desain alat peraga gametogenesis

 DESAIN ALAT PERAGA

MODEL GAMETOGENESIS PADA MANUSIA

Disusun untuk Melengkapi Tugas Mata Kuliah BIOLOGI TERAPAN 3

Dosen pembimbing : Dra. Sawitri Komarayanti, M.Si.

 

OLEH:

KELOMPOK 14

  1. 1.      AINI MASKURO                       (0910211107)
  2. 2.      EFRIYANTI NILASARI          (0910211100)

 

 

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI

JURUSAN PENDIDIKAN MIPA

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH JEMBER

2011

 

  1. Nama alat peraga        :  Model gametogenesis pada manusia
  2. Kegunaan                    :
    1. Alat peraga gametogenesis pada manusia dapat digunakan untuk menjelaskan proses pembentukan gamet jantan & betina
    2. Alat peraga ini dapat digunakan sebagai media pembelajaran pokok bahasan reproduksi sel sub pokok bahasan gametogenesis dengan jelas .
    3. Alat peraga ini dapat digunakan untuk menjelaskan konsep pembentukan gamet dengan jelas dari konsep abstrak menjadi konkrit .
    4. Pokok bahasan            : Reproduksi Sel
    5.  Sub pokok bahasan    : Gametogenesis
    6. Kelas                           : XII semester I
    7. Materi Pokok              :

Pembentukan gamet (sel kelamin) yang terjadi melalui pembelahan meiosis dan berlangsung pada sel kelamin dalam alat perkembangbiakan disebut gametogenesis. Gametogenesis meliputi spermatogenesis (pembentukan spermatozoa / sperma) dan oogenesis (pembentukan ovum  atau sel telur ) . Secara prinsip keduanya melalui cara pembelahan yang sama,namun hasil akhirnya berbeda .

  • Pembentukan sperma (spermatogenesis)

Proses ini berlangsung dalam alat kelamin jantan yaitu testis . dalam testis terdapat bagian yang disebut tubulus seminiferus . Dinding tubulus seminiferus  terdiri dari jaringan epithelium.Di dalam tubulus seminiferus terdapat sel-sel perimordium yang bersifat diploid. Sel-sel primordium adalah kelompok sel yang belum dewasa yang nantinya akan membentuk struktur khusus. Sel-sel primordium tersebut berulang kali mengalami pembelahan secara mitosis, diantaranya membentuk spermatogonium (induk sperma) yang akan berkembang menjadi spermatozoa dan sel sertoli yang berfunsi memberi nutrient pada spermatozoa. Selain itu pada tubulus seminefirus terdapat pula sel leydig yang mengekresikan horman testosterone yang berperan pada proses spermatogenesis.

 

 

  • Proses Spermatogenesis

Pada masa pubertas, spermatogonium membelah diri secara mitosis sehingga menghasilkan lebih banyak spermatogonium. Pada manusia, spermatogonium mengandung 23 pasang kromosom atau 46 kromosom (diploid)

Beberapa spermatogonium membelah diri kembali, sedangkan lainnya berkembang menjadi spermatosit primer yang juga mengandung kromosom sebanyak 46 kromosom. Sel-sel spermatosit primer tersebut kemudian membelah secara meiosis menjadi dua spermatosit sekunder yang jumlah kromosomnya menjadi setengahnya (23 kromosom haploid). Selamjutnya spermatosit sekunder membelah lagi secara meiosis menjadi empat spermatid. Jadi, spermatosit primer mengalami pembelahan meiosis I yang menghasilkan dua spermatosit sekunder. Selama pembelahan meiosis II, kedua spermatosit sekunder membelah lagi menghasilkan empat spermatid. Selanjutnya spermatid berdiferensiasi menjadi sel kelamin dewasa (masak) yang disebut spermatozoa atau sperma. Spermatozoa ini juga mempunyai 23 kromosom (haploid). Hasil akhir dari spermatogenesis adalah terbentuknya empat spermatozoa fungsional dari satu sel induk yang mengalami meiosis.

Pada manusia,proses spermatogenesis berlangsung setiap hari.siklus spermatogenesis berlangsung rata – rata 74 hari . artinya , perkembangan sel spermatogonium menjadi spermatozoa matang memerlukan waktu rata-rata 74 hari . sementara itu pemasakan spermatosit menjadi sperma memerlukan waktu 2 hari . Proses pemasakan spermatosit menjadi sperma dinamakan spermiogenesis dan terjadi di dalam epididimis.

Pada pria dewasa normal, proses spermatogenesis terus berlangsung sepanjang hidup, walaupun kualitas dan kuantitasnya menurun dengan bertambahnya usia.

  • Bagian – bagian sperma

Sperma dewasa terdiri dari tiga bagian,yaitu kepala,bagian tengah,dan ekor . Kepala sperma mengandung nucleus. Bagian ujung kepala ini mengandung akrosom yang menghasilkan enzim yang berfungsi untuk menembus lapisan – lapisan sel telur pada waktu fertilisasi. Bagian tengah sperma mengandung mitokondria yang menghasilkan ATP sebagai sumber energy untuk pergerakan sperma . Ekor sperma berfungsi sebagai alat gerak .

  • Pembentukan telur (oogenesis)

Oogenesis terjadi di dalam ovarium . Manusia mempunyai 2 ovarium . Sejak masa fetus, ovarium telah mengandung lebih dari tujuh juta sel oogonium yang akan berkembang menjadi ovum.pada manusia , sel oogonium mengandung kromosom sebanyak 23 pasang atau 46 kromosom (diploid). Selama masa fetus , oogonium berkembang ukurannya dan menjadi oosit primer .

Pada saat bayi wanita dilahirkan oosit primer jumlahnya kira – kira tinggal 1 juta. Selama masa kanak – kanak oosit primer mengalami masa istirahat hingga mencapai usia pubertas.

  • Proses oogenesis

Pada masa pubertas oosit primer melakukan pembelahan meiosis I menghasilkan satu sel oosit sekunder yang besar dan satu sel badan kutub pertama (badan polar primer) yang lebih kecil. Perbedaan bentuk ini disebabkan sel oosit sekunder mengandung hampir semua sitoplasma dan kuning telur, sedangkan sel badan kutub pertama hanya terdiri dari nucleus saja. Oosit sekunder ini mempunyai jumlah kromosom setengah dari kromosom oosit primer,yaitu 23 kromosom (haploid) .

Dalam pembelahan meiosis II,oosit sekunder membelah diri menghasilkan satu sel ootid yang besar dan satu badan kutub kedua (badan polar sekunder). Ootid yang besar tersebut mengandung hampir semua kuning telur dan sitoplasma. Pada saat yang sama ,badan kutub pertama membelah diri menjadi dua badan kutub . selanjutnya ootid tumbuh menjadi sel telur (ovum) yang mempunyai 23 kromosom (haploid). Sedangkan ketiga badan kutub kecil hancur sehingga setiap oosit primer hanya menghasilkan satu sel yang fungsional. Sel telur (ovum) yang besar itu mengandung sumber persediaan makanan , ribosom,RNA, dan komponen – komponen sitoplasma lain yang berperan dalam perkembangan embrio. Sel telur yang matang di selubungi oleh membrane corona radiate dan zona pelusida.

Oogenesis hanya berlangsung hingga usia 40 sampai 50 tahun . setelah wanita tidak mengalami menstruasi lagi (mengalamimenopause) sel telur tidak dihasilkan lagi.

  1. Alat & Bahan              :
    1. Alat                 :
    2. Seperangkat kabel
    3. Lampu Mini Warna
    4. Triplek 2×3 m
    5. Balok kayu
    6. Kaca penutup
    7. Lem fox
    8. Gunting
    9. Kawat (Analogi Spindel)
    10. Pisau / Cutter

 

  1. Bahan              :
  2. Bola  mini warna
  3. Cat warna
  4. Malam (analogi Kromosom)
  5. Bola Lonjong (analogi Sperma)

 

  1. Cara kerja                    :
    1. Hubungkan kabel ke stop kontak listrik .
    2. Secara otomatis komponen oogenesis & spermatogenesis yang dipasang lampu akan menyala 1 per 1 secara bergantian berdasarkan proses terjadinya .
    3. Cara pembuatan          :
      1. Membuat Balok kayu +kaca penutup (kaca bisa di bongkar pasang) ,
      2. Bola mini warna dipotong menjadi 2 bagian ,
      3. Merangkai kawat (analogi spindel) + dipasang malam (analogi kromosom) ,
      4. Kawat lampu dimasukkan pada potongan bola mini warna sebanyak komponen gametogenesis,
      5. Bola yang didalamnya sudah terdapat kawat+malam+lampu direkatkan dengan lem ke balok kayu ,

 

  1. Membuat rangkaian listrik yang menghubungkan  lampu pada bola-bola tersebut,
  2. Memberi keterangan pada komponen Gametogenesis .
  3. GAMBAR ALAT DARI LITERATUR

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

11. Biaya pembuatan                    :

No Nama Alat & Bahan Biaya Pembuatan
1 Seperangkat kabel
  1. 10.000,00
2 Lampu mini warna
  1. 40.000,00
3 Triplek 2×3 m
  1.                   25.000,00
4 Balok kayu + kaca penutup
  1. 90.000,00
5 Lem fox
  1. 12.500,00
6 Gunting
  1. 5.000,00
7 Kawat (analogi spindel)
  1.                  12.500,00
8 Pisau / cutter
  1. 5.000,00
9 Bola mini warna 1 set
  1. 35.000,00
10 Bola lonjong 4 buah
  1.  Rp.                              10.000,00
11 Cat warna
  1.                    15.000,00
12 Malam (analogi kromosom)
  1.   4.000,00
  TOTAL
  1. 264.000,00

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

  • Hanjati.2008.LKPD BIOLOGI kelas XII semester 1. Gending : SMAN 1 Gending.
  • Pratiwi dkk.2007. Biologi untuk SMA kelas XII. Jakarta : Erlangga
  • Saktiyono.2006.Seribu Pena Biologi untuk SMA / MA kelas XII. Jakarta : Erlangga .

 

About these ads
By aimarusciencemania

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s