PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI MASYARAKAT

MAKALAH

 

PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI MASYARAKAT

 

“KONSEP PAI DI MASYARAKAT DALAM PENINGKATAN KEIMANAN REMAJA”

 

Disusun untuk Melengkapi Tugas Mata Kuliah Islam Kependidikan

 

Oleh:

                                                                    Kelompok 9

1.Aini Maskuro                       (0910211107)

2.Abdul Rahmad Raldiano     (0910211095)

3.Vivin Diana Damayanti       (0910211102)

4.Dian Nuriyanti                     (0910211075)

5.Jeanriell Adetia Pratama      (1010211052)

 

 

 

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI

JURUSAN PENDIDIKAN MIPA

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH JEMBER

2010

 

 

KATA PENGANTAR

 

 

Puji syukur kepada Allah S.W.T yang telah memberikan karunia-Nya sehingga,kelompok kami dapat menyusun makalah yang berjudul”Konsep PAI di Masyarakat dalam Peningkatan Keimanan Remaja”dengan baik.

Kami mengucapkan terima kasih kepada dosen pengampu mata kuliah Islam Kependidikan yang telah memberikan arahan dan bimbingan dalam penyusunan makalah ini.Sehingga, makalah ini dapat terselesaikan dengan baik.Selain itu,Kami mengucapkan terima kasih kepada anggota kelompok yang telah membantu menyelesaikan makalah ini.

Dewasa ini di kalangan masyarakat,khususnya masyarakat kota memiliki anggapan bahwa Pendidikan Agama Islam(PAI) hanya perlu dipahami oleh anak-anak mereka di bangku sekolah.Oleh karena itu,kebanyakan para orang tua  hanya mempercayakan konsep PAI terhadap anak mereka yang kurang memperhatikan penerapan keimanannya dalam masyarakat.Fenomena semacam ini perlu dikaji kembali kepada para orang tua tentang akan pentingnya pemahaman konsep PAI di masyarakat terhadap anak-anak mereka.Misalnya diperlukan metode penambahan pemahaman konsep PAI yang berperan di masyarakat,seperti:pengajian khusus remaja,kajian keimanan,majelis taklim. dan lain sebagainya.

Makalah ini masih jauh dari kesempurnaan oleh karena itu penyusun mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun,untuk kesempurnaan makalah di masa yang akan datang.Semoga makalah ini dapat menambah khasanah pengetahuan bagi para pembaca.

 

 

Penyusun

Jember, Nopember 2010

 

 

DAFTAR ISI

Kata Pengantar …………………………………………………………………………ii

Daftar Isi………………………………………………………………………………..iii

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah……………………………………………………………. 1

1.2 Rumusan Masalah……………………………………………………………………2

1.3 Tujuan……………………………………………………………………………….2

 

BAB II PEMBAHASAN

2.1 Makna Konsep PAI…………………………………………………………………3

2.1.1 Makna Pendidikan………………………………………………………………..2

2.1.2 Definisi dan Makna Islam……………………………………………………….. 4

2.1.3 Konsep PAI………………………………………………………………………5

2.2 Implementasi PAI di Masyarakat dan Peran PAI di Masyarakat Terhadap Akhlaq Remaja……………………………………………………………………………………………………….. 7

2.2.1 Implementasi PAI di Masyarakat………………………………………………….7

2.2.2Peran PAI di Masyarakat Terhadap Akhlak Remaja…………………………………………9

2.3 Makna Kualitas Keimanan Terhadap  Para Remaja  Tentang Pemahaman PAI di Masyarakat…………………………………………………………………………………………………..10

 

BAB III PENUTUP

3.1 Kesimpulan………………………………………………………………………….13

 

DAFTAR PUSTAKA…………………………………………………………………….15

 

 

 

 

 

 

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 LATAR BELAKANG

Dewasa ini,pandangan masyarakat kota terhadap konsep Pendidikan Agama Islam(PAI) yang  dapat diperoleh oleh para anak-anak mereka (remaja) hanya diperlukan di bangku sekolah.Padahal pada kenyataannya,konsep PAI juga dapat diperoleh di lingkungan masyarakat.Dalam hal ini masyarakat juga berperan dalam memberikan PAI terhadap peningkatan kualitas keimanan pada para remaja.Peningkatan kualitas keimanan yang dimaksud adalah pemahaman para remaja dalam aplikasi moral di masyarakat yang berefek pada kesadaran para remaja tentang pentingnya berakhlak baik(akhlak mahmudah).Banyak metode yang dapat diterapkan di masyarakat untuk meningkatkan kualitas keimanan para remaja,seperti:pengadaan pengajian,majelis taklim,kajian ilmiah yang diselingi pembinaan keagamaan, dan lain sebagainya.

Ada pepatah bijak yang mengatakan bahwa semakin berilmu dan berperadaban tinggi,maka semakin tentram kehidupan di masyarakat(Mahmudi,2010:1).Pernyataan tersebut hendakknya menjadi tolok ukur dalam keberhasilan pemahaman konsep PAI dalam pembinaan akhlak remaja.Sehingga kualitas keimanan mereka dapat meningkat lebih baik.Disamping itu pentingnya pemahaman konsep PAI di masyarakat secara baik dan benar diharapkan  mampu membentengi falsafah para remaja akan munculnya pemahaman jihad yang salah,seperti munculnya aliran sesat sebut saja ahmadiyah,pemahaman islam yang terlalu fanatik seperti kasus Nurdin M Top dan kawan-kawan,dan lain sebagainya.Kedua contoh fenomena tentang kesalahpahaman mengenai konsep penerapan PAI di masyararakat perlu diadakan kajian kepada para remaja yang masih memiliki mental labil dan mudah terprovokasi.

 

 

 

 

 

1.2 RUMUSAN MASALAH

 

Dari latar belakang masalah di atas dapat dibuat rumusan masalah sebagai berikut:

1. Apa makna konsep Pendidikan Agama Islam?

2. Bagaimana implementasi PAI di masyarakat dan peran PAI di masyarakat terhadap akhlaq remaja?

3. Bagaimana makna kualitas keimanan para remaja terhadap pemahaman PAI di masyarakat?

 

 

1.3 TUJUAN

 

          Adapun tujuan dari rumusan masalah di atas adalah sebagai berikut:

  1. Mendeskripsikan konsep Pendidikan Agama Islam,
  2. Menjelaskan implementasi PAI di masyarakat, dan peran PAI di masyarakat terhadap akhlaq remaja,
  3. Menjelaskan makna kualitas keimanan para remaja terhadap pemahaman PAI di masyarakat.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB II

PEMBAHASAN

 

            2.1 MAKNA KONSEP PENDIDIKAN AGAMA ISLAM(PAI)

2.1.1 MAKNA PENDIDIKAN

Menurut Ali Asraf dalam (Mahmudi,2010:4) pendidikan adalah aktivitas yang memiliki maksud tertentu, diarahkan untuk mengembangkan individu sepenuhnya.

Ki Hajar Dewantara adalah tokoh pendidikan nasional Indonesia menyatakan pendidikan pada umumnya berari daya upaya untuk memajukan budi pekerti (kekuatan batin),pikiran (intelek), dan jasmani seseorang selaras dengan alam dan masyarakatnya menurut (Azra,2001:4 dalam Mahmudi,2010:5). Menurut pengertian Yunani adalah pedagogic,ilmu yang menuntun anak. Orang Romawi melihat pendidikan sebagai educare,yaitu mengeluarkan dan menuntun,tindakan merealisasikan potensi anak yang dibawa waktu dilahirkan di dunia.Bangsa Jerman melihat pendidikan sebagai Erziehung yang setara dengan educare,yakni membangkitkan kekuatan terpendam atau mengaktifkan kekuatan/potensi anak.Sedangkan definisi pendidikan menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia,pendidikan berasal dari kata dasar didik(mendidik),yaitu memelihara dan memberi latihan(ajaran,pimpinan)mengenai akhlak dan kecerdasan pikiran.Dari beberapa definisi pendidikan yang telah diuarikan di atas,dapat disimpulkan pengertian pendidikan adalah suatu proses yang berfungsi sebagai tuntunan pertumbuhan manusia sejak lahir hingga tercapai kedewasaan jasmani dan rohani,dalam interaksi dengan alam dan lingkungan masyarakatnya.

Pendidikan adalah sesuatu yang secara bertahap ditanamkan kedalam diri manusia.Di dalam islam ada 3 istilah untuk kata pendidikan yaitu:tarbiyah,taklim,dan ta’dib.Taklim berarti pendidikan atau pengajaran,namun hanya dipermukaan saja,ia hanya transfer of knowledge saja. Pengajaran tanpa pembinaan lebih dalam,dalam dunia  pendidikan istilah taklim sama dengan memberikan pendidikan tanpa psikologi pendidikan.Tarbiyah berarti mendidik atau member pengajaran.Arti kata tarbiyah juga selaras dalam firman Allah Q.S.Al Isro’ ayat 24.Sedangkan sinonim ketiga dari pendidikan adalah ta’dib yang berarti mendidik atau mengajarkan kesopanan,etika,perilaku,dan sikap.(Mahmudi,2010:6)Dari ketiga sinonim pendidikan di atas yang memiliki makna integral dan general adalah ta’dib,karena kata tersebut mencakup aspek penddikan yang menyeluruh.

 

 

2.1.2 DEFINISI DAN MAKNA ISLAM

Islam berasal dari bahasa arab yaitu:salima,yaslimu,dan silman yang artinya selamat.Aslama berarti untuk menerima,menyerah atau tunduk,dengan demikian islam berarti penerimaan dari dan penundukan kepada Tuhan,dan penganutnya harus menunjukkan ini dengan menyembah-Nya,menuruti perintah-Nya,dan menghindari politheisme.(Mahmudi,2010:6-7).Dari definisi tersebut dapat dianalisis pengertian islam yaitu suatu keyakinan dan kepercayaanyang dimiliki insan relegius akan adanya Sang Khaliq yang diimplementasikan dalam kehidupan sehari-harinya dengan melaksanakan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya.

Islam memiliki beberapa makna yaitu sebagai berikut:

  1. Islam adalah ketundukan

Sesuai dengan firman Allah dalam Q.S Az-Zariyat:56 yang menjelaskan bahwa Allah menciptakan manusia dan jin tidak lain hanya untuk beribadah kepada-Nya.Ayat ini sangat relevan dengan filosofis manusia sebagai insan agamis dan berkeyakinan agar memiliki kewajiban untuk tunduk dan patuh kepada Sang Khaliq yang telah menciptakan manusia dalam bentuk yang paling sempurna diantara makhluk lainnya.

  1. Islam adalah wahyu Allah

Allah menurunkan Ad Dien(aturan hidup)kepada manusia.Tujuannya agar manusia hidup teratur dan menemukan jalan yang benar menuju Tuhannya.Aturan itu meliputi seluruh bidang kehidupan seperti:politik,hukum,sosial,budaya,dan sebagainya.Dengan demikian,manusia akan tentram dan damai,hidup rukun,dan bahagia dengan sesamanya dalam naungan ridho Tuhannya.Islam adalah hanya agama yang diterima disisi Allah,hal ini sesuai dengan Q.S Al Maidah ayat:3 dan Q.S Ali Imron ayat:19.

  1. Islam adalah agama yang dibawa oleh para nabi dan rasul

Ajaran Islam dibawa oleh para nabi dan rasul melalui malaikat Jibril untuk disampaikan kepada ummatnya,yang dibuktikan dengan adanya kitab suci Al Qur’an dan kitab-kitab sebelumnya.

 

  1. Islam adalah hukum-hukum Allah

 

Orang yang ingin melihat Islam hendaknya melihat Kitabullah Al qur’an dan As sunnah.Karena keduanya merupakan sumber nilai dan sumber hukum ajaran islam.Islam tidak dapat dilihat oleh para penganut-penganutnya,kecuali pada pribadi Rasulullah SAW.Karena Nabi Muhammad SAW bersifat ma’shum(terpelihara dari kesalahan)dalam mengamalkan islam.

  1. Islam adalah jalan Allah yang lurus

Islam merupakan satu-satunya pedoman hidup bagi seorang muslim.Baginya tidak ada agama lain yang benar selain islam.Karena ini merupakan jalan Allah yang lurus dan diberikan kepada orang-orang yang diberi nikmat oleh Allah, sebagaimana terkandung dalam Q.S.Al An’am ayat:153.

  1. Islam pembawa keselamatan dunia dan akhirat

Sebagaimana sifatnya yang bermakna selamat sejahtera,islam menyelamatkan hidup manusia di dunia dan akhirat.Keselamatan dunia adalah kebersihan hati dari noda syirik dan kerusakan jiwa.Sedangkan keselamatan akhirat adalah masuk surga yang disebut Darus Salam.Allah menyeru manusia ke Darus Salam(surga)dan menunjuk orang yang dikehendaki-Nya kepada jalan yang lurus (islam).Sebagaimana terkandung dalam surat Yunus ayat:25.

 

2.1.3 KONSEP PENDIDIKAN AGAMA ISLAM

          Sebagaimana telah dibahas di atas tentang makna atau definisi pendidikan dan definisi islam maka pada sub bahasan di bawah ini terdapat beberapa pendapat para pakar pendidikan islam yaitu:

1.Menurut Hasan Langgulung dalam(Mahmudi,2010:16)mendefinisikan Pendidikan Agama Islam adalah proses penyimpanan generasi muda untuk mengisi peranan ,memindahkan pengetahuan dan nilai-nilai islam yang diselaraskan dengan fungsi manusia untuk beramal di dunia dan memetik hasilnya di akhirat.

2.Menurut Endang Syaifuddin Anshari dalam(Mahmudi,2010:16)mendefinisikan PAI sebagai proses bimbingan(pimpinan,tuntunan,dan usulan)oleh subyek didik terhadap perkembangan jiwa(pikiran,perasaan,kemanusiaan,dan intuisi)dan raga obyek didik dengan bahan-bahan materi tertentu dan dengan alat perlengkapan yang ada kearah terciptanya pribadi tertentu disertai evaluasi sesuai dengan ajaran islam.

3.Menurut H.M.Arifin dalam (Mahmudi,2010:17)PAI bertujuan untuk mewujudkan manusia yang berkepribadian muslim baik secara lahir maupun batin ,sehingga mampu mengabdikan segala amal perbuatannya untuk mencari keridhoan Allah SWT.

Dari ketiga pendapat para pakar diatas dapat disimpulkan adalah konsep PAI adalah proses mendidik dan memberikan pengajaran kepada peserta didik akan pentingnya ajaran islam yang dijadikan sebagai Ad Dien(agama/pedoman hidup)yang tidak hanya dapat memberikan keselamatan didunia melainkan juga akan memberikan keselamatan di akhirat.Selain itu PAI merupakan pendidikan dasar,menengah ,dan tinggi yang mempersiapkan peserta didik untuk dapat menjalankan peranan yang menuntut penguasaan pengetahuan dan pengalaman terhadap ajaran agama islam dan atau menjadi ilmu agama islam.Hal itu merupakan konsep PAI yang diterapkan di sekolah namun diharapkan dari sekolah tersebut menghasilakan fed back/umpan balik yaitu aplikasi di masyarakat sebagai penerapan  konsep PAI yang diperoleh di sekolah kemudian disinergikan/dipadukan dengan aplikasi konsep PAI di masyarakat.Karena tidak hanya sekolah yang dapat memberikan pendidikan agama islam kepada pesera didik yang juga merupakan bagian dari komunitas masyarakat namun PAI juga dapat diberikan oleh masyarakat.Seperti dengan adanya pengajian umum,pengajian khusus remaja ,kajian islami mengenai studi kasus sains diliat dari perspektif PAI dan lain sebagainya.

Dari pendapat para ahli di atas dapat ditemukan beberapa hal yang perlu di perhatikan dalam pembelajaran PAI di masyarakat adalah sebagai berikut:

a) PAI di masyarakat merupakan usaha sadar,yakni suatu bimbingan,pengajaran dan atau latihan yang di lakukan secara berencana dan sadar atas tujuan yang hendak dicapai.

b) Pengamalan konsep PAI di masarakat oleh para pemeluknya apat terlakana dengan baik dan benar.

c) Kegiatan pembelajaran PAI di masyarakat di arahkan kepada para pemeluknya untuk meningkatkan keyakinan,penghayatan,dan pengamalan ajaran PAI untuk meningkatkan kualitas pribadi pemeluknya dan kesalehannya.

 

2.2 IMPLEMENTASI PAI DI MASYARAKAT DAN PERAN PAI DI MASYARAKAT    TERHADAP AKHLAQ REMAJA

2.2.1. IMPLEMENTASI PAI DI MASYARAKAT TERHADAP AKHLAQ REMAJA

 

Secara normatif,Islam telah memberikan landasan kuat bagi pelaksanaan pendidikan.Pertama,Islam menekankan bahwa pendidikan merupakan kewajiban agama dimana proses pembelajaran dan transmisi ilmu sangat bermakna bagi kehidupan manusia(Q.S.Al ‘Alaq 96:1-5).Kedua,seluruh rangkaian pelaksanaan pendidikan adalah ibadah(Q.S.Al Hajj:54).Sebagai sebuah ibadah,maka pendidikan merupakan kewajiban individual sekaligus kolektif.Ketiga,Islam memberikan derajat tinggi bagi kaum terdidik,sarjana maupun ilmuan(Q.S.Al Mujadalah:11,dan An Nahl:43).Keempat,Islam memberikan landasan bahwa pendidikan merupakan aktivitas sepanjang hayat(Long Life Education).Hal ini sesuai dengan hadist Nabi Muhammad SAW “Menuntut ilmu itu dari sejak buaian ibu sampai liang kubur”.Kelima,kontruksi pendidikan menurut Islam bersifat dialogis,inovatif,dan terbuka dalam menerima ilmu pengetahuan baik dari Timur maupun Barat.Itulah sebabnya Nabi Muhammad SAW tidak alergi untuk memerintahkan umatnya menuntut ilmu walau sampai ke negeri Cina.Sebaimana dalam hadistnya “Udlubul ‘ilma whalau bi shiinn”yang artinya tuntutlah ilmu meskipun sampai ke negeri Cina.(Mahmudi,2010:18-19).

Masyarakat majemuk memang rawan konflik.Konflik dalam masyarakat majemuk dapat berlangsung terus-menerus di setiap tempat dan waktu.Konflik bersumber pada perbedaan pasti mempertahankan eksistensinya.Apabila setiap pihak ingin mempertahankan eksistensi,berarti ikut memperjuangkan kepentingan agar tetap eksis dan diakui keberadaannya,hal inilah yang sangat menimbulkan problem-problem.

Alasan penyebab manusia (remaja) sebagai makhluk sosial memerlukan pendidikan yaitu:

1) .Dalam tatanan kehidupan masyarakat,ada upaya pewarisan nilai kebudayaan antara generasi tua ke generasi muda,dengan tujuan agar nilai hidup masyarakat tetap berlanjut dan terpelihara.Dalam hal ini PAI di masyarakat di harapkan dapat memberikan substansi dalam pembentukan akhlaq remaja.

2) PAI di masyarakat merupakan agen sosial yang penting setelah sekolah dalam penanaman nilai,norma serta harapan-harapan dari masyarakat terhadap pembentukan dan penerapan akhlaq remaja.

3) PAI di masyarakat merupakan tempat konflik dan solusi dalam keragaman terutama dari aspek keagamaan.Dengan adanya sinergi antara pemahaman konsep PAI dari masyarakat dengan media PAI di masyarakat dapat mengimbangi antara konflik dengan solusi tersebut.Contoh:Perbedaan agama antara sesama remaja,dengan adanya pemahaman PAI di masyarakat oleh para remaja diharapkan mereka dapat menghormati perbedaan tersebut tanpa harus ikut-ikut menyamakan dengan tradisi agama lain di antara teman sebayanya.

Masalah-masalah yang dimaksud di sini adalah sikap-sikap atau sifat-sifat yang berkembang dalam kelompok dan sikap-sikap/sifat-sifat yang sering mempengaruhi interaksi antar kelompok dalam masyarakat majemuk.Sikap-sikap itu adalah:

a)      Sikap solidaritas buta,yaitu sikap yang muncul akibat keakraban dalam kelompok yang cukup kuat,selain itu kelompok sangat berarti bagi individu untuk menemukan rasa aman dari segala aspek kehidupannya.Karena itu individu senantiasa berusaha membela kelompoknya dengan cara apapun.

b)      Sikap ethosentrisme,yaitu sikap yang selalu mengutamakan kelompok sendiri.Kelompok sendiri lebih baik dari kelompok lain.Akibat dari  sikap ini timbul sikap-sikap seperti kecurigaan,kurang bergaul degan kelompok lain dan merendahkan kelompok lain.

c)      Sikap partikularis,yaitu sikap seseorang yang selalu mengutamakan orang lain yang memiliki hubungan khusus dngannya.

d)     Sikap eksklusif,yaitu suatu sikap yang memisahkan diri dengan orang lain atau dari kelompok-kelompok  lain.

 

Berdasarkan penjelasan di atas dapat dirumuskan bahwa PAI perlu diimplementasikan di masyarakat sebagai wujud penguasaan teori PAI yang diperoleh oleh peserta didik (remaja) di bangku sekolah,sedangkan lingkungan masyarakat merupakan wadah mengimpementasikan penguasaan teori tersebut dan lingkungan masyarakat juga berperan penting dalam mengevaluasi penerapan teori PAI.Seperti:peserta didik yang telah kembali ke lingkungan masyarakat dengan menanggalkan status sekolahnya maka secara otomatis individu tersebut akan berinteraksi dengan lingkungan masyarakat.Dalam penerapan berinteraksi,pasti meskipun hanya sekali atau dua kali individu tersebut akan terlibat langsung dengan aktivitas keagamaan di masyarakat misalnya:saat berlangsungnya PHBI(Peringatan Hari Besar Islam) di suatu desa,si individu tersebut karena dirasa memiliki kemampuan yang lebih,maka dia didaulat untuk menjadi ketua panitia,disinilah peran PAI di masyarakat berlangsung.Sebagai individu yang memiliki pengetahuan akademisi dan organisatoris yang di peroleh di bangku sekolah  maka sebaiknya dia tetap memperhatikan akhlaq dan kepribadian islami  dari pengetahuan PAI yang juga  diperoleh dibangku sekolah untuk diterapkan di masyarakat dengan menghormati orang yang lebih tua,berlapang dada di dalam majelis dan berpendapat dengan tetap memperhatikan kaidah islami.

Di samping itu di masyarakat kerap sekali terjadi munculnya ajaran/aliran sesat yang dapat merusak konsep pemahaman PAI yang sudah ditanamkan kepada peserta didik baik yang di  sekolah dan keluarga mereka.Hal ini perlu kerja keras dari lingkungan masyarakat dalam memberikan dan menfilter setiap adanya kajian yang diberikan kepada warga masyarakatnya agar tidak merusak pemahaman warga masyarakatnya terhadap konsep PAI.Adapun hal positif yang dapat diberikan masyarakat  kepada warga masyarakat khususnya pelajar(remaja)yang memiliki sifat kritis,berfikir ilmiah dan masih mudah terprovokasi karena belum matang secara keseluruhan dari aspek rohaninya.Maka diperlukan peran serta masyarakat dalam  memberikan pemahaman PAI yang benar kepada mereka dengan diadakan kegiatan yang bermanfaat seperti:TPA(Taman Pendidikan  Al qur’an) untuk memperdalam pemahaman Al qur’an,pengajian khusus remaja,majelis taklim dan lain sebagainya.Sehingga diharapkan konsep pemahaman PAI di masyarakat dapat terlaksana dengan baik dan benar tanpa adanya penyimpangan pemahaman konsep PAI.

2.2.2 PERAN PAI DI MASYARAKAT

          Adapun peran PAI di masyarakat sebagai berikut:

1)      PAI di masyarakat diharapkan dapat mengembangkan sikap universal bukan sikap yang partikularis.Sesuai dengan hadist Nabi Muhammad yang artinya”Islam merupakan bagi rahmad seluruh alam”.

2)      Pengajaran PAI di masyarakat hendaknya dapat mempersatukan dan memperkuat kebudayaan bangsa,menumbuhkan semangat kebangsaan yang sehat,kuat,pelajarannya bersumber pada agama,adat istiadat kesusilaan dan sebagainya.

3)      Peran utama PAI adalah pembentukan moral yang tinggi dengan penuh perhatihan berusaha menanamkan akhlak mulia,meresapkan keutamaan-keutamaan dalam jiwa para siswanya yang merupakan bagian dari warga masyarakat,membiasakan mereka berpegang pada moral yang tinggi dan menghindarkan hal-hal tercela,berfikir rohaniyah dan insaniyah.Serta menggunakan waktu untuk belajar imu duniawi dan ilmu-ilmu keagamaan.

4)      Dapat mengembangkan sikap-sikap komunikasi dan silaturrahmi dengan kesediaan diri untuk mau mengerti dan mau belajar dengan pihak lain di lingkungan masyarakat.

5)      Dapat mengembangkan didikan sikap saling memahami, saling mengenal,saling mengerti antar warga masyarakat.

6)      Di dalam ajaran Islam juga tidak luput dari anjuran bermusyawarah dalam menyelesaikan suatu masalah,saling mendengar pendapat masing-masing dan mengambil mana yang paling baik seperti dalam Al Qur’an 39:218,sehingga dengan perbuatan seperti itu membuat orang saling mengenal.

 

 

2.3. MAKNA KUALITAS KEIMANAN PARA REMAJA TERHADAP PEMAHAMAN PAI DI MASYARAKAT

 

Secara etimologi makna kualitas adalah nilai,mutu,berharga,dan berarti.Namun definisi secara harfiah adalah suatu penilaian terhadap tingkah laku seseorang yang tidak dapat di ukur dengan menggunakan alat ukur,dan tidak dapat dinyatakan dengan angka.Karena yang dapat menilai suatu kualitas seseorang adalah orang itu sendiri berdasarkan hati nuraninya.

Adapun kualitas keimanan seseorang pada dasarnya tidak dapat dinilai oleh orang lain secara objektif.Karena keimanan berhubungan dengan hati,sesuai dengan pribahasa “dalamnya laut dapat diukur,sedangkan dalamnya hati siapa yang tahu”.Berbicara tentang konsep keimanan memang tidak akan ada pangkalnya,sebab keimanan itu merupakan suatu hal yang abstrak(bukan benda nyata) dan dapat direalisasikan dengan menjalankan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya atau sering dikenal dengan istilah takwa.

Kualitas keimanan seseorang (remaja) erat kaitannya dengan konsep ketakwaan karena,keduanya saling melengkapi dalam hal merealisasikan konsep PAI baik dalam kehidupan individu itu sendiri maupun kehidupan di masyarakat.Adapun makna kualitas keimanan terhadap aplikasi PAI di masyarakat adalah:

1.Semakin tinggi pemahaman konsep keimanan maka semakin tinggi pula kualitas keimanan

Maksudnya adalah jika seseorang (remaja) memiliki konsep keimanan yang baik dan benar,maka remaja tersebut melakukan ibadah tanpa paksaan sehingga beribadah(baik ibadah mahdho/khusus maupun ibadah yang bersifat kemasyarakatan/ghairu mahdho) bukan dianggap kewajiban justru beribadah itu dianggap sebagai kebutuhan.Apabila seseorang sudah memiliki  pemahaman keimanan seperti ini maka dia sudah memiliki kualitas keimanan yang  relatif baik.

 

2.Konsep keimanan dan ketakwaan saling melengkapi dalam implementasi konsep PAI  di masyarakat

Jika seseorang (remaja) dapat memahami konsep keimanan dan ketakwaan secara baik dan benar,maka remaja tersebut dapat dengan mudah mengimplementasikan konsep PAI di mayarakat  tanpa menyelewengkan konsep PAI yang sudah benar.Misalnya seseorang (remaja) tidak akan terlalu fanatik terhadap konsep PAI di masyarakat,seperti:seseorang yang terlalu fanatik terhadap islam maka dia tidak mau menerima kemajuan IPTEK sebut saja internet dengan situs sosial facebook ,karena dia beranggapan facebook  merupakan maksiat,Padahal jika seseorang memiliki kualitas keimanan yang baik maka,dia tidak akan beranggapan facebook sebagai maksiat,tetapi dia akan bijak sana menyikapinya.Adapun sikap bijaksana yang dimaksud adalah memanfaatkan situs tersebut sebagai media silaturrahmi melalui dunia maya tanpa melupakan kewajibannya sebagai insan agamis saat menggunakannya (tidak lupa waktu sholat).

 

3.Pada dasarnya yang dapat menilai kualitas keimanan seseorang dalam mengaplikasikan konsep PAI di masyarakat secara benar-benar objektif adalah Sang Khaliq

Maksudnya:masyarakat merupakan media bagi seseorang untuk mengaplikasikan keimanannya dari segi kemasyarakatan seperti:tolong-menolong terhadap sesama dalam hal kebaikan,berlapang-lapang di dalam majelis,melaksanakan ta’ziyah dan lain sebagainya.Semua ibadah yang dilakukan oleh seseorang baik  yang bersifat khusus/individual maupun yang bersifat kemasyarakatan,yang menilai itu berkualiatas baik atau buruk,hanya Allah yang Maha Mengetahui.Manusia sebagai hamba yang melaksanakan ibadah tersebut hanya dapat berusaha,berharap dan berdoa agar mendapat ridho-Nya.Karena sesuai dengan firman Allah dalam suratAl ‘Ashr:1-3 yang mengatakan bahwa sesungguhnya manusia adalah merugi kecuali bagi mereka yang bertakwa.Oleh karena itu kita hanya bisa berusaha dan berdoa agar memperoleh kualitas keimanan yang baik di hadapan Allah SWT.

 

 

                                                                                       

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB III

PENUTUP

 

3.1 KESIMPULAN

Dari hasil pembahasan di atas dapat disimpulkan sebagai berikut:

 

1.Makna pendidikan adalah proses yang bertujuan mengubah tingkah laku peserta didik untuk menjadi lebih baik, kata pendidikan memiliki 3 sinonim yaitu:tarbiyah,taklim,dan ta’dib.

2.Definisi dan makna islam

Islam berasal dari bahasa arab yang artinya selamat,tunduk,patuh dan menyerah.Adapun makna islam adalah:

a. Islam adalah Ketundukan

b. Islam adalah wahyu Allah

c. Islam adalah agama yang dibawa oleh para nabi dan rasul

d. Islam adalah hukum-hukum Allah

e. Islam adalah jalan Allah yang lurus

f. Islam pembawa keselamatan dunia dan akhirat

3.Konsep PAI yaitu: proses mendidik dan memberikan pengajaran kepada    peserta didik akan pentingnya ajaran islam yang dijadikan sebagai Ad Dien(agama/pedoman hidup)yang tidak hanya dapat memberikan keselamatan didunia melainkan juga akan memberikan keselamatan di akhirat.

4.Implementasi PAI di masyarakat

PAI perlu diimplementasikan di masyarakat sebagai wujud penguasaan teori PAI yang diperoleh oleh peserta didik di bangku sekolah,sedangkan lingkungan masyarakat merupakan wadah mengimpementasikan penguasaan teori tersebut dan lingkungan masyarakat juga berperan penting dalam mengevaluasi penerapan teori PAI.

5. Makna kualitas keimanan terhadap penerapan PAI di masyarakat.

Adapun makna kualitas keimanan terhadap penerapan PAI di masyarakat adalah:

a.Semakin tinggi pemahaman konsep keimanan maka semakin tinggi pula kualitas keimanan.

 

b. Konsep keimanan dan ketakwaan saling melengkapi dalam implementasi konsep PAI  di masyarakat

c. Pada dasarnya yang dapat menilai kualitas keimanan seseorang dalam mengaplikasikan konsep PAI di masyarakat secara benar-benar objektif adalah Sang Khaliq.

6.Peran PAI di masyarakat

Adapun peran PAI  di masyarakat adalah:

a) PAI di masyarakat diharapkan dapat mengembangkan sikap universal bukan sikap yang partikularis.

b) Pengajaran PAI di masyarakat hendaknya dapat mempersatukan dan memperkuat kebudayaan bangsa.

c) Peran utama PAIadalah pembentukan moral yang tinggi dengan penuh perhatihan berusaha menanamkan akhlak mulia.

d)Dapat mengembangkan sikap-sikap komunikasi dan silaturrahmi.

e) Dapat mengembangkan didikan sikap saling memahami, saling mengenal,saling mengerti antar warga masyarakat.

f)  Mengajarkan tata krama dalam bermusyawarah di masyarakat yang berlandaskan pada Al Qur’an dan As sunnah.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

Mahmudi,Idris Amd,Kep S.PdI.2010.Pendidikan Islam Sebagai Solusi KehidupanJember:Universitas Muhammadiyah Jember.

 

Http//:Wikipedia.Pendidikan Islam Lengkap//org.

Http//:8 tunas 8 word press.com/pendidikan.Agama Islam.

 

By aimarusciencemania

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s