Contoh RPP Biologi Berkarakter

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

Sub Pokok Bahasan Kelainan/ Penyakit pada Sistem Peredaran Darah

Disusun untuk memenuhi tugas mata Kuliah Microteaching

 

 

 

 

 

 

 

 

Oleh:

 

Aini Maskuro (0910211107)

 

 

 

 

 

 

 

PROGRRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI

JURUSAN PENDIDIKAN MIPA

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH JEMBER

Maret, 2012

 

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

(RPP)

Nama Sekolah                                     :

Mata Pelajaran                                    : Biologi

Kelas/ Semester                                   : XI/ 1

Tahun Pelajaran                                   :

Program                                               : IPA

Pertemuan                                           :

Alokasi Waktu                                    : 1 x 15 menit

 

STANDAR KOMPETENSI

Siswa mampu menjelaskan struktur dan fungsi organ manusia dan hewan tertentu, kelainan/ penyakit yang mungkin terjadi serta aplikasinya pada salingtemas

 

KOMPETENSI DASAR

Menjelaskan keterkaitan antara struktur, fungsi, dan proses serta kelainan/penyakit yang dapat terjadi pada sistem peredaran darah.

INDIKATOR

Indikator Karakter
Pendekatan Konsep  
Mengenal berbagai kelainan/penyakit yang terjadi pada sistem peredaran darah Rasa ingin tahu, Percaya diri, dan berani mengemukakan pendapat
Menjelaskan penyebab kelainan/ penyakit pada sistem peredaran darah Percaya diri, berani mengemukakan pendapat dan bertanggung jawab
Menjelaskan upaya menghindari/ rehabilitasi kelainan/ penyakit pada sistem peredaran darah Kerja sama, percaya diri, toleransi, dan bertanggungjawab

 

TUJUAN PEMBELAJARAN

 

Melalui studi literatur dari berbagai sumber mengenai macam- macam dan penyebab kelainan/ penyakit pada sistem peredaran darah, diharapkan:

  1. Siswa  memiliki  rasa ingin tahu, percaya diri, dan berani mengemukakan pendapat untuk  mengenal berbagai kelainan/penyakit yang terjadi pada sistem peredaran darah,
  2. Siswa  memiliki rasa percaya diri, berani mengemukakan pendapat dan bertanggung jawab dalam menjelaskan penyebab/ penyakit pada sistem peredaran darah,
  3. Siswa memiliki sikap percaya diri, toleransi, kerjasama, dan bertanggungjawab dalam  menjelaskan upaya menghindari /rehabilitasi kelainan/ penyakit pada sistem peredaran darah.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

MATERI AJAR

Materi Pokok                         : Sistem Peredaran Darah pada Hewan dan Manusia

Sub Materi Pokok                 : Kelainan/ Penyakit pada Sistem Peredaran Darah

 

Uraian Materi

Dalam kehidupan sehari-hari, tubuh kita yang selalu bekerja tiadahenti dapat mengalami kelainan atau penyakit. Misalnya saja, kelainandan penyakit yang terjadi pada sistem peredaran darah tubuh. Dibawah ini dapat kalian simak beberapa contoh kelainan dan penyakityang terjadi pada sistem peredaran darah manusia.

1. Anemia

Anemia merupakan suatu keadaan dari penderita yang kekurangan eritrosit terutama unsur hemoglobin. Oleh karena itu, ada yangmenyebutnya penyakit kurang darah. Kekurangan hemoglobin inimenyebabkan pemenuhan kebutuhan oksigen (O2) menuju jaringan menurun,sehingga mengganggu fungsi kerja sel.

 

 

 

 

 

 

 

 

Gambar penderita Thalasemia

 

 

 

Gambar bentuk eritrosit bulan sabit

 

Anemia disebabkan olehbeberapa hal di antaranya:

  1. kehilangan banyak darah, misalnya karena pendarahan hebat, luka bakar,infeksi cacing tambang;

b. gangguan pembentukan darah, misalnya karena kekurangan vitamin danzat-zat makanan tertentu;

c. ada gangguan dan kerusakan pada sumsum tulang sehingga pembentukan sel darah merah (eritrosit) terhambat;

d. penghancuran sel-sel darah merah yang terlalu cepat dan banyak, misalnya karena penyakit malaria.

 

 

Gejala anemia antara lain ditandai dengan muka penderita pucat,cepat lelah, sakit kepala,timbulnya bintik-bintik hitam pada mata, jantungberdebar, dan denyut nadi meningkat.Anemia dapat terjadi juga apabila kita terluka dankehilangan ba nyak darah. Sehingga cara yang bisa dilakukanadalah transfusi darah. Kurangnya zat seperti zat besi (Fe) danvitamin B12 juga bisa menyebabkan anemia.Selain itu, ada pula anemia yang terjadi secara genetis. Misalnyathalasemia dan anemia bulan sabit (siclema). Thalasemia merupakan suatu kelainan pada eritrosit, sehingga selnya mudahrapuh dan cepat rusak. Ini terjadi karena sel-selnya tidak mampumensintesis rantai polipeptida alfa (α ) dan rantai polipeptidabeta (β) dengan cukup, sehingga hemoglobin tidak terbentuk.

Sementara, anemia bulan sabit (cicle cell anemia) merupakananemia yang sel-selnya mengandung tipe hemoglobin abnormal, yang disebut hemoglobin S. Apabila hemoglobinS ini berikatan dengan oksigen (O2) yang berkonsentrasi rendah, maka akan mengendap menjadi kristal-kristal yang panjang di dalam eritrosit.Kristal-kristal tersebut berbentuk seperti bulan sabit. Hemoglobin yangmengendap ini juga akan merusak membran sel, sehingga sel tersebutmenjadi lebih rapuh.Selain itu juga dikenal penyakit anemia yang dikenal sebagai Anemia pernisiosa

Yaaitu: Penyakit di mana tubuh tidak mampu menyerap vitamin B – 12.

 

2. Polisetemia

Polisetemia merupakan suatu keadaan kelebihan produksi eritrosit dalam tubuh seseorang. Darah penderita menjadi kental, sehingga memperlambat aliran darah di dalam pembuluh atau dapat juga membentuk gumpalan di dalam darah. Gumpalan darah dapat menyebabkan ganggren/kematian jaringan jika terjadi pada jantung, sehingga dapat menyebabkan kematian bagi penderita. Gejala yang ditimbulkannya dapat berupa sakit kepala dan pusing-pusing.

3. Sklerosis

Penyakit pengerasan pembuluh nadi. Gangguan ini dapat disebabkan oleh dua hal, yaitu karena endapan lemak, disebut aterosklerosis dan disebabkan oleh endapan kapur atau arteriosklerosis.Sklerosis dapat menyebabkan berkurangnya elastisitas pembuluh darah, sehingga menaikkan tekanan darah. Jika sklerosis ini terjadipada arteriole maka dapat menyebabkan pecahnya arteriole tersebut.Kalau hal ini terjadi di otak dapat menyebabkan kematian (stroke).

 

4. Leukemia (Kanker Darah) dan Agranulositosis

Leukemia atau kanker darah merupakan suatu keadaan berupa kelebihan produksi leukosit. Leukimia disebabkan oleh keadaan sumsum tulang atau jaringan limfa yang abnormal, sehingga produksi leukosit berlipat ganda. Oleh karena itu, jumlah leukosit dapat mencapai

500.000 sel per mm3. Di dalam dunia medis, gangguan leukemia ini sukar diobati. Namun, cara yang seringkali dilakukan adalah dengan sinar X, kemoterapi atau terkadang diperlukan transplantasi (pencangkokan)sel-sel mieoloid.

Kebalikan leukimia adalah agranulositosis, yakni kekurangan leukosit. Akibat yang ditimbulkan adalah daya tahan tubuh terhadap penyakit menurun.

5. Hemofi lia

Hemofi lia merupakan penyakit keturunan dengan gejala pendarahan yang sukar dihentikan. Penderita tidak mampu melakukan proses pembekuan darah pada saat luka atau pembuluh darahnya pecah, atau proses pembekuannya sangat lama sehingga darah terus mengalir.

Hal ini terjadi karena tubuh tidak memiliki faktor pembeku darah, seperti AHG (Anti Hemophilic Globulin) atau PTC (Plasma Thromboplastin Component).Hemofili dapat diatasi dengan cara transfusi darah selama penderita mengalami pendarahan.Sebanyak 85% dari penyakit ini disebabkan oleh defisiensi faktor VIII. Jenis hemofi lia ini disebut hemofilia

A atau hemofi lia klasik. Sebanyak 15% pasien sisanya kecenderungan perdarahan disebabkan oleh difi siensi faktor IX. Kedua faktor tersebut diturunkan secara resesif melalui kromosom wanita.Dinamakan fi lia karena paling sedikit satu dari kedua kromosom X-nya mempunyai gen-gen yang sempurna. Namun demikian bila salah satu kromosom X-nya mengalami defi siensi, maka akan menurunkanpenyakit tersebut kepada separuh anak laki-laki.

6. Trombositopenia

Kelainan ini ditandai dengan sedikitnya jumlah trombosit di dalam sistem peredaran darah. Penderita trombositopenia cenderung mengalami pendarahan seperti halnya pada hemofi lia. Bedanya ialah pendarahan trombositopenia berasal dari kapiler-kapiler kecil, dan bukan dari pembuluh besar seperti yang terjadi pada hemofi lia.Sebagai akibat kelainan ini, timbul bintik-bintik pendarahan diseluruh jaringan tubuh. Kulit penderita menampakkan bercak-bercak kecil berwarna ungu, sehingga penyakit itu disebut trombositopenia purpura.

7. Hipertrofi

Hipertrofi merupakan suatu keadaan menebalnya otot-otot jantung sebagai akibat katup katup jantung tidak berfungsi sehingga jantung bekerja ekstra. Akibatnya, saat tertentu, jantung tidak dapat lagi memberi cukup oksigen (O2) terhadap jaringan.

8. Penyakit Jantung Koroner

Penyakit jantung koroner adalah penyakit jantung yang disebabkan oleh gangguan aliran darah pada pembuluh darah koroner. Pembuluh darah koroner adalah pembuluh darah arteri dan vena, yang mengalirkan darah dari dan ke jantung. Pemicunya adalah arteriosklerosis,

yaitu pengerasan pembuluh nadi (arteri) akibat endapan lemak.Sementara, arterosklerosis adalah pengerasan pembuluh nadi (arteri) akibat endapan zat kapur.

 

Selain itu  definisi Jantung koroner disebut juga infark miokard. Jantung koroner merupakan

penyempitan atau penyumbatan pada arteri jantung (arteri koronaria),menyebabkan kerja otot jantung akan terganggu atau bahkan terhenti. Jantung koroner dapat menyebabkan kematian mendadak. Jantung koroner dapatdiatasi dengan memasukkan “cincin” pada pembuluh arteri sehingga alirandarah ke otot jantung lancar kembali.

 

 

Gambar arteri normal

 

Gambar aterosklerosis

9. Embolisme Koroner

Embolisme koroner merupakan suatu gangguan pada arteri koroner yang mengakibatkan pembuluh terisi oleh bekuan darah secara mendadak. Bekuan darah ini berasal dari bagian tubuh lain yang terbawa oleh aliran darah menuju arteri koroner.

10. Fibrilasi Atrium

Fibrilasi atrium merupakan suatu kelainan pada jantung yang mengakibatkan atrium berdenyut cepat dan tidak beraturan. Kelainan ini terjadi akibat demam rematik dan penyakit tertentu lainnya.

11. Varises

Varises merupakan suatu pelebaran pada pembuluh balik (vena).Varises ini sering terjadi pada bagian bawah tubuh, seperti pembuluh balik pada kaki. Hemaroid atau wasir merupakan varises yang terjadi pada daerah dubur (anus)

12. Flebitis

Flebitis merupakan suatu keadaan gangguan pada vena, yaitu berupa radang vena. Flebitis dapat disebabkan oleh tukak atau abses di luar pembuluh vena. Pada kasus tertentu, fl ebitis dapat juga terjadi pada vena.

13. Hipertensi dan Hipotensi

Hipertensi atau tekanan darah tinggi terjadi jika tekanan darah sistole lebih besar dari 140 mm Hg atau tekanan diastole lebih besar dari 99 mmHg. Tekanan darah yang ideal adalah tekanan sistole 120 mmHg, dan tekanan diastole 80 mmHg.

Hipertensi ditandai dengan badan lemah, pusing, napas pendek, dan palpitasi jantung. Hipertensi dapat menyebabkan pecahnya pembuluh arteri dan kapiler. Jika terjadi diotak disebut pendarahan otak.

Sebaliknya, hipotensi merupakan suatu keadaan yang ditandai dengan tekanan sistolik dan diastoliknya di bawah ukuran normal. Tekanan darah rendah ditandai dengan gejala badan cepat lelah, tangan dan kaki terasa dingin dan mudah pusing ketika bangun tidur.

14. Hemorage

Hemorage merupakan suatu kelainan berupa pendarahan arteri atau vena, baik pada bagian dalam atau bagian luar tubuh. Hemorage selalu berbahaya. Sebab, apabila pendarahan yang terjadi sebanyak ± 30% dari volume darah, penderita dapat mati kehabisan darah.

15. Kolesterol

Jumlah kolesterol normal > 200 mg%, jumlah kalestrol dalam darah meninggi jika makan makanan yang mengandung lemak, produksi kolestrol tubuh meningkat, pembuangan kolestrol di usus berkurang. Koresterol tinggi dapat menyebabkan jantung koroner, stroke, batu empedu, pembesaran hati dan ganguan ginjal.

16. Diabetes Mellitus

Seseorang dikatakan kencing manis jika kadar gula darah puasa > 120 mg % dan sesudah makan > 140 mg%.

17. Stroke

Stroke merupakan ketidakstabilan denyut jantung secara mendadak. Dengan cepat kontraksi jantung pada saat sistol meningkat tajam sehingga tekanan darah meningkat drastis. Pembuluh-pembuluh kapiler di otak dan organ-organ tubuh lainnya pecah akibat tekanan yang kuat. Sel-sel otak tergenang oleh darah sehingga fungsi otak hilang. Stroke terjadi karena otot jantung kekurangan protein khusus untuk kontraksi otot normal. Zat ini

disebut tPA (tissue Plasminogen Activator). Kini melalui bioteknologi dapat diproduksi tPA secara pabrikan, dikemas seperti obat biasa untuk mengurangi jumlah penderita stroke yang mematikan itu. Gen pembentuk tPA dapat diisolasi, disisipkan ke dalam susunan benang DNA pada sapi atau kambing. Dengan demikian, tPA akan diproduksi bersama keluarnya air susu pada sapi dan kambing. Kedua hewan tersebut dinamakan hewan transgenik.

 

18.Lemah Jantung

Kemampuan jantung berdenyut dipicu oleh suatu jaringan tertentu yang disebut Nodus Sinortrial (nodus S – A). Nodus S – A terletak pada dinding atas serambi kanan jantung. Jika Nodus S – A rusak, jantung berhenti berdenyut, atau denyutnya lemah sehingga tidak mampu memompa darah secara optimal. Lemah jantung dapat diatasi dengan cangkok alat pacu jantung buatan.

19. Aneurisma

Penyakit pelebaran pembuluh arteri karena lemahnya dinding otot.

20. Eritroblastosis fetalis

Rusaknya eritrosit bayi di dalam kandungan karena perbedaan rhesus

dengan ibu.

21.Elefantiasis

Penyumbatan aliran pembuluh limfa akibat infeksi cacing Filaria.

22.Trombus dan embolus

Penyakit jantung yang disebabkan oleh penggumpalan di dalam arteri

koroner.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

STRATEGI PEMBELAJARAN

Pendekatan                            : Konsep

Model Pembelajaran             : Problem based introduction (PBI), Numbered Head Together (NHT)

Metode Pembelajaran           : Ceramah, Diskusi, Demonstrasi,   dan Penugasan

 

Langkah- langkah Pembelajaran

Fase

Kegiatan

Kegiatan Guru Kegiatan Siswa Pendidikan Karakter
Kegiatan

Awal (2 menit)

  1. Guru memberikan salam dan memotivasi  kegiatan siswa dengan apersepsi “ pernah melihat iklan ini (sample sangobion) , obat ini diperuntukkan orang yang menderita apa?” (0. 5 menit)
  2. Guru menuliskan topik atau materi yang akan diajarkan yaitu tentang “Kelainan/penyakit pada sistem peredaran darah” (0.5 menit)
  3. Guru menyebutkan indikator dan memberikan gambaran mengenai model pembelajaran yang akan digunakan yaitu NHT dan PBI ( 1 menit)
  4. Siswa menjawab salam dari guru    dan menjawab pertanyaan guru.Harapan guru siswa menjawab “anemia”
 

 

 

 

  1. Siswa menyimak dan mencatat penulisan topik

 

 

 

 

  1. Siswa menyimak peyebutan indikator dan informasi dari guru
Berani mengemukakan pendapat dan percaya diri

 

 

 

 

 

 

 

Santun dalam mendengarkan penjelasan

 

 

 

 

Santun dalam mendengarkan penjelasan

Kegiatan inti (10 menit )
  1. Guru menjelaskan materi secara singkat

(2 menit)

  1. Guru membentuk kelompok belajar sebanyak 4 kelompok, tiap kelompok beranggotakan 12 orang.Setiap siswa dalam kelompok akan mendapatkan nomor ( 1 menit)

 

  1. Guru memberikan tugas/ masalah  dengan membagikan LKPD kepada masing-masing kelompok untuk mendiskusikannya ( 1 menit)

 

  1. Guru memanggil salah satu nomor secara acak untuk kelompok tertentu, dimana nomor yang dipanggil melaporkan hasil diskusinya ( 4 menit)

 

  1. Guru menunjuk siswa lain dengan nomor yang berbeda dari kelompok lain untuk menanggapi pernyataan dari kelompok sebelumnya (1 menit)

 

  1. Guru mengadakan post test secara tertulis untuk mengetahui kemampuan siswa (1 menit)

 

 

  1. Siswa menyimak penjelasan guru

 

  1. Siswa siap dengan kelompok masing- masing

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  1. Siswa berdiskusi dengan masing-masing kelompok

 

 

 

 

  1. Siswa dari  kelompok  tertentu melaporkan hasil diskusi kelompoknya

 

 

 

  1. Siswa dari kelompok lain menanggapi diskusi

 

 

 

 

 

  1. Siswa mengerjakan soal pos test

 

Disiplin dan santun

 

 

Dilatih santun dan kerjasama

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Kerjasama, demokratis, toleransi dan berani mengemukakan pendapat

 

 

Kemunikatif, demokratis, toleransi dan berani mengemukakan pendapat

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Mandiri, jujur dan bertanggung jawab

Kegiatan akhir
  1. Guru menanyakan kepada siswa mengenai materi yang belum dimengerti ( 0,5 menit)
  2. Guru bersama-sama siswa merumuskan kesimpulan mengenai materi hasil diskusi (1 menit)
  3. Guru memberikan aplikasi kepada siswa “ agar tubuh kita tidak terserang penyakit yang disebabkan gangguan pada sistem peredaran darah, hendaknya kita harus pandai- pandai menjaga kesehatan dengan pola akan yang teratur , istirahat yang cukup dan olah raga yang teratur. ( 1 menit)
  4. Guru menutup pelajaran dengan memberikan penugasan lanjut dan mengucapkan salam (0.5 menit)

 

  1. Harapan guru ada siswa yang bertanya mengenai materi yang belum dimengerti
  2. Siswa bersama-sama guru menyimpulkan materi

 

 

 

  1. Siswa menyimak aplikasi guru

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  1. Siswa  menyimak informasi guru dan menjawab salam
Berani mengemukakan pertanyaan dan percaya diri

 

Komunikatif dan percaya diri

 

 

 

 

 

Santun dan disiplin

 

 

 

 

 

 

 

SUMBER, MEDIA, DAN ALAT PERAGA

 

SUMBER

Suwarno.2007. Panduan Pembelajaran Biologi XI untuk SMA dan MA. Jakarta: Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional.

Hanum, Eva Latifah 2007. Panduan Pembelajaran Biologi XI untuk SMA dan MA. Jakarta: Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional.

 

Rochmah, Siti Nur. 2007. Panduan Pembelajaran Biologi XI untuk SMA dan MA. Jakarta: Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional.

 

 

LKPD (Terlampir)

Soal pos test (terlampir)

 

Media

ü  White board, spidol, penghapus

ü  Kertas manila/ ariston nomor kepala

 

 

Alat Peraga

ü  Model perbandingan pembekuan darah dan hemofili

ü  Model perbandingan eritrosit normal dan eritrosit bulan sabit

 

 

 

 

 

PENILAIAN

Instrumen : 1. Tes Uraian dan isian singkat

                   2. Penilaian Pendidikan Karakter

 

Ranah Kognitif

  1.  Menyebutkan macam- macam penyakit/ kelainan yang terjadi pada sistem peredaran darah (C1)
  2. Menjelaskan masing-masing pengertian dan penyebab kelainan/penyakit yang terjadi pada sistem peredaran darah manusia (C2)
  3. Menjelaskan cara mencegah penyakit yang terdapat pada sistem peredaran darah (C3)

 

Ranah Psikomotor

  1. Keaktifan siswa dengan rasa percaya diri, berani mengemukakan pendapat, bertanggung jawab dan toleransi saat mengikuti diskusi kelompok (P1)
  2. Keterampilan siswa dalam memperhatikan demonstrasi alat peraga dengan penuh rasa ingin tahu, percaya diri, dan disiplin  (P2)
  3. Keterampilan siswa dalam mengerjakan soal pos test dengan mandiri, percaya diri dan disiplin (P3)

 

Tabel 1. Penilaian Psikomotor:

 

No

 

Nama Skor Penilaian Psikomotor
Indikator ke:
1   1 2 3
2        
3        

 

 

 

 

 

Ranah Afektif

 

Rubrik penilaian pendidikan karakter

 

No Aspek yang dinilai Kriteria Skor
1 Tanggung jawab Sangat bertanggung jawab dalam melaksanakan tugas (mengerjakan LKPD)

 

1
2 Bekerja Keras Bersungguh- sungguh dan dengan  sebaik-baiknya dalam mengerjakan tugas

 

Mengerjakan tugas dengan teliti dan rapi

 

Menggunakan waktu secara efektif untuk menyelesaikan tugas- tugas dikelas

 

Berusaha mencari informasi tentang macam- macam kelainan atau penyakit pada peredaran darah dari berbagai sumber

1

 

 

 

 

1

 

 

 

1

 

 

 

1

 

3 Disiplin Teliti dan tertib dalam mengerjakan tugas/ LKPD

 

Menyelesaikan tugas sesuai waktu yang ditentukan

 

 

1

 

 

 

1

4 Rasa ingin tahu Bertanya tentang suatu hal yang berkaitan dengan materi yang sedang dibahas

 

Membeca sumber diluar buku teks tentang kelainan atau penyakit pada sistem peredaran darah

1

 

 

 

 

1

5 Toleransi Mau menerima pendapat yang berbeda dari teman sekelas (pada saat diskusi) 1
6 Komunikatif Memberi pendapat dalam kelompok di kelas

 

Memberi dan mendengarkan pendapat dalam diskusi kelas

1

 

 

1

7 Mandiri Menyimpulkan sendiri hasil diskusi atau presentasi

 

Tidak bergantung pada orang lain dalam menyelaikan tugas studi literatur

1

 

 

 

1

8 Menyimak informasi guru Konsentrasi dalam menerima informasi dari guru 1
9 Berani mengemukakan pendapat/bertanya Saat diskusi kelas mengemukakan pendapat/ bertanya

 

Saat guru mendampingi diskusi kelompok, peserta didik berani mengajukan pertanyaan

1

 

 

 

1

10 Demokratis Bermusyawarah dengan teman sekelompok saat diskusi 1
11 Santun Tidak membuat gaduh pada saat KBM berlangsung 1

 

Nilai: skor yang diperoleh     x 100

Skor maksimal

 

No Nama

Siswa

Aspek yang dinilai
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11
                         
                         
                         
                         
                         

 

 

 

Nilai Keseluruhan : K+ P+ A

3

Skor penilaian

85-100        : A

70-84          : B

60-69          : C

50-59          : D

0-49                        : E (Wahid Murni, 2010:34)

 

 

 

 

Jember,  Maret 2012

Mengetahui:

 

Kepala Sekolah                                           Guru Mata Pelajaran

 

 

(                       )                                          Aini Maskuro

 

 

 

Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD)

 

Ringkasan Materi

 

Dalam kehidupan sehari-hari, tubuh kita yang selalu bekerja tiada henti dapat mengalami kelainan atau penyakit.Misalnya saja, kelainan/penyakit yang terjadi pada sistem peredaran darah.Berikut beberapa contoh kelainan/ penyakit yang terjadi pada sistem peredaran darah:

 

a)      Anemia

b)      Hemofili

c)      Leukimia

d)     Hipertensi

e)      Hipotensi, dll

Tujuan: Siswa dapat menyebutkan dan menjelaskan macam-macam, penyebab dan upaya menghindari penyakit/kelainan pada sistem peredaran darah.

Sumber bacaan:  Suwarno.2007. Panduan Pembelajaran Biologi XI untuk SMA dan MA. Jakarta: Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional.

Sumber bacaan lain yang relevan

 

Bahan diskusi :

  1. Sebutkan dan jelaskan macam-macam penyakit atau kelainan pada sistem peredaran darah ! (minimal 3 kelainan dan usahakan selain pada contoh di atas)
  2. Jelaskan penyebab dan cara menghindari penyakit/ kelaianan pada sistem peredaran darah yang telah disebutkan pada soal no 1!

 

 

 

 

 

 

SOAL POST TEST

  1. Jelaskan secara singkat ciri-ciri dari penyakit anemia bulan sabit!
  2. Jelaskan secara singkat definisi dari hemofilia
  3. Bagaimana upaya mengobati penyakit kanker darah (leukimia)!

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

KUNCI JAWABAN

LKPD

1)      Macam- macam penyakit/ kelainan pada sistem peredaran darah:

Trombositopenia

Kelainan ini ditandai dengan sedikitnya jumlah trombosit di

dalam sistem peredaran darah.

 

 

 Penyakit Jantung Koroner

Penyakit jantung koroner adalah penyakit jantung yang disebabkan

  • oleh gangguan aliran darah pada pembuluh darah koroner.

Embolisme Koroner

Embolisme koroner merupakan suatu gangguan pada arteri

koroner yang mengakibatkan pembuluh terisi oleh bekuan darah

secara mendadak.

 Fibrilasi Atrium

Fibrilasi atrium merupakan suatu kelainan pada jantung yang

mengakibatkan atrium berdenyut cepat dan tidak beraturan. Kelainan

ini terjadi akibat demam rematik dan penyakit tertentu lainnya.

Varises

Varises merupakan suatu pelebaran pada pembuluh balik (vena).

Varises ini sering terjadi pada bagian bawah tubuh, seperti pembuluh

 

2)      Penyebab dan cara mengobati penyakit:

Penderita trombositopenia cenderung

mengalami pendarahan seperti halnya pada hemofi lia. Bedanya ialah

pendarahan trombositopenia berasal dari kapiler-kapiler kecil, dan bukan

dari pembuluh besar seperti yang terjadi pada hemofi lia.

 

 

Normal

 

cacat

Sebagai akibat kelainan ini, timbul bintik-bintik pendarahan di

seluruh jaringan tubuh. Kulit penderita menampakkan bercak-bercak

kecil berwarna ungu, sehingga penyakit itu disebut trombositopenia

purpura.

Jantung koroner

Pembuluh darah koroner adalah pembuluh darah arteri dan vena, yang

mengalirkan darah dari dan ke jantung. Pemicunya adalah arteriosklerosis,

yaitu pengerasan pembuluh nadi (arteri) akibat endapan lemak.

Sementara, arterosklerosis adalah pengerasan pembuluh nadi (arteri)

akibat endapan zat kapur.

 

Embolisme Koroner

 

Bekuan darah ini berasal dari bagian tubuh lain yang

terbawa oleh aliran darah menuju arteri koroner.

                        Fibrilasi atrium

Kelainan ini terjadi akibat demam rematik dan penyakit tertentu lainnya.

 

Cara menghindari sebelum mengobati adalah dengan pola hidup sehat

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

KUNCI JAWABAN SOAL

POST TEST

 

1)      Ciri-ciri penayakit anemia bulan sabit:

ü  Penyakit ini merupakan anemia yang sel-selnya mengandung tipe hemoglobin abnormal.

ü  Hemoglobin pada penderita berbentuk seperti huruf S

ü  Hemoglobin yang berbentuk S jika berikatan dengan O2 dalam konsentarasi rendah dapat menyedap sehingga membentuk kristal-kristal panjang di dalam eritrosit sehingga kristal tersebut seperti bulan sabit

2)      Hemofilia adalah penyakit keturunan dengan gejala pendarahan sukar dihentikan

3)      cara yang seringkali dilakukan untuk mengobati kanker darah  adalah dengan

sinar X, kemoterapi atau terkadang diperlukan transplantasi (pencangkokan)

sel-sel mieoloid.

 

 

 

 

About these ads
By aimarusciencemania

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s