang ini kan masalah keluarga Ndra?”

Indra:” gak apa kok…aku pusing nih sibuk juga nih masalah kerjaan “ sambil mengotak ngatik ponselnya, karena Aida gak ingin menyusahkan Indra akhirnya Aida mau bicara dengan mama Indra

Aida:” baiklah aku mau bicara kasih tau ke mama mu Ndra”

Indra:” oke ini udah tersambung kok” sambil memberikan ponselnya, lalu Aida bicara lewat ponsel dengan mama Indra

Aida:”Assalamualaikum Ma…”

Mama Indra:” walaikumsalam…iya “

Aida:” iya ma…saya memberikan informasi bahwa Indra sudah transfer ke bapak Ico dibanyuwangi sebesar 10 juta  5 ratus untuk DP sawah ma…”

Mama Indra:” oh iya terimakasih….ini dengan siapa ya?”

Aida:” ini Aida Ma.. ..temannya Indra Ma?”

Mama Indra:”Ooooh Aida….teman SMA Indra kan?”

Aida:” iya ma…benar…”

Mama Indra:” makasih…ya..”

Aida:” iya…sama –sama Ma…assalamualaikum…”

Mama Indra:” walaikumsalam”

Telepon dengan mama Indrapun berakhir, lalau Aida segera memberikan ponsel Indra

Aida:” udah Ndra…aduh ampek deg deg an”

Indra:” udah kan…itu loh bisa…gini Aida kalau sibuk tau sendiri kan…semakin kaya orang Aida…semakin banyak urusannya dan semakin sedikit untuk waktu bersantai untuk dirinya”

Aida:” oh gitu ya….ya  tapi saranku Ndra…sesibuk apapun kamu jangan lupa sholat ya”

Indra:” iya benar tu Aida…makasih ya kamu ngingetkan aku…kadang aku gini Aida…duh sudah adzan Ashar padahal Dhuhur aku gas sholat”

Aida:”kan bisa di jama’ qoshor dulu pas SMA kan kita dapat materi sholat jama’ ya khan?”

Indra:” duh iya Aida…makasih ya…aku gak kepikiran itu makasih banyak ya…betul kata kakakku…aku diuji harta biasanya masalah akhirat terlalaikan”

Aida:” ya…kalau bisa dan kudu bisa balance antara duniawi dan akhirat dung…?”

Indra:” iya semoga saja”

Aida:”oh ya ndra…kamu  kapan bisa ke sebaung lagi?”

Indra:” lah februari kan aku umroh kamu datang ya?”

Aida:” InsyaAllah Ndra…terus kapan kamu ngumrohin aku Ndra?”

Indra:” ya kalau udah jadi istri….eee…istri kedua” kata indra dengan nada bercanda

Aida:” enak aja kamu…gak lah…masa’ abis ama yang satu ke aku ya gak lah mending gak usah”

Indra:” loh kan dia ada di luar negeri, kamu disni yang penting aku adil dan sayang kan sama kamu”

Aida termenung mendengar jawaban Indra, entah itu serius atau bercanda, dan Aida gak habis fikir, lah dia benci setengah mati sama ayahnya yang poligami diam diam ampek ktemu dan bikin mamanya kecwa berat lah ini kok punya cita-cita niruin jejak ayahnya…” duh Ya Allah semoga hamba terhindar dari peran poligami aamiin” sahut Aida dalam hati.kemudian Indra mengajak bicara lagi, karena Aida diam.

Indra:”loh kok diam kamu Aida?”

Aida:” ya gak apa kok”

Indra:” kenapa sih…santai aja Cuma bercanda…kok”

Aida:” iya…siapa yang mau dipologami duh gak deh…?”

Indra:” oh ya Aida, aku ntar mau cerita…dan minta pendapat jika kita jauh jauhan…aku sharing aku kalau gini gimana aku kalau gitu gimana? Tapi kamu jangan mulut embr loh ya?”

Aida:” ya gak lah”

Indra:” awas…loh ntar kalau kamu mulut ember tak bunuh loh ya kamu hehehhe” canda indra kepada Aida

Aida:” duh…emang kamu bisa dan tega…kok sgitunya sih”

Indra:’ iya tak bunuh pakek ini” ya sambil melihat kebawah entahlah Aida terdiam…ya kadang indra bercandanya suka kelewatan memang sejak SMA begitu meski wajahnya dioperasi tapi wataknya bagi Aida tetap sama.

Kedua sahabat itu asyik menunggu orderan rujak Indra, akhirnya selesai. Aida membayar biil tagihannya. Lalu mereka berdua masuk ke mobil.

Indra:” yuk say…kita cuzz bisa kan buka pintunya?”

Aida:” iya bisalah kalau dari luar yuk masuk”

Indra:” ok…oh ya Aida kamu tadi lihat khan …itu mana gagang pintu belakang?”

Aida:” ya lihat memang gak sama dengan yang di depan…”

Indra:” lah kamu kok tau sih?”

Aida:”ya nebak aja…meski belum punya mobil sendiri aku kan berusaha tau”

Indra:” gitu ya?”

Aida:” iya dung”

Indra:” oh ya…ini kamau yang bawa mobil”

Aida:” gila kamu Ndra…aku bawa motor aja belum fasih apalagi bawa mobil?”

Indra:”gampang kok..tinggal rem gas…ini kan mobil matik”

Aida:” ya udah lah next time semoga bisa bermobil juga aamiin”

Indra:” aamiin”

Aida:” loh kok malah ngobrol dalam mobil ayuk berangkat”

Indra:”oke kita berangkat sayang….”

Aida:” apa an sih sayang mulu…panggilnya”

Indra:” aduh Aida…aku tuh serba salah ya…panggil sayang gak boleh padahal…?”

Aida:” padahal apa? Takut sayangnya boongan pas?”

Indra:” ya sayang beneran lah”

Aida: gitu ya…?”

Indra:” iya dung…kamu cari lirik lagu i want you’re here” sambil mengatur MP3 di mobilnya

Aida:’ aduh Ndra aku gak suka lagu barat…”

Indra:’ ya kudu suka lah…kamu harus bisa ngikutin aku”

Aida:” iya…tapi sikap rendah hatinya kudu niru aku dung?”

Indra:” yupz…tos dulu dong”sambil mengajak tos

Aida:” tos aja kan,,,siapa takut” sambil membalas tos Indra

Indra:” kamu harus ingat aku terus kan aku kasih bunga tuh tadi”

Aida:” iya…tapi kok bunganya palsu…sebuket mawar merah aslinya kapan…ihhh kamu gak romantis”

Indra:”iya…aku ntar tak kirim aku bungkus yang bagus nanti kamu penasaran terus setelah dibuka isinya daun asem, daun kelor hahahhaha”

Aida:” gitu ya…seneng banget ampek ngakak…tega baget sih?”

Indra:” ya gak lah…oke lah ini aku lagi jemput cinderella dari sarangnya hehehehe”

Aida:” sarang? Emang sarang burung? Ada ada aja kamu Ndra”

Indra melajukan mobil dengan santai no ngebut, mereka berdua larut dalam kebahagian di jum at siang penuh berkah itu, tatkala Indra bersalipan dengan mobil lain indra berkomentar

Indra:” duh itu mobil kok kecil ya…masih besaran ini…mewah ini Aida…ini 450 juta loh”

Aida:” ehem….mulai lagi dah sombongnya…turunkan frekuensi sombongnya hayo”

Indra:” bukan sombong Aida…Cuma cerita aja kekamu….”

Aida:” iya aku ngerti…kok kamu gak niat sombong tapi  orang lain pemikiran dan tanggapannya belum tentu dan sudah pasti ada yang beda khan?”

Indra:”iya Aida…makasih pengertiannya”

Aida:” iya sama-sama Ndra…itu lagi Ndra…tapi kalau kamau gak keberatan sih Ndra”

Indra:” iya ngomong aja gak apa kok”

Aida:” tapi kamu jangan marah ya?”

Indra:” ya gak lah”

Aida:” itu loh Ndra kalau bisa sih kamu jangan sbutin aset kamu dengan nominal tadi kan ramai tuh dikhawatirkan ada orang jahat gitu Ndra aku gak mau kamu kenapa-kenapa sih”

Indra:”mnakasih ya…Aida”

Aida:” oh iya katanya ngajakin foto dimobil”

Indra:” iya…lupa…tapi ntar aja dah dirumah kamu”

Aida:” aduh Ndra aku gak bisa ntar kan dilihatin tetangga…”

Indra:” udah lah gak apa”

Aida:” ya sudahlah…oh ya Ndra aku ingin dngar kamu nyanyi lagu  bumiku dung karya teman kita Deddy”

Indra:” ini aku ada rekaman di ponsel”sambil mengambil ponselnya

Aida:” udah deh jangan akukan mau kamu langsung yang nyanyi”

Indra tidak menggubris entahlah, malah dia mengalihkan topik pembicaraan

Indra:”oh ya Aida…kamu kenapa gak pacaran sama pak Adam guru ngajiku dia duda punya anak satu kecil”

Aida;” enggaklah…aku memang janda…tapi aku gak mau jadi ibu tiri Ndra…dari pacaran sama  dia mending …”

Indra:”mendingan sama aku khan…ayo ngaku aja kamu”

Aida:” apa an sih kamu” kata Aida dengan muka merah padam

Indra:” emangnya kenapa kamu cerai sama mantan suami?”

Aida:” ya gak jodoh aja…dia itu pelit ya bukannya aku boros Cuma aku kan gak enak sendiri Ndra, belum lagi gak mau holat puasa, nyuruh aku kerja serabutan, belum lagi ortu dan keluarganya kepo dia gak tegas Ndra”

Indra:” kalau aku kan gak pelit”

Aida:” iya…belum pacaran beneran aja udah gini apalagi jadi pacar beneran ya?”

Indra:”harusnya kamu paham dan aku yakin kamu tau jawabannya…tanpa aku jawab Aida” tegas Indra dengan serius”

Aida terdiam sejenak, dan dibenaknya banyak mengandung pertanyaan,”entah apa maksud Indra, dia menunjukkan sikap sayang bilang sayang ke aku, tapi untuk menyatkan sayang dan melamarku serta menghalalkanku kenapa enggang dilakukan…maksudnya apa?” entahlah Aida tidak mau terlarut dalam pertanyaan itu. Tak terasa sudah hampir dekat menuju jalan Tarokan desa Aida. Si Indra mencairkan suasana dengan berkomentar

Indra:”oh ya Aida kalau kita besanan ntar lucu kali ya…kamu bilang k istriku kalau kamu pernah suka sama aku wkwkwkkwkw”

Aida:” apa an sih Ndra ya gak lah aku gak mau besanan sama kamu”

Indra:” kamu maunya jadi istriku ya khan ngaku aja?”

Aida:” ihhh GR kamu Ndra”

Indra :” udah lah aku tau kok…gak perlu dijawab…oh ya ini udah di jalan Tarokan”

Aida:” Ndra kalau kamu ada cewek lain gak usah aku disuruh hadir atau kamu bawa dia aku gak mau”

Indra:” kan jalan hidup kedepannya gak ada yang tau entah dengan mu…”

Aida:” ya sudahlah”

Indra:” kaca mobil aku buka separuh ya…biar kamu kelihatan  kamu kan cantik sayang…dan orang lihat kamu jalan sama orang ganteng kayak aku ya kan…”

Aida:” apa an sih Ndra…aku malu apa kata tetangga Ntar kalau mereka tanya aku jalan sama siapa?”

Indra:” bilang aja kamu jalan sama pacarmu gitu aja simple khan?”

Aida:” ya gak lah itu kan boong”

Indra:” oke lah suka suka kamu dah say…kamu mau cium pipiku juga boleh”

Aida:” ihh ngapain gak ada kerjaan aja…Ndra kan gak boleh Ndra”

Indra:”yakin…Ntar kebawa mimpi loh”

Aida:” ya gak lah…udah dah sampek nih”kata Aida mengalihkan topik

Sesuai dengan dugaan Aida, ternyata benar di teras rumahnya ada Emmak, bibi Aida dan beberapa tetangga …ya heboh dah tetangga lihat Aida diantar mobil mewah yang dikendarai cowok ganteng. Indrapun mengak Aida turun

Indra:” Aida bisa bantu ambil belanjaannya khan…”

Aida:” iya “

Indra:” ini dibawak…ini belanjaan ku…”

Aida:” sabar napa Ndra…bentar ya aku taroh dulu” Aida menuju kedalam rumah mlewati teras yang ada beberapa tetangga, tak lama kemudian Aida keluar Aida lihat Indra mengobrol dengan Emmak

Indra:” ini juga punya Aida Tante…” sambil memberikan satu kantong berisi belanjaan

Emmak:” iya makasih ya nak”

Indra:” sama-sama tante…”

Emmak:” ayo nak masuk dulu”

Indra:” maaf tante saya buru-buru mau jum atan, nanti jam 2 siang ada meeting keluarga di restoran  Probolinggo, Te…besok sudah mau ke Jakarta ada meeting jadi maaf ya te belum bisa jalan jalan sama tante dan om sama Aida dan adiknya…lain waktu ya te…kita jalan jalan …kalau begitu saya pamit te?” sambil mencium pipi kanan dan pipi kiri emmak Aida. Aida pun meledek Indra

Aida:” lah tumben kamu cium pipi kanan dan pipi kiri emmakku Ndra”

Indra tidak menjawab pertanyaan Aida

Indra:” ya udah Aida…sampai ketemu lagi Aida…da da…”

Indra kembali ke mobil dan melajukan mobilnya sambil melambaikan tangan, kedua sahabat itupun saling melambaikan tangan. Seusai itu para tetangga heboh menanyakan

Tetangga 1:” itu siapa Nduk”

Aida:” itu teman saya sukses jadi milyuner…”

Tetamngga:” kirain pacarnya”

Aida:” ya bukan “

Tetangga 2:” ya kalau jodoh kan gak tau ya…”

Emmak:” ya,….Cuma teman saja”

Aida:” oh  ya ini ada oleh oleh buat dek muhammad”

Tetangga 1:” iya makasih “

Aida:” pesan temanku suruh kasih ke anak ibu…kan semalem dia yang nunjukkan rumah saya gitu katanya, dan ini untuk samean bik”

Tetangga2:” makasih nduk”

Kemudian para tetangga itu pulang, tinggal bibik, Aida, dan Emmak

Bibik:” katanya dikasih bunga lihat Nduk”

Aida:” kok tau bik?”

Bibik:” iya emmakmu bilang tadi”

Aida:” oooh begitu”

Emmak:” iya tadi aku kan lihat nduk”

Aida:” iya dikasih bunga nih biar ingat aku terus”

Emmak:” gitu ya?”

Bibik:” kamu gak bilang nduk…lah kamu inget gak sama aku gak gitu nduk”

Aida:” ya gak bik…malu saya bik”

Bibik:” ya semoga jodoh sama kamu nduk”

Aida:” aamiin bik.,..tapi gak tau juga bik masa’ mau sama saya …saya ragu dia kan lama diluar negeri pasti banyak ceweknya bik tapi ngaku single entahlah bik”

Bibik:” ya kalau jodoh pasti bertemu”

Aida dan Emmak: amin…”

Bibik pun kembali kerumah, Aida dan emmak merapikan belanjaan dan menunggu bapak dan adik pulang dari masjid. Tak lama kemudian bapak dan adik pulang dari masjid

Emmak:” ee sudah pulang, tadi Indra pamit dan minta maaf belum bisa ajak kita jalan jalan karena dia sibuk. Ini dia bawa makanan” sambil menyiapkan makanan cepat saji di meja ruang tamu

Bapak:” wah makanan apa ini,,,,enak kayaknya”

Aida:” iya pak …ini sekitar 165 ribu empat porsi pak…”

Bapak:” duh semoga lancar rejeki dia ya…kita juga lancar biar bisa berbagi kebahagiaan dengan orang lain, tapi bagi Indra uang segitu dan belanja segini udah kayak ngeluarin 1000 rupiah kan dia milyuner”

Aida:” iya sih pak”

Emmak:” sudah…makan yuk jangan ngobrol terus”

Adik:” alhamduilillah semoga bisa makan gini ya sering sering”

Aida:”makanya ntar doakan semoga mbak bisa sukses juga ya”

Adik:” aminnn”

Mereka berempat menyantap makan siang penuh haru, dalam hati Aida berkata” ya Allah semoga hamba bisa sukses juga sama seperti Indra dan tetap sholehah dan berbakti kepada kedua ortu…segera ditakdir dengan jodoh imam sholeh taqwa, tanggung jawab, tajir, terbebas dari rokok, no free sex no beranak. Pokoknya terbaik wes…aaminn”

Aida terkadang teringat masa-masa bersama Indra, pertemuan singkat itu sudah merubah dan memberi warna pada hidup Aida.Di benak Aida bertanya-tanya,” Indra…Indra, kenapa kamu datang lagi Ndra?, lalu kenapa kamu operasi wajah, aku yakin something happen with you and your life?”, bahkan aku sempat tanya kenapa kamu minum minuman keras, kamu gak langsung jawab, tapi kamu ngaku udah tobat bahkah kamu ngaku ampek beli air zam zam delivery langsung dari Arab, katanya lebih berharga aku dari nominal beli air zam zam, ya aku jawab gak perlu dihargai segitu, cukup di tebus dengan mahar pas ijab qobul…eee kamunya malah ketawa ngasih harapan,,,,itu kejadian dimobilmu…, duh…apa sih maksud hatimu Ndra?”pertanyaan –pertanyaan itu selalu teringat dan Aida butuh jawaban. Namun Aida tak mau pusing. Cukup dia adukan dalam tahajjud cintanya.

Diberi harapan se Indah Syurga Se manis madu tapi racun yang di dapat

            Ada istilah yang selalu Aida ingat” Man Jadda wa jaddah” yang artinya barang siapa bersungguh sungguh maka dia akan mendapatkan. Keyakinan itu selalu ditanamkan di hati Aida, karena bagi Aida barang siapa yang yakin dan berusaha Insya Allah ada jalan maka yakinlah…pada perolongan Allah…dan semestapun ikut mendukung. Semangat itu selalu berkobar di hati Aida, semangat itu selalu dijadikan pemicu untuk mencapai kesuksesan Aida baik dari segi bisnis make up dan wedding organizier miliknya, karier Aida di dunia pendidikan, asmara yang bermuara dalam pernikahan sakinah mawaddah warohmah serta sukses dan bahagia dunia akhirat itu cita-cita Aida. Meskipun tidak semua harapan dan mimpi tidak semuanya terwujud, Aida selalu semangat untuk mewujudkan mimpi dan cita-citanya, tak peduli meski dia dikucilkan orang lain.

Di era now ini, pasti kalangan pemuda pemudi yang merasakan indahnya jatuh cinta, kadang saja ada yang memberi harapan palsu sehingga terbawa perasaan. Hali ini juga terejadi pada Aida. Ya…tentu dengan kisah dia dengan Indra. Terkadang Aida berkhayal kisahnya dia dengan Indra akan berakhir bahagia seperti tokoh cerdas Indonesia Bapak Habibi dan ibu Ainun. Aida beimajinasi dia memiliki kisah yang sama dengan ibu Ainun yang berjodoh dengan teman lamanya semasa SMA, iya bapak Habibinya dikhayalkan Indra, bagi Aida, Indra itu  memiliki kemiripan jalan hidup dengan bapak Habibie yang berjuang dinegeri orang sukses di negara asing dan come back ke tanah air merajut dan mengukiir kesuksesan ditanah air. Tapi bedanya Indra ini tidak seperti bapak Habibie yang selalu berpegang teguh pada agama Islam…ya…Aida memakluminya…manusia tidak sempurna.Aida ingat selalu moment moment disaat Indra menjanjikan sejuta harapan indah dan manis. Tapi realisasainya tak semanis madu yang di dapat. Ini adalah ujian keimanan bagi Aida.

Aida teringat masa-masa SMA yang paling berkesan saat Indra berkali-kali menyatakan cinta kepada Aida.

Indra:” Aida…aku tuh sayang sama kamu…kamu mau gak jadi pacarku”

Aida:” maaf Indra…aku bukannya nolak kamu…tapi aku gak boleh pacaran sama ortuku”

Indra:” tapi kan kita pacarannya buat saling menyemangatin biar prestasiku dan prestasimu bagus”

Aida:” aduh Ndra…tetap saja…aku gak bakalan diijinin pacaran…orang tuaku bukan orang berada…mereka ingin anaknya sukses…makanya aku ingin sekolah yang benar dan kuliah yang benar”

Indra:” gitu ya…kamu yakin nolak aku Aida”

Aida:” aduh Ndra…aku gak mungkin nolak kamu jadi sahabat…mending kita fokus untuk kesuksesan kita…toh jika jodoh kita pasti bersatu iya kan Ndra…”

Indra:”iya….juga sih, aku tuh ampek capek nembak kamu bolak-balik tapi gak pernah diterima-terima sama kamu Aida”

Aida:” sudah Ndra….kamu gak perlu marah…sabar saja Ndra…taqdir kedepannya tidak ada yang tau,…sudahlah kamu fokus, kamu kan inggrisnya bagus aku yakin kamu bisa go internasional, beda sama aku my english is not good.sudahlah Ndra semoga kita sama-sama sukses”

Indra:”semester 2 aku akan ngelamar kamu aku yakin bapak ibumu gak bakalan nolak aku…” kata Indra dengan penuh percaya diri

Aida:” yakin sekali ya…?”

Indra:” iya dunk…apalagi akau kelak calon peneliti muda Aida…”

Aida:’ ya sudahlah kita lihat pada waktu yang tepat ya”

Indra:” aku yakin kamu akan melahirkan anak-anakku dan kamu akan  memiliki marga dari keluargaku…”

Aida:” PD amat ya…”

Indra:” iya dunk…”

Moment-moment terdahulu terutama di masa SMA semakin kuat terbayang diingatan Aida…semenjak Aida dan Indra dipertemukan dirumah Aida, bukan Aida yang mengundang Indra untuk datang ke rumah Aida…tapi Indra sendiri yang datang sendiri.dalam tahajjud cinta Aida bermunajad.

Ya Allah…perasaan apa ini Ya Robb…lancang sekali hamba yang meminta agar Hamba dijodohkan dengan Indra rekan sahabat rival yang diselingi rasa cinta sejak SMA silam, kenapa dia datang lagi ya Robb setelah lama berpisah, dia datang saat hamba menyandang status khodijah. Dan dia berikan sinyal sinyal cinta yang semakin kuat, dia beri hamba sekuntum mawar merah meski itu dari bunga palsu…tapi dari gelagat dan sikap dia di pertemuan dua kali berturut turut dibulan yang sama sungguh sikap dan perlakuan itu tidak biasa ya Allah…dia bilang ke beberapa muridku kalau dia itu muridku, bahkan dia bilang via WA bahwa aku ini pacarnya kepada tantenya, namun dia belum berani mengungkapkan komitmen itu yang bermuara di indahnya bahtera cinta yang halal, entahlah Ya Allah…apa dia gengsi, apa dia hanya mempermainkan perasaan ini sejak SMA dulu, rasa ini sebenarnya telah ku bunuh mati semenjak aku memutuskan menikah dulu meski aku gagal dipernikahan itu…dia datang dan memupuk subur rasa cinta yang telah lama mati itu ya Robb…jika dia gengsi atau ragu hilangkan segala tirai penghalang, jadikan dia insan yang berpegang teguh pada agama-Mu ya Robb….jodohkanlah dia denganku jika dia terbaik untukku…untuk agamaku…untuk dunia dan akhiratku…namun apabila dian punya niat tidak tulus dan tidak terbaik untuk dunia dan akhiratku….maka tepislah pesonanya dari pelupuk mata ini….hilangkanlah rasa cinta  nan tulus dihati ini…gantilah dengan lelaki yang baik yang bisa menjadi sahabat untukku untuk agamaku untuk dunia dan akhiratku….berilah hamba kesabaran dalam menantinya…tetapkalah hamba istiqomah dijalanMu….karena hamba yakin sabar dan sholat ini akan menjadi penolongku…aku yakin aku pasti Engkau anugerahi lelaki yang akan menjadi imam sholehku, takwa kepadamu, tampan fisik ideal untukku, tampan hatinya dan akhlaqnya, tajir dijalanMu, tanggung jawab terhadap diriku dan keluarga, setia cukup satu untuk selamanya mesra until jannahMu ya Robb aamiin…”

Begitu banyak kejadian ya…boleh dibilang itu indah semenjak pertemuan singkat itu, WA FB dan IG adalah ajang silaturrahmi bagi dua sahabat yang dilanda rasa cinta itu tapi keduanya sama-sama gengsi mengakuinya. Memang tidak intns tiap hari tapi bagi Aida sudah Alhamdulillah bersyukur dia sudah bisa melihat keseharian Indra lewat status WA dan FB nya. Terkadang Aida tidak sungkan untuk memululai chat dengan Indra.

Aida:”Assalamualaikum mas Indra….gimana kabar semoga kamu selalu dalam lindungan-Nya”

Indra:” hehehe iya terimakasih ya Aida”

Aida:” nah lo…kok Cuma makasih itu dijawab salamnya”

Indra:” oh iya walaikumsalam”

Aida:” lagi dimana”

Indra:” iya ini aku lagi di jakarta…semalem aku chat kamu , kamu off”

Aida:” iya maaf ya…semalem aku udah tidur, gimana sekarang posisi dimana”

Tak lama kemudian Indra mengirimkan foto lewat WA , foto itu adalah tulisan nama Aida di tangan Indra yang di bawahnya ada nama Indra. Senang dan bahagia campur jadi satu perassan Aida saat itu. Lalau Aida membalas pula foto kiriman itu dengan nuansa yang sama bedanya Aida bacground didalam kelas untuk foto telapak tangan Aida yang berisi nama Aida dan Indra. Kemudian Indra membalas chat Aida.

Indra:”terimakasih ya bu Aida…ngajar baik-baik ya”

Aida:” iya pak Indra kembali kasih ya…”

Chat itupun berakhir karena Indra sudah tidak memulai obrolan lagi. Aida tidak mau terkesan terlalu ngebet ingin mengechat terus. Aida melanjutkan aktifitasnya. Tak lama kemudaian setelah beberapa saat, Indra memulai mengechat Aida lagi

Indra:” nanti aku kirim tulisan kayak gini” sambil mengirim foto tulisan yang latar gambarnya australia

Aida:” beneran ya…doakan aku juga bisa keliling dunia terutama bisa nyampek mekkah dan madinah ya Ndra…doakan aku bisa kesana dengan imam sholehku…may be with you  hanya Allah yang tau Ndra”

Indra:” hmmmm”

Aida:” oh ya kapan kamu berangkat umroh Ndra”

Indra:”tanggal 28 Februari ini, kamu datang ya?”

Aida:” InsyaAllah aku datang…doakan ya”

Indra:” oke…makasih ya cantik…”

Aida:” kembali kasih ganteng, oh ya…Ndra nanti di mekkah depan ka’bah kamu  tulis doa tentang aku ya…oh ya…oleh oleh asli dari mekkah ya buat aku jangan lupa”

Indra:” oke…”

Indra jarang mengchat duluan…ya kadang dia suka komen fotoku yang lagi hunting make up, fotoku yang lagi selfie dengan bunga. Komennya sangat aku ingat tu dia bilang fotoku yang lagi hunting make up dikira foto nikahanku…dia bilang aku kangen sama ex suami, ya aku jawab aku kangen sama kamu aja Ndra…ee dia malah ketawa, malah fotoku yang lagi selfie dengan bunga dia malah komen itu bunga alsi apa ori…ya jelas asli lah lalu aku jawab kapan bunga mawar merah aslinya mendarat, ee dia senyum aja.bahkan Aida pernah cerita ke emmak tentang curhatan Indra yang mau ambil mobil barunya.

Emmak:”gimana kabar si Indra Nduk…masih tetap WA an khan?” tanya emmak dengan penuh penasaran

Aida:” ya masih lah mak…”

Emmak:” ada dimana dia sekarang Nduk?”

Aida:” katanya sih dia ada di Jakarta ngurus pembelian apartemennya”

Emmak:” apartemen itu apa Nduk..rumah ta?”

Aida:”iya tapi rumah susun bangunannya mnjulang Cuma untuk ornga yang beli hanya 1 kamar aja mak kalau mau beli banyak juga gak masalah”

Emmak:”ooo gitu…kayanya mau umroh dia kapan katanya nduk?”

Aida:” tanggal 28 februari ini dia mau berangkat mak?”

Emmak:” ooo…lah kamu giman amau datang kah?”

Aida:” iya mak…kan Aida diundang mak?”

Emmak:” mau minta anter sapa kamu nduk…masa’ sama bapak kan malu kalau bapak ikut juga?”

Aida:” ya gak lah mak…rencananya Aida mau berangkat sama adik Farah dan InsyaAllah ketemuan di rumah Indra sama bu Ragus…”

Emmak:”ooo gitu…lah bilang nduk pulangnya suruh bawa oleh oleh nduk?”

Aida:” iya udah Aida bilang ke Indra kata Indra sih Oke…Aida mau video callan saat dia di Mekkah dan ngingetin biar bawa oleh oleh gitu mak?”

Emmak:” iya dah…semoga kita semua ini bisa ke makkah  madinah juga   aamiin?”

Aida:” amin…tentu kita berangkat bersama ya Mak…serta dengan imam sholehku ya mak…?”

Emmak:” aamiin…ya Robb”

Aida:” si Indra tanggal 8 februari ini mau jemput mobil merahnya katanya mak, ini gambar mobilnya” sambil memperlihatkan gambar mobil mewah Indra diponsel Aida

Emmak:” bagus ya…iyalah diakan milyuner”

Aida:” katanya sih mau jemput kalau mobilnya datang biar Aida pengalaman naik macem-macem mobil mewah mak…itu janjinya dia” sambil membacakan WA iIndra pada nya

Emmak:” ya smoga dilaksanakan janjinya…”

Aida:” aamiin…”

Emmak:” berharapnya sama Allah saja Nduk…ya jika si Indra buat kamu gak bakalan ketuker kok…jangan terlalu cinta sama dia Nduk”

Aida:” iya mak…tapi kok hati ini sangat yakin ya mak… padahal dulu udah mati nih rasa…kalau Cuma nganggep teman ngapaen sempat sempat bertamu kesini kasih isi uang, terus jemput Aida, belanjain makanan juga, dan specialnya kasih Aida bunga mawar merah lagi mak…teman biasa gak gitu dia kan milyuner super sibuk mak”

Emmak:” iya itu Nduk sudahlah tetap minta yang terbaik sama Allah”

Aida:” iya mak”

Aida memang tidak pernah sungkan untuk menceritakan segala sesuatu yang dialami dan dirasa kepada emmaknya…ada yang bilang Aida puber pasca cerai…Aida dari dulu belum pernah pacaran, karena tidak diijinkan oleh emmak dan bapak. Baru setelah lulus kuliah Aida diijinkan mengenal lebih dekat dengan lawan jenisnya. Maknya Aida dan Indra tidak pacaran bukan berarti Aida gak ditembak oleh Indra oleh pernyataan cintanya…tapi karena ijin ortu belum di dapat  ya kalau sudah sama-sama sukses seperti sekarang ini sudah boleh Aida dan Indra mengenal lebih dekat.

Semenjak kedatangan Indra secara mengejutkan dan memberi kebahagiaan baru bagi Aida dan Ortunya. Sangat disambut positif oleh mmak dan bapak Aida. Terlbih Aida yang mengalami Cinta Lama Bersemi kembali, justru karna bersemi kembali…makanya cinta Aida belum kelar tuh ke Indra. Tak ayal jika Aida sering memposting kebahagiaannya di akun FB dan WA nya, tapi Aida tidak menandai akun Indra. Aida sangat mengerti akan perasaan Indra yang mungkin takut terganggu.Selain itu bapak dan Emmak juga selalu menanyakan kabar dan keberadaan Indra  kepada Aida.

Bapak:”gima kabar si Indra Nduk…sehat kan dia nduk?”

Aida:” Alhamdulillah sehat pak katanya sih…?”

Bapak:” masih komunikasi kan sama Indra”

Aida:”iya pak masih kok pak, tapi Aida gak inten nanyain dia terus…”

Bapak:” ya maklum orang sibuk gitu kan milyuner baru dia”

Aida:”iya pak betul itu pak? Menurut bapak gimana pak?”

Bapak:”gimana maksudanya?”tanya bapak kepada Aida dengan penuh penasaran

Aida:” ya…perasaan Indra ke Aida…kan bapak ikut nemuin malam jum at tempo hari dulu yang Indra datang kesini pak?”

Bapak:” ya…menurut bapak sih…kalau gak ada perasaan gak bakalan lah dia datang sempet sempetin kesini, apalagi kan udah ilang kontak sama kamu, dia kan sukses biasanya gak bakalan mikirin orang yang gak dianggap baik”

Aida:” iya sih pak?, kan waktu malem itu bapak bilang kalau untuk berumah tangga dengan Aida dia kayaknya gimana gitu? Bapak bilang kayaknya dia gak mungkin mau sama Aida”

Bapak:” iya bapak lihat sekilas begitu tapi lama-kelmaan setelah lihat sikap dia yang ngasih kamu mawar merah…ya…dia ada perasaan sama kamu. Cuma untuk ngungkapin dia radak gengsi,kamu juga gengsi kan…wah sama sama gengsi repot nih”

Aida:”ya masa’ Aida pak yang mau nyatain duluan…Aida…bukan Khodijah yang berani mengutarakan cintanya kepada Nabi Muhammad S.A.W  pak”

Bapak:” ya malu lah nduk, masa cewek nyatain duluan”

Aida:” ya sambung doa pak…entahlah maksud kedatangan Indra sampek ngasih mawar merah segala itu apa…hanya Allah yang maha mengetahui”

Bapak:” jika dia jodohmu terbaik untuk dunia akhiratmu semoga ditaqdirkan denganmu,,, ya tapi kamu jangan terlalu berharap sama dia nduk”

Aida:” Aida berharapnya hanya kepada Allah pak”

Bapak:”iya amin ya Robb”

Emmak:” apa an nih kok serius banget sih lagi ngobrolin apaan nih” kata emmak Aida yang datang dari dapur menuju ruang tamu

Aida:” ya…emmak kepo nih ya”

Bapak:” iya…kamu sih telat datangnya makanya gak ikutan ngobrol”

Aida:” ini loh mak…kita berdua lagi ngobrolin tentang si Indra mak”

Emmak:” iya…gimana tuh kabar si Indra…udah mau berangkatkah ke mekkah”

Aida:” ya belum lah mak…kabarnya tadi dia bilang tanggal 8 Februari ini dia mau jemput mobil merahnya ke Surabaya, ini mak foto mobilnya” sambil memperlihatkan ponselnya

Emmak:”ya si Indra…gak di candain tuh katanya mau ngajak kita jalan-jalan”

Aida:” udah mak…tak candain gitu…kata dia, dia mau jemput Aida kalau udah datang tuh mobil merah”

Emmak:” oh gitu ya….ya sudah nduk berdoa saja dah…dia kan sibuk jangan ganggu dia”

Aida:” Aida gak nyapa dia dulu mak…ya nyapa sewajarnya saja di WA, dia share foto apartemen dan villa di Bali”

Emmak:” iya katanya dia minta kamu nginep di villanya kalau kamu ke Bali itu ya”

Aida:”iya mak…tapi enggaklah malu Aida mak…ngapain ke Bali kalau belum bersuami”

Emmak:” semoga mata hati Indra ke buka dan mamanya juga…siapa tau habis umroh ini Indra dan mamanya datang ngelamar kamu”

Aida:” aamiin…ya Robb, tapi masa’ Indra mau sama Aida mak”

Emmak:” kalau sudah jodohmu ya pasti bersatu, yang penting kamu berdoa terus dah nak”

Aida:” iya mak…”

Obrolan itupun berakhir, karena sudah Adzan isya’ berkumandang. Sepert biasa Aida langsung sholat berjamaah dengan emmak. Bapak dan adik berjama’ah di mushollah. Usai sholat Aida mengaji dan berdoa:

Ya Allah jangan biarkan hati ini merana karena penantian yang belum jelas akan jawabnya ini, berilah hamba petunjuk dan jawaban akan pertanyaan akankan Indra itu akan mnjadi imamku? Berilah jawaban segera ya Allah, jika memang dia di taqdir hanya untukku, mudahkanlah jalan kami agar bersatu dalam ikatan suci pernikahan, hilangkanlah tirai penghalang beruapa keraguan diantara kami ya Allah, mantapkah langkah kami, ridhoilah kami ya Allah. Namun apabila Indra bukan jalanku ya Allah segeralah bri petunjuk, buatlah aku kuat dengan iman islam dan cinta kasihMu dalam menerima kenyataan ini, lapangkanlah hatiku ya Allah, hilangkanlah perasaan cinta dihati ini ya Allah. Gantilah dngan lelaki yang jauh lebih Taqwa, lebih tampan, lebih tajir, lebih dermawan, lebih tanggung jawab, yang belum pernah nikah, selalu menjaga iman islamnya ya Allah yang menetap di Probolinggo, sayang aku dan emmak bapakku. Beri bonus pula dia itu polisi atau tntara atau dokter yang sudah dinas dikementrian tampa ahrus dinas jauh-jauh dan terlalu berat. Agar hamba dan dia bisa beribadah bersama dalam bahtera cinta suci sakinah mawaddah warohma ya Allah aamiin ya Robb”

Sejak kejadian Indra memposting foto dengan pacarnya, Aida sudah menata hati agar lebih biasa perasaannya kepada Indra. Jika dilihat dari luar terkesan Aida yang mengharap dan bermimpi ketinggian mengharap milyuner kaya. Tapi pada kenyataannya. Indra yang memberi harapan, mulai SMA, saat kuliah hingga Aida berstatus khodijah. Indra ngaku single dan udah putus, maunya sama wanita muslim tulen asli Indonesia, mamanya ikut ngaminin kedekatan Aida dan Indra diobrolan telepon, dikasih mawar merah si Aida oleh Indra, dijanjikan akan jala-jalan sekeluarga, mengatakan kok nikah sih Aida kok gak nunggu dia katanya, dipanggil sayang, dikatakan Aida wanita yang paling cantk di dunia bagi dia, akan di umrohkan jika jadi Istri, akan dimodalin bisnis make up Aida dan WO Aida, pasti ramai dan romantis terus jika nikah sama Aida kata si Indra.itulah janji manis Indra, mungkin jika di ceritakan ke orang lain Indra dengan mudah akan bilang” ah aku tuh Cuma bercanda aja, Aida nya saja kebaperan,”. Padahal saat ngomong ekspresi dan mata dia mengatakan itu akan nyata adanya. Sudahlah Aida pasrahkan semua kepada Allah. Karena buah kesabaran Aida akan berbuah jauh lebih manis dari pada sabarnya itu yakin selalu Aida.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Perjuangan  Move on dengan sahabat rasa cinta lama

            Seseorang dengan gampang mengatakan “ move on dong…cowok loh banyak, masih banyak coeok yang jauh lebih baik”, tidak perlu sampai 5 ment mngatakan hal itu sudah cepat sekali terlontar. Ya…jika yang mau dilupakan itu orang yang sudah bikin kesalahan fatal dan dibenci sekali mungkin move on itu sudah cepat terlaksana. Akan tetapi jika itu adalah cinta pertama dan cinta terbaiknya sejak masa remaja dulu…dan dia datang disaat yang dikira tepat baginya, mungkin untuk move on butuh perjuangan extra. Hal ini terjadi pada Aida, yang sedang berjuang move on dari Indra. Mungkin orang akan mengatakan lucu dan konyol ya…belum ada pernyataan cinta dan belum ada kata putus kok mau move on lah pacarannya kapan ya? Perasaan Aida dan Indra ini sangat unik dan penuh kompleksitas yang tinggi, ya mungkin jika di buat ranah berfikir kognitif, tingkat kompleksitas persoalan hati keduanya mencapai level berfikir tingkat tinggi kali ya…?. memang sih Indra belum nyatain cnta, namun sikap dan ucapannya dia sudah menunjukkan cinta, bahkan kebebrapa orang yang dikenal Aida dia ngaku pacaran, aneh bin ajaib sih…ya sudahlah tapi namanya dinamika kehidupan kudu dijalani, Aida selalu sabar dan semangat berjuang move on.

Datang tanpa diundang, ngajak jalan tanpa diminta, nagsih perhatian tanpa diminta, bagi insan yang mengerti akan perasaan pasti bisa mengartikan apakah rasa itu?” tapi terkadang Aida berfikir, berkhayal, dan curiga,” masa’ iya Indra tega mempermainkan perasaanku,a motif nya, apa untungnya bagi dia?”pertanyaan itu selalu mengganggu fikiran Aida. Aida yang galau tingkat tinggi saat melihat foto Indra dan perempuan di Bromo melalu status WA Indra, kala itu tanpa fikir panjang Aida langsung memblokir akun FB dan Ig dan menghapus kontak Indra. Tujuannya agar Aida tidak sakit hati lebih parah lagi melihat postingan mesra Indra lainnya.

Hari demi hari Aida lalui dengan penuh lapang dada, dalam sholat dalam munajatnya Aida selalu memohon yang terbaik untuk dirinya, dia menangis kepada Sang Kholiq. Dia curahkan semua kekecewannya dngan Indra pada Sang Maha pengatur Hati dan Hidup.Aida berusaha kuat jika ditanya oleh sahabat karibnya dan bu Agus Tante Indra yang kebetulan jadi bu Kepsek di tempat Aida mengajar. Dua hari Aida absen dari kegiatan mengajarnya, kebetulan kesehatan Aida sedikit terganggu, pas saat hatinya galau tingkat tinggi. Tapi galaunya Aida dirumah bukan menangisi Indra loh ya…Aida buat istirahat dan membuat sholat ujian akhir semester aspek fisika untuk siswa SMP nya, ya maklum Aida tipikal orang yang susah diam. Bahkan galaupun Aida sempatkan menulis dilaman website pribadinya dia ceritakan semua isi hatinya. Tujuannya biar hati Aida lega bukan untuk menjlekkan orang lain atau menimbulkan ujaran kebencian loh ya.

Pagi hari yang sedikit mendung di hari jum at itu, Aida yang masih belum sembuh total dai batuk, pilek dan panas itu, bergegas mempersiapkan diri untuk berangkat ke sekolah. Emmak yang sudah siap dengan di depan teras menunggu keberangkatan Aida duduk di sana dan berkata

Emmak:”Aida kudu kuat ya Nduk…jika ada bu Agus atau yang lain bertanya masalah Indra ya Aida tanggapin dnegan sabar bilang saja sudah biasa…gak ada masalah kok”

Aida:” iya mak…ya masa’ bu Agus mau mengulas masalah Indra lagi mak?”

Emmak:” ya siapa tau nduk”

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

By aimarusciencemania

curcolan mahasiswa:Dapat nilai B jadi musibah bagiku….perlu direvisi

Dapat nilai B jadi musibah bagiku….perlu direvisi

Selama 4 semester IP ku bertahan di 4,00 namun ada kejadian yang sangat membuatku patah hati, namun bukan gara-gara putus cinta. Kejadian itu terjadi saat aku semester 6 dimana IPku jadi 3,98 alias ada B satu di mata kuliah metode penelitian. Anehnya yang dapat A hanya 4 orang dalam satu kelas tapi bukan anak yang di duga. Yah…tak masalah lah…..itu kan rejekinya mereka. Toh masih ada kesempatan untuk mengulang itu yang ada di benakku. Karena bagiku kegagalan adalah sukses yang tertunda. Selama ada kemauan InsyaAllah ada jalan. Aku tidak peduli rivalku atau orang-orang yang tidak suka padaku menertawakanaku. Aku hanya bisa berserah diri pada Allah.

Aku kabari kakak dan orang tuaku dirumah terkait masalah ini. Mereka awalnya kecewa namun mereka tetap mensupport aku agar selalu bersabar, berdoa, dan jangan dengarkan cemoohan orang lain. Kakak menyarankan aku untuk mengulang mata kuliah yang dapat B saat aku semester I. Gak masalah B di semester 7 usahakan hanya itu aja yang dapat B katanya kakakku. Aku bersyukur sekali karena orang-orang terdekatku yaitu keluargaku sangat menyayangiku. Mereka tidak pernah mendikte aku agar selalu jadi juara taupun selalu dapat IP maksimal. Itu semua aku inginkan dan aku lakukan untuk selalu jadi yang terbaik demi untuk membahagiakan kakak dan orang tuaku.

Keesokan harinyapun aku konsultasi dengan Pak Agus dosen Pembimbing Studi (DPS) ku mengenai aku hasil studiku. Beliau menyarankan agar aku lebih serius belajar agar tidak ada yang B lagi disemester 7 nanti. Aku juga menyampaikan masalah aku ingin mengulang nilaiku yang B di mata kuliah semester I dulu. Alhamdulillah beliau mengijinkan. Setelah itu aku menyetorkan KRS ku ke pengajaran FKIP.

 

By aimarusciencemania

novelis Aini: kuliah penuh perjuangan di kampus orange

Semester I awal yang baik……gak perlu cuti pacaran….itupun kalau ada yang nembak sih…..

 

Lelang IP oleh dosen gaul saat kuliah berlangsung

Selama 6 bulan aku jalani kuliah di Fakultas Keguruan dan Ilmu pendidikan (FKIP) Program Studi (PS) Pendidikan Biologi ini. Alhamdulllah aku sudah dapat mengetahui hasil studiku…..di pengajaran FKIP pagi itu sangat ramai…dan heboh…karena teman-temanku berbondong-bondong dan bertanya-tanya tentang IP tertinggi di FKIP khususnya PS Pendidikan Biologi. Salah satu pengawai di pengajaran FKIP memberitahukan aku saat mengambil Kartu Rencana Studi dan Hasil Studi bahwa yang memperoleh IP tertinggi di PS Pendidikan Biologi adalah Cherly teman sekelasku dengan IP 3,90. Aku bersyukur meski agak kecewa karena aku jadi urutan kedua dengan IP 3,86. Terlihat signifikan perbedaan antara IP Cherly dengan IPku padahal kami sama-sama memperoleh satu nilai B dari 8 matakuliah yang ditempuh. Usut punya usut nih….ternyata Aku dapat B di matakuliah yang mempunyai 3 SKS (Sistem Kredit Semester) sedangkan Cherly mendapat nilai B pada matakuliah yang hanya 2 SKS. Selesai memprogram mata kuliah yang ada di semester II. Aku pulang ke kosan dan menyusun startegi pembelajaran yang jitu agar IP ku meningkat di semester II target semua matakuliah dapat A semua.

Seminggu setelah program semester II berakhir….aku dan teman-teman sekelas aktif kuliah lagi. Pagi itu cuaca sangat bersahabat, aku berangkat ke kampus dengan penuh semangat. Sesampai di lobby FKIP  aku langsung ke salah satu teman kelasku yang menurutku dia paling fashionable. Dia cantik sekali, tingginya ideal, mani, dan sepertinya dia anaknya baik. Namanya Nila.langsung saja ku sapa dia.

Ani           :“ Hay,,,,Nil,,,apa kabar? Lama gak jumpa nih sejak libur semester, kamu berlibur kemana aja?

Nila           :“ Hay juga Ay…..Wah….iya nih lama gak jumpa, aku liburan di Jember aja kan gak mudik kayak kamu? Kalau kamu kemana aja selama liburan?”

Ani            :” Aku liburan di Bali nyambangi kakakku dan keluarganya.”

Nila           :” gaya kamu Ay….ke Bali, mana oleh-olehnya? Ke daerah mana aja kamu di bali kemaren?”

Ani            :” oleh- olehnya udah abis tuh…hehehehe…..ke Kuta aja bareng kakakku….gak lama cuma seminggu aku ke Balinya. Oh ya Nil….aku boleh nanya sesuatu yah….?”

Nila           :” nanya aja….serius amat kamu Ay….?”

Ani            :”  Mau gak kamu jadi sahabatku Nillll?”

Nila           :” oh…kirain nanya apa…iyalah mau….?”

Ani            :” Makasih ya Nil….”

Tak kemudian, dosenpun datang aku bergeges ke kelas begitupula teman-teman. Sesampainya di kelas, aku sangat kagum bertemu dengan dosen matakuliah yang sangat fashionable, funky, trendy, bicaranya komunikatif, di usianya yang sudah gak mudah lagi mungkin usianya 40-an beliau masih terliat cantik dan anggun dengan busana islami yang sopan. Sebut saja namanya ibu Sawitri. Aku merasa senang sekali bisa di ajar beliau karena penyampaian materinya enak….sebelum memberikan materi di mulai. Seperti biasa aku menyangka pasti ada kontrak kuliah. Tapi dugaanku salah, beliau menayakan IP terlebih dahulu sebelum memberikan kesepakatan terkait kontrak kuliah dan menyebut IP mulai skala 3,00 sampai 4,00 seperti lelang IP saja.

Ibu Sawitri                        :” Assalamu’alaikum Wr. Wb…selamat pagi sodara sekalian….bagaimana kabar sodara semua, sehat??”

All Students          :”  Walaikumsalam….Wr. Wb….Pagi Bu?? Alhamdulillah sehat…..” sahut semua teman-teman sekelas dengan kompak dan semangat.

Ibu Sawitri                        :” Sodara sudah memasuki semester II, bukan semester I yang masih main-main kuliah…..yang masih kurang belajarnya. Kalian di FKIP Bio, kalian didik untuk menjadi guru…..jadi persiapkan mental kalian harus mental guru, pakaian yang sopan, belajar yang rajin. Yang punya pacar siapa?

All Students          :”  Waw………hehehehehe….” sebagian besar teman-teman kompak mengucapkan kata itu.

Dimaz                    :”  saya belum bu….” jawabnya pura-pura lugu

All students           : “ Hu…..?” kompak teman-teman menggoda Dimaz.

Ibu Sawitri                        :” sudah…sudah… yang pacaran IP jebblok…pasang tulisan di jidak CUTI PACARAN IP JEBLOK. Yang IPnya 3,50 ada? “ sambil mengangkat telunjuk

Nimaz                    :“ 3,65 Bu?” jawabnya

Ibu Sawitri                        : “ bagus NIM berapa mbak?” sambil mengambil pulpen dan absensi mahasiswa

Nimaz                    : “ 93 bu….?”

Ibu Sawitri                        : “ OK….Selanjutnya 3,75 ada?” sambil mengacungkan telunjuk

Eni                         : “ gak ada bu….saya 3,80 bu?”

Ibu Sawitri                        :” OK ….NIM berapa mbak?”

Eni                         :” 79 bu…..?”

Ibu Sawitri                        :” 3,85 ada?

Ani                        : “ 3,86 Bu…NIM 107 Bu?” karena aku tahu pasti ditanyakan NIM alias Nomor Induk Mahasiswa langsung saja sekalian aku sebut.

Ibu Sawitri                        :” 3,90 Ada…..?”

Cherly                   : “ saya bu? NIM 89 Bu?”

Ibu Sawitri                        “ yang 4,00 ada?…..”

Serempak kelas menjadi sunyi sejenak dan Dimaz menjawab :” belum ada bu?”

Ibu Sawitri                        :” wah kelas ni hebat karena IP tertinggi ada di kelas ini, saya tidak tanya yang di bawah 3,00. Karena menurut saya IP dibawah 3,00 buru-buru deh banting setir buat kejar mencapai IP 3,00 karena di dunia kerja di tanya IP. Gak juga di dunia kerja mau nyari mantu aja di tanya IP jadi siap-siap yang IP jeblok jangan harap dapat pasangan IP yang maksimal. Yang punya pacar IP nya bagus lanjut pacaran buat penyemangat dan harus saingan yang positif tinggi-tinggian IP dengan pacarnya. Yang punya pacar  IPnya JEBLOK cuti dulu…..tapi yang belum punya pacar IP nya aman….jangan dulu pacaran fokus kejar IP maksimal. Nah…..yang gak punya pacar IP jeblok…alamat…wasssalam deh…..masak udah gak punya pacar, IP jeblok mending pacaran tapi IP OK.

Ani            : “ betul b?” dengan semangat nyeletuk begitu, alias spontanitas jawab

Dimaz        : “opo ae Ay…… menneng wes Ay….”

Ical            :” ciye Dimaz…..naksir ma Ani?”  sahut Ical menggoda Dimaz

Dimaz        :” Kon Menneh Cal……opo jare mu wes…..” jawab Dimaz agak emosi ke Ical dengan logat jawanya yang kentel

Ibu Sawitri                        :” hus ada apa….ini memang kamu mau mbak pacaran sama dia…IP nya jeblok gitu….” goda beliau ke aku sambil tersenyum

Kelas menjadi senyap sebentar….kemudian ibu Sawitri melanjutkan perkuliahan dengan memberikan kontrak kuliah dan silabus perkuliahan serta diktat kuliah lengkap dengan buku acuan yang di pakai. Beliau tidak membatasi mahasiswa harus punya buku acuan yang dipakainya. Tapi beliau memberikan syarat yang penting di kelas harus bisa. Selain itu beliau juga memberikan tips kepada kami tentang kiat sukses kuliah.

Ibu Sawitri                        :” usahakan setiap semester kalian planning dan didaftar mata kuliah yang harus dapat A. Paling apes dapat B. Kalau C apalagi D mati aja deh……” sambil guyon.

All students           :” hehehehehehe….”

Dari asyiknya memberikan kuliah waktu kuliahpun usai pada mata kuliah tersebut. Ada salah satu temanku yang mengingatkan beliau.

Mahfudz               :” maaf bu? waktunya sudah habis.”

Ibu Sawitri                        :”OK , makasih mas…diingatkan….. silahkan ketua kelasnya koordinir join dengan kelas A untuk menggandakan diktat ini minggu depan pelajari BAB I di baca di rumah jangan pas di kelas, di kelas kita langsung diskusi. Terimakasih atas perhatianya wassalamualaikum Wr.wb” sambil memberikan diktat ke temanku yang duduknya lurus dengan tempat duduk beliau.

All Students          :” walaikumsalam wr wb.”

Kuliah ibu Sawitripun berakhir dengan penuh semangat karena beliau menjadi motivator yang andal menurutku. Karena jarang-jarang ada dosen yang mau sebegitu detailnya mengurusi IP mahasiswa dan menyemangati dengan tips jitu untuk mencapai kesuksesan menjadi mahasiswa. Bukan cuma sukses sebagai mahasiswa biasa. Tapi harus menjadi mahasiswa plus alias mahasiswa yang berprestasi baik dari segi akademik maupun non akademik.

Seiring berjalannya waktu di semester II aku tambah semangat menjalani kuliah ini meskipun belum ada yang nembak…..tapi aku kenal dengan polteng yang ketemu di bus berakhir dengan kebohongan status dia yang ngaku single ternyata sudah beristri. Aku enjoy aja dengan kesendirianku. Dengan kiat yang di berikan Ibu Sawitri aku mendulang sukses di semester II ini. IP ku tidak di sangka naik pesat menjadi 4,00. Alhamdulillah……..Ya Robb. Perjuanganku dalam serius menuntut ilmu membuahkan hasil yang optimal. Memang mencapai lebih gampang dari pada mempertahankan.

 

 

 

 

 

 

 

 

Bagian 5:

4 semester dengan IP Perfect tapi tak seperfect kisah cintaku…………..

Pujian dan kekaguman dari lawan jenispun aku dapatkan dengan prestasiku yang terus bertahan 4,00 dari semester II sampai semester V. tapi pangeran cintaku belum ada yang bertahan di tahta hatiku yah…………???

Ngefans sama dosen muda dan gaul tapi belum kecantol………

Meskipun selama 4 semester IP ku bertahan 4,00. Aku tidak menjadi pribadi yang sombong kepada teman-temanku. Tak jarang mereka sering melakukan konsultasi denganku baik di lobby FKIP maupun di kosanku terkait materi yang kurang dimengerti. Aku sangat senang dengan itu karena dapat menambah kaya pengetahuanku dan skillsku dalam bersosialisasi dengan teman-temanku.

Di situlah aku tambah mengetahui temanku yang tulus berteman denganku dan yang hanya memanfaatkanku. Memang benar sih…..hadits Nabi Muhammad SAW  “ Sebaik-baiknya manusia adalah manusia yang bermanfaat”. Tapi aku paling gak suka sama orang yang memanfaatkanku. Karena menurutku bermanfaat tidak sama dengan dimanfaatkan.

Aldy berubah 180 derajat, dia jarang sms bahkan tidak pernah bertegur sapa denganku saaat bertemu di kampus. Pernah dia sms ke aku menanyakan aku ada dimana yah…ku jawab dan ending-endingnya dia minta tolong lagi untuk di bantuin garap tugasnya lagi. Aku menolak dengan halus. Karena aku trauma dengan kejadian dulu…ku pikir dia memiliki perasaan yang sama kepadaku ternyata aku tau dan sadar bahwa dia hanya memanfaatkanku. Aku juga mengetahui dia sudah punya cewek. Hancur lebur jadi berkeping-keping hatiku mengetahui kabar dia yang sudah punya pacar.

Aku sadar gak semua buah yang di kantong itu busuk. Begitu pula roda kehidupan….gak semua orang suka dan gak semuanya benci ke kita. Memang dikelas aku dikenal anak yang individu. Tapi itu hanya bagi orang yang kenal aku dari luarnya aja. Aku mau membantu teman yang kesulitan selama aku bisa. Namun kalau pas ujian di kelas yah…aku kerjakan sendiri. Prisipku…toh aku gak ngerugikan dan juga gak nguntungkan kalian. So….gak perlu benci-benci yang gak berasalan itu.

Aku selalu berkelompok dengan teman cowok yang mau bekerja gak Cuma titip nama aja di setiap penggarapan tugas kelompok.Alhamdulillah aku menemukan pribadi yang tulus dan ulet serta selalu gigih berusaha agar bisa memahami materi kuliah. Dia berasal dari kota tape Bondowoso, anaknya rajin di kelas dan diorganisasi, sabar, murah senyum dan baik hati. Namanya Bang Juri.Setiap ada pembagian kelompok yang ditentukan oleh mahasiswa aku selalu mengontrak bang Juri untuk mau bergabung dengan kelompokku. Banyak mata kuliah yang selalu bareng dia mulai dari kelompok praktikum, kelompok wawancara, kelompok pelatihan sofskills , sampai kelompok proyek Program Kreativitas Mahasiswa.  Kemana- kemana aku selalu bareng bang Juri. Sampai- sampai aku dikira pacarnya. Aku gak tahu dia ada rasa atau tidak. Aku nganggap dia teman baik bahkan aku nganggap dia sodara. Ada masalah apapun aku selalu curhat sama dia.

Ada kejadian lucu mungkin memalukan juga yah kalau aku ceritakan….kejadian itu terjadi saat aku semester 4. Aku jatuh cinta sama dosen mudaku…..awalnya mata kulih yang di ampuh beliau diajarkan oleh Ibu Sawitri, namun karena bu Sawitri agak sibuk dengan bisnisnya maka 2 mata kuliah yang diampunya digantikan ke dosen muda itu.

Pertemuan awalku terjadi dengan beliau saat hari rabu siang. Cuaca di jalan Karimata Jember saat itu sangat panas. Aku segera bergegas berangkat ke kampus. Sesampainya di kampus aku bertemu dengan tema-teman sekelasku yang sudah bergerombol di Lobby FKIP. Tak lama kemudian ketua kelasku Si Mahfudz memberikan pengumuman.

Mahfudz    :” Rek…..kuliah kali ini di lantai atas.”

All Friends :” Hu……….” sahut mereka kompak.

Dengan wajah yang lesu teman-teman berbondong-bondong menaiki tangga menuju lantai 3. Seperti biasa kelas menjadi ramai, ada yang ngobrol, ada yang memperbaiki make up nya, dan ada yang sibuk main HP namanya juga kelas normal. Tak lama kemudia datang seorang pria bertubuh mungil, agak berisi, putih, dan lumayan tampan seh….memasuki kelas kami. Langsung saja ku sapa.

Ani   :” Maaf Mas,,,, di belakang masih ada bangku kosong.” Sambil menunjuk salah satu kursi yang ada di belakang.

Pria itu tersenyum kepadaku tanpa menjawab. Malahan dia langsung menuju kursi dosen. Langsung saja dia membuka perkuliahan.

Pria : “ Hem…mohon perhatiannya, Sodara?”

Kelaspun yang awalnya gaduh dan ramai menjadi sepi.

Pria  :” Assalamu’alaikum Wr. Wb.?” Selamat siang Sodara?”

All Students :” Walaikum Salam Wr. Wb. Siang Pak,,,,?”

Sumpah aku malu campur heran, karena pria yang ku suruh duduk di belakang kok berani- beraninya membuka perkuliahan. Memangnya dia siapa?, langsung saja ku tanya.

Ani :” Maaf Pak, bapak dosen atau…..?” tanyaku dengan penuh penasaran

Pria  :” Oh Iya, sebelumnya saya minta maaf, saya belum memberi tahukan kalian. Saya menggantikan Ibu Sawitri mengampu mata kuliah  Startegi Belajar Mengajar Biologi dan mata kuliah dan Kajian Kurikulum Biologi SMA.”

“Sumpah aku malu sangat…….orang yang ku kira mahasiswa yang ngulang atau transfer ternyata dosenku….sumpah muda dan ganteng banget nih dosen…jadi tambah semangat aku kuliahnya…asyikkkk….”Kataku dalam hati .

All Friends :” ciye Ani….tanya atau mau tahu aja sih…..” goda temanku

Mahfudz :” kenalan dulu pak……”

Pak dosen  : “ baik…..perkenalkan…nama saya Sulton” sambil mengotak ngatik komputernya untuk di connect kan dengan proyektor dan menampilkan sebuah slide presentasi.

Tampillah sebuah slite presentasi yang berisi slide perkenalan dan identitas beliau. Kemudian beliau melanjutkan perkenalannya dengan kami.

 

Pak Sulton  :” Saya Alumi dari kampus sini juga lho…..” sambil membuka salah satu slide yang berisi curriculum vitaenya.

All students : “ Oh…….”

Pak sulton : “ O nya bulat yah.. kok kompak…..bisa di baca ya dhek….oh yah gak apa-apa kan saya panggil kalian dhek…karena kita gak beda jauh usianya.”

All students :” Iya pak gak apa-apa”.

Pak Sulthon : “ sudah yah dhek…perkenalannya ada yang ditanyakan?”

Fuad   :” status…..? sudah nikah atau belum pak?”

Pak Sulthon : “ belum dhek…..ada yang ditanyakan lagi”

Mefry    : “ tu Ay belum nikah……ciye Ani?”

Ani     :” apa an sih…..ada-ada aja kalian trus meskipun belum nikah kenapa….?” jawabku dengan muka merah padam.

Mefry   : “ iya kan masih bisa daftar…..?”

Ani  :” ada- ada ja kamu Mef…..” jawabku agak malu sambil mengisyaratkan mefry diam agar tidak terdengar oleh beliau.

Pak Sulthon : Lho kok diam….gak ada yah…..?”

Ani : ”eh ….ada pak….itu di slide bapak tadi kok ada foto wisuda yang pegang tropi….menang apa yah pak….?”

Pak sulthon :” Oh itu..Alhamdulillah saya wisudawan Teladan dhek….?”

Ani :” oh begitu pak….bagaimana caranya agar jadi wisudawan teladan Pak?”

Pak Sulton :” yah belajar yang rajin…usahakan dapat nilai optiamal dan selalu aktif di organisasi kampus”

Ani  :” Oh begitu ya pak….?”

Pak Sulthon : “ sudah yah….kita lanjut ke materi….tapi kok cuacanya panas sekali yah….kipas anginnya gak mempan yah?”

All students : “iya nih pak…..”

Pak Sulthon :” yah maklum kampus kita masih berproses…doakan saja tahun depan semua ruangan ber AC yah…..bagaimana kalau kita belajar di luar kelas….di lobby lantai 3?”

All students :” iya pak…ayo rek….keluar….”

Kelaspun menjadi buyar, semua mahasiswa keluar kelas menuju temapat yang telah disepakati tadi. Sesampainya di tempat tersebut. Pak Sulthon mengarahkan kami agar tertib kembali.

Pak Sulthon :” Dhek….silahkan kalian duduk lesehan membentuk lingkaran dulu”

Serentak semua mahasiswa mengikuti instruksi pak sulthon.

Pak Sulthon : “ Nah…sekarang kalian liat di sekitar kampus sini banyak jenis tumbuhan kan….nanti kalian bentuk kelompok. Satu kelompok 2 orang. Kalian analisis morfologinya dan kalian diskusikan dengan teman kelompok kalian, paham….?”

Fuad  :” sebentar pak….kita mengamati tumbuhan perlu turun dari lantai 3 ini pak…kan capek pak….?”

Pak Sulthon :” kalian tidak perlu turun kalian liat saja dari lantai 3. Toh tumbuhan yang ada di sekitar kampus ini familiar dengan kalian semua kan?” bagaimana paham semuanya?”

All students:” iya pak…paham….”

Perkuliahan di luar kelaspun menjadi seru, sebagian besar teman-teman mengikuti instruksi beliau, namun ada juga yang sibuk mengobrol sendiri. Pak sultonpun mendampingi beberapa kelompok dan mendatangi kelompok yang mendapatkan kesulitan. Setelah selesai berdiskusi dengan kelompok masing-masing, pak sulthon membimbing diskusi. Ada 2 kelompok sampel yang mensharingkan hasil diskusinya dan ada kelompok yang mengomentasi. Setelah itu kami di arahkan untuk kembali ke kelas. Kembali dengan materi perkuliahan.

Pak Sulthon                :” bagaimana dhek…pembelajaran di luar kelas tadi menyenangkan atau tidak?

All students                :” menyenangkan pak……”

Pak sulton                  : “secara tidak langsung kalian telah menerapkan salah satu stategi pembelajaran yang namanya Fieldtrip alias pembelajaran di luar kelas” sambil membukan slide presentasi terkait materi Fliedtrip.

Beliau melanjutkan perkuliahan dengan materi tersebut. Tak lama kemudian waktu perkuliahan usai. Beliau langsung mengakhiri perkuliahan dengan memberikan tugas untuk hunting literatur tentang macam-macam stategi pembelajaran biologi dan mengakhiri dengan salam.

Kuliah pak Sulton berakhir dan semua mahasiswa meninggalkan kelas. Begitupula aku. Sambil berjalan meninggalkan kelas. Aku, Nila, dan Sinta berjalan bersamaan. Seperti biasa obrolanpun aku dan mereka terjadi.

Sinta                           :” Ay….kamu semangat sekali ikut kuliah bapak sulthon…hayo…Ay….ada apa nih….?”

Nila                            :” iya Ay……ada apa….gak usah main rahasia-rahasian sama kami”.

Ani                             : Apa sih……gak ada apa- apa…?”

Nila dan Sinta            :” beneran Ay?”

Ani                             :” Ih…..kalian gak percaya sama aku,,,,?”

Nila dan Sinta            :” ok-ok percaya…Ay itu bapaknya ada di pengajaran gak mau kesana kamu?” goda mereka padaku

Ani                             :” gak ah….apa-apa an kalian gak puas-puasnya kalian godain aku”

Nila dan Sinta            :”gak kok Ay…jangan marah….kamu nebeng kami gak…?”

Ani                             : “ gak kok…aku gak marah, gak udah dah,,,ku jalan kaki aja…kan sempit kalau gonjeng dua.”

Nila dan sinta             :” beneran…gak apa-apa?”

Ani                             :” iya gak apa-apa kok memang biasa jalan kok”

Nila dan Sinta            :” ok kami duluan yah?”

Ani                             :” Ok, hati-hati”

Setelah mereka menyalakan motornya di parkiran kemudian mereka mendahului aku dan akupun pulang dengan berjalan kaki menuju kosanku. Aku merasa senang sekali setiap mengikuti perkuliahan dosen muda itu. Akupun selalu smsan dengan beliau dan komen-komen di facebook. Sampai akrab dengan beliau. Karena seringnya ketemu dan komunikasi, aku ada hati dengan beliau. Tapi aku gak tahu beliau punya rasa atau gak. Hingga di suatu hari aku mengetahui kabar dia yang cukup mengagetkanku beliau sudah bertunagan. Waduh….hancur dah harapanku untuk bisa bersamanya. Namun aku gak menyatakan duluan. Tapi teman-teman selalu menggodaku setiap ada perkuliahan beliau. Beliau sih kayaknya sudah tahu kalau aku suka. Tapi beliau biasa aja. Tapi aku gak mau berlarut-larut dalam kesedihan karena hidup harus berlanjut. Tak lama kemudian aku mendengar kabar dia menikah. Teman-teman gak ada yang berani mengatakan kabar itu, tapi aku sudah tau. Dan ada salah satu sahabatku, Nila menayakan tentang kabar ini dan dia juga berusaha menengkanku. Alhamdulillah aku gak ada masalah. Toh aku dan dia gak ada hubungan. Yah aku Cuma suka sama kepintaran dan salut dengan prestasi beliau. Dalam benakku berkata “ beliau bisa jadi wisudawan teladan, Next time saat aku wisuda aku pasti bisa jadi wisudawan teladan. SEMANGAT,,,,,”

Seperti itulah kisahku bertemu dengan dosen muda, jujur meski setiap aku bertemu dan mengikuti kuliahnya di semester berikutnya agak grogi. Namun ku usahakan selalu biasa saja dalam bersikap. Alhamdulillah bisa.

By aimarusciencemania

Novelis: impian khodijah muda menunggu imam sholeh

Ku Jemput Jodoh Idealku di Tahajjud Cintaku

            Assalamu’alaikum wr.wb…ta’arufan dulu  akhi dan ukhti…nama saya Aida,  berstatus “khotijah muda” berusia 27 tahun, berprofesi sebagai guru honorer di sekolah menengah Swasta, hobby merias wajah sendiri dan wajah wanita lainnya…ya sebut saja perias yang masih meerintis usahanya, pribadinya yang periang, comel, ya agak bawel gitu sih…supel mudah bergaul…ya sedikit agak lebay disosmed sih…maksudnya suka upload foto kreasi hijab make up dan kegiatan sehari-harinya…tapi tetap dalam koridor islami loh ya…bukan pamer loh ya..karena niat itu hanya ada dalam hati, just dokumentasi aja.

Kisahku ini sih tak perlu di buat bikin mewek karena memang membuat mewek alami, tak perlu ditelusuri beberapa orang yang membuat ada orang lain yang tercyduk dibuatnya. Namun kisahku ini kalau diibaratkan kisah bahagia dan penuh keajaiban yang dialami wanita cantik dari keluarga kurang berada dan berakhir bahagia dengan Sang Pangeran impiannya di negeri dongeng Cinderella. Kisahku berbanding terbalik tidak sebahagia dia, kisahku ini jika di umpamakan tokoh negara yang bersejarah “Habibi-Ainun” yang berakhir bahagia karena cinta sejati tidak akan salah memilih, meski melanglang buana di negeri orang dan asing tapi bapak Habibi berlabuh di pelabuhan terakhir ibu Ainun yang merupakan teman SMA nya. Kisahku sangat berbeda dengan kedua ibarat tersebut.

Setelah resmi 1 tahun menyandang status “khotijah” dari pengadilan agama, Aida tetap berlapang dada menjalani kehidupan yang penuh perjuangan ini. Bagi Aida “life must go on”hari- hari ia lewati dengan sibuk mengajar di dua sekolah menengah swasta sebagai guru IPA sambil mengambil job merias pengantin. Dia selalu membantu kedua orang tua dari segi apapun. Bagi Aida orang tua adalah segalanya. Meski belum tergolong sukses namun namanya hidup kudu dijalani dengan ikhlas sabar dan tetap ibadah demi mendapat Ridho Allah. Bagi Aida bermimpi tidak masalah meski terlalu tinggi, asal diimbangi iman islam terus berusaha dan tawakkal.karena setiap insan di dunia berhak bermimpi, terwujud atau tidaknya tergantung usaha dan kehendak Allah dunk pastinya.

Disekolah Aida dikenal sebagai sosok guru muda yang supel, apa adanya dan sedikit bawel oleh teman sesama guru. Ya meski ada bebrapa orang yang kurang suka dengan Aida ya…bagi Aida itu tidak masalah justru itu akan menambah indah di kanvas kehidupan dia dan bertambah dinamika naik turun adrenalin bagi nya. Bagi siswa-siswinya Aida dikenal sebagai guru yang apa adanya, cerdas, baik,ya ada waktu serius, bercanda dan pastinya di sukai kebanyakan siswa karena suka mengambil dokumentasi kegiatan dan beberapa foto wifie serta grufie dengan siswanya…ya kalau dibilang guru zaman now gitu katanya.

Hampir dua tahun mengadi di dua sekolah tersebut Aida sangat enjoy menjalani pekerjaannya, paskah ulang tahunnya di pertengahan januari Allah mendatangkan episode baru yang sangat bahagia bagi dirinya…yupz teman lama , rival di SMA dulu datang setelah 5 tahun tidak bertemu. Kamis malam itu …Aida seusah melepas mukenah abis sholat isya  kemudian memutar program televisi favoritnya di sudut kamar nya. Tiba tiba Sang Ibu memberitahu bahwa ada tamu namanya Nico yang mencari bermobil putih. Aida heran karena seingat Aida tidak punya teman yang bernama Nico. Dengan cekatan Aida bersiap memperbaiki hijabnya lalau keluar dari kamar menuju ruang tamu. Dari kejauhan Aida menebak dan menyebut nama lelaki tersebut”Indra?”ya meski sudah bayak perubahan akibat operasi plastik diwajah sahabatnya itu namun Aida tetap mengenali teman lama yang dulu sempat memberi harapan ingin menikahainya kala SMA dan kuliah dulu. Kemudian mereka berdua mengobrol ya…seputar bercerita selama 5 tahun Indra berkuliah diluar negeri hingga sukses menjadi peneliti muda dengan hadiah milyaran rupiah ia dapat. Ditemani ayah dan ibu Aida juga ikut bercengkrama. Suasana malam itu jadi manis hangat dengan kebersamaan dan senda gurau dua sahabat yang ada getaran cinta  kala itu. Obrolan mereka terhenti dikala Indra pamit pulang. Tapi Indra sudah berjanji akan menjemput Aida di sekolah dan ayah ibu Aida mengijinkan. Sebelum pulang dua sahabat itu berselfie ya…tentu diajak oleh Indralah.

Keesokan hari tepat hari Jum at Indra datang menjemput Aida disekolah. Sebelum nya mereka berdua tengah asyik mengobrol lewat chatting whatsapps. Si Indra mengatakan bahwa dia tengah membawa makanan siap saji dari restoran ternama khusus untuk keluarga Aida dirumah. Indra juga mengajak Aida ke minimarket untuk membeli jajanan ringan untuk adik Aida di rumah. Sebelum sampai di sekolah Aida mulai grogi maklum akan berjumpa sahabatnya yang telah menjadi milyuner. Aida bolak balik keluar masuk kamar mandi karena sangking groginya. Beberapa rekan guru juga melihat kejadian itu dan bergurau  dengan Aida.tepat pukul 10.22 WIB Si Indra tiba di depan gerbang sekolah dengan menggunakan mobil putih nan mewah. Si Indra memberikan pesan suara lewat WA, dengan sigap Aida menuju gerbang sekolah, dengan perasaan senang, bahagia dan grogi bercampur menjadi satu untuk menemui si Indra. Indra juga menampakkan wajah sumringah di dalam mobilnya sambil membuka kaca pintu mobilnya.Indrapun turun dari mobil mewahnya sambil melambaikan tangan, Aidapun juga membalas lambaian tangan, dan bergegas untuk menyebrang jalan menuju mobil Indra karena lama untuk menyebrang, dengan peka si Indra menyusul Aida, untuk menyebarangkannya. Merekapun bertemu, tak lama kemudian Indra melihat om Andi, om dari Indra, mereka berdua bercengkrama. Tapi si Indra tidak ingin masuk ke kantor guru, tapi Aida mengajak nya untuk datang ke kantor guru.Akhirnya Indrapun mau. Di perjalanan menuju ruang guru mereka berdua jadi pusat perhatian ya wajar saja si Indra lelaki tampan, tinggi, putih ya meski wajahnya sudah hasil operasi apalagi dia bermobil, jadi perhatiannya lagi karena dia jalan dengan Aida.sesampainya di kantor guru, Indra mengobrol dengan tante Rina dan Om Andi, meski ada beberapan guru disana, tapi sebelum itu Indra berkenalan dengan rekan guru Aida yang ada di ruang guru tersebut.ada sikap Indra yang kurang suka, dia bercerita nominal angka aset yang M- M an itu loh. Ya tapi bagi Aida itu bukan masalah besar. Setelah lama bercengkrama dengan Om dan tante nya. Akhirnya Indra pamit dan Aidapun pamit. Mereka berdua bergegas menuju mobil putih Indra yang di parkir depan gerbang sekolah. Di perjalanan menuju mobil. Indra dengan percaya diri mengatakan bahwa dia pacar Aida ke murid Aida yang lewat di depannya. Aidapun mengatakan ke Indra bahwa mereka itu kan ndak pacaran. Indrapun menjawab, ya gak apalah siapa tau jadi doa. Memang itu harapan kecil sih tapi Aidapun menyikapi dengan tenang. Diperjalanan menuju minimarket banyak yang mereka obrolkan tentang masa-masa SMA dulu, ya tentang rencana Indra akan membantu memodali usaha rias manten Aida. Sesampai di minimarket Indra dengan PD membukakan pintu mobil buat Aida sambil menyebutnya sayang.belanjaan pertama yang dia ambil adalah sekuntum mawar merah plastik ya dia kasihkan ke Aida. Dengan berkata”ini bunga buat kamu kamu kan fake “Aida:”loh kok gitu sih katanya sahabat kok ngasihnya mawah merah sih bukan mawar kuning”. Indra” kamu kan tau artinya, ini juga ada coklat…selera orang kota coklat ini nih” banyak barang yang diambil buat adikl Aida, dan mereka berdua tiba di kasir.dan lanjut di tempat rujak langganan Indra, sambil menunggu rujakkanya obrolan manis dua sahabat terjadi sambil candaan Indra yang ingin menikahi Aida. Iindra sibuk dengan urusan bisnis melalui ponselnya. Dan meminta Aida bicara dengan mamanya lewat telepon, Aida diminta Indra untuk memberitahukan mamanya tentang Indra yang telah membayar DP sawah dibanyuwangi, Aidapun bicara dengan mamanya lewat telepon. Seusai itu mereka berdua menuju rumah Aida. Diperjalanan pulang Indra dengan lihai mengeluarkan jurus jitunya memberikan harapan indah untuk bersanding dengan Aida. Sesampai dirumah Indra langsung pamit dan meminta maaf kepada ibu Aida karena belum ada waktu mengajak jalan jalan Aida sekeluarga. Lambaian tangan menyertai perpisahan dua sahabat yang diselingi rasa cinta itu.

Hari demi hari Aida lalui ya meski mereka sudah ndak ketemu tapi komunikasi mereka berdua terjalin dengan inten lewat udara. Meski sekedar mengingatkan sholat untuk si Indra dan menanyakan kabar, Aida lakukan dengan rutin.tujuannya tak lain hanya untuk mendapat keridhoan Allah untuk menyambung tali silaturrahmi. Tepat dua minggu Indra menelpon Aida seusai sholat isya, kala itu Aida sedang mengerjakan tugas kependidikannya yaitu mengerjakan soal untuk bahan ujian siswanya. Ponsel Aidapun berdering dan Aida dengan sigap mengangkat ponsel tersebut.

Indra:” Hallo, selamat malam dengan ibu Aida Salsabila?, kami dari layanan provider memberitahukan bahwa ada tagihan sebesar 1 juta yang belum ibu lunasi”tegasnya dengan serius

Aida:”Assalamualaikum Indra, maaf tagihan apa ya?”

Indra:”hehehehe,,,,”

Aida:”lah malah ketawa orang nyebut salam kok belum dijawab hayo…katanya ngakunya orang Islam”

Indra:”oooo iya walaikumsalam….”

Aida:”lagi ada dimana ?”,Indra:”ini aku di pajarakan sama mama  biasalah aku kan cari resto yang bukan jungfood”

Aida:”ooo iya…salam sama mama”

Tapi Indra malah memberikan ponselnya kepada mamanya

Mama Indra:”Assalamualaikum mbk Aida lagi ngapain?”

Aida:”walaikumsalam ma…ini lagi nyicil soal buat UTS anak anak ma?”

Mama Indra:”tetap semangat ya mbak…jangan putus asa…sukses selalu ya”

Aida:”iya ma…terimakasih”

Indra:”eee tau gak sih Aida…tante Andi itu loh nanyain ee ternyata kalian pacaran ya di tanya aku lewat WA”

Aida:”terus kamu jawab gimana Ndra?”tanya Aida dengan penuh penasaran

Indra:” ya aku jawab doakan saja ya tante…gitu aku jawab”

Aida:”eee Ndra kamu jangan mengada-ngada kamu kan belum ada komitmen sama aku, ee kamu hati-hati ntar ada malaikat lewat terus kejadian beneran gimana pas hayo…?”

Indra:”ya diaminin saja say…”

Aida:”ya sih…aamin ya Robb”

Indra:” kalau beneran aku suka dan nikah beneran sama kamu gimanya ya…hehehe”

Aini:” ya di aaminin saja say hehehe, oh ya saya mau kasih saran sih kalau boleh tapi kalau kamu gak suka ya ndak apa”

Indra:”iya-iya ngomong aja say aku gak bakalan marah sama kamu”

Aini:”kalau bisa kamu jangan upload nominal aset  kamu, surat- surat berharga gitu, atm paspor visa dll. Takutnya ada orang punya niat jahat sama kamu…aku sih ndak ingin terjadi apa-apa sama kamu”

Mama:” betul itu mbak…makanya dengerin itu mbak Aida ngasih saran…” kata mama Indra yang kala itu mendengarkan obrolan kami lewat telepon

Indra:” iya ma…kak Adri juga berpesan seperti itu ke aku Ma? Oh ya Aida makasih ya…padahal aku cuma niat dokumentasi ajaloh”

Aida:”aku ngerti kok kamu gak niat pamer kamu hanya bangga dengan hasil jerih payahmu…”

Indra:” iya makasih kamu bilang begitu karena kamu ngerti aku….”

Aida:”iya yah…kamu ngerti aku…aku ngerti kamu terus ngapain ya…?”

Indra:”iya sih kamu ngerti aku…aku ngerti kamu terus ngapain cari jauh jauh…aamiin?”

Aida:”aaminn ya Robb”

Indra:”mama ngaminin juga nih say hehehe”

Aida:”kalau mama ikut mengaminin berarti mama suka dunk sama aku…hehehe GR Nih “

Mama:” ya suka dunk…mbak Aida kan cantik”

Indra:” aduh mama…kok dipuji puji gitu…

Telepon terputus….tetap dengan kesehariannya mereka chattiingan seperlunya. Sampai si Indra mengundang Aida datang ke acara diner keluarganya. Aida bingung karena tidak dapat tebengan menuju lokasi diner maklum Aida tidak bisa menyetir sepeda motor. Hingga pada hari H diacara dinner Aida belum dapat tebengan meski berusaha mencarinya. Allah masih sayang ke Aida sore sebelum acara diner dia dimulai kemudian Aida membuka status WA…duh betapa sedihnya Aida melihat foto Indra dengan cewek blasteran berpose di bromo. Katanya dia sibuk gak bisa jemput Aida lah ini bela belain dia menjemput ke Airport sedangkan mau jemput Aida Indra ndak mau…ngakunya dia single ee ternyata sudah ngenalkan pacarnya ke keluarga.

 

Diundang dinner berharap jadi Cinderella di acara itu

Semenjak Indra datang di kehidupan Aida, sosok sahabat lama semenja SMA ya meski dibumbuhi ada rasa sayang diantara keduanya. Namun mereka belum disatukan dalam ikatan halal karena tahun 2015 Aida sempat menikah dengan orang lain yah…,meski hanya 8 bulan usia pernikahan Aida. Namun rasa sayang dihati Aida untuk Indra sempat mati. Setelah bertemu kembali dipertemuan yang tidak direncanakan oleh Aida namun sangat diharapkannya. Indra datang di bulan Januari yang merupakan bulan hari jadi Aida. Bagi Aida itu merupakan kado terindah dari Allah untuknya. Komunikasi demi komunikasi meski lewat udara tetap terjalin hal itu digunakan oleh Aida dan Indra hanya untuk mempererat tali silaturrahmi. Hingga pada suatu hari Indra mengundang Aida untuk menghadiri acara  dinner keluarga. Undangan itu Aida dapat dari whatsaapp.

Indra:” kamu datang ya…sambil mengirim file foto undangan dinner

Aida:”InsyaAllah Ndra…aku usahakan hadir…tapi aku gak ada dress white dan mau nebeng siapa?”

Indra:”kamu bisa berangkat bareng tante Agus….”

Aida:”semoga saja bu Agus bisa ya aku tebengin”

Pesan Aida di WA tidak dijawab  oleh Indra. Tapi Aida selalu berpikir positif mungkin Indra sibuk jadi gak sempat balas chattingannya. Sembari menunggu respon dari Indra, Aida berkonsultasi dengan bu Agus  berkaitan dengan tumpangan menuju lokasi dinner yang akan diadakan oleh Indra. Tapi sayangnya bu Agus tidak ada disekolah karena beliau ada acara diluar sekolah, kebetulan bu Agus adalah kepala sekolah tempat Aida bekerja.

Sepulang sekolah Aida menceritakan perbincangan via WA itu kepada bapak dan emmaknya.

Aida:” pak Aida dapat undangan dinner family oleh mas Indra”

Bapak:” acaranya dimana itu ndok?” tanya bapak dengan penuh penasaran

Aida:” di restoran daerah Probolinggo pak?”

Bapak:” wah gimana nduk kamu mau berangkat sama siapa…bapak ndak bisa loh motoran ke kota kan motornya udah gak layak dibawa ke kota, oh ya jam berapa acaranya?”

Aida:”jam 18.30 WIB”

Bapak:”wah…apalagi malem udah gak lihat matahari itu nduk?”

Aida:”iya pak…nanti Aida tanyakan Bu Agus kata mas Indra Aida di minta berangkat sama bu Agus Pak?”tapi Aida bilangnya kalau udah ketemu beliaunya secara langsung”

Emmak:” oh ya ndok…pakaianyya gimana?”

Aida:” pakai dress putih?”

Emmak:” emmangnya kamu punya dres putih ta?”

Aida:”iya itu mak…aku juga bingung…gimana ya..aku pengen hadir nih?”

Emmak:”coba kamu buka-buka lemari, siapa tahu ada dress putih”

Aida:”OK” kata Aida dengan penuh semangat .

Aida pun mulai membongkar lemarinya….kemudian dia menemukan beberapa potong baju yang berwarna putih, kemudian ia kumpulkan di ranjang, yang kala itu ditemani bundanya.

Aida:” mak…ternyata Aida punya beberapa koleksi baju putih nih mak”sambil menunjukkan kepada emmak

Emmak:” oh iya…tapi kamu mau pakek yang mana”

Aida:” gimana kalau yang ini”

Emmak: “coba kamu pakek dulu”

Aida:” ok mak…masa’ yang ini mak…kan dress bukan atasan putih…duh gimana nih kok belum nemu yang layak”

Emmak:” sabar dulu…coba mungkin yang ini” sambil memberikan potongan baju putih kombinasi toska

Aida:” yah…emmak…namanya dress ya kudu terusan putih…ee… tapi kan gak apa kan ini bawahannya saja atasannya putih okelah…kudungnya yang mana mak, pashmina gliter apa segi empat ya”tanya Aida dengan penuh kebingungan

Emmak:”kayaknya bagus segi empat putih kalau pashminanya warnanya gak masuk kan putih tulang tuh”

Aida:” Ok aku coba dulu”…sambil memakai nya

Emmak:”kan…bagus…cantik nih…anak emmak”

Aida:”iya lah…kan anak emmak, oh ya mak…make up nya gimana nih, mau pakek make up komplit with bulu mata cetar membahanakah…”

Emmak:” kamu kan nanti naik mobil tante Agus ndok…ee tapi gimana ya…kalau beliau bisa”

Aida:” mau pakek bulu mata cetar membahana kok males ya mak…kayaknya make up natural tanpa bulu mata….iya kalau bermobil…kalau gak…ya nyari tebengan naik motor siapa ya mak…dek opek mau gak ya”

Emmak:” jangan dek Opeknya kan bibikmu agak bawel…duh siapa ya…”

Aida :”gimana kalau dek Farhan mak…ya semoga saja diijinin sama ibu bapaknya”

Emmak:” gak enak ndok kalau minta anterin dia….mending kamu bilang terus terang sama Indra…kalau bu Agus gak bisa nebengin kamu gak usah datang nduk..ya semoga saja bu Agus bisa ditebengin.

Ditengah kehangatan mengobrol dengan sang bunda…bapak Aida tak sengaja lewat di depan kamar Aida…dan ikut berkomentar.

Bapak:” ngobrolin apa sih kok serius amat sih….”

Emmak:” ini loh pak si Aida bingung masalah tebengan yang bisa ditumpangin menuju lokasi acara dinner keluarga Indra pak”

Bapak:” loh kata Aida mau nebeng bu Agus gimana nduk…”

Aida:” iya pak…itupun kalau bu Agus bisa ditebengin pak…tapi blum bilang sih…tadi disekolah beliau gak masuk…mau chatting gak enak pak…lebih luwes kalau biacara langsung”

Bapak:” iya nduk…bilang kalau bu Agus bisa ditebengin…bapak mau antar kerumahnya..nanti tak jemput kerumahnya kalau udah kelar acaranya…ya kalau ampek ujan atau kemaleman kamu minta bermalam dirumahnya.”

Emmak:”iya ndok…paginya kan hari senin kamu ijin agak telat mau kesekolah kan naik lin kamu ndok…”

Aida:” iya mak…pak…semoga dipermudah ya pak Aida bisa hadir diacara dinner familinya Indra”

Emmak bapak:”naamiin ya Robb”

Aida:” Aida beresin dulu ya..”

Emmak:” ini ndok lainkan yang mau dipakek biar enak ngambilnya pas hari H”

Aida:” iya mak…makasih” sambil meluk emmak

Emmak:” semoga kamu selalu bahagia ya nduk…”

Aida:” aamiin mak…Aida yakin doa dan semangat bapak emmak jadi keramatku dan penyemangatku.

Sambil berbenah beberapa baju yang telah diambil Aida, emmak bapak kembali dengan aktivits rumah ya meski cuma bersantai sih…Aida terbersit untuk mengirim chat ke Indra.karena keyboard touchscreen ponsel Aida ada gangguan ya …gara-gara abis jatuh saat bersepeda…ada goresan dilayar ponselnya yang berpengaruh beberapa huruf nya tidak bisa bakerja maksimal, tapi Aida tak kehabisan akal. Dia ambil kertas dan pena, dia tulis isi chat, lalau dia potret dan kirim ke Indra. Ya…meski Indra mungkin berfikir ini anak kok unik atau aneh kok ada metode berkirim pesan ditulis tangan difoto lalau dikirim…entahlah ….Aida tidak peduli akan hal itu baginya…ia bisa terus bersilaturrahmi secara online lewat chatting dengan Indra.berikut isi chattingannya

“Assalamualaikum Ndra…..maaf ya…bukannya aku gak bisa hadir…aku ingin hadir di acara dinnermu…tapi gimana ya Ndra apa ndak malu maluin…aku belum nemu kostum yang pantes…ya semoga saja bu Agus bisa ditebengin…”

Meski isi chatt Aida tidak langsung dijawab oleh Indra namun Aida selalu berfikiran positif tentang Indra. Seorang milyuner yang sibuk dengan aset dan perusahaannya mana ada waktu membalas chat sahabat yah…mungkin bagi Indra tidak terlalu penting bagi nya.

Aktifitas Aida tetap dijalankan…dirumah beberes rumah…sholat istrirahat jika ada tugas ya dikerjakan dirumah baik mengoreksi ulangan siswanya, menganalisis hasil ulangan siswa, buat soal, rapikan perangkat pembelajaran, belajar dan memantapkan materi ajar, semuanya Aida lakukan ya…meski honornya tidak seberapa…namanya cinta pekerjaan dan pengabdian…dengan penuh semangat Aida lakukan, bagi Aida itu dianggap tiket menuju syurga-Nya Allah. Kalau ingin kaya mah….jangan cuma jadi guru honor…jadi wirausaha dunk…sambil Aida rintis dari nol usaha rias mantennya…Bukannya sok sibuk sih pekerjaan disekolah Aida bawa pulang ke rumah, karena mumpung belum punya anak ya Aida kerjakan di rumah, nanti jika sudah bersuami dan punya anak ya pasti dikerjakan disekolah lebih banyak tuh kerjaan buat perangkat pembelajaran dan perangkat evaluasi siswa.

Meski sampai malem Aida cek Indra belum balas chatnya berkaitan masalah pengefixkan kedatangan Aida ke acara Indra, yah…dengan sabar dan berlapang dada…Aida biarkan hal itu…tapi selalu berdoa untuk keselamatan Indra agar selalu dijalan Allah. Seusai sholat isya’ dan hajat Aida selalu melakukan amalan membaca sholawat nariyah setiap selesai sholat dan disaat waktu senggang didalam hatinya selalu dia isi dengan sholawat nariyah sembari beraktivitas meski kadang terputus untuk melakukan kegiatan, ingat lagi baca lagi begitu seterusnya. Tujuannya tidak lain adalah agar bisa diqobul semua hajat Aida kebahagiaan dunia akhirat emmak bapak dan Aida juga. Itu saja kok.

Keesokan harinya Aida berangkat mengajar…ya memang sengaja ndak beli data internet bukan pelit, agar Aida lebih bisa mengontrol diri agar tidak menghubi dulu si Indra, biar tidak terkesan nguber gitu, agar Indra tidak iilfiil.Aida kembali melaksanakan rutinitas mengajarnya. Ada kejadian unik dan menggeltik saat istirahat mengajar, ya…bu Aida,,,dipanggil sang murid guru zaman now banget…selalu dekat dengan siswa terutama siswa cewek, ya sering sih Aida ajak berselfie dengan sang murid, kebanyakan sang murid yang mengajak Aida untuk berselfie. Biasalah dan wajar saja, dizaman sekarang yang syarat akan internet yang berupa sosmed, selfie dan ngevlog itu sudah jadi kebutuhan,,,begitu pula bagi para siswa, jangan ajarin anak didiik kita dengan zaman kita, tapi ajari mereka dengan zamannya. Itu sih yang pas, habis foto ya siswi Aida ingin lihat hasilnya. Oleh Aida tentu diijinkan. Dan tak sengaja membuka galeri yang ada foto Aida dngan Indra. Lalu sang murid bertanya

Hanif:” siapa ini bu…ciye ibu…”

Aida:” itu teman ibu nduk…”

Hanif:” teman apa teman…”

Novi:” iya bu…ngaku aja…coba lihat Nif”

Hanif:” ini Nov…ganteng kan”

Aida:” eee kalian…kok kepo sih”

Hanif:” siapa sih bu kok ganteng amat putih lagi”

Aida:” iya nduk…itu sahabat ibu waktu SMA sekarang dia sukses jadi peneliti muda dan penelitiannya di beli sama pemerintah Australia dan jadi Milyuner dia nduk…lama gak jumpa kapan hari itu datang kerumah dan ngajakin selfie buat dokumentasi aja sih”

Novi:” tadi bilang temen ya Nif, sekarang nagakunya sahabat yang bener yang mana sih bu?”

Anis:” kayaknya lebih dari sahabat…paling pacarnya ya bu…”

Aida:” eitz….kok pacar…calon suami aamiin…eh enggak bercanda kok”

Anis dkk:” aamiin ya Robb….serius juga gak apa bu?”

Hanif:” semoga segera diijabah ya bu?, memang orang mana dia bu?”

Aida:” orang sebaung nduk…tapi sukses di luar negeri

Anis:” dulu kuliah dimana dia bu?”

Aida:” S1 di jogja S2 sampai S3 di Bngkok Thailand nduk”

Novi:” wah hebat ya dia….”

Aida: “ iya dia akan ngadain dinner keluarga nduk ibu diundang…tapi bingung mau hadir apa ndak”

Hanif:” lah kenapa bingung bu…hadir aja bu…dandan yang cantik hena an bu…biar saya henain bu…”

Aida:” iya boleh dek kalau mau di henain maksih ya…bingung masalah tebengannya”

Hanif:” emang dimana sih acara dan kapan”

Aida:” di Probolinggo kota nduk, hari minggu malem jam 18.30 WIB nduk”

Hanif:” ya dipastikan bu bisa gak yang mau ditebengin ya…”

Aida: iya nduk semoga dipermudah”

Obrolan itu berakhir karena bel masuk kelas telah berbunyi, Aida dan siswi nya itu kembali ke kelas, aktivitas mengajarpun berjalan seperti biasanya. Hingga pada pulang sekolah Aida langsung sholat, makan siang dan istirahat, membantu pekerjaan emmak. Saat santai Aida seperti biasa mengecek chattingannya dan yang terlihat adalah chattingan dari Indra.

Kamu datang ya…ada Riska Lita, Ada Krina, ada Fendy teman kita SMA”

Doain semoga Bu Agus bisa ditebengin…itu gimana Ndra dress maksudnya kudu white semua atas bawah atau gimana apa boleh ada kombinasi warna gitu”

Pesan dari Aida hanya dibaca saja namun gak dibalas oleh Indar. Seperti biasa Aida dngan sabar menanggapinya. Lalu Aida tanyakan ke Ayahnya

Aida:” pak…mas Indra WA lagi pak…katanya saya diminta datang…ampk dua kali pak…menurut bapak gimana mas Indra mengharapkan kedatangan Aida gak pak?”tanya Aida dengan penuh penasaran

Bapak:” iya nduk…biasanya orang kalau cuma ngundang ya udah gak usah dua kali sih tanyanya…cuek aja mau datang atau gak…lah ini kok malah nanya lagi…gimana nduk udah tanya bu Agus belum”

Aida:” belum pak…besok ini Insya Allah ketemu mau tak tanyakan langsung pak?”

Bapak:” katanya mau jemput kalau udah datang mobil merah baru nya si Indra itu…coba kamu tanyakan nduk sambil dicandain gitu”

Aida:” iya pak…”

Seusai mengobrol dengan sang Ayah Aida dengan semangat mengaktifkan hotspot lewat ponsel adiknya lalu mengirimin pesan Indra

“ katanya mau jemput kalau mobil red colornya datang…kapan ya…jemput dirumah ya? Aku tunggu hehehe”

Kebetulan kala itu Indra sedang aktif di WA langsung tampil di pemberitahuan WA Indra sedang mengetik, melihat itu…hati Aida jadi deg deg an…antara senang dan penasaran apa jawaban Indra. Dan ternyata jawaban yang ditunggu-tunggu itu adalah:

“Aku yang ada acara kok disuruh jemput, kalau ngerepotin kamu mending next time aja dinnernya, kasihan kamunya, aku banyak tamu Aida…”

Jawaban itu membuat hati Aida sedikit kecewa, tapi Aida tetap sabar menghadapinya, dan Aida membalas chattingnya

“loh kok salah paham…bukan pas dinnernya…kamu kan ada janji say…mau jemput kalau mobil merahmu  datang…aku Cuma ngingetin aja kok… kan gak etis lah yang punya acara kok disuruh jemput iya aku paham kok,kalau acara dinernya ya akau berangkat sama bu Agus doain ya semoga saja beliau bisa ditebengin”

Lagi-lagi cuma dibaca saja…sabar saja terus nih…kata Aida dalam hati

Ya sudahlah….Aida lanjut aktivitas…tapi Aida gak kehabisan ide…dia memesan white dress ke Nila sahabatnya dijember dan Nila menyanggupinnya. Hanya gambar saja yang dilihat oleh Aida tentang dress whitenya dan berharap bisa segera datang pesanannya itu.

Kesesokan hari Aida berangkat kesekolah dihatinya dia berharap bisa ketemu dengan bu Agus. Dan Alhamdulillah buAgus masuk sekolah. Dan dikehangatan suasana kantor hanya ada bu Agus dan Aida

Aida:” Assalamualaikum Bunda?” sambil mencium tangan bu Agus

Bu Agus:” wa’alaikumsalam bu Aida…gimana bu..acara tanggal 18 Februari ini diacara dinner Indra…panjenengan bisa hadir?”

Aida:” iya bun…rencananya saya mau nebeng bunda…”

Bu Agus:”mohon maaf ya bu…mobil saya ada dimalang,,,jadi saya sama pak Agus naik motor bu?”

Aida:” iya bun,…ndak apa…doain saja semoga saya dapat tebengan bun..”

Bu Agus:” maaf ya bu Aida…memang Mas Indra WA saya..katanya mau berangkat sama tante Agus gitu…wah saya bilang ke Mas Indra…mobilku gak ada mas…gimana…katanya dia sih suruh berangkat sendiri”

Aida:” iya bun…kalau ayah saya kan gak mungkin bun kan beliau sudah gak muda lagi apalagi malem kan acaranya dan motornya udah tua…ya lihat entar aja dah bun”

Bu Agus:” iya bu”

Aida:” bun…gimana kalau pakek ini bu kan dress putih”sambil memperlihatkan gambar pesenan baju online

Bu Agus:” bagus bu…beli di online shop mana?”

Aida:” beli di teman bun…orang jember…oh ya gak kayak ibu-ibu kan bun?”

Bu Agus:’ ya kan memang ibu-ibu…hehehehe”

Aida:” kan belum beranak bun…hehehe”

Bu Agus:” minimal sudah jadi ibu guru toh…”

Aida:” iya sih…”

Obrolan itu berakhir karena jam masuk telah mulai…Aida seperti biasa melanjutkan aktivitasnya. Seusai mengajar Aida mengirimkan surat online lewat WA yang ditulis dikertas, difoto lalu dikirim ke Indra

Assalamualaikum Mas Indra…semoga Allah selalu melindungimu…mohon maaf ya…aku gak bisa hadir ke acara dinner famili mu mas…karena bu Agus tidak bawa mobil…bapakku kan gak mungkin ngater maklum motor tua apalagi malam hari bapak kan udah gak bisa bawa motor jauh jauh….mau pijem motor orang kan gak mungkin say…jadi maaf ya semoga sukses acaranya…bukan ndak mau hadir tapi belum dipermudah saja oleh Allah…wassalamualaikum”

Lagi..dan lagi…lagi…hanya dibaca…baiklah sambil menghela naps…Aida sabar menghadapinya.

Aida melanjutkan rutnitasnya…hingga saat hari sabtu H-1 acara dinner itu mau dilaksanakan. Aida update status di WA”Datng gak ya…ya semoga ada keajaiban:”tak lama kemudian si Hanif murid Aida membalas status Wa”saya sudah beli henanya bu…”Saat istirahat sekolah, Hanif meminta Aida ke kelas nya untuk dihenain

Hanif:” sini bu sayahenain…mau motif gimana”

Aida:” ya…suka suka hanif yang penting bagus…”

Hanif:” Oke bu, oh ya…mau pakek baju gimanya bu”

Aida:” ini dek gambarnya” sambil memperlihatkan  foto baju yang udah difitting

Hanif:” bagus bu…tosca combi white bagus bu”

Novi:” lihat-lihat aku Nif”

Hanif:” uh…kepo aja sih”

Novi:” biar gak apa kan bu… bu nanti…alisnya pa cucok bu…make up yang syantik pakek bulmat yang cetar membahana”

Aida:” bisa aja sih kamu…udah nih ibu mau dihenain Hanif

Dengan cekatan hanif menggambar dikedua tangan dan kaki Bu Aida…sampai pas mau finishing

Hanif:” kurang apa ya…bu kasih inisial dia bu…”

Aida:”iya dek kasih aja huruf IYM”

Hanif:” Ok bu…nunggu kering bu…”

Aida:” Ok”

Seusai di hena…Aida kembali ke kantor karena tugas ngajar kelar. Dan lanjut sholat dhuhur…lanjut nunggu les ya biasa sambil selfie dan lanjut ngelesin anak kelas 9 persiapan UNBK. Kemudian Aida dijemput pulang sang Ayah.

Di rumah Aida deg deg an menunggu besok pengen hadir tapi belum dapat tebengan…tapi Aida gak kehabisan akal. Dia mendatangi adik Farah tetangga rumah yang baik dan sodara adik Farhan.

Aida:” dek…gimana kabar”

Farah:” baik…mabak…gimana kabar mbak dengan mas milyuner itu mbak”

Aida:” iya nih dek bisa gak dek mas Farhannya dan adik bertiga gitu ikut dinnernya dia…”

Farah:” aduh mbak aku sih iya tapi kayaknya gak diijinin apalagi acara kan malem mbak kan mbak udah blang kapan hari itu”

Aida:” ok dah gak apa dek”

Obrolan itu berakhir dan Aida melanjutkan main sama adik Ratu balita lucu adik bungsu dari Farah dan Farhan. Meski kecewa tapi gak apalah bagi Aida. Hongga pada pagi hari tiba, Aida membantu emmak di dapu dan emmakpun mengobrol

Emmak:” wah di restorannya tmpat acara Indra nanti itu masak sekarang nduk…semoga lancar gak ujan ya…yah meskipun kamu gak bisa hadir”

Aida:” Aamiin…mak, iya lah mak biar saja dah masih belum dipertemukan sama dia kali ini gak apa.

Aida dengan sigap membantu masak, nyapu, nyuci.,dan lanjut sholat duha dan menyelesaikan hataman Qur an nya. Sambil bermunajat meminta petunjuk kepada Allah S.W.T meski galau tapi Aida kala itu iseng ingin hunting make up dengan henanyanya. Selama 2 jam didepan kaca untuk menghasilkan riasan cucok meong sambil mengasah kemampuan merias diri sebelum diterapkan kepada klientnya kelak. Lalu Aida menunggu sang adik untuk difotokan, ada juga sih foto selfie …lalu unggah di FB IG dan WA. Kemudian si Farah mengirim pesan agar maen kerumahnya sambil wifian. Dengan sigap Aida kesana. Setelah wifie diaktifkan Aida langsung membuka WA dan taukah distatus WA Indra ya Allah…dia unggah foto dia dengan cewek di cafe lanjut di Bromo. Betapa sedihnya dan hancur hati Aida…didalam batin Aida berkata:

“katanya gak bisa jemput…lah ini dia jemput cewek kebandara distatusnya lalu diajak ke Bromo, katanya single katanya udah putus karena lain agama tu cewek mamanya Indra gak setuju tapi kok gitu”

Banyak sekali pertanyaan yang muncul tak terjawan…tapi Aida dengan berlapang dada dan beristigfar sambil sempat sempatnya mengomentari status Wa dengan kata Cucok meonk xixixiix…si Indra cuek seribu cuek…apalagi sudah ada cewek cantik operasian sih polesan…tapi Aida gak berkecil hati bagi Aida dan ortu Aida cantik sejagat raya xixixi. Kemudian dia memberitahukan Farah

Aida:” dek lihat nih dek…”sambil kasih ponselnya

Farah:” loh katanya single dia mbak kok gitu sih”

Aida:” gak apa dk bukan sekali dua kali mulai SMA kuliah dia biasa begitu pemberi harapan palsu…ya mantap mbak dan bersyukur gak bisa datang dek”

Farah:” duh mbak yang sabar mbak”

Aida:” iya dek,…meski ke acara pemberangkatan umrohnya mbak gak mau datang..mbak males dah kecewa jadi satu, mbak pulang ya dek”

Farah:” iya mbak”

Diperjalanan pulang dari rumah Farah menuju umah…hati Aida hancur mau nangis pun air mata ini tak mampu untuk mentes…dalam hati Aida berkata:” Aku kudu kuat  aku pasti bisa mendapat yang jau lebih lebih lebih baik dari Indra” sesampai di rumah

Aida:” Mak…alhamdulillah Allah masih sayang sama Aida mak…aida gak diijinin datang ke dinner Indra ternyata dia jemput dan ajak ke bromo cewek singapuranya mak ini foto di WA” sambil memperlihatkan

Emmak:” iya nduk kamu kudu sabar nih cowok gak terbaik buat kamu nduk…toh gak kalah anak emmak biasa aja kok cantik kamulah …memang bapakmu punya firasat gak enak dalam mimpi tadi cerita katanya dia dah ma cewek pas kamu datang lihat dia bermesraan duh nak jangan deh…udah hapus semua tentang dia”

Aida :” iya mak besok aku k rumah Farah mau blok FB IG dan ku hapus tadi kontak WA dan foto-foto dia di ponselku mak…lah bunga mawar merah plastik  pemberian dia ini mau dibuang tah mak…kan sayang ini mawar cantik gak bersalah”

Emmak:” biar nak taroh dilemari ats yang tertutup itu biar gak kelihatan…sudah nak …Aida kudu kuat bukan yang terbaik masih nak…duh…Aida masih muda…Indra itu cowok yang belum tepat kok bisa dulu kan gemuk berubah kurus gitu muka kalau gak diapain gitu

Aida:”dioperasi memang mak…dia udah terpengaruh pergaulan bebas barat gitu mak…semoga saja Aida terlindung mak…dan kuat iman islam mak…amin…

Emmak:” iya nak…sudah tetapkan tahajud tirakat mu minta yang jauh jauh lebih baik dari Indra,…aku yakin Allah pasti sayang Aida

Aida:” iya mak…makasih ya mak…”sambil memeluk sang bunda

Di Keheningan malam Aida terbangun …sambilbersiap dan melaksanakan sholat tahajjut lalu bermunajat dan meminta dalam doanya

Ya Allah…ini lah jawaban selama aku sebulan berhajat agar bisa disatuan sama ndra,…ku sebut nama dia dan mamanya agar segera datang meninangku menjadikan tulang rusuk, pendamping hidupnya…makmum sholehah untuk dia ….lancang sekali aku memaksakan kehendakku kepadaMu Ya Robb…sok  tahu sekali aku…bahwa Indra terbaik untukku…gantilah cinta kasih sayang yang hendak ku berikan kepadanya dengan cinta kasih sayang dan keridhoanMu Ya Allah….tepislah pesonanya dari pelupuk mata ini ya Robb…hilangkanlah perasaan cinta dihati ini untuknya ya Robb…gantilah dia dengan lelaki sholeh, Taqwa,  tampan, pintar, setia, tajir dijalan Mu, sayang padaku dunia akhirat…yang bisa menjadi imam, shabat untukku, agamaku, dunia dan akhiratku…anugrahilah aku jodoh ideal yang jauh lebih baik dari dia tahun 2018 ini agar aku dan dia yang Engkau kirim itu dapat membina keluarga yang sakinah mawaddah warohma dan dikaruniahi anak-anak sholeh sholehah sehat wal afiat cerdas berguna bagi bangsa agama . pernikahan kami kelak mesra until jannah Mu Ya Robb aamin…ya Robbal aalamiin”

                                                Doa ku ditahujjud cintaku

Aida sadar dan bisa mengukur diri, dirinya bukan Cinderella, yang happy ending dengan pangeran pujaannya. Harapan dia untuk bisa bahagia diacara dinner dan menjadi tamu special di hati Indra pupus sudah. Meski kisahnya agak mirip yang agak sulit untuk berangkat ya…dari segi kostum dan kendaraan. Namun awan hitam yang menjadikan turun hujan kesedihan baginya muncul akibat foto mesra di gunung Bromo Indra dan ceweknya. Padahal Indra punya janji untuk mengajak Aida jalan dan keinginan Aida bisa diajak Indra ke Bromo untuk bertadabur alam, alasannya jika ada waktu…tapi buat aku kok gak ada waktu…biarlah…aku gak berhak cemburu karena Indra hanya suka memberi harapan palsu bagiku.

 

 

 

 

 

 

Dapat Kejutan di bulan Januari 2018: Sang Pangeran di masa lalu hadir kembali mendatanginya

Aida sebelum menikah dengan orang Banyuawangi yang hanya bertahan 8 bulan itu, sebelum acara pernikahannya, Aida pernah mnghadiri pernikhan Andin teman sekelas Aida dan Indra, kebetulan rumah Andin dekat dengan rumah Indra. Kala itu Indra masih menyelesaikan S2-S3 diBangkok Thailand. Namun Indra menyempatkan hadir dan menyumbangkan suaranya di resepsi pernikahan Andin. Entah kebetulan atau taqdir yang mempertemukan mereka, yang sudah 2 tahun tidak bertemu itu…Allah pertemukan mereka berdua. Rona kebahagiaan terpancar diwajah Aida begitu pula diwajah Indra. Meski Indra menutupinya namun perasaan Aida yakin bahwa Indra senang bertemu dengan Aida mski hanya bisa saling curi pandang karena gengsi yang besar diantara mereka berdua. Indra terus bernyanyi dipanggung, Aida mencuri pandang begitu pula si Indra. Hingga akhirnya Aida selesai diacara resepsi itu. Indra terus bernyanyi tanpa berhenti tanpa mendatangi Aida. Tapi Aida selalu positif Thinking.Aidapun pulang yang ditunggu oleh ayahandanya diujung jalan. Pernikahan Aida terjadi, selama pernikahan Indra tidak muncul disemua akun sosmed Aida. Entah dihapus diblokir atau apalah itu namanya.

            Entah kebetulan atau apalah namanya, kamis 18 Januari 2018 Aida membuka FB dan diberanda muncul postingan ibu guru Sulis yang mengirim foto Iindra bersama dirinya dan murid sekelasnya XII IPA 2 yah  nama kelas yang sama ditempati saat 2008-2009 saat SMA dulu.Aida tidak heran meski Indra sudah jadi milyuner karena ketekunan dia dalam mengadakan riset kesehatan dinegeri asing. Bakat dan minat dia sudah ada semenjak SMA dulu. Indra memang aktif di kegiatan Kerja Ilmiah Remaja (KIR) SMA dulu. Bahkan Indra sempat mengajak Aida join dipenelitiannya dulu, sayangnya 2008 dulu Aida sedang berlibur ke Jakarta dikosan bibiknya, memang saat itu liburan semester namun Indra dan rekannya semangat mengikuti  KIR. Dari postingan itu yang Aida lihat disore hari, Aida obrolkan dengan bundanya.

Aida:” mak…mak…tau gak sih”

Emmak:” tau apaan nduk?” tanya emmak penuh penasaran

Aida:” ini mak…lihat si Indra datang ke SMA jadi motivator karena sukses jadi milyuner” sambil memberikan ponselnya untuk memperlihatkan foto Indra.

Emmak:” oh iya…masa’ ini Indra teman SMA mu…duu kan gemuk imut ya ganteng sih? Kok beda?” tanya emmak dengan penuh penasaran

Aida:”iya mak…ini Indra teman SMA ku dulu saat SMA sama kuliah pernah ke sini mak…dia operasi wajah mak di luar negeri makanya beda banget sama yang dulu”

Emmak:” oo gitu…ganteng sekarang sih…tapi imut dan bagusan dulu”

Aida:” ya gak apalah mak kan itu pilihan jalan hidup dia…kita gak berhak memvonis dia gimana-gimana yang penting hatinya semoga selalu baik aamiin”

Emmak:” aamiin….oh ya…gak ngabarin kamu si Indra nduk?”

Aida:”gak ada kabar mak…semua akun sosmedku gak terhubung sama dia mak…mungkin sudah diblokir kali mak…biarlah…mungkin Indra lupa sama aku mak…”

Emmak:”biarlah nduk…jangan berkecil hati…”

Aida:” iya mak…coba ada gerabak…gerabak bunyi pintu mobil mak…pas Indra datang ya mak kesini…”

Emmak:”aamiin nduk..semoga saja ya…”

Obrolahn hangat itu berakhir karena adzan magrib berkumandang. Aida dan Emmak bersiap untuk menunaikan ibadah sholat maghrib. Bapak dan adik pergi kesurau dekat rumah untuk sholat berjamaah. Aidapun  sholat maghrib berjamaah dengan emmak dirumah.di keheningan doa usai sholat maghrib Aida berdoa:

“Ya Allah….terima kasih atas rahmat kasih sayang Mu ya Robb…nikamat sehat dan iman islam semoga selalau senantiasa padaku dan orang tuaku ya Robb…umur barokah dan rejeki yang banyak dan barokah sebagai bekal sangu ibadah kepadaMu ya Robb, ampunilah dosaku dosa kedua orangtuaku dan sayangilah keduanya sebagaimana keduanya menyayangiku waktu kecil…ya Allah…hatiku sangat senang karena melihat kabar temanku Indra yang lama gak ada kabar ini sudah sukses jadi milyuner semoga hamba juga ditakdirkan jadi milyuner sholehah dan muslimah sejati aamiin…semoga Indra selalu ingat aku ya Allah…entahlah perasan yang mati ini kenapa mulai timbul benih benih cinta yang aku tidak tau akan seperti apa jalan dan akhirnya…semoga saja Engkau selalu memberiku yang terbaik untuk kebahagiaan dunia dan akhiratku….jika berkenan ya Robb buatlah Indra datang kerumah mengunjungiku ya Robb aamin”

Usai sholat maghrib Aida bersalaman dengan emmak lalu bersantai diteras rumah dan lagi dan lagi…obrolan Indra tidak ada habisnya diantara keduanya. Seolah petanda semakin yakin Indra akan datang berkunjung kerumahnya.

Aida:”mak…mak…coba si Indra beneran datang ya mak….kesini”

Emmak:” ya…kalau memang Allah taqdirkan datang ya datang nduk…sudahlah jangan terlalu difikir nduk…”

Aida:” iya ya…mak…semoga saja…, dia lucu loh mak…dulu saat mau kuliah diluar negri dia pernah ngasih coklat dari luar negeri…manis sih…semoga manisnya beneran…ya mak…heheheh”

Emmak:” maksudnya gimana nduk…”

Aida:”gak ada maksud sih mak…”

Emmak:” ayo …jujur saja nduk masa’ sama emmak maen rahasia-rahasiaan segala sih”

Aida:”ah …emmak bisa saja…gini loh mak maksudnya semoga dia itu memberi kisah manis dihidupku mak…eitz…kok ngarep gitu sih”

Emmak:” iya nduk jangan terlalu ngarep ntar dikira kamu ngincar kekayaannya nduk sama orang-orang”

Aida:” aku gak seperti itu…meskipun dia gak jadi milyuner seperti sekarang ini…aku tetap mau kok nerima dia jika dia brkomitmen serius sama aku…asal dia iman islam setia, sopan sayang sama aku dan emmak tanggung jawab gitu aja sih…harta hanya titipan Allah mak…”

Emmak:” betul itu nduk…berharap sama Allah nduk…kalau jodohmu pasti akan bersatu dengan mu jika tidak semoga Allah beri kamu yang jauh lebih baik nduk….”

Aida:” aamiin ya Robb”

Obrolan itu berakhir karena adzan isya’ berkumandang, Aida dan Emmak bergegas untuk mempersiapkan sholat berjamaah. Seusai sholat Aida berdoa dan melanjutkan aktivitas untuk persiapan besok mengajar, lanjut menonton televisi. Emmakpun juga menonton televisi tapi diruang tengah.padahal seharian Aida tidak tidur, biasanya jika tidak tidur siang, Aida tidur cepat di malam hari, namun malam jum at ini membuat Aida tidak langsung tidur. Tak lama kemudaian saat Aida asyik menonton televisi acara kontes dangdut, Emmak datang ke kamar Aida.

Emmak:” nduk nduk ada yang nyariin kamu nduk…”

Aida:” siapa sih mak… ?”sambil menonaktifkan tombol off remote TV nya.

Emmak:” katanya namanya Nico nduk…?”

Aida:” Nico siapa sih mak…paling suruh naroh lamaran kerja disekolah lain mak” sambil memasang jilbab

Emmak:” bukan nduk Nico ini bermobil nduk”

Aida:” Nico siapa sih masa’ Nico tetangga ini punya mobil perasaan belum bermobil deh”

Emmak:” sudah lah temui dulu nanti tanya-tanya dan heran-herannya dah”

Aida pun segera bergegas keluar dari kamarnya menuju ruang tamu dan di sana sudah duduk seorang lelaki.

Aida:” Indra…” sambil berjalan mendekati dan lelaki itu berdiri dan mendekati pula

Indra:” iya Aida…eh maaf ya aku gak bisa lama-lama aku hanya mau ngasihkan ini” sambil memberikan amplop putih

Aida:” ee…ee…gak sopan ini…ayok duduk dulu enak aja lama gak kesini udah kesini mau langsung mau pulang aja” sambil memnyodorkan air mineral, dan Indrapun duduk kembali

Indra:”gima kabar kamu Aida?”

Aida:” Alhamdulillah baik…eee kamu muslim kan…itu di FB kamu kok sudah muaallaf maksudnya gimana”

Indra:” ya Allah Aida…ya pasti muslim lah kan udah dari kecil…itu mamaku gak setuju kan pacarku non muslim Aida…tapi aku sekarang udah gak sama dia”

Aida:”ooo gitu untungnya kamu tetap muslim ya…oh ya…kenapa FB IG WA ku kamu blokir ayo kenapa jahat ya kamu!”

Indra:” ya Allah Aida…sumpah gak aku blokir…aku buat FB baru ini HP baru Aida…kok segitunya nuduh aku…aku lagi mau sendiri makanya aku buat akun baru gitu Aida”

Aida:” ooo…gitu…lah ini kenapa kamu pakai tato” sambil memgang lengan kiri Indra,,, memang dua sahabat itu tidak pernah jaim kalau bertemu

Indra:” ya Allah Aida…ini henna Aida…mamaku sampai kebakaran jenggo kan aku mau umroh kok pakai tatao…ini henna gak permanen jadi kemaren pas tahun baruan aku seru seruan bikin henna fun ini kayak tato sih….”

Aida:” oh ya…tadi kamu jadi motivator kan di SMA kita dulu kan,,,sudah jadi milyuner bayangkan 13 bok…”

Indra:” kamu tahu dari FB ibu Suliskan”

Aida:” iyalah kan FB ku dan FB mu gak tersambung, jahat nih diblokir”

Indra:” ya Allah…Aida ini gak percayaan…ini gini Tante…dari dulu sejak SMA Aida gak berubah sukah bawel lucu kalau ketemu ya gini dah Tan…”

Emmak:” oo…gitu ya nak?” kata emmak yang dari tadi duduk didekat ruang tengah

Indra:” iya Tan…Aida memang baik makanya saya kpikiran dia…pas datang ke Probolinggo, sebelum saya kembali dinas Te…saya kepikiran ada satu cewek imut yang saya harus kunjungin …saya ada janji sama dia…rencananya mama saya dan supirnya yang akan mengantarkan ini te…tapi karena mama udah 10 tahun gak ke Tarokan jadi takut nyasar…jadi daripada nyasar ya saya sendiri yang nganterin Te…”

Emmak:” iya nak…tadi soreusai sholat ahar…si Aida bilang Indra sudah diProbolinggo dan ngasih motivasi di SMA kalian dulu…sambil menunjukkan foto kebeersamaan nak Indra ke saya sama murid muris dan satu ibu guru di FB nya, dan bilang coba Indra ingat mau kesini ya mak…bilang gitu Aida tadi…ee ternyata nak Indra datang beneran,….panjang umur…”

Indra:” aamiin…beneran Ye…tadi diomongin…”

Emmak:’iya benran”

Aida:”ya Allah …Indra…masa’ kamu gak percaya sama Emmak ku Ndra….”

Indra:” iya…iya…percaya…bawel kamu”

Mendengar ada  suara ramai ramai dari ruang tamu…bapak keluar dari kamar dan ikut menemui Indra.

Indra:” e…ada Om….”

Aida;” ini loh pak Indra teman SMA Aida dulu…sekarang sudah jadi milyuner pak?”

Indra:” hehehe…om awet muda ya…?”sambil salaman sama bapak

Bapak:” masa’ iya tah nak…”

Indra:” iya om…dari dulu gak berubah…”

Bapak:” ooo iya makasih…gimana kabar nak/”

Indra:” Alhamdulillah sehat om…”

Bapak:” sibuk apa sekarang?”

Belum sempat dijawab oleh Indra, Aida langsung menyambung pembicaraan mereka berdua

Aida:” sekarang dia jadi milyuner pak…udah beli rumah, beli vila,beli mobil, mama nya dibelikan atu set berlian…”

Indra:” ya Allah…Aida…kamu kok tahu semua…tau dari siapa kamu”

Aida:” apa sih yang gak aku tahu tentang kamu Ndra…ya ALLAH Ndra…10 M Ndra…kamu gak bakalan rugi kalau ngumrohin aku…”

Indra:” bukan 10 M tapi 13 M…”

Bapak:” iya nak katanya Aida nak Indra sukses di luar negeri?”

Indra:” iya om…penelitian saya di beli sama pemerintah Australia…”

Bapak:” ya Alhamdulillah Nak…”

Indra:” ya ampun Aida…kamu tau semua ya…kamu tahu dari mana?”

Aida:” dari Bu Agus…kan aku satu sekolahan sama beliau…tapi kamu kenapa benci ayahmu Ndra biar bagaimanapun itu tetap ayah kamu”

Indra:” Kamu kalau tau sbenarnya pasti gak bakalan bela tante agus…papaku itu selingkuh sampek nikah diam diam dan alhamdulillah gak sampek lahir anaknya…keguguran selingkuhan papa…mamaku nangis terus tiap malam…coba kalau ini terjadi pada ibu kamu pasti kamu akan sama kayak aku”

Aida:” ya Allah…Ndra…ya maaf…tapi kalau bisa kamu gak usah benci sampek segitunya”

Indra:” iya om…papa itu sampek bilang ngapain beli rumah di tempat lain…ya saya jawab berapa kali papa ngusir aku…skarang aku yang menang…papa gak boleh pegang uang sepersenpun…aku kasihan mama om…”

Bapak:” iya nak yang sabar…”

Indra:” oh ya ngomong ngomong kamu tahu tentang aku kan dari Tante agus kan…itu gimana sih ceritanya…coba cerita Aida?”

Aida:” pengen tau ya…duh aku kok mau kebelakang nih…nunggu kamu suruh cerita aku ampek nahan kencing nih kan gak baik untuk kesehatan , aku kebelakang dulu ya?”

Indra:”iya dah… oh ya Aida…aku ajak bapak ibu sama kamu jalan makan-makan kita Aida”

Aida:” aduh…gak ngerepotin kamu tah…ntar dulu ya aku kebelakang dulu dah”

Indra:” iya…iya…bawel”

Aida pun ke kamar kecil. Mereka bertiga ngobrol

Indra:” gitu dah Om…Aida lucu , baik, gak jaim…makanya aku selalu ingat”

Emmak:” tadi emang diomongin Aida kok”

Indra:” beneran begitu Te…”

Emmak:” iya…oh ya Nak waktu ada tour ke jogja ketemu kan sama Aida”

Indra:” iya Te..ketemu dulu…saya datangin ke hotelnya karena udah malem gak ada keluar Aida ditelepon akhirnya kita ketmu di kebun binatang”

Emmak:” iya nak…Aida memang cerita begitu ke Tante dulu”

Indra:” sekalian kita makan-makan Om semoga saya ada waktu…tapi kalau saya sibuk saya bawakan makanan besok Om…”

Bapak:” iya terserah Nak Indra saja gimana enaknya sudah”

Indra:” oh ya Aida aku ajak bapak ibu besok sekalian aku jemput kamu kesekolah…”

Aida:” emang gak ngerepotin kamu tah?” kata Aida yang menuju ruang tamu seusai dari kamar kecil

Indra:” ya gak lah…jam berapa besok kamu pulang sekolah…mau jalan juga boleh?”

Aida:” yakin…kamu…gak malu jalan sama aku…?”

Indra:” gak lah ngapain malu…sekalian om tante ikut,,,sama adik kamu juga…abis aku jemput dari sekolah kita jalan”

Aida:” besok kan jum atan emang kamu gak mau jum atan”

Indra:”  ya jum atan dunk…say…abis jum atan aku kesini jemput kamu”

Aida:”emang kamu gak capek tah abis jemput dari sekolah, anter aku kerumah…terus kamu pulang balik sini lagi…?”

Indra:” Insya Allah gak lah…jam berapa besok kelar dari sekolah sekalian aku mau ketemu bu Agus”

Aida:” jam 10.30 WIB aku udah kelar ngajar besok kok”

Indra:” Ok aku jemput besok…tapi kalau ada waktu kita jalan maaf ya om tante takut waktunya mpt kalau gak ada waktu saya bawakan makanan besok kapan-kapan kita bisa jalan- jalan…besok saya mau nge gym diprobolinggo kota sayab bawakan makanan.”

Bapak:” iya sudah diatur sendiri sudah nak gimana enaknya.”

Indra:”besok kita ketemu ya Aida..”

Aida:” iya…oh ya sebenarnya aku ada acara reuni minggu ini…21 januari…di kampusku…tapi aku males mau dateng sama siapa”

Indra:” datang sama aku juga boleh kok”

Aida:”ah masa’ sih…”

Indra:” tapi aku takut ada tlpon dadakan dari kantor jakarta ini aku sebelum tanggal 24 aku harus ke Jakarta ada meeting”

Aida:” ciye…super sibuk nih ya…iya gak apa kok, eh iya kamu masih inget gak digembira loka dulu?”

Indra:” ya inget lah…gila kamu masih nyimpen foto aku waktu endut dulu…hapus napa Aida…najis aku lihatnya”

Aida:” iya aku simpen kok dilaptop…ee iya sekarang kamu masa’ mau foto sama aku ah jangan deh”

Indra:” ayuk kalau mau selfie sama aku”

Aida:” bentar Ndra aku lagi kucel gini bentar aku benerin dulu” sambil menuju kamar

Indra:”dasar wanita”

Tinggal mereka bertiga di ruang tamu

Indra: “ iya om saya lebih senang rame gini saya gak suka sepi”

Bapak:” hehehehe”

Indra:” Aida…ayuk…udah belum”

Aida:” bentar lagi betulin pakai jilbab sabar napa”teriak Aida dari kamarnya

Indra:’ duh…Aida…Aida”

Aida:” kamu kalau tau aku gak berjilbab bisa pingsan kamu…hehehehe”

Indra:” iya Tan…rambut Aida keriting ya?”

Emmak:”enggak Nak biasa…gak keriting…lurus aja kok…”

Indra:” soalnya dulu saat SMA saya ngintip dikamar ganti rambutnya keriting Te…”

Aida:” ayooo ngaku …ternyata dulu pernah ngintip aku dikamar mandi saat ganti ya…hayo…itu rambt riska aku kan sembunyi dibaliknya”

Indra:” ooo gitu yah…yuk kita foto…ehh kamu pose lihat sana…dan kamu pura-pura mukkul gitu”

Aida:” oke dah…”

Mereka berdua ber Swa foto memakai ponsel Indra…ada 5 pose…sampai dapat pose Ok mereka berhenti. Indra tanpa malu meski berSWa foto di depan ortu Aida. Mungkin karena Indra dan Aida sudah lama kenal dan saling memahami.

Bapak:” sama-sama disimpen dan dikirim Nak biar sama-sama punya”

Indra:” iya Om…oh ya Aida nomormu tetap yang dulu ini…aku nge save nomormu..aku kasih nama Aida kuro-kuro…” sambil menunjukkan ponselnya

Aida:” enak aja…maen ganti namaku…bukan itu nomorku ini nomorku…kamu save dan kamu sapa di WA dulu…aku gak ada data…belum beli”

Indra:” ya Allah Aida…sini ponselmu”

Aida:” ini…”sambil memberikan ponselna untuk dihubungkan koneksi hotspot

Indra:” ini aku kirim ya…ya Allah kok masih loading sih…disini kurang tiang provider sih maklum kan desa beda sama Sebaung hehehe”

Aida:” ya udah kamu aja yang beli tower provider kan kamu milyuner hehehehe”

Indra:”ada-ada aja sih kamu”

Bapak:” lama ya…nak Indra gak kesini tadi gimana gak nyasar nak?”

Indra:” iya om tadi saya tanya ke orang…tau rumahnya Aida Masruro anaknya imut kecil hehehe”

Aida:” ngomong kecilnya gitu gak usah segitunya napa”

Indra:” hehehehe”

Aida:” eee ini kok gak dilepas spatunya gak sopan ini!” sambil menginjak kaki Indra yang berspatu

Indra:”aduh sakit tahu…ini udah biasa tau…dirumah aku gitu maaf ya om?”

Aida:” uuhhh sombong…gak usah sombong”

Indra:” tau ya om saya gak bisa emang begini…saya…beli apartemen beli rumah…ini mau beli sawah seharga sekian”

Aida:”eee…ee…turunkan frekuensi sombongnya”

Indra:” bukannya sombong…ya…”

Aida:” oke ok…”

Indra:’ gimana ya Om…kalau saya jadi nikah sama Aida…pasti ramai terus…ramai di dapur masalah masakan…ini masaknya gak gitu…tapi gini ramai dikamar mandi masalah cucian…ini kurang bersih…ramai terus deh Om…tante…”

Aida:” aku ini jadi bojomu apa babu mu…gak cocok ya cuci sendiri”

Iindra:” ya gak lah kalau kamu cinta sama aku…kamu pasti nurut sama aku…iya mas…pasti gitu kamu?”

Aida:” mas dennn”

Indra:” hehehhhe…lucu deh kamu”

Aida:” emang aku badut apa…aneh deh”

Indra:”ini Aida kok bisa cerai sih Om…kamu nikah tahun 2015 ya? Ya Allah Aida kok nikah kok gak nunggu aku sih?”

Bapak:”ya namanya jalan hidup belum jodoh inysAllah akan segera yang terbaik nak?”

Aida:” apa… nungguin kamu…orang kamu gak ada komitmen…Rini aja bilang pas aku hadir dipernikahan Vivi…eh Aida kenapa kamu gak nikah sama Indra…lah aku jawab loh kok bisa tanya gitu Rin? Kan Indra gak ada komitmen sama aku Cuma harapan yang blum jelas gitu, mana janjimu katanya semester dua waktu itu kita masih nunggu kelulusan kelas 3 SMA, katanya kamu mau datang kerumah mau ngelamar akau dan kamu yakin ortuku gak bakalan berani nolak kamu…mana janjimu…katanya gak mau dibilang orang munafik?”

Indra:” 2015 waktu itu aku kan masih kuliah pasca sarjana dibangkok ya Om…saya kan mau mempersiapkan masa depan…kamu gak sabar sih?”

Aida:” eee…sekarang maen nyalahin aku…orang kamu gak ada komitmen bilang kalau kamu mau sama aku…coba kamu bilang aku kan bisa nunggu kamu”

Indra terdiam seribu bahasa…entahlah apa yang ada dibenaknya.untuk mencairkan suasana Aida mengajak Indra bicara mengalihkan topik pembicaraan

Aida:” Ndra…Ndra…kamu kok datang nya malem sih…?”

Indra:” malem apa ini masih evening…oh ya kamu pacarnya anak mana sekarang?”

Aida:”udahlah aku mau fokus sama bisnis make up dan wedding organizier ku ya meski masih merintis sih?”

Indra:” iya aku lihat di FB mu kamu pinter merias dan hasilnya bagus cantik padahal dulu anti make up ya”

Aida:” iya…tapi masih merintis belum dapat job merias diacara wedding, Cuma merias anak anak murid aja acara pentas sni…masih kurang modal, iya dulu aku anti make up kesekolah aja sering gak mandi…Cuma cuci muka cuci ketiak ganti baju no bedak langsung berangkat berjilbab dan berseragam ke SMA, tapi sekarang udah gak gitu loh ya…”

Indra:” iihh…jorok…”

Emmak:” iya Nak memang gitu Aida dulu kalau sekarang ya gak lah?”

Aida:” ya gak dunk…”

Bapak:” ini serius saya minta tolong…tolong dibantu dari segi pemodalan usaha Aida ini ,,,,mungkin juga masalah jodoh nak Indra ada kenalan lelaki sholeh tanggung jawab dan belum punya anak gak apa dibantu Aida ini mbak apa adik ya?”

Indra:” iya om… insyaAllah…saya bantu…oh ya Aida kamu mau lelaki punya anak kecil gitu?”sambil menggoda aida

Aida:” gaklah gak mau aku…aku gak mau jadi ibu tiri…iya aku kan aslinya 10 januari 1991 yang benar kan hari kamis kelahiranku bukan 1 januari 1990 yang salah di semua ijazah itu…tapi gak apalah”

Indra:” ooo gitu kan baru ulang tahun happy birthday ya?”sambil berjabat tangan

Aida:” makasih ya?”sambil menjabat tangan Indra

Bapak:” berarti selisih bulan aja tua Aida dua bulan sebenarnya “

Aida:” iya pak tapi kalau di administrasi tua aku q tahun lebih tapi gak masalah aku kan imut imiut awet muda dan syantik hehehe”

Indra:” ih apaaan sih puji diri sendiri nih?”

Aida:” iyalah nunggu dipuji kamu kapan?”

Indra:” iya…iya..cantik…”

Aida:”iyalah ini kan ori…beda ama ini pipimu yang operasiaan apaan nih?”sambil mencubit pipi Indra

Indra:” ihh biarin”sambil membalas cubitan pipi Aida

Mereka berdua sudah gak jaim meski ada ortu Aida, tak lama kemudaian Indra pamit

Indra:” aku pamit dulu oh ya Aida jangan makan gorengan biar om tante sehat kamar mandi baknya dikuras dua hari sehari…makan rebusan saja”

Aida:” ya…mana enak makan rebusan kalau gak digoreng”

Indra:” ya boleh digorng kasih merica tapi minyaknya jangan banyak banyak…aku pamit pulang sampai ketemu besok…aku jemput kamu di sekolah ya”

Indrapun pamitan dan Aida beserta Ortu mengantar hingga halaman dan Indrapun melajukan mobilnya sambil melambaikan tangan

Indra: “sampai ketemu besok ya Aida…dada..da”

Aida:” iya sampai ketmu besok assalamualaikum…”

Indra:” walaikum salam pamit pulang tante …omm

Bapak emmak:”iya nak”

Indrapun pulang…ya…Aida gak bisa menanyakan kapan Indra nyampek rumah karena data selulernya habis. Aida sholat isya’dan hajat sambil berdoa

“ya Allah terimakasih atas anugerah terindah di bulan pertambahan usiaku…Engkau gerakkan hati Indra untuk datang kerumah dan memberiku sedikit rejekinya semoga bermanfaat dan hamba bisa berbagi hasil kesuksesan hamba juga kelak…smoga hamba juga bisa sukses…hamba tidak iri sama sekali hamba snang Indra sukses…tapi kenapa perasaan yang mat ini hidup kembali ya Robb..apakah ini cinta entahlah…semoga Engkau buat Indra juga menyadari dan mencintai hamba sama menggebunya saat SMA dulu…jika dia baik untuk agama dunia akhiratku maka dekatkanlah dan permudah jalan kami bersatu dalam cinta halal bahagia dunia akhirat aamin ya Robb”

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Teman lama rasa Cinderella untuk Milyuner Muda

Mentari di jum’at yang penuh barokah sangat merona di pagi itu. Begitu juga dengan rona kebahagian yang terpancar di wajah Aida. Seperti biasa usai sholat shubuh Aida langsung membantu emmak di dapur mencuci piring dan baju. Emmak menyiapkan sarapan pagi. Usai sarapan Aida bersiap untuk berangkat mengajar, seperti biasa pagi hari Aida diantar sang Ayah kesekolah mengendarai motor Honda keluaran 2006, bukannya manja…Aida sempat berani untuk mencoba mengendarai motor kesekolah tempat ia mengajar namun semenjak jatuh dari sepeda nyali Aida seakan tak kembali lagi untuk mengendarai sepeda motor. Sesampainya di sekolah Aida dengan semangat mengajar mata pelajaran Kimia untuk kelas X dan keberuntungan berpihak pada Aida kala itu, biasanya di jadwalnya mengajar Aida mendapat jam terakhir namun Aida boleh maju di jam pertama dikarenakan guru di jam pertama berhalangan hadir.Alhamdulillah tugas mengajar kimia konsep redoks reduksi dan oksidasi berjalan dengan baik. Aida kembali ke kantor.

Sama halnya konsep kenaikan dan penurunan bilangan oksidasi pada redoks, hati Aidapun mengalami reaksi redoks, iya…jelas sekali kenaikan dan penurunan frekuensi detak jantung, sistol dan diastol tensimeter juga menandakan kenaikan dan penurunan angka yang drastis. Hal ini terjadi karena Indra sang pangeran cinta Aida akan datang menjemput dia sepulang sekolah. Aida tidak munafik …dia senang dan bahagia dijemput Indra, pria mapan, tampan milyuner muda yang menjadi teman lama dan jujur dia sangat berharap ungkapan cinta Indra semasa SMA dan perhatian Indra yang berlanjut saat kuliah dulu meski bukan di satu kota bakalan menjadi ungkapan komitmen ijab qobul yang menjadi komitmen janji suci dunia akhirat. Tak mau berlarut dalam khayalan dan fluktasi nada detak jantung yang semakin lama tak karuan itu, akhirnya Aida memberanikan diri menyapa Indra melalui jaringan pribadi whatssApp

Assalamualaikum, maaf ya Ndra semalem bukannya aku gak mau WA ya tau sendiri kan aku ditumpangi hotspot sama kamu, oh ya kamu semalem nyampek jam berapa?, oh ya gimana jadi kah jemput aku sesuai janjimu semalem?”

Pesan dari Aida tidak serta merta dijawab secara detail oleh Indra, namun Aida selalu berfikiran positif selalu. Tak lama kemudian Indra membalas pesan dari Aida

“hehehe iya…ini aku lagi nge gym di Probolinggo, jadi dunk jam 10.30 aku sudah di gerbang sekolah kamu”

oke Ndra aku tunggu kamu hati-hati ya!”

Indra menjawab ya…tidak detail entahlah…dijawab saja sudah Alhamdulillah bagi Aida.sambil menunggu balasan chat dari Indra, Aida mengobrol dengan Bu Agus yang kebetulan juga tidak mempunyai jam mengajar saat itu.

Aida:”bu ….semalem Indra silaturrahmi ke rumah bun…itu sudah saya unggah fotonya bun…” kata Aida mengawali obrolan dengan bu Agus

Bu Agus:”iya bu Aida…saja lihat kok foto panjenengan dengan Indra di FB duh jadi iri deh…”

Aida:” iri kenapa bun?”

Bu Agus:” ya…iri pengen ikut foto juga…hehehhe”

Aida:” nexttime bunda pasti bisa foto bareng Indra sang milyuner muda itu bun?”

Bu Agus:” iya bu…ini saya lagi chattingan panjang lebar sama Indra…sampai saya ndak mampu ngetiknya…”

Bu Aida:” iya bun…dilanjut saja bun…itu Indra lagi kangen sama bunda…”

Bu Agus:” hehehehe bu Aida bisa saja…iya bu ini si Indra juga cerita masalah bu Aida…katanya bu Aida itu sama dia sahabatan kental, bu Aida baik, bu Aida smart, mandiri dan punya kemauan keras untuk sukses, dan Indra ingin menjemput bu Aida ya…hari ini”kata bu Agus sambil memperlihatkan isi chat berkaitan chattingan Indra tentang Aida

Aida:”iya bun…semalem dia nawarin diri untuk menjemput saya bun…”

Bu Agus:” iya bu,,, ndak apa…tapi penilaian masyarakat nanti kudu bu Aida perhatikan dengan status bu Aida yang dijemput lelaki bermobil…”

Aida:” iya bun…kudu kuat mental saya bun…toh saya dan Indra ndak ngapa –ngapain kan bun…positive thinking saja bun”

Bu Agus:” sipp bun”

Tak lama kemudian si Indra mengirimkan pesan lewat WA kepada Indra berupa pesan suara.

Aida…aku belikan makanan dari KFC nih 4 porsi khusus buat kamu, ibu, bapak dan adik kamu dirumah ya…nih aku masih OTW mau ke sekolah kamu”

“ iya Indra…makasih banyak ya….oh ya…kalau kamu belikan makanan berarti kamu ndak jadi ngajak aku dan ortu jalan jalan dunk seperti niat kamu semalem”

“iya Aida….aku minta maaf ya ….karena waktunya mepet ternayata aku ada acara meeting dengan keluarga besarku di rumah makan probolinggo nanti jam 2 siang Aida…maaf ya…so next time kan bisa jalan-jalan”

Hati Aida…tak bisa berbohong, jujur hatinya sangat kecewa,,, berjanji memang sangat gampang dan sangat manis rasanya bagi yang diberikan janji, namun penepatannya sangat sulit dilaksanakan dan mungkin sangat gampang dilupakan bagi sebagian orang. Namun Aida berharap dan memiliki memiliki keyakinan bahwa Indra akan menepati janjinya termasuk janji dijaman SMA dulu. Entah keyakinan kuat itu datang dari mana. Semoga saja Allah menolong Aida aamiin…Aida tidak ingin menunjukkan rasa kecewa dan ingin tetap menjaga perasaan Indra, meski banyak orang yang tidak peduli akan perasaan Aida, namun Aida berusaha menjadi muslimah yang jauh lebih baik, maka dengan lapang dada Aida membalas chat Indra

“oh iya Ndra…gak masalah kok…kamu fokus saja sama agenda kamu….masalah janjimu itu untuk jalan jalan sama aku dan ortu kan bisa kapan saja…ya..semoga saja bisa segera terealisasi aamiin….”

oke Aida…makasih ya…atas pengertiannya, oh ya nih aku udah di Dringu, nanti kita ke minimarket kita belikan makanan dan jajan buat adik kamu tuh yang kecil tuh…”

“makasih ya Indra…kamu masih ingat sama adikku…”

Chattinganpun berhenti sejenak. Aida yang kala itu grogi atau nerveous, mendadak ingin ke kamar kecil, padahal tadi pagi sudah ke kamar kecil sekolah.kejadian itu terjadi bolak balik hingga ada rekan guru yang menggodanya

Bu Tuti:” wah bu Aida kok mulai tadi bolak balik saja bu ke kamar kecil kenapa bu tumben?”tanya beliau dengan penuh penasaran

Aida:”ndak tau kenapa ya bu….”

Bu Agus:” ah bu Aida bisa saja ngak ngaku…kan mau dijemput milyuner muda loh bu…”

Bu Tuti:” iya tah bu…ponakannya bu Agus itu ya…yang sukses diluar negeri,  lah kok bisa kenal bu Aida?”

Bu Agus:” iya bu…mereka berdua sahabatan sejak SMA”

Bu Tuti:” wah awas sahabat jadi cinta nanti ya bu Aida?”

Bu Aida:” ah bu Tuti bisa aja…sudah ya bu saya ke kamar kecil dulu ya bu”kata Aida dengan tersipu malu sambil segera bergegas ke kamar kecil

Usai dari kamar kecil Aida penasaran dengan isi ponsel, namun sebelum itu bu Agus menayakan perihal posisi Indra

Bu Agus:” nyampek mana Indra katanya bu…”

Aida:” katanya sih nyampek dringu tadi bilangnya bu”

Bu Agus:” wah sudah mau nyampek ya bu”

Aida:”iya bun, bentar bun saya lihat WA dulu ya bun”

Bu Agus:” ok bu”

Karena Aida tak ingin membuat Indra menunggu lama, Aida langsung melihat isi WA diponselnya, dan ternyata Indra mengirim pesan suara yang berbunyi

“Aku sudah di sekolah kamu sayang”

Hati siapa yang tak berbunga-bunga jika dipanggil sayang oleh orang yang sangat menyanyanginya semenjak SMA kini hadir lagi. Bukan baper, memang itu adanya…bagi Aida bapr itu bukan gak boleh…mau itu Cuma baper, kebaperan atau baper tingkat arjuna…itu sah-sah saja asal di imbangi iman islam yang kuat. Baper bagi Aida , berarti hati perasaan bukan hati organ yang jadi konteks pembahasannya loh ya…hati perasaan itu bekerja sesuai dengan aksi yang diterima dari keadaan yang dialami. Karena sesuai dengan hukum Newton III ada gaya yang sebagai aksi maka sama dengan gaya reaksi, meski ada tanda –(negatif) setalh sama dengan itu. Maksudanya kemungkinan terburuk kudu siap dihadapi dari gaya aksi itu.Baiklah kita kembali ketopik chattingan Aida dngan Indra yang sebentar lagi akan bertemu, Aida langsung dengan sigap keluar menuju gerbang sekolah. Di kantor sekolah yang masih ada bu Agus dan bu Tuti ikut bertanya dengan sikap sigap Aida yang ingin segera keluar kantor.

Bu Agus:”lah mau kemana bu Aida…?”

Aida:” ini bu Indra sudah ada di depan gerbang sekolah…”

Bu Agus:” ooh sudah datang toh dia bu…oke dah”

Bu Tuti:” wah sang milyuner sahabat bu Aida sudah datang hehehhe”

Aida:” iya bu…saya ke sana dulu ya bu?”

Bu Agus & bu Tuti:” oke bu”

Aida melangkah dengan cepat menuju gerbang sekolah, rasa senang, bahagia, deg deg-an jadi satu…dah berasa gado-gado Jakarta kali ya…?, di depan gerbang tampak Indra yang sedang mengkondisikan mobilnya dengan pintu kaca yang terbuka, dari dekat di seberang jalan Aida dapat melihat senyum sumringah Indra, Aidapun ikut tersenyum, Indra turun dari mobil dan memberikan kode agar Aida segera menyebrang.

Indra:” sini Aida…” sambil memberi kode tangan nya”

Aida:” iya bentar ini ramai sekali aku takut nyebrangnya Ndra”

Indra yang tak tega melihat Aida di seberang jalan ketakutan dan kesulitan menyebrang , dengan sigap Indra menyusul Aida diseberang jalan.

Indra:” Ya Allah Aida…kamu takut ya…ayuk…aku bantu”

Aida:” iya aku takut Ndra…makasih ya udah bantu aku nyebrang jalan”

Indra:” iya sama-sama”

Aida:” oh ya…kamu masuk ke sekolah yuk…”

Indra:” gimana ya Aida…aku mau kasih makanan ini ke tante Agus”

Aida:” oh gitu…oh ya itu ada Om Agus…”

Indra:” oh iya…”

Aida:” salaman sana…ee turun yuk”

Aida dan Indra menenemu Om Agus dan Indra mengobrol dengan Om Agus.

Indra:” gimana kabar Om,,,sehat”sambil bersalaman

Om Agus:” Alhamdulillah sehat…kamu kapan datang?”

Indra:” udah minggu lalau Om oh ya om …Indra kesini Cuma mau ngasih ini Om…salamin ya ke tante agus”sambil memberi kotak makanan

Om Agus:” oh ya makasih…kamu gak masuk ke kantor nemui tante disana”

Indra bengong…dan Aida mencairkan suasana

Aida:” eh iya Ndra ayuk temui bu Agus…beliau ingin selfie loh sama kamu…ayuk masuk”

Indra:” iya dah…” sambil mengunci mobilnya

Indra, Aida dan Om Agus menuju kantor sekolah tempat Aida bekerja. Di sela-sela perjalanan. Indra memulai lagi obrolannya dengan Aida

Indra” Alhamdulillah ya Aida…kamu jadi bu guru sekarang” kata Indra dengan penuh sumringah

Aida:” Alhamdulillah berkat support dan olokan kamu dulu sk SMA katanya aku ini penerus Bu Har dan Bu Tutik guru Biologi kita…ee…keturutan deh…”

Indra:” hehehehe ada-ada aja ya kamu Aida….

Sesampai nya dikantor Indra langsung disambut oleh bu Bu Agus  kemudian Aida punya ini siatif meminta Indra untuk berselfie dengan om dan tantenya kemudaian om Agus menggantikan Aida jadi fotografer dan akhirnya Indra diapit dua wanita yang sama sama menyayangi dengan tulus.kemudia Indra diajak ke dalam kantor hanya untuk mengobrol. Akhirnya bu Agus dan Pak Agus ngobro dengan Indra disela-sela itu ada beberapa guru yang hadir dikantor, bu Agus memperkenalkan ponakannya itu. Indrapun mengobrol dengan asyik bersama om dan tantenya terkait rencana Indra kedepan. Karena tak ingin mengganggu. Aida sibuk dengan ponselnya disudut kantor. Tak lama kemudian karena jam sudah menunjukkan hampir jam 11.00 siang,obrolan itu berakhir.

Bu Agus:” monggo…bu Aida…ini nak Indra sudah ada deadline lain karena harus ontime semuanya kan…momggo bisa diantar bu Aidanya Ndra?”

Indra:” iya…tan…semoga Aida segera dapat jodoh ya…aamiin?”

Mendengar itu Aida terkejut, entah apa maksud dar perkataan Indra itu, namun dalam hati Aida mengaminin…semoga Indra jodoh dunia akhirat. Namun agar tak kecewa Aida menjawab

Aida:”iya Ndra semoga tahun ini ya..aamiin”

Indra:” aku pamit dulu ya tan…om..”

Aida:” pamit dulu ya…bun…assalamualaikum?”

Bu Agus:” walaikumsalam…”

Aida dan Indra melangkah bersama menuju mobil Indra, suasana sekolah agak beda kedatangan milyuner muda ganteng, ada beberapa siswa yang kosong tanpa pelajaran keluar kelas. Dan melihat Indra dan Bu Aida. Kemudian Indra bertanya ke Aida

Indra:” Aida…ini mana murid kamu?”

Aida:” lah yang ini muridku…”

Indra menuju tiga siswi yang berkumpul depan pintu kelas dan mengatakan hal yang mengejutkan Aida yang kala itu ada di belakangnya

Indra:” oh iya…saya ini pacarnya bu Aida”

Aida:” ihhh apaan sih kamu…udah dulu ya nak…ibu pamit pulang assalamualaikum”

Tiga siswi:”walaikumsalam bu…hati-hati”

Langkah Aida dan Indra semakin cepat karena menghindari terik matahari. Sambi; berjalan menuju mobil. Aida bertanya perhal kejadian baru saja yang terjadi

Aida:” oh ya…kapan jadiannya kok PD amat ngaku pacarku depan muridku?”

Indra:” anggap aja udah jadian simple khan”

Aida:” iihhh kamu tuh dari dulu gak berubah…enak aja…orang kamu belum ada komitmen sama aku”

Indrapun terdiam dan kebetulan kala itu sudah sampai jalan raya dan kamipu harus menyebrang. Dalam hati Aida bertanya-tanya apakah benar si Indra ada rasa sayang yang tulus lebih dari sahabat? Hanya Allah yang maha mengetahuinya.

Aida:” Ndra aku boleh pegang tangan kamu aku takut nih?” kata Aida yang ketakutan mau menyebrang jalan

Indra:” oh boleh saja kok” sambil memberikan tangannya

Sesampainya disberang jalan Aida melepas tangan Indra dan menuju pintu mobil dan tak sengaja dilihat oleh muridnya yang sudah siap pulang sekolah. Murid Aida tersenyum. Aida juga tersenyum, sesampainya di dalam mobil.

Indra:” ayu..sayang kita berangkat…siapkan…oh ya AC nya kurang dingin kah?”

Aida:”bismillah napa kok panggil sayang gitu…emang sayang beneran tah?”

Indra: “ya beneran lah…”

Aida:” eeh jangan ditambah dingin AC nya aku gak kuat suhu rendah Ndra ntar aku muntah di mobilmu nanti aku dimarahin kamu”

Indra:” ya gak lah masa’ mau dimarahin…ok kita berangkat”

Aini:”Ok…Bismillahirrohmanirrohim…”

Indra melajukan mobilnya, sambil melajukan mobilnya Indra tak henti mengajak Aida mengobrol, di balik kaca pintu mobil putih mewah  milik Indra, Aida melihat ada dua orang siswanya yang melihat keberangkatan Aida dan Indra, dua siswa itu tersenyum dan Aida membalas senyum murid tersebut.di dalam benak Aida berkata,” duh…bakalan jadi gosip dan  di godain sama murid muridku nih! Apalagi tadi Indra ngaku kalau dia pacarku di depan siswiku, ya…aku aamiin in saja dah…siapa tau jadi pacar dunia akhirat pada kenyataannya…aamiin…ya..Robbal’ aalamiin…”di sela lamunan itu Indra menegurnya.

Indra:”hey…Aida kok bengong aja” sambil memutar lagu di mobilnya

Aida:” apaan sih…buat aku kaget  aja kamu Ndra? Ee kamu sennag lagu barat ya…kan dari SMA dulu lidah kamu sok bule gitu…”

Indra:”eee…apaan sih kamu Aida…aku kan memang bule…blasteran gitu…”

Aida:” iya…sekarang   ganteng  gara-gara kamu dioperasi khan…ayoo ngaku…apaan nih pipi” sambil mencubit gemes pipi Indra

Indra:”kok tau kamu Aida…?”

Aida:”iya lah…kamu kan dulu upload foto hidung kamu yang lagi divermak”

Indra:” enak aja divermak?, emang baju divermak?”

Aida:” ya kali aja mirip baju…tapi kamu ganteng dan manis dulu…”

Indra:” makasih…ya sayang?”

Aida:” sayang-sayang…emang ikhlas ngomongnya…takutnya Cuma ngomong doang padahal gak sayang?”

Indra:”ya ikhlas lah…Aida-Aida…aku tuh serba salah kalau ketemu gak ngajak ngomong ntar dibilang aku ini sombong gimana sih!”

Aida:”ya bukannya gimana Ndra…takutnya kamu PHP alias pemberi harapan palsu Ndra?”

Indrapun terdiam sambil fokus mengemudiakan jalan hingga sampai di suatu jalan dia ngerem mendadak karena ada anak kecil yang mengendarai sepeda di depan mobilnya. Kemudian dengan spontanitas Aida kaget.

Aida:” Astaugfirullah…Allahhu Akbar…Ndra hati-hati kamu nyetirnya”

Indra:” ihhh…Aida…kamu kok katro banget sih gitu aja kaget santai sayang…ini lagi kamu gak pasang sabuk pengaman”

Aida:” aku kan gak tau cara makeknya…apaan sih…katro’ itu kan original…ngapain malu dan gengsi…” sambil mencumit pipi Indra dengan gemes lalu mencumit hidung operasian Indra, namun Indra kelihatannya senang dicubit gemes oleh Aida…dia membalas  dengan menggibas kepala Aida yang berjilbab itu, dua sahabat yang diselingi rasa saling menyayangi itu memang dari SMA sudah gak jaim alias jaga image jika sudah ketemu.

Indra:”aduh Aida…kalau idung jangan plis deh…idung ini mahal Aida… Ntar kalau bengkok gimana kan dibongkar lagi Aida…kalau kamu tau ini ada benangnya dari tulang rahang ini” sambil menggibas kepala Aida dengan penuh sayang

Aida:” ihh apaan sih kok gibas kepala gitu…maaf ya Ndra…gimana sakitnya kamu saat dioperasi kalau gak dianastesi Ndra”

Indra:” gak apa kan sama teman bebas ngapain aja kan? iya itu makanya…makasih ya sayang…kamu pengertian banget”

Aida:” apa? Bebas ngapain? Maksudnya?”

Indra:”iiihh..jangan ngeres deh kamu…Aida…maksudnya kita kan gak sungkan gak jaim gitu maksudnya…”

Aida:” siapa yang ngeres…kamu tuh….aneh deh”

Aida tak dapat menyembunyikan gurat bahagia di wajahnya dengan kata-kata dan perlakuan baik Indra, namun karena gengsi Aida berusaha menutupi kebahagiannya itu dengan mengalihkan topik pembicaraan.

Aida:”tapi kamu kalau dilihat-lihat pas sepintas kayak dr Ryan Thamrin perintis dan pembawa acara doktr O-Z Indonesia…”

Indra:” makasih ya….sayang? tapi dokter Ryan kan udah meninggal”

Aida:” iya semoga dia khusnul khotimah aamiin …oh ya Ndra aku kok lupa rumah lama mu ya…”

Indra:” aduh Aida…kamu kok bisa lupa sih sama rumah sang milyuner helloowew”

Aida:” iya hellow….disini Aida…ya maaf dan maklum lah aku kan Cuma sekali kerumahmu saat SMA dulu”

Indra:”iya dul kamu kan masuk ke kamarku dilantai dua pas aku tidur siang…seneng ya kamu yang pertama loh wanita yang masuk kamarku”

Aida:” iya Ndra kamu kok semalem cerita aku masuk sendiri ke kamarmu ke bapak emmakku…padahal aslinya kan ada mbkan Andin danmbak Dina teman kita sekelas yang mendorang aku di dekat pintu kamarmu mereka berdua bersembunyi di balik dinding kamar mu dari luar jadi kesannya aku yang nyelonong masuk”

Indra:”iya-iya…aku tau…maaf ya dah cerita gitu ke ortumu…oh ya Aida…aku semalem udah sharing ke mama tentang bisnis make up dan wedding organiziermu itu Ai?, awalnya mama ku gak setuju tapi setelah aku kasih pengertian ke mama, akhirnya mama setuju aku modalin usahamu..,kamu cari info sendiri ya…semua keperluan tentang bisnismu…ntar sistem bagi hasil atau kamu nyicil ke mama balikin modalnya jika kamu dapat job make up Aida… gimana 10 juta kurang?, tapi aku  sisa gaji kerjaku kumpulin dipertengahan tahun ini”

Aida:”Alhamdulillah kalau mama kamu setuju Ndra, kamu mau bantu modalin sama dekorasi, gaun dan perlengkapan make up lainnya tah?”

Indra:” ya kamu cari info sendiri jangan tanya teman takut kamu diboongin Ai?”

Aida:” kayaknya kalau kamu mau modalin semua sampai punya galery make up dan WO ya kurang Ndra, gaun 1 aja paling murah dan udah lumayan bagus 3,5 juta itu gak include sama baju pengantin cowok loh belum aksessorisnya, belum alat make up , bahan make up, dekorasi juga aksessoris pengantin juga. Banyak sih Ndra…kalau ingin murah dan lihat langsung tapi gak murahan ditanah abang jakarta banyak baju dan aksessoris pengantin cucok say…? kamu mau anterin belanja kah…kamu kan super sibuk”

Indra:”iya kamu data aja keperluan bisnismu kan kamu yang jalanin…ya kalau soal nganter belanja kita lihat entar kamu kan tau sendiri aku banyak urusan belum lagi masalah kerjaku di luar negeri usahaku dan asetku di Indonesia, ya doain saja ada waktu”

Aida:” iya itu Ndra…tapi kalau waktu Allah pasti kasih Cuma masalah kesempatan itu loh yang belum tau dikasih ndak dan ada kemauan gak disempatkan waktumu buat aku…tapi makasih loh ya…hari ini kamu mau jemput aku dan ajak aku ke minimarket mau beli jajan untuk adikku…thanks banyak ya?”

Indra:” iya sama-sama sayang, makanya doain semoga ada waktu ya buat kamu”

Aida:” aamiin….ya Robb”

Indra:” gimana say…enak khan…naik mobil mewah?”

Aida:” makasih ya udah ngajak aku dan aku bisa naik mobil mewah ya?, ayo sombongnismenya mulai dah”

Indra:” coba turun sini kamu naik angkot atau naik becak sana hehehehe”

Aida:”iiihhh…kok jahat banget kamu sih Ndra”

Indra:” ya gak lah aku bercanda kok….paling kamu cerita ke bu Agus, bu saya diterlantarkan sama Indra bu”

Aida:” iyalah ku bilang ke bu Agus, sekalian aku ngaduin ke koran biar jadi viral seorang milyuner nelantarin temannya sendiri hehehehehe”

Indra:” segitunya ya…ini aku udah kasih uang kok  bapak yang jaga jalan ini makanya kan gak minta lagi…kita mau sampek minimarket …kamu ambil apa yang kamu mau ya”

Aida:” ya gaklah Ndra tersrah kamu, aku kan gak enak ntar dikira ngabisin uang kamu”

Indra:” ya gak lah …kamu kan yang tau kesukaan adik kamu”

Aida:” oke lah”

Sesampainya di halaman parkir minimarket, Indra memarkirkan mobil dan mematikan mesin mobil sambil membawa kunci mobil dan dompetnya.sambil berkata:

Indra:”yuk kita turun dah sampek sayang….”

Aida:” iya dah sampek Ndra, Alhamdulillah…oh ya ini gimana buka pintunya”sambil mencoba membuka mobil Indra

Indra:” Aduh sayang…gak bisa buka ya…plis deh ini bukan mobil avanza ya sayang…oke papa bukain…ma…dasar istri bawel”sambil membuka pintu mobil dan menuju pintu mobil sebelahnya, lalu berkata:”ini…ma…papa bukain pintunya…eeh gak usah dibawa tasnya taroh dimobil aja”

Aida:” mama…kapan nikahnya pa?” oke aku taroh tas ku ya”

Indra:” anggap aja udah nkah sayang hehehhe”

Aida:”ihh apaan sih Ndra”

Indra:” udahlah…yuk masuk”

Mereka berdua bergegas menuju  minimarket dan Aida segera bergegas mengambil keranjang belanja, Aida kaget mendengar celotehan Indra mulai masuk ke ruang belanja diminimarket dan untungnya hanya mereka berdua yang kala itu jadi custumer.

Indra:”Aida.. pertama kita ambil coklat…aku recomended nih coklat kalau orang desa gak bakalan suka ini, oh ya aku sekalian ambilkan bunga nih buat kamu…” sambil langsung naroh dikeranjang belanja

Aida:” oke dah coklatnya terserah kamu kamu kan tau mana yang hight quality kan…oh ya ini bunga kok langsung ditaroh dikeranjang gak ada romantis romantisnya”

Indra:” aduh Aida…kan masih belum dibayar nih …oh ya aku ambilin mawar merah  ini ya…kamu kan fake”

Aida:” katanya sahabat kan harusnya ambil mawar kuning toh…nah ini kok mawar merah…maksudnya…? ya Allah tega sekali bilang fake”

Indra:”kamu kan tau sendiri maksudnya kan,,, ya gak lah bercanda gak fake, oh ya Aioda…yuk cari roti …kamu tuh ya lihat kalorinya cari yang rendah dan cari yang roti gandum, oh ya kasih mesis kasih coklat enak mantap nih, kamu harus diet…biar gak gemuk kan kalau gemuk gak baik buat kesehatan”

Aida:” iya pak dokter,,,aku males diet sih”

Indra:” kamu tau ilmu bio nya tapi kamu gak mau ngamalin ayo giman akalau aku bilang gitu?”

Aida:” ya gak apa…aku gak marah kok”

Indra:” apa lagi ya…Ai..?”

Aida:” katanya mau beli es krim adik”

Indra:” oh ya…oh ya kita beli skrim kecil-kecil yang banyak biar seminggu adik kamu bisa makan eskrim sepuasnya…kamu kan punya lemari pendingi?”

Aida:” aku gak punya..?”

Indra:” kulkas Aida…?”tanya Indra menegaskan

Aida:” ya Allah gak punya”

Indra:” oke lah…kita beli yang ada tempatnya nih biar gak mlelh…beli 4 aja…ya…buat imro…satu buat yang nunjukin jalan semalem tetangga dkat rumah itu loh…kamu jangan egois…kam juga mau kan”

Aida:” oke lah…”

Indra:” oh ya ini ada nuget…kalau untuk anak kecil kan dia butuh protein kan masa pertumbuhan, ya kalau kayak kita kan harus ingat usia jangan kebanyakan lemak daging ya sayang?” jelasnya ala pak dokter

Aida:” baik pak dokter”

Indra:” yuk cari jajan…”

Aida:”udah lah cukup Ndra, banyak amat Ndra”

Indra:” udah gak masalah kok”

Indra mengambil bebrapa jajan untuk adik Aida, lalu mereka berdua menuju kasir. Indra mengeluarkan kartu kredit dan menunggu pross pembayaran sambil sibuk ngotak ngatik dua smartphone canggihnya. Aida memahami dia sangat sibuk, Aidapun tidak mengganggunya. Karena terlalu lama si kasir mngoperasikan , Aida mulai agak boring, lalu Aida berinisiatif untuk mengajak ngobrol Indra

Aida:” duh Ndra…kamu kok tinggi sekarang ya?”

Indra:” iya dung kan olah raga…”

Karena tidak sabar dengan si kasir Indra segra berinisiatif bertanya

Indra:” udah mas…kita gak butuh stuk kok…kita buru-buru mau cabut. Oh ya Aida kamu bisa bantu aku bawa ini belanjaan aku kan juga bawa nih”

Aida:” iya bisa lah…ayuk” sambil membawa belanjaan

Mereka berdua menuju mobil Indra , lalu Indra membuka bagasi mobilnya, sambil berkata

Indra:”Aida…taroh sini aja belanjannya…oh ya bisa minta tolong ambilkan itu makanan yang ada di depan dekat kamu duduk tadi, biar kamu gak ribet duduknya kita taroh sini aja”

Aida:” iya aku ambilkan” sambil membuka pintu depan mobil dan mengambil belanjaan makanan

Setelah merapikan bagasi, Indra dan Aida segera bergegas masuk mobil namun Indra masih sibuk dengan ponselnya, melihat hal itu Aida tidak serta merta langsung masuk mobil, Aida menunggu Indra masuk duluan, setelah selesai dengan ponselnya, Indra masuk, Aidapun masuk.

Indra:” oke sayang kita cuzz berangkat pulang, oh ya…kamu mau ya nemenin aku beli rujak ini deket dari sini, aduh gimana nih?”

Aida:” kenapa Ndra?”

Indra:” ini loh uang tunaiku abis aku pinjem kamu dulu boleh gak?”

Aida:” boleh lah?”

Indra:” nanti aku ganti belikan pulsa dah…10 ribu ada kan?”

Aida:” iya ada kok”

Indra:” maksih ya?”

Aida:” iya sama-sama”

Indra segera melajukan mobilnya menuju rujak cingur langganannya  tak jauh dari minimarket itu, disela sela itu indra bertanya satu hal ke Aida

Indra:” oh ya Aida…kalau aku beneran suka sama kamu dan jadi beneran sama kamu gara-gara kamu jampe jampe gimana ya?”

Aida:”ya Allah Ndra…tega sekali kamu bilang gitu…gak perlu dijampe-jampe kamu udah suka sama aku…hehehe…oh ya tadi kamu kok gak romantis sih Ndra kamu kasih bunga plastik kan harusnya kasih sebuket mawar merah gitu gak romantis sekali sih?”

Indra:”itu ada bunga tuh diperumahan dekat minimarket aku ambil ya kasih kamu…secara kan aku kejar waktu agenda nya banyak kan gak sempat sayang….”

Aida:” oke lah…aduh jangan bunga dirumah orang diambil Ndra… ya gimana ya kalau jadi bneran…paling tengkar terus ya?”

Indra:”ya romantis terus tiap hari apalagi dikasur tengkar terus…ntar kamu minata terus…mas kurang gitu pas?”

Aida:” iiih…apa an sih…kurang apa ya?”

Indra :” hehehhehehe”

Obrolan mereka berhenti sejenak  karena udah nyampek ditempat tujuan. Indra segera memesan rujak favorit dia , ruja tanpa cingur, tanpa tempe goreng, ya maklumlah dia slalau berusaha jaga kesehatan. Akhirnya mereka berdua duduk di samping depan dekat tukang rujaknya meracik bumbu rujaknya. Mereka berduapun mengobrol lagi

Aida:” kamu ternayata suka pedes…tetap sama seperti SMA dulu ya?”

Indra:” iya dung…kamu masih ingat ya?”

Aida:” iya dung aku ingat…kamu sibuk benar ya…ampek buka dua ponsel ya?”

Indra:”iya Aida…ini khusus buat e bangking, ini untuk chatting tlepon ya gitu dah…ini aku mau bayar buat DP sawah di banyuwangi 10 juta 5 ratus”

Aida:” jadi kamu lakukan transaksi via e banking semua dunk…”

Indra:” iya…ini saldo tabunganku tinggal 1 M ya…sedikit sekali…lain tabunganku diluar negeri”

Aida:” Alhamdulillah napa gitu…disyukuri Ndra…oh ya kamu kalau bisa jangan nebutin nominal apalagi dikeramaian gini takutnya ada orang yang gelap mata yang punya niat gak baik sam akamu…aku kan gak mau kamu kenap-kenapa Ndra…gak perlu disebut orang udah tau kamu itu kaya udahlah gak boleh sombong”

Indra:” maksih ya Aida…kamu baik sekali…”

Aida:” ini kayaknya seru nih kamu selfie ma aku viewnya ditempat rujak gitu”

Indra:” apa an sih Aida…jangan Aida…cukup dirumah kamu yang low profile”

Aida:” kan gak apa ntar captionnya milyuder yang low profile mau makan di tempat pedangang kaki lima…ntar jadi viral hehehhe”

Indra:” jangan dah…ntar kita selfie di mobil aja”

Aida:” ya…gak seru dong…tapi oke lah gak apa”

Indra:”Kamu bisa bantu aku kan?”

Aida:” bantu apa sih Ndra bilang aja gak apa?”

Indra:”kamu bilang ke kakakku pak Ico kalau aku udah transfer…” sambil memberikan ponselnya yang udah dihubungkan ke contact kakaknya

Aida:” ihh gak lah aku kan malu ntar kalau ditanya ini siapa gimana pas aku jawabnya”

Indra:” bilang aja kamu asistenku”

Aida:” ya Allah…jahat banget sih Ndra…masa’ bilang asistenmu sih”

Indra:” ghak apa…ini dah dah tersambung kok”sambil memberikan ponselnya

Aida:” baiklah”

Aida sangat kecewa karena Indra meminta mengaku sebagai asistennya kepada kakanya. Tapi Aida selalu berpositif thinking, namun Allah berkehndak lain , Allah masih dan selalu sayang Aida, ponsel Indra tidak terhubung dengan contact sang kakak karena ponsel kakaknya tidak aktif. Lalu Aida menyerahkan ponsel Indra kembali sambil berkata:

Aida:”ini Ndra gak aktif nomornya Ndra?”

Indra:” mana…ya udah kamu ngomong sama mama bialang kalau aku udah transfer ke rekening bapak Ico dibanyuwangi sebesar 10 juta lima ratus ya…udah bilang gitu aja…”

Aida:”aduh Ndra kok aku sih kamu aja yang bilang ini kan masalah keluarga Ndra?”

Indra:” gak apa kok…aku pusing nih sibuk juga nih masalah kerjaan “ sambil mengotak ngatik ponselnya, karena Aida gak ingin menyusahkan Indra akhirnya Aida mau bicara dengan mama Indra

Aida:” baiklah aku mau bicara kasih tau ke mama mu Ndra”

Indra:” oke ini udah tersambung kok” sambil memberikan ponselnya, lalu Aida bicara lewat ponsel dengan mama Indra

Aida:”Assalamualaikum Ma…”

Mama Indra:” walaikumsalam…iya “

Aida:” iya ma…saya memberikan informasi bahwa Indra sudah transfer ke bapak Ico dibanyuwangi sebesar 10 juta  5 ratus untuk DP sawah ma…”

Mama Indra:” oh iya terimakasih….ini dengan siapa ya?”

Aida:” ini Aida Ma.. ..temannya Indra Ma?”

Mama Indra:”Ooooh Aida….teman SMA Indra kan?”

Aida:” iya ma…benar…”

Mama Indra:” makasih…ya..”

Aida:” iya…sama –sama Ma…assalamualaikum…”

Mama Indra:” walaikumsalam”

Telepon dengan mama Indrapun berakhir, lalau Aida segera memberikan ponsel Indra

Aida:” udah Ndra…aduh ampek deg deg an”

Indra:” udah kan…itu loh bisa…gini Aida kalau sibuk tau sendiri kan…semakin kaya orang Aida…semakin banyak urusannya dan semakin sedikit untuk waktu bersantai untuk dirinya”

Aida:” oh gitu ya….ya  tapi saranku Ndra…sesibuk apapun kamu jangan lupa sholat ya”

Indra:” iya benar tu Aida…makasih ya kamu ngingetkan aku…kadang aku gini Aida…duh sudah adzan Ashar padahal Dhuhur aku gas sholat”

Aida:”kan bisa di jama’ qoshor dulu pas SMA kan kita dapat materi sholat jama’ ya khan?”

Indra:” duh iya Aida…makasih ya…aku gak kepikiran itu makasih banyak ya…betul kata kakakku…aku diuji harta biasanya masalah akhirat terlalaikan”

Aida:” ya…kalau bisa dan kudu bisa balance antara duniawi dan akhirat dung…?”

Indra:” iya semoga saja”

Aida:”oh ya ndra…kamu  kapan bisa ke sebaung lagi?”

Indra:” lah februari kan aku umroh kamu datang ya?”

Aida:” InsyaAllah Ndra…terus kapan kamu ngumrohin aku Ndra?”

Indra:” ya kalau udah jadi istri….eee…istri kedua” kata indra dengan nada bercanda

Aida:” enak aja kamu…gak lah…masa’ abis ama yang satu ke aku ya gak lah mending gak usah”

Indra:” loh kan dia ada di luar negeri, kamu disni yang penting aku adil dan sayang kan sama kamu”

Aida termenung mendengar jawaban Indra, entah itu serius atau bercanda, dan Aida gak habis fikir, lah dia benci setengah mati sama ayahnya yang poligami diam diam ampek ktemu dan bikin mamanya kecwa berat lah ini kok punya cita-cita niruin jejak ayahnya…” duh Ya Allah semoga hamba terhindar dari peran poligami aamiin” sahut Aida dalam hati.kemudian Indra mengajak bicara lagi, karena Aida diam.

Indra:”loh kok diam kamu Aida?”

Aida:” ya gak apa kok”

Indra:” kenapa sih…santai aja Cuma bercanda…kok”

Aida:” iya…siapa yang mau dipologami duh gak deh…?”

Indra:” oh ya Aida, aku ntar mau cerita…dan minta pendapat jika kita jauh jauhan…aku sharing aku kalau gini gimana aku kalau gitu gimana? Tapi kamu jangan mulut embr loh ya?”

Aida:” ya gak lah”

Indra:” awas…loh ntar kalau kamu mulut ember tak bunuh loh ya kamu hehehhe” canda indra kepada Aida

Aida:” duh…emang kamu bisa dan tega…kok sgitunya sih”

Indra:’ iya tak bunuh pakek ini” ya sambil melihat kebawah entahlah Aida terdiam…ya kadang indra bercandanya suka kelewatan memang sejak SMA begitu meski wajahnya dioperasi tapi wataknya bagi Aida tetap sama.

Kedua sahabat itu asyik menunggu orderan rujak Indra, akhirnya selesai. Aida membayar biil tagihannya. Lalu mereka berdua masuk ke mobil.

Indra:” yuk say…kita cuzz bisa kan buka pintunya?”

Aida:” iya bisalah kalau dari luar yuk masuk”

Indra:” ok…oh ya Aida kamu tadi lihat khan …itu mana gagang pintu belakang?”

Aida:” ya lihat memang gak sama dengan yang di depan…”

Indra:” lah kamu kok tau sih?”

Aida:”ya nebak aja…meski belum punya mobil sendiri aku kan berusaha tau”

Indra:” gitu ya?”

Aida:” iya dung”

Indra:” oh ya…ini kamau yang bawa mobil”

Aida:” gila kamu Ndra…aku bawa motor aja belum fasih apalagi bawa mobil?”

Indra:”gampang kok..tinggal rem gas…ini kan mobil matik”

Aida:” ya udah lah next time semoga bisa bermobil juga aamiin”

Indra:” aamiin”

Aida:” loh kok malah ngobrol dalam mobil ayuk berangkat”

Indra:”oke kita berangkat sayang….”

Aida:” apa an sih sayang mulu…panggilnya”

Indra:” aduh Aida…aku tuh serba salah ya…panggil sayang gak boleh padahal…?”

Aida:” padahal apa? Takut sayangnya boongan pas?”

Indra:” ya sayang beneran lah”

Aida: gitu ya…?”

Indra:” iya dung…kamu cari lirik lagu i want you’re here” sambil mengatur MP3 di mobilnya

Aida:’ aduh Ndra aku gak suka lagu barat…”

Indra:’ ya kudu suka lah…kamu harus bisa ngikutin aku”

Aida:” iya…tapi sikap rendah hatinya kudu niru aku dung?”

Indra:” yupz…tos dulu dong”sambil mengajak tos

Aida:” tos aja kan,,,siapa takut” sambil membalas tos Indra

Indra:” kamu harus ingat aku terus kan aku kasih bunga tuh tadi”

Aida:” iya…tapi kok bunganya palsu…sebuket mawar merah aslinya kapan…ihhh kamu gak romantis”

Indra:”iya…aku ntar tak kirim aku bungkus yang bagus nanti kamu penasaran terus setelah dibuka isinya daun asem, daun kelor hahahhaha”

Aida:” gitu ya…seneng banget ampek ngakak…tega baget sih?”

Indra:” ya gak lah…oke lah ini aku lagi jemput cinderella dari sarangnya hehehehe”

Aida:” sarang? Emang sarang burung? Ada ada aja kamu Ndra”

Indra melajukan mobil dengan santai no ngebut, mereka berdua larut dalam kebahagian di jum at siang penuh berkah itu, tatkala Indra bersalipan dengan mobil lain indra berkomentar

Indra:” duh itu mobil kok kecil ya…masih besaran ini…mewah ini Aida…ini 450 juta loh”

Aida:” ehem….mulai lagi dah sombongnya…turunkan frekuensi sombongnya hayo”

Indra:” bukan sombong Aida…Cuma cerita aja kekamu….”

Aida:” iya aku ngerti…kok kamu gak niat sombong tapi  orang lain pemikiran dan tanggapannya belum tentu dan sudah pasti ada yang beda khan?”

Indra:”iya Aida…makasih pengertiannya”

Aida:” iya sama-sama Ndra…itu lagi Ndra…tapi kalau kamau gak keberatan sih Ndra”

Indra:” iya ngomong aja gak apa kok”

Aida:” tapi kamu jangan marah ya?”

Indra:” ya gak lah”

Aida:” itu loh Ndra kalau bisa sih kamu jangan sbutin aset kamu dengan nominal tadi kan ramai tuh dikhawatirkan ada orang jahat gitu Ndra aku gak mau kamu kenapa-kenapa sih”

Indra:”mnakasih ya…Aida”

Aida:” oh iya katanya ngajakin foto dimobil”

Indra:” iya…lupa…tapi ntar aja dah dirumah kamu”

Aida:” aduh Ndra aku gak bisa ntar kan dilihatin tetangga…”

Indra:” udah lah gak apa”

Aida:” ya sudahlah…oh ya Ndra aku ingin dngar kamu nyanyi lagu  bumiku dung karya teman kita Deddy”

Indra:” ini aku ada rekaman di ponsel”sambil mengambil ponselnya

Aida:” udah deh jangan akukan mau kamu langsung yang nyanyi”

Indra tidak menggubris entahlah, malah dia mengalihkan topik pembicaraan

Indra:”oh ya Aida…kamu kenapa gak pacaran sama pak Adam guru ngajiku dia duda punya anak satu kecil”

Aida;” enggaklah…aku memang janda…tapi aku gak mau jadi ibu tiri Ndra…dari pacaran sama  dia mending …”

Indra:”mendingan sama aku khan…ayo ngaku aja kamu”

Aida:” apa an sih kamu” kata Aida dengan muka merah padam

Indra:” emangnya kenapa kamu cerai sama mantan suami?”

Aida:” ya gak jodoh aja…dia itu pelit ya bukannya aku boros Cuma aku kan gak enak sendiri Ndra, belum lagi gak mau holat puasa, nyuruh aku kerja serabutan, belum lagi ortu dan keluarganya kepo dia gak tegas Ndra”

Indra:” kalau aku kan gak pelit”

Aida:” iya…belum pacaran beneran aja udah gini apalagi jadi pacar beneran ya?”

Indra:”harusnya kamu paham dan aku yakin kamu tau jawabannya…tanpa aku jawab Aida” tegas Indra dengan serius”

Aida terdiam sejenak, dan dibenaknya banyak mengandung pertanyaan,”entah apa maksud Indra, dia menunjukkan sikap sayang bilang sayang ke aku, tapi untuk menyatkan sayang dan melamarku serta menghalalkanku kenapa enggang dilakukan…maksudnya apa?” entahlah Aida tidak mau terlarut dalam pertanyaan itu. Tak terasa sudah hampir dekat menuju jalan Tarokan desa Aida. Si Indra mencairkan suasana dengan berkomentar

Indra:”oh ya Aida kalau kita besanan ntar lucu kali ya…kamu bilang k istriku kalau kamu pernah suka sama aku wkwkwkkwkw”

Aida:” apa an sih Ndra ya gak lah aku gak mau besanan sama kamu”

Indra:” kamu maunya jadi istriku ya khan ngaku aja?”

Aida:” ihhh GR kamu Ndra”

Indra :” udah lah aku tau kok…gak perlu dijawab…oh ya ini udah di jalan Tarokan”

Aida:” Ndra kalau kamu ada cewek lain gak usah aku disuruh hadir atau kamu bawa dia aku gak mau”

Indra:” kan jalan hidup kedepannya gak ada yang tau entah dengan mu…”

Aida:” ya sudahlah”

Indra:” kaca mobil aku buka separuh ya…biar kamu kelihatan  kamu kan cantik sayang…dan orang lihat kamu jalan sama orang ganteng kayak aku ya kan…”

Aida:” apa an sih Ndra…aku malu apa kata tetangga Ntar kalau mereka tanya aku jalan sama siapa?”

Indra:” bilang aja kamu jalan sama pacarmu gitu aja simple khan?”

Aida:” ya gak lah itu kan boong”

Indra:” oke lah suka suka kamu dah say…kamu mau cium pipiku juga boleh”

Aida:” ihh ngapain gak ada kerjaan aja…Ndra kan gak boleh Ndra”

Indra:”yakin…Ntar kebawa mimpi loh”

Aida:” ya gak lah…udah dah sampek nih”kata Aida mengalihkan topik

Sesuai dengan dugaan Aida, ternyata benar di teras rumahnya ada Emmak, bibi Aida dan beberapa tetangga …ya heboh dah tetangga lihat Aida diantar mobil mewah yang dikendarai cowok ganteng. Indrapun mengak Aida turun

Indra:” Aida bisa bantu ambil belanjaannya khan…”

Aida:” iya “

Indra:” ini dibawak…ini belanjaan ku…”

Aida:” sabar napa Ndra…bentar ya aku taroh dulu” Aida menuju kedalam rumah mlewati teras yang ada beberapa tetangga, tak lama kemudian Aida keluar Aida lihat Indra mengobrol dengan Emmak

Indra:” ini juga punya Aida Tante…” sambil memberikan satu kantong berisi belanjaan

Emmak:” iya makasih ya nak”

Indra:” sama-sama tante…”

Emmak:” ayo nak masuk dulu”

Indra:” maaf tante saya buru-buru mau jum atan, nanti jam 2 siang ada meeting keluarga di restoran  Probolinggo, Te…besok sudah mau ke Jakarta ada meeting jadi maaf ya te belum bisa jalan jalan sama tante dan om sama Aida dan adiknya…lain waktu ya te…kita jalan jalan …kalau begitu saya pamit te?” sambil mencium pipi kanan dan pipi kiri emmak Aida. Aida pun meledek Indra

Aida:” lah tumben kamu cium pipi kanan dan pipi kiri emmakku Ndra”

Indra tidak menjawab pertanyaan Aida

Indra:” ya udah Aida…sampai ketemu lagi Aida…da da…”

Indra kembali ke mobil dan melajukan mobilnya sambil melambaikan tangan, kedua sahabat itupun saling melambaikan tangan. Seusai itu para tetangga heboh menanyakan

Tetangga 1:” itu siapa Nduk”

Aida:” itu teman saya sukses jadi milyuner…”

Tetamngga:” kirain pacarnya”

Aida:” ya bukan “

Tetangga 2:” ya kalau jodoh kan gak tau ya…”

Emmak:” ya,….Cuma teman saja”

Aida:” oh  ya ini ada oleh oleh buat dek muhammad”

Tetangga 1:” iya makasih “

Aida:” pesan temanku suruh kasih ke anak ibu…kan semalem dia yang nunjukkan rumah saya gitu katanya, dan ini untuk samean bik”

Tetangga2:” makasih nduk”

Kemudian para tetangga itu pulang, tinggal bibik, Aida, dan Emmak

Bibik:” katanya dikasih bunga lihat Nduk”

Aida:” kok tau bik?”

Bibik:” iya emmakmu bilang tadi”

Aida:” oooh begitu”

Emmak:” iya tadi aku kan lihat nduk”

Aida:” iya dikasih bunga nih biar ingat aku terus”

Emmak:” gitu ya?”

Bibik:” kamu gak bilang nduk…lah kamu inget gak sama aku gak gitu nduk”

Aida:” ya gak bik…malu saya bik”

Bibik:” ya semoga jodoh sama kamu nduk”

Aida:” aamiin bik.,..tapi gak tau juga bik masa’ mau sama saya …saya ragu dia kan lama diluar negeri pasti banyak ceweknya bik tapi ngaku single entahlah bik”

Bibik:” ya kalau jodoh pasti bertemu”

Aida dan Emmak: amin…”

Bibik pun kembali kerumah, Aida dan emmak merapikan belanjaan dan menunggu bapak dan adik pulang dari masjid. Tak lama kemudian bapak dan adik pulang dari masjid

Emmak:” ee sudah pulang, tadi Indra pamit dan minta maaf belum bisa ajak kita jalan jalan karena dia sibuk. Ini dia bawa makanan” sambil menyiapkan makanan cepat saji di meja ruang tamu

Bapak:” wah makanan apa ini,,,,enak kayaknya”

Aida:” iya pak …ini sekitar 165 ribu empat porsi pak…”

Bapak:” duh semoga lancar rejeki dia ya…kita juga lancar biar bisa berbagi kebahagiaan dengan orang lain, tapi bagi Indra uang segitu dan belanja segini udah kayak ngeluarin 1000 rupiah kan dia milyuner”

Aida:” iya sih pak”

Emmak:” sudah…makan yuk jangan ngobrol terus”

Adik:” alhamduilillah semoga bisa makan gini ya sering sering”

Aida:”makanya ntar doakan semoga mbak bisa sukses juga ya”

Adik:” aminnn”

Mereka berempat menyantap makan siang penuh haru, dalam hati Aida berkata” ya Allah semoga hamba bisa sukses juga sama seperti Indra dan tetap sholehah dan berbakti kepada kedua ortu…segera ditakdir dengan jodoh imam sholeh taqwa, tanggung jawab, tajir, terbebas dari rokok, no free sex no beranak. Pokoknya terbaik wes…aaminn”

Aida terkadang teringat masa-masa bersama Indra, pertemuan singkat itu sudah merubah dan memberi warna pada hidup Aida.Di benak Aida bertanya-tanya,” Indra…Indra, kenapa kamu datang lagi Ndra?, lalu kenapa kamu operasi wajah, aku yakin something happen with you and your life?”, bahkan aku sempat tanya kenapa kamu minum minuman keras, kamu gak langsung jawab, tapi kamu ngaku udah tobat bahkah kamu ngaku ampek beli air zam zam delivery langsung dari Arab, katanya lebih berharga aku dari nominal beli air zam zam, ya aku jawab gak perlu dihargai segitu, cukup di tebus dengan mahar pas ijab qobul…eee kamunya malah ketawa ngasih harapan,,,,itu kejadian dimobilmu…, duh…apa sih maksud hatimu Ndra?”pertanyaan –pertanyaan itu selalu teringat dan Aida butuh jawaban. Namun Aida tak mau pusing. Cukup dia adukan dalam tahajjud cintanya.

Diberi harapan se Indah Syurga Se manis madu tapi racun yang di dapat

            Ada istilah yang selalu Aida ingat” Man Jadda wa jaddah” yang artinya barang siapa bersungguh sungguh maka dia akan mendapatkan. Keyakinan itu selalu ditanamkan di hati Aida, karena bagi Aida barang siapa yang yakin dan berusaha Insya Allah ada jalan maka yakinlah…pada perolongan Allah…dan semestapun ikut mendukung. Semangat itu selalu berkobar di hati Aida, semangat itu selalu dijadikan pemicu untuk mencapai kesuksesan Aida baik dari segi bisnis make up dan wedding organizier miliknya, karier Aida di dunia pendidikan, asmara yang bermuara dalam pernikahan sakinah mawaddah warohmah serta sukses dan bahagia dunia akhirat itu cita-cita Aida. Meskipun tidak semua harapan dan mimpi tidak semuanya terwujud, Aida selalu semangat untuk mewujudkan mimpi dan cita-citanya, tak peduli meski dia dikucilkan orang lain.

Di era now ini, pasti kalangan pemuda pemudi yang merasakan indahnya jatuh cinta, kadang saja ada yang memberi harapan palsu sehingga terbawa perasaan. Hali ini juga terejadi pada Aida. Ya…tentu dengan kisah dia dengan Indra. Terkadang Aida berkhayal kisahnya dia dengan Indra akan berakhir bahagia seperti tokoh cerdas Indonesia Bapak Habibi dan ibu Ainun. Aida beimajinasi dia memiliki kisah yang sama dengan ibu Ainun yang berjodoh dengan teman lamanya semasa SMA, iya bapak Habibinya dikhayalkan Indra, bagi Aida, Indra itu  memiliki kemiripan jalan hidup dengan bapak Habibie yang berjuang dinegeri orang sukses di negara asing dan come back ke tanah air merajut dan mengukiir kesuksesan ditanah air. Tapi bedanya Indra ini tidak seperti bapak Habibie yang selalu berpegang teguh pada agama Islam…ya…Aida memakluminya…manusia tidak sempurna.Aida ingat selalu moment moment disaat Indra menjanjikan sejuta harapan indah dan manis. Tapi realisasainya tak semanis madu yang di dapat. Ini adalah ujian keimanan bagi Aida.

Aida teringat masa-masa SMA yang paling berkesan saat Indra berkali-kali menyatakan cinta kepada Aida.

Indra:” Aida…aku tuh sayang sama kamu…kamu mau gak jadi pacarku”

Aida:” maaf Indra…aku bukannya nolak kamu…tapi aku gak boleh pacaran sama ortuku”

Indra:” tapi kan kita pacarannya buat saling menyemangatin biar prestasiku dan prestasimu bagus”

Aida:” aduh Ndra…tetap saja…aku gak bakalan diijinin pacaran…orang tuaku bukan orang berada…mereka ingin anaknya sukses…makanya aku ingin sekolah yang benar dan kuliah yang benar”

Indra:” gitu ya…kamu yakin nolak aku Aida”

Aida:” aduh Ndra…aku gak mungkin nolak kamu jadi sahabat…mending kita fokus untuk kesuksesan kita…toh jika jodoh kita pasti bersatu iya kan Ndra…”

Indra:”iya….juga sih, aku tuh ampek capek nembak kamu bolak-balik tapi gak pernah diterima-terima sama kamu Aida”

Aida:” sudah Ndra….kamu gak perlu marah…sabar saja Ndra…taqdir kedepannya tidak ada yang tau,…sudahlah kamu fokus, kamu kan inggrisnya bagus aku yakin kamu bisa go internasional, beda sama aku my english is not good.sudahlah Ndra semoga kita sama-sama sukses”

Indra:”semester 2 aku akan ngelamar kamu aku yakin bapak ibumu gak bakalan nolak aku…” kata Indra dengan penuh percaya diri

Aida:” yakin sekali ya…?”

Indra:” iya dunk…apalagi akau kelak calon peneliti muda Aida…”

Aida:’ ya sudahlah kita lihat pada waktu yang tepat ya”

Indra:” aku yakin kamu akan melahirkan anak-anakku dan kamu akan  memiliki marga dari keluargaku…”

Aida:” PD amat ya…”

Indra:” iya dunk…”

Moment-moment terdahulu terutama di masa SMA semakin kuat terbayang diingatan Aida…semenjak Aida dan Indra dipertemukan dirumah Aida, bukan Aida yang mengundang Indra untuk datang ke rumah Aida…tapi Indra sendiri yang datang sendiri.dalam tahajjud cinta Aida bermunajad.

Ya Allah…perasaan apa ini Ya Robb…lancang sekali hamba yang meminta agar Hamba dijodohkan dengan Indra rekan sahabat rival yang diselingi rasa cinta sejak SMA silam, kenapa dia datang lagi ya Robb setelah lama berpisah, dia datang saat hamba menyandang status khodijah. Dan dia berikan sinyal sinyal cinta yang semakin kuat, dia beri hamba sekuntum mawar merah meski itu dari bunga palsu…tapi dari gelagat dan sikap dia di pertemuan dua kali berturut turut dibulan yang sama sungguh sikap dan perlakuan itu tidak biasa ya Allah…dia bilang ke beberapa muridku kalau dia itu muridku, bahkan dia bilang via WA bahwa aku ini pacarnya kepada tantenya, namun dia belum berani mengungkapkan komitmen itu yang bermuara di indahnya bahtera cinta yang halal, entahlah Ya Allah…apa dia gengsi, apa dia hanya mempermainkan perasaan ini sejak SMA dulu, rasa ini sebenarnya telah ku bunuh mati semenjak aku memutuskan menikah dulu meski aku gagal dipernikahan itu…dia datang dan memupuk subur rasa cinta yang telah lama mati itu ya Robb…jika dia gengsi atau ragu hilangkan segala tirai penghalang, jadikan dia insan yang berpegang teguh pada agama-Mu ya Robb….jodohkanlah dia denganku jika dia terbaik untukku…untuk agamaku…untuk dunia dan akhiratku…namun apabila dian punya niat tidak tulus dan tidak terbaik untuk dunia dan akhiratku….maka tepislah pesonanya dari pelupuk mata ini….hilangkanlah rasa cinta  nan tulus dihati ini…gantilah dengan lelaki yang baik yang bisa menjadi sahabat untukku untuk agamaku untuk dunia dan akhiratku….berilah hamba kesabaran dalam menantinya…tetapkalah hamba istiqomah dijalanMu….karena hamba yakin sabar dan sholat ini akan menjadi penolongku…aku yakin aku pasti Engkau anugerahi lelaki yang akan menjadi imam sholehku, takwa kepadamu, tampan fisik ideal untukku, tampan hatinya dan akhlaqnya, tajir dijalanMu, tanggung jawab terhadap diriku dan keluarga, setia cukup satu untuk selamanya mesra until jannahMu ya Robb aamiin…”

Begitu banyak kejadian ya…boleh dibilang itu indah semenjak pertemuan singkat itu, WA FB dan IG adalah ajang silaturrahmi bagi dua sahabat yang dilanda rasa cinta itu tapi keduanya sama-sama gengsi mengakuinya. Memang tidak intns tiap hari tapi bagi Aida sudah Alhamdulillah bersyukur dia sudah bisa melihat keseharian Indra lewat status WA dan FB nya. Terkadang Aida tidak sungkan untuk memululai chat dengan Indra.

Aida:”Assalamualaikum mas Indra….gimana kabar semoga kamu selalu dalam lindungan-Nya”

Indra:” hehehe iya terimakasih ya Aida”

Aida:” nah lo…kok Cuma makasih itu dijawab salamnya”

Indra:” oh iya walaikumsalam”

Aida:” lagi dimana”

Indra:” iya ini aku lagi di jakarta…semalem aku chat kamu , kamu off”

Aida:” iya maaf ya…semalem aku udah tidur, gimana sekarang posisi dimana”

Tak lama kemudian Indra mengirimkan foto lewat WA , foto itu adalah tulisan nama Aida di tangan Indra yang di bawahnya ada nama Indra. Senang dan bahagia campur jadi satu perassan Aida saat itu. Lalau Aida membalas pula foto kiriman itu dengan nuansa yang sama bedanya Aida bacground didalam kelas untuk foto telapak tangan Aida yang berisi nama Aida dan Indra. Kemudian Indra membalas chat Aida.

Indra:”terimakasih ya bu Aida…ngajar baik-baik ya”

Aida:” iya pak Indra kembali kasih ya…”

Chat itupun berakhir karena Indra sudah tidak memulai obrolan lagi. Aida tidak mau terkesan terlalu ngebet ingin mengechat terus. Aida melanjutkan aktifitasnya. Tak lama kemudaian setelah beberapa saat, Indra memulai mengechat Aida lagi

Indra:” nanti aku kirim tulisan kayak gini” sambil mengirim foto tulisan yang latar gambarnya australia

Aida:” beneran ya…doakan aku juga bisa keliling dunia terutama bisa nyampek mekkah dan madinah ya Ndra…doakan aku bisa kesana dengan imam sholehku…may be with you  hanya Allah yang tau Ndra”

Indra:” hmmmm”

Aida:” oh ya kapan kamu berangkat umroh Ndra”

Indra:”tanggal 28 Februari ini, kamu datang ya?”

Aida:” InsyaAllah aku datang…doakan ya”

Indra:” oke…makasih ya cantik…”

Aida:” kembali kasih ganteng, oh ya…Ndra nanti di mekkah depan ka’bah kamu  tulis doa tentang aku ya…oh ya…oleh oleh asli dari mekkah ya buat aku jangan lupa”

Indra:” oke…”

Indra jarang mengchat duluan…ya kadang dia suka komen fotoku yang lagi hunting make up, fotoku yang lagi selfie dengan bunga. Komennya sangat aku ingat tu dia bilang fotoku yang lagi hunting make up dikira foto nikahanku…dia bilang aku kangen sama ex suami, ya aku jawab aku kangen sama kamu aja Ndra…ee dia malah ketawa, malah fotoku yang lagi selfie dengan bunga dia malah komen itu bunga alsi apa ori…ya jelas asli lah lalu aku jawab kapan bunga mawar merah aslinya mendarat, ee dia senyum aja.bahkan Aida pernah cerita ke emmak tentang curhatan Indra yang mau ambil mobil barunya.

Emmak:”gimana kabar si Indra Nduk…masih tetap WA an khan?” tanya emmak dengan penuh penasaran

Aida:” ya masih lah mak…”

Emmak:” ada dimana dia sekarang Nduk?”

Aida:” katanya sih dia ada di Jakarta ngurus pembelian apartemennya”

Emmak:” apartemen itu apa Nduk..rumah ta?”

Aida:”iya tapi rumah susun bangunannya mnjulang Cuma untuk ornga yang beli hanya 1 kamar aja mak kalau mau beli banyak juga gak masalah”

Emmak:”ooo gitu…kayanya mau umroh dia kapan katanya nduk?”

Aida:” tanggal 28 februari ini dia mau berangkat mak?”

Emmak:” ooo…lah kamu giman amau datang kah?”

Aida:” iya mak…kan Aida diundang mak?”

Emmak:” mau minta anter sapa kamu nduk…masa’ sama bapak kan malu kalau bapak ikut juga?”

Aida:” ya gak lah mak…rencananya Aida mau berangkat sama adik Farah dan InsyaAllah ketemuan di rumah Indra sama bu Ragus…”

Emmak:”ooo gitu…lah bilang nduk pulangnya suruh bawa oleh oleh nduk?”

Aida:” iya udah Aida bilang ke Indra kata Indra sih Oke…Aida mau video callan saat dia di Mekkah dan ngingetin biar bawa oleh oleh gitu mak?”

Emmak:” iya dah…semoga kita semua ini bisa ke makkah  madinah juga   aamiin?”

Aida:” amin…tentu kita berangkat bersama ya Mak…serta dengan imam sholehku ya mak…?”

Emmak:” aamiin…ya Robb”

Aida:” si Indra tanggal 8 februari ini mau jemput mobil merahnya katanya mak, ini gambar mobilnya” sambil memperlihatkan gambar mobil mewah Indra diponsel Aida

Emmak:” bagus ya…iyalah diakan milyuner”

Aida:” katanya sih mau jemput kalau mobilnya datang biar Aida pengalaman naik macem-macem mobil mewah mak…itu janjinya dia” sambil membacakan WA iIndra pada nya

Emmak:” ya smoga dilaksanakan janjinya…”

Aida:” aamiin…”

Emmak:” berharapnya sama Allah saja Nduk…ya jika si Indra buat kamu gak bakalan ketuker kok…jangan terlalu cinta sama dia Nduk”

Aida:” iya mak…tapi kok hati ini sangat yakin ya mak… padahal dulu udah mati nih rasa…kalau Cuma nganggep teman ngapaen sempat sempat bertamu kesini kasih isi uang, terus jemput Aida, belanjain makanan juga, dan specialnya kasih Aida bunga mawar merah lagi mak…teman biasa gak gitu dia kan milyuner super sibuk mak”

Emmak:” iya itu Nduk sudahlah tetap minta yang terbaik sama Allah”

Aida:” iya mak”

Aida memang tidak pernah sungkan untuk menceritakan segala sesuatu yang dialami dan dirasa kepada emmaknya…ada yang bilang Aida puber pasca cerai…Aida dari dulu belum pernah pacaran, karena tidak diijinkan oleh emmak dan bapak. Baru setelah lulus kuliah Aida diijinkan mengenal lebih dekat dengan lawan jenisnya. Maknya Aida dan Indra tidak pacaran bukan berarti Aida gak ditembak oleh Indra oleh pernyataan cintanya…tapi karena ijin ortu belum di dapat  ya kalau sudah sama-sama sukses seperti sekarang ini sudah boleh Aida dan Indra mengenal lebih dekat.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

By aimarusciencemania

Diberi harapan se Indah Syurga Se manis madu tapi racun yang di dapat

Diberi harapan se Indah Syurga Se manis madu tapi racun yang di dapat

            Ada istilah yang selalu Aida ingat” Man Jadda wa jaddah” yang artinya barang siapa bersungguh sungguh maka dia akan mendapatkan. Keyakinan itu selalu ditanamkan di hati Aida, karena bagi Aida barang siapa yang yakin dan berusaha Insya Allah ada jalan maka yakinlah…pada perolongan Allah…dan semestapun ikut mendukung. Semangat itu selalu berkobar di hati Aida, semangat itu selalu dijadikan pemicu untuk mencapai kesuksesan Aida baik dari segi bisnis make up dan wedding organizier miliknya, karier Aida di dunia pendidikan, asmara yang bermuara dalam pernikahan sakinah mawaddah warohmah serta sukses dan bahagia dunia akhirat itu cita-cita Aida. Meskipun tidak semua harapan dan mimpi tidak semuanya terwujud, Aida selalu semangat untuk mewujudkan mimpi dan cita-citanya, tak peduli meski dia dikucilkan orang lain.

Di era now ini, pasti kalangan pemuda pemudi yang merasakan indahnya jatuh cinta, kadang saja ada yang memberi harapan palsu sehingga terbawa perasaan. Hali ini juga terejadi pada Aida. Ya…tentu dengan kisah dia dengan Indra. Terkadang Aida berkhayal kisahnya dia dengan Indra akan berakhir bahagia seperti tokoh cerdas Indonesia Bapak Habibi dan ibu Ainun. Aida beimajinasi dia memiliki kisah yang sama dengan ibu Ainun yang berjodoh dengan teman lamanya semasa SMA, iya bapak Habibinya dikhayalkan Indra, bagi Aida, Indra itu  memiliki kemiripan jalan hidup dengan bapak Habibie yang berjuang dinegeri orang sukses di negara asing dan come back ke tanah air merajut dan mengukiir kesuksesan ditanah air. Tapi bedanya Indra ini tidak seperti bapak Habibie yang selalu berpegang teguh pada agama Islam…ya…Aida memakluminya…manusia tidak sempurna.Aida ingat selalu moment moment disaat Indra menjanjikan sejuta harapan indah dan manis. Tapi realisasainya tak semanis madu yang di dapat. Ini adalah ujian keimanan bagi Aida.

Aida teringat masa-masa SMA yang paling berkesan saat Indra berkali-kali menyatakan cinta kepada Aida.

Indra:” Aida…aku tuh sayang sama kamu…kamu mau gak jadi pacarku”

Aida:” maaf Indra…aku bukannya nolak kamu…tapi aku gak boleh pacaran sama ortuku”

Indra:” tapi kan kita pacarannya buat saling menyemangatin biar prestasiku dan prestasimu bagus”

Aida:” aduh Ndra…tetap saja…aku gak bakalan diijinin pacaran…orang tuaku bukan orang berada…mereka ingin anaknya sukses…makanya aku ingin sekolah yang benar dan kuliah yang benar”

Indra:” gitu ya…kamu yakin nolak aku Aida”

Aida:” aduh Ndra…aku gak mungkin nolak kamu jadi sahabat…mending kita fokus untuk kesuksesan kita…toh jika jodoh kita pasti bersatu iya kan Ndra…”

Indra:”iya….juga sih, aku tuh ampek capek nembak kamu bolak-balik tapi gak pernah diterima-terima sama kamu Aida”

Aida:” sudah Ndra….kamu gak perlu marah…sabar saja Ndra…taqdir kedepannya tidak ada yang tau,…sudahlah kamu fokus, kamu kan inggrisnya bagus aku yakin kamu bisa go internasional, beda sama aku my english is not good.sudahlah Ndra semoga kita sama-sama sukses”

Indra:”semester 2 aku akan ngelamar kamu aku yakin bapak ibumu gak bakalan nolak aku…” kata Indra dengan penuh percaya diri

Aida:” yakin sekali ya…?”

Indra:” iya dunk…apalagi akau kelak calon peneliti muda Aida…”

Aida:’ ya sudahlah kita lihat pada waktu yang tepat ya”

Indra:” aku yakin kamu akan melahirkan anak-anakku dan kamu akan  memiliki marga dari keluargaku…”

Aida:” PD amat ya…”

Indra:” iya dunk…”

Moment-moment terdahulu terutama di masa SMA semakin kuat terbayang diingatan Aida…semenjak Aida dan Indra dipertemukan dirumah Aida, bukan Aida yang mengundang Indra untuk datang ke rumah Aida…tapi Indra sendiri yang datang sendiri.dalam tahajjud cinta Aida bermunajad.

Ya Allah…perasaan apa ini Ya Robb…lancang sekali hamba yang meminta agar Hamba dijodohkan dengan Indra rekan sahabat rival yang diselingi rasa cinta sejak SMA silam, kenapa dia datang lagi ya Robb setelah lama berpisah, dia datang saat hamba menyandang status khodijah. Dan dia berikan sinyal sinyal cinta yang semakin kuat, dia beri hamba sekuntum mawar merah meski itu dari bunga palsu…tapi dari gelagat dan sikap dia di pertemuan dua kali berturut turut dibulan yang sama sungguh sikap dan perlakuan itu tidak biasa ya Allah…dia bilang ke beberapa muridku kalau dia itu muridku, bahkan dia bilang via WA bahwa aku ini pacarnya kepada tantenya, namun dia belum berani mengungkapkan komitmen itu yang bermuara di indahnya bahtera cinta yang halal, entahlah Ya Allah…apa dia gengsi, apa dia hanya mempermainkan perasaan ini sejak SMA dulu, rasa ini sebenarnya telah ku bunuh mati semenjak aku memutuskan menikah dulu meski aku gagal dipernikahan itu…dia datang dan memupuk subur rasa cinta yang telah lama mati itu ya Robb…jika dia gengsi atau ragu hilangkan segala tirai penghalang, jadikan dia insan yang berpegang teguh pada agama-Mu ya Robb….jodohkanlah dia denganku jika dia terbaik untukku…untuk agamaku…untuk dunia dan akhiratku…namun apabila dian punya niat tidak tulus dan tidak terbaik untuk dunia dan akhiratku….maka tepislah pesonanya dari pelupuk mata ini….hilangkanlah rasa cinta  nan tulus dihati ini…gantilah dengan lelaki yang baik yang bisa menjadi sahabat untukku untuk agamaku untuk dunia dan akhiratku….berilah hamba kesabaran dalam menantinya…tetapkalah hamba istiqomah dijalanMu….karena hamba yakin sabar dan sholat ini akan menjadi penolongku…aku yakin aku pasti Engkau anugerahi lelaki yang akan menjadi imam sholehku, takwa kepadamu, tampan fisik ideal untukku, tampan hatinya dan akhlaqnya, tajir dijalanMu, tanggung jawab terhadap diriku dan keluarga, setia cukup satu untuk selamanya mesra until jannahMu ya Robb aamiin…”

Begitu banyak kejadian ya…boleh dibilang itu indah semenjak pertemuan singkat itu, WA FB dan IG adalah ajang silaturrahmi bagi dua sahabat yang dilanda rasa cinta itu tapi keduanya sama-sama gengsi mengakuinya. Memang tidak intns tiap hari tapi bagi Aida sudah Alhamdulillah bersyukur dia sudah bisa melihat keseharian Indra lewat status WA dan FB nya. Terkadang Aida tidak sungkan untuk memululai chat dengan Indra.

Aida:”Assalamualaikum mas Indra….gimana kabar semoga kamu selalu dalam lindungan-Nya”

Indra:” hehehe iya terimakasih ya Aida”

Aida:” nah lo…kok Cuma makasih itu dijawab salamnya”

Indra:” oh iya walaikumsalam”

Aida:” lagi dimana”

Indra:” iya ini aku lagi di jakarta…semalem aku chat kamu , kamu off”

Aida:” iya maaf ya…semalem aku udah tidur, gimana sekarang posisi dimana”

Tak lama kemudian Indra mengirimkan foto lewat WA , foto itu adalah tulisan nama Aida di tangan Indra yang di bawahnya ada nama Indra. Senang dan bahagia campur jadi satu perassan Aida saat itu. Lalau Aida membalas pula foto kiriman itu dengan nuansa yang sama bedanya Aida bacground didalam kelas untuk foto telapak tangan Aida yang berisi nama Aida dan Indra. Kemudian Indra membalas chat Aida.

Indra:”terimakasih ya bu Aida…ngajar baik-baik ya”

Aida:” iya pak Indra kembali kasih ya…”

Chat itupun berakhir karena Indra sudah tidak memulai obrolan lagi. Aida tidak mau terkesan terlalu ngebet ingin mengechat terus. Aida melanjutkan aktifitasnya. Tak lama kemudaian setelah beberapa saat, Indra memulai mengechat Aida lagi

Indra:” nanti aku kirim tulisan kayak gini” sambil mengirim foto tulisan yang latar gambarnya australia

Aida:” beneran ya…doakan aku juga bisa keliling dunia terutama bisa nyampek mekkah dan madinah ya Ndra…doakan aku bisa kesana dengan imam sholehku…may be with you  hanya Allah yang tau Ndra”

Indra:” hmmmm”

Aida:” oh ya kapan kamu berangkat umroh Ndra”

Indra:”tanggal 28 Februari ini, kamu datang ya?”

Aida:” InsyaAllah aku datang…doakan ya”

Indra:” oke…makasih ya cantik…”

Aida:” kembali kasih ganteng, oh ya…Ndra nanti di mekkah depan ka’bah kamu  tulis doa tentang aku ya…oh ya…oleh oleh asli dari mekkah ya buat aku jangan lupa”

Indra:” oke…”

Indra jarang mengchat duluan…ya kadang dia suka komen fotoku yang lagi hunting make up, fotoku yang lagi selfie dengan bunga. Komennya sangat aku ingat tu dia bilang fotoku yang lagi hunting make up dikira foto nikahanku…dia bilang aku kangen sama ex suami, ya aku jawab aku kangen sama kamu aja Ndra…ee dia malah ketawa, malah fotoku yang lagi selfie dengan bunga dia malah komen itu bunga alsi apa ori…ya jelas asli lah lalu aku jawab kapan bunga mawar merah aslinya mendarat, ee dia senyum aja.bahkan Aida pernah cerita ke emmak tentang curhatan Indra yang mau ambil mobil barunya.

Emmak:”gimana kabar si Indra Nduk…masih tetap WA an khan?” tanya emmak dengan penuh penasaran

Aida:” ya masih lah mak…”

Emmak:” ada dimana dia sekarang Nduk?”

Aida:” katanya sih dia ada di Jakarta ngurus pembelian apartemennya”

Emmak:” apartemen itu apa Nduk..rumah ta?”

Aida:”iya tapi rumah susun bangunannya mnjulang Cuma untuk ornga yang beli hanya 1 kamar aja mak kalau mau beli banyak juga gak masalah”

Emmak:”ooo gitu…kayanya mau umroh dia kapan katanya nduk?”

Aida:” tanggal 28 februari ini dia mau berangkat mak?”

Emmak:” ooo…lah kamu giman amau datang kah?”

Aida:” iya mak…kan Aida diundang mak?”

Emmak:” mau minta anter sapa kamu nduk…masa’ sama bapak kan malu kalau bapak ikut juga?”

Aida:” ya gak lah mak…rencananya Aida mau berangkat sama adik Farah dan InsyaAllah ketemuan di rumah Indra sama bu Ragus…”

Emmak:”ooo gitu…lah bilang nduk pulangnya suruh bawa oleh oleh nduk?”

Aida:” iya udah Aida bilang ke Indra kata Indra sih Oke…Aida mau video callan saat dia di Mekkah dan ngingetin biar bawa oleh oleh gitu mak?”

Emmak:” iya dah…semoga kita semua ini bisa ke makkah  madinah juga   aamiin?”

Aida:” amin…tentu kita berangkat bersama ya Mak…serta dengan imam sholehku ya mak…?”

Emmak:” aamiin…ya Robb”

Aida:” si Indra tanggal 8 februari ini mau jemput mobil merahnya katanya mak, ini gambar mobilnya” sambil memperlihatkan gambar mobil mewah Indra diponsel Aida

Emmak:” bagus ya…iyalah diakan milyuner”

Aida:” katanya sih mau jemput kalau mobilnya datang biar Aida pengalaman naik macem-macem mobil mewah mak…itu janjinya dia” sambil membacakan WA iIndra pada nya

Emmak:” ya smoga dilaksanakan janjinya…”

Aida:” aamiin…”

Emmak:” berharapnya sama Allah saja Nduk…ya jika si Indra buat kamu gak bakalan ketuker kok…jangan terlalu cinta sama dia Nduk”

Aida:” iya mak…tapi kok hati ini sangat yakin ya mak… padahal dulu udah mati nih rasa…kalau Cuma nganggep teman ngapaen sempat sempat bertamu kesini kasih isi uang, terus jemput Aida, belanjain makanan juga, dan specialnya kasih Aida bunga mawar merah lagi mak…teman biasa gak gitu dia kan milyuner super sibuk mak”

Emmak:” iya itu Nduk sudahlah tetap minta yang terbaik sama Allah”

Aida:” iya mak”

Aida memang tidak pernah sungkan untuk menceritakan segala sesuatu yang dialami dan dirasa kepada emmaknya…ada yang bilang Aida puber pasca cerai…Aida dari dulu belum pernah pacaran, karena tidak diijinkan oleh emmak dan bapak. Baru setelah lulus kuliah Aida diijinkan mengenal lebih dekat dengan lawan jenisnya. Maknya Aida dan Indra tidak pacaran bukan berarti Aida gak ditembak oleh Indra oleh pernyataan cintanya…tapi karena ijin ortu belum di dapat  ya kalau sudah sama-sama sukses seperti sekarang ini sudah boleh Aida dan Indra mengenal lebih dekat.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

By aimarusciencemania